Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 197 (S3 Part 39)


__ADS_3

"Eungh ... " Terdengar suara lenguhan dari arah sofa membuat Jefrey yang tubuhnya sedang dibersihkan Roseline menoleh ke arah sumber suara.Tampak disana Jevian baru saja bangun dan merentangkan tangannya.


"Morning, Boy. Morning, Mommy Jef," ujar Jevian seraya tersenyum manis. Mata Roseline mengerjap. Kenapa dari semalam Jevian memanggilnya seperti itu? Roseline bingung sendiri.


"Morning, Daddy," seru Jefrey girang. "Mommy tidak balas sapaan daddy?" tahta Jefrey heran.


"Ah, emmm ... Morning Jevian," ucapnya kikuk.


"No, bukan seperti itu Mommy. Kan daddy bilang morning mommy Jef, seharusnya mommy bilang morning too, daddy Jef," ujar Jefrey polos.


Roseline menatap horor Jefrey, tapi bocah itu justru tersenyum lebar. Lalu Roseline menoleh pada Jevian, ternyata ayah dan anak itu sama saja. Jevian pun tersenyum tak kalah lebar ke arahnya.


"Like father like son," gumamnya pelan.


"Apa mommy?" tanya Jefrey yang tidak mendengar jelas apa yang Roseline ucapkan.


"Hehehe ... No, tidak ada. Oke, morning too, daddy Jefrey," ujarnya dengan senyum yang tampak dipaksakan. Ingin rasanya Roseline menjewer telinga calon duda hot itu, tapi nanti apa yang Jefrey katakan saat ia melakukannya.


Sementara itu, Jevian justru mengulum senyum. Merasa senang bisa menggoda Roseline. Sang anak pun sepertinya begitu mendukung tingkahnya itu.


"Kalian sudah sarapan? Mau daddy belikan sarapan di luar?"


"Jef kan sudah ada sarapan sendiri, Dad. Belikan sarapan untuk mommy saja. Mommy mau makan apa, biar daddy yang belikan," ujar Jefrey sambil menatap Roseline yang sedang membantunya mengenakkan pakaian khusus pasien.


"Emmm, terserah daddymu saja. Mom tidak pilih-pilih makanan," jawab Roseline berusaha bersikap biasa saja. Padahal jantungnya sekarang sudah kebat-kebit sebab Jevian kini sudah berada tepat di sampingnya sambil menatapnya dengan tatapan yang entahlah. Roseline pura-pura tidak melihat. Anggap saja dia sejenis makhluk tak kasat mata.


"Oke, mommy. Kalau begitu, daddy cuci muka dulu. Setelah itu, baru membeli sarapan," ucap Jevian seraya melipir menuju kamar mandi.


Setelah selesai, ia mengecup kening Jefrey sebagai ungkapan sayang.


"Mommy kenapa tidak dicium, Dad?" ucap Jefrey saat Jevian sudah hendak keluar.


Lagi-lagi mata Roseline melotot. Bukan memelototi Jefrey, hanya saja melotot tak percaya dengan ucapan sang bocah. Bisa-bisanya ia bertanya hal seperti itu.


"Oh iya, daddy lupa," ujarnya dengan tersenyum lebar. Roseline seketika menegang kaku saat Jevian mendekatkan wajahnya pada wajahnya. Roseline hendak menghindar, tapi tiba-tiba Jevian menahan pinggangnya dan mengecup pipinya. "Morning kiss," bisik Jevian seraya mengerlingkan sebelah matanya.


Roseline ingin protes, tapi lidahnya tiba-tiba kelu. Bahkan tubuhnya pun sudah kaku, efek linglung dengan apa yang barusan terjadi.


Jefrey yang melihat sang ayah mencium pipi Roseline berseru girang sambil bertepuk tangan. Sepertinya bocah itu lupa tentang fakta kalau Roseline bukanlah ibunya, melainkan pengasuhnya seperti Lora dulu. Dulu ia tidak pernah melakukan hal sedemikian pada Lora. Jefrey justru memperlakukan Roseline seperti ibunya sendiri. Ia sampai lupa kalau ibu kandungnya adalah Eve.


Setelah mencium pipi Roseline, Jevian pun pergi sambil bersiul-siul bahagia. Jevian sendiri tidak mengerti, mengapa ia bisa sebahagia ini. Hal ini mengingatkan Jevian pada masa-masa ia baru mengenal dekat Adisti. Meskipun belum yakin 100% kalau ia sudah jatuh cinta pada Roseline, namun ia sadar, ia sudah memiliki ketertarikan yang tak biasa pada Roseline.

__ADS_1


'Semoga kau memang dihadirkan untukku. Untuk menjadi pelipur laraku. Untuk menjadi pengobat luka hatiku. Dan untuk menjadi pendamping dan pelengkap hidupku,' batinnya bermonolog dengan bibir terus bersiul bahagia.


Tak lama kemudian, Jevian sudah kembali lagi ke kamar Jefrey sambil menenteng paper bag berisi sarapan untuk dirinya dan Roseline.


"Biar aku saja," ujar Roseline saat melihat Jevian hendak menyiapkan sarapan.


"Tak perlu. Kau sudah lelah mengurus Jefrey, kini giliranku mengurus dan melayani mu," ucap Jevian dengan senyum sangat-sangat manis.


Ayolah Jev, apa kau tak tahu, jantung Roseline sudah berdisko di dalam sana? Lihat saja, wajah Roseline sudah merah padam karena kata-kata Jevian yang sarat akan makna. Perempuan mana yang tidak salah tingkah bila diperlakukan semanis ini.


'Ya ampun, kenapa sikapnya makin menjadi sih? Aduh jantungku ... ' batin Roseline yang tanpa sadar memegang dadanya sendiri.


"Kau kenapa? Kau sakit?" tanya Jevian khawatir saat melihat wajah Roseline yang sudah memerah dan telapak tangan memegang dada.


Bahkan Jevian sudah pindah tempat duduk di samping Roseline dan menempatkan kedua telapak tangannya di pipi Roseline.


"A-anda, kenapa Anda duduk di sini. Aku-aku tidak apa-apa," jawab Roseline gugup. Roseline melepaskan tangan Jevian dari pipinya dan menggeser tempat duduknya.


Jevian mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan sikap Roseline. Namun beberapa detik kemudian, ia mengembangkan senyum. Ia tahu, Roseline pasti tengah salah tingkah dengan perbuatannya.


Jevian terkekeh, "ya sudah, makanlah," ucap Jevian seraya mengacak rambut Roseline. Perempuan itu sampai melongo dibuatnya.


...***...


"Bagaimana keadaan Matson?" tanya Jevian setelah berada di ruangan Matson.


"Keadaannya cukup baik. Operasinya berjalan lancar. Ia juga sudah sadarkan diri dini hari tadi. Hanya saja, sepertinya ia membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan kondisinya. Anda pasti mengerti apa yang saya maksudkan, tuan," sahut Wina yang diangguki Jevian.


"Kau tenang saja. Aku tidak mungkin memaksa Matson bekerja sementara keadaannya seperti ini. Maaf kalau aku tidak bisa membantumu menjaganya sebab putraku besok akan menjalani operasi jantung. Jadi aku harus selalu menemaninya. Nanti aku akan mencari perawat yang bisa membantumu menjaga Matson sampai ia benar-benar pulih."


"Terima kasih tuan atas kebaikanmu."


"Kau tidak perlu berterima kasih. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Apalagi Matson merupakan orang kepercayaanku. Semoga Matson segera pulih," ujar Jevian sebelum meninggalkan ruangan Matson.


Setelah keluar dari ruangan Matson, Jevian pun bertolak menuju kantor polisi. Ia masih memakai mobil Matson. Setibanya di sana, Jevian langsung menemui kepala polisi yang bertugas menyelidiki kasus kecelakaan Matson.


"Kami sudah melihat melalui rekaman cctv. Ternyata pelaku sudah sejak siang berada tak jauh dari perusahaan Anda. Seperti yang Anda katakan, Matson mengendarai mobil Anda dan mengenakan pakaian Anda. Jadi kemungkinan besar, pelaku memang sudah sejak siang menargetkan Anda. Namun yang pelaku tidak ketahui, orang yang ada di dalam itu bukanlah Anda, tetapi asisten pribadi Anda," ujar kepala polisi itu sambil menunjukkan rekaman cctv yang berhasil ia dapatkan.


Jevian terperanjat mendengarnya. Tidak terbayangkan kalau ia yang mengalami kecelakaan itu, pasti Jefrey akan sedih dan akhirnya drop sebelum melakukan operasi.


"Apa Anda tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu?"

__ADS_1


"Sementara kami belum mengetahui. Kami sudah menelusuri jejak mobil itu. Sayangnya mobil itu mengenakan plat palsu jadi kami kehilangan jejaknya. Tapi Anda tenang saja, tidak ada kasus yang tidak bisa terpecahkan. Semua pasti akan ada jalan keluarnya. Percayakan semuanya pada kami. Kami pasti akan berusaha menemukan pelaku sebenarnya."


...***...


"Apa? Jadi yang ada di dalam mobil itu adalah asisten pribadinya? Jadi dia masih baik-baik saja?" pekik Tobey kesal setelah orang-orangnya melaporkan padanya mengenai keadaan Jevian. Tobey pikir, kecelakaan itu setidaknya mengakibatkan Jevian terluka parah atau mati sekalian jadi ia bisa membalaskan dendamnya sekaligus mengambil Jefrey, tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan. Bukannya Jevian yang celaka, tapi Matson.


"Apa kalian tidak bisa bekerja dengan becus, hah? Saya membayar mahal kalian bukan untuk mendengar sebuah kegagalan. Pokoknya, kalian tetap harus melakukan pekerjaan kalian dengan baik. Kalau tidak, jangan harap saya akan memberi kalian uang. Dengar!"


"Baik, tuan."


...***...


Sementara itu, setelah diusir Tobey, Eve pun mencari sebuah apartemen yang tidak begitu mewah dan menyewanya. Untung saja ia masih memiliki beberapa barang berharga yang bisa ia jual. Eve yang tidak pernah bekerja sama sekali tetap bersikap santai seperti biasa. Ia pikir tidak mungkin Tobey mengusirnya selamanya. Ia pikir tak butuh waktu lama, ayahnya pasti akan kembali memaafkannya seperti biasa. Jadi ia tidak begitu memusingkan bagaimana hidupnya ke depannya. Barang-barang berharga yang ia jual pasti bisa ia beli kembali setelah ia kembali ke mansion ayahnya.


Eve menghabiskan waktunya dengan jalan-jalan dan makan di restoran mewah persis seperti kebiasaannya. Ia sudah tidak begitu peduli dengan tatapan aneh orang-orang. Yang penting ia masih bisa menikmati hidup seperti biasanya.


Saat sedang berada di toilet restoran, tiba-tiba Eve bertemu dengan Lynda.


"Lynda," panggil Eve senang.


"Eve, kau di sini?" Padahal Lynda mengubah penampilannya agar tidak dikenali orang-orang khususnya yang sudah melihat video panasnya, tapi ternyata Eve masih bisa mengendalikannya.


"Lynda, kau kemana saja, hm? Kau tahu, aku sangat merindukan dan mencemaskanmu."


"Maaf. Kau di sini bersama siapa?"


"Aku sendiri. Kau ... "


"Aku ... Aku sendiri. Ya, sendiri."


"Benarkah. Kalau begitu, ayo mampir ke apartemenku?" tawar Eve dr mata berbinar.


"Tapi ... "


"Tapi kenapa? Apa kau ingin menghindariku lagi? Kau tahu, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi sekarang. Aku diusir Daddy. Untung saja aku masih memiliki barang-barang berharga yang bisa aku jual untuk bertahan hidup. Kalau tidak ... "


"Bukan begitu Eve, kita tidak bisa jalan bersama seperti dulu lagi. Kau pasti tahu kan video panas kita yang viral? Begini saja, kau kirimkan alamat apartemen mu. Nanti aku akan segera menyusul ke sana," ucap Lynda yang langsung disambut Eve dengan mata berbinar.


Eve pun segera mengirimkan alamat apartemen barunya ke nomor Lynda yang baru. Lynda menyeringai setelah mendapatkan alamatnya.


"Baiklah, aku pergi dulu. Bye, sampai bertemu lagi," ucap Eve sambil memberikan kecupan di pipi Lynda.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2