Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 192 (S3 Part 34)


__ADS_3

Masuk ke kamar, Roseline segera menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Ia pun membenamkan wajahnya di bantal menutupi wajahnya yang merah padam.


Roseline berguling ke sana ke mari. Ia benar-benar merasa malu sendiri. Bagaimana tidak, apa yang barusan ia alami benar-benar membuatnya nyaris kehilangan muka.


Mundur ke beberapa saat yang lalu. Saat ia dan Jevian bersiap mencium pipi Jefrey, tiba-tiba saja bocah itu menarik diri. Alhasil, mereka bukannya mencium pipi Jefrey, tapi bibir mereka berdua lah yang bertemu.


Mereka terdiam mematung. Kedua mata mereka terbelalak, namun anehnya tak ada yang berinisiatif menarik diri. Seolah mereka tersihir dengan sorot mata masing-masing. Jantung keduanya berdebar kencang. Seperti ada yang bergejolak di dalam sana. Hingga akhirnya suara tepukan tangan Jefrey lah yang menyadarkan mereka dari keterpakuan. Mereka lantas segera menarik diri masing-masing dengan wajah memerah bak kepiting rebus.


"Yeay," seru Jefrey kegirangan sambil bertepuk tangan. Ia seperti begitu senang melihat Jevian dan Roseline berciuman.


'Apa-apaan anak ini? Kenapa dia iseng sekali sih?' batin Roseline rasanya ingin menangis. Kenapa pula ia justru mematung tadi. Bukannya segera menarik diri, mereka justru saling bertatap-tatapan.


Bukan hanya Roseline yang menahan malu, tapi Jevian juga. Bagaimana ia bisa dikerjai anaknya sendiri?


Namun saat melihat ekspresi bahagia sang anak, Jevian menyadari, ia sudah lama ingin melihat keluarga yang hangat dan harmonis seperti tadi. Sepertinya, ia sudah menganggap sosok Roseline seperti ibunya sendiri. Jevian maklum, seumur hidup, Jefrey tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Ia sudah seperti anak piatu, yang tidak memiliki seorang ibu. Padahal ibunya ada, tapi ia tidak pernah berperan layaknya ibu pada umumnya sehingga kehadiran Roseline begitu luar biasa di matanya.


"Apakah Jefrey benar-benar menginginkan Seline menjadi ibunya?" gumam Jevian di kamarnya. Ia meletakkan lengannya di belakang kepala. Matanya menerawang. Mengingat bagaimana hari-hari Jefrey yang kini tampak lebih bahagia dari sebelumnya. Tak bisa Jevian tampik, kehadiran Roseline memang begitu berarti bagi Jefrey.


"Apakah aku harus mewujudkan keinginannya? Tapi ... kami tidak saling mencintai?" gumamnya lagi.


...***...


Keesokan harinya, sesuai janjinya, Jevian pun mengajak Jefrey dan Roseline jalan-jalan. Kebetulan memang hari itu akhir pekan jadi ia tidak bekerja. Ia memiliki waktu seharian untuk menyenangkan sang putra tersayangnya itu.


Sebenarnya sejak pagi baik Jevian maupun Roseline merasakan suasana canggung. Semua karena adegan ciuman tidak sengaja itu. Ciuman jebakan yang dilakukan Jefrey. Namun karena hari itu mereka akan jalan-jalan bersama, sebisa mungkin mereka mengusir kecanggungan itu agar mereka bisa menikmati jalan-jalan itu dengan perasaan bahagia dan tanpa beban.

__ADS_1


Jevian mengajak Jefrey dan Roseline ke Disneyland. Namun sayang, mereka tidak bisa menikmati semua wahana yang ada di sana. Bagaimanapun, kondisi jantung Jefrey menjadi perhatian utama mereka. Jadi mereka hanya berjalan-jalan saja sambil mengelilingi aneka wahana yang ada di sana. Bahkan Jevian tidak mengizinkan Jefrey terus berjalan. Jefrey lebih banyak digendong agar bocah itu tidak terlalu kelelahan.


Mereka juga berfoto-foto di sana. Siapapun yang melihat, mereka pasti akan berpikir kalau mereka merupakan keluarga kecil yang bahagia. Padahal nyatanya mereka bukan keluarga. Lebih tepatnya, Roseline yang belum menjadi anggota keluarga mereka.


"Tuan, mau saya fotokan?" tawar Roseline.


"Boleh," jawab Jevian.


"No," seru Jefrey melarang.


"Kenapa? Jefrey tidak mau difoto?" tanya Jevian.


"Bukan. Tapi Jef mau difoto kalau ada mommy juga di foto."


"No, Daddy. Tapi Jef ingin foto bareng mommy dan Daddy. Jef ingin seperti teman-teman Jefrey di preschool. Mereka memiliki foto bersama mommy dan Daddy. Bahkan ada yang sama adiknya. Jefrey ingin seperti itu," ujarnya sendu.


Jevian seakan tertampar dengan perkataan Jefrey. Sebagai seorang anak, Jevian bisa merasakan kalau Jefrey merindukan kasih sayang orang tua yang lengkap. Jangankan Jefrey, dulu saat ia kecil pun ia kerap merasa kesepian dan ingin sekali menghabiskan waktu bersama orang tuanya. Tapi saat itu orang tuanya selalu saja sibuk. Bahkan di hari-hari pentingnya saja, orang tuanya jarang ada. Mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan kesibukan mereka masing-masing. Lalu kini, putranya pun mengalami apa yang dulu pernah ia rasakan.


Roseline yang mendengar ungkapan hati Jefrey pun ikut berkaca-kaca. Ia pun pernah merasakan hal yang sama. Namun Jefrey masih jauh lebih beruntung, ia memiliki seorang ayah yang begitu mencintainya. Sedangkan ia? Bahkan saat itu ia tidak mengenal ayahnya. Sementara ibunya tidak begitu memedulikannya. Ia baru diberitahu sosok sang ayah saat usianya remaja. Tapi ternyata apa yang mereka ceritakan bukanlah sebuah kebenaran. Ia dibohongi. Hingga akhir, ia tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua. Bahkan, foto keluarga saja tidak punya. Ia hanya memiliki foto saat ia masih bayi. Ada saay ia di dalam gendongan Levin, ada juga yang dalam gendongan Hose. Namun dalam potret terpisah. Setelah itu, ia tidak memiliki foto kenangan sama sekali dengan mereka. Sungguh miris.


Tanpa mereka sadari, mereka memiliki masa lalu yang hampir sama. Baik Jevian, Roseline, maupun Jefrey seakan terhubung dengan masa lalu yang memiliki kesamaan. Akankah kelak mereka bisa saling melengkapi apa yang tidak pernah mereka rasakan?


Tak ingin membuat hari itu berakhir menyedihkan, Jevian pun segera merangkul pundak Roseline membuat perempuan yang tadinya berkaca-kaca itu terperanjat.


"Ayo Jef, kita foto bersama. Daddy, mommy, dan Jefrey akan foto bersama. Ayo, daddy akan meminta tolong seseorang mengambil foto kita," serunya dengan tersenyum lebar. Ia menoleh ke arah Roseline lalu mengedipkan sebelah matanya. Mata Roseline sampai mengerjap beberapa kali. Ia jadi linglung sendiri.

__ADS_1


Namun ekspresi itu segera ia halau saat seseorang yang dimintai tolong oleh Jevian sudah bersiap mengambil foto mereka. Mereka pun melakukan banyak pose. Bahkan pose mereka sudah seperti pasangan keluarga yang sebenarnya. Tak sedikit Jevian merengkuh pundak dan pinggang Roseline. Awalnya Roseline merasa rikuh, namun lama kelamaan ia justru merasa nyaman. Ia seperti merasakan sesuatu yang baru dalam hidupnya, yaitu ... memiliki keluarga.


Sore hari mereka akhirnya pulang ke rumah. Selepas makan malam, ternyata Jefrey sudah benar-benar mengantuk. Jadi Roseline hendak mengantarnya ke kamar untuk menemaninya tidur.


Namun baru saja ia beranjak hendak mengantar Jefrey, tiba-tiba Jefrey menyuarakan permintaannya yang benar-benar di luar dugaan.


"Mommy, Daddy, bisa temani aku tidur?"


"Oh, boleh." Jevian pikir hanya menemani sampai sang putra tertidur. Tapi lagi-lagi Jevian dibuat terkesima dengan perkataannya.


"Yeay, akhirnya Jefrey bisa tidur bareng mommy dan daddy. Pokoknya, mommy dan Daddy harus tidur sambil peluk Jefrey. Tidak boleh pergi. Jefrey ingin sekali tidur sambil dipeluk mommy dan daddy. Pasti menyenangkan," serunya yang membuat baik Jevian maupun Roseline hampir menjatuhkan rahangnya.


Jevian dan Roseline sampai saling tatap dengan mulut menganga. Bagaimana tidak, mereka belum menikah. Mereka tidak memiliki hubungan apapun. Lalu apa ini? Jefrey meminta mereka tidur bersama?


Ingin menolak, tapi mereka tak sanggup melihat ekspresi kecewa di wajah bocah lucu itu. Mereka tak sanggup menghancurkan kebahagiaannya. Apalagi sebentar lagi ia akan menjalani operasi. Mereka tidak ingin karena penolakan mereka membuat kesehatan Jefrey menurun.


Alhasil, mereka pun mengiyakan permintaannya.


Meskipun awalnya canggung, tapi mungkin karena kelelahan, mereka pun akhirnya tertidur bertiga di atas ranjang yang sama dengan Jefrey berada di tengah-tengah mereka berdua.


Saat mereka tertidur lelap, tanpa mereka sadari, di sosial media tengah ramai dengan pemberitaan tentang seorang ibu yang dilarang bertemu dengan anaknya. Bahkan di sana, sang wanita mengeluhkan kemalangan nasibnya karena sang suami yang bukan hanya melarangnya bertemu dengan putranya sendiri, tapi ia juga tiba-tiba menceraikannya. Menurut kabar, suaminya menceraikannya karena sudah mendapatkan sosok wanita lain sebagai penggantinya. Berita semakin berkembang. Bahkan foto-foto sang suami yang tampak sedang bersenang-senang dengan anak dan wanita lain itupun beredar luas. Membentuk opini negatif terhadap sang laki-laki dan wanita yang bersamanya.


...****...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2