Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 48


__ADS_3

Sepanjang malam Shenina kesulitan untuk memejamkan matanya. Pikirannya justru selalu tertuju pada Rainero. Shenina selalu terbayang akan kebersamaannya dengan Rainero.Sikap manisnya, perhatiannya, bahkan skinship tipis-tipis yang laki-laki lakukan mampu melambungkan asanya.  Apalagi saat laki-laki itu menyatakan perasaannya. Ada rasa tak percaya pada apa yang Rainero katakan. Bagaimana kalau apa yang Rainero katakan hanyalah bualannya belaka. Bagaimana kalau apa yang Rainero katakan hanya untuk menjeratnya saja agar jatuh ke tangannya dan setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan, maka ia akan dibuang. Atau bagaimana kalau Rainero melakukan itu hanya untuk mendapatkan hak asuh anaknya. Setelah dapat, ia pun segera dibuang seperti sampah.


Bagaimanapun, Shenina sadar diri. Ia jauh dari kata sempurna. Ia tak sebanding dengan Delianza yang nyaris sempurna. Delianza, ia seorang model ternama. Ia juga berasal dari keluarga konglomerat yang memiliki kerajaan bisnis entertainment. Parasnya yang cantik dengan tutur kata lembut mampu memikat semua lawan jenis. Sangat wajar kalau Rainero sampai frustasi dan nyaris depresi saat perempuan itu memutuskan untuk berpisah.


Lalu tiba-tiba saja laki-laki itu menyatakan cinta dan melamarnya. Shenina tentu saja tidak bisa bersikap gegabah. Ia harus bisa mengambil keputusan dengan tepat agar tidak membuatnya menyesal di kemudian hari. Apalagi ini mengenai soal pernikahan yang merupakan sebuah hubungan sakral dan perjalanan terpanjang bersama seseorang. Harapnya, ia hanya akan menikah sekali seumur hidup. Ia hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan seseorang yang benar-benar mencintainya.


Sama seperti Shenina, Rainero yang kini sedang dalam perjalanan kembali ke negara asalnya tampak kesulitan memejamkan matanya. Ada rasa rindu yang menelusup ke dalam kalbunya. Padahal baru beberapa jam mereka berpisah, tapi rasanya sudah bertahun-tahun mereka terpisah.


...***...


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Rainero keesokan harinya setibanya di kantor. Padahal ia baru tiba pagi ini, tapi seturunnya di bandara, Rainero langsung meminta sopir suruhan Axton untuk mengantarkannya ke perusahaan. Sebenarnya saat ini Rainero sedang merasa tidak baik-baik saja. Kepalanya pusing karena kurang tidur. Perutnya pun terasa perih karena sepanjang malam ia hanya meminum kopi. Tak ada makanan yang bisa masuk ke dalam perutnya. Hanya makanan buatan Shenina saja makanan yang bisa masuk ke dalam perutnya. Namun meskipun kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja, ia tetap tidak bisa melalaikan tanggung jawabnya dengan perusahaan.


Axton terkejut saat melihat keberadaan Rainero yang telah berdiri di depan pintu ruangannya.


"Kau dari bandara langsung ke mari?" tanya Axton saat melihat penampilan Rainero yang sedikit berantakan. Kantung matanya menghitam, bibirnya pun terlihat sedikit pucat.


Rainero mengangguk, kemudian langsung mengambil tempat dan duduk di sofa yang ada di ruangan Axton.


"Cepat katakan, ada masalah apa? Bukankah aku sudah mempercayakan perusahaan kepadamu selama aku di Bali?" cecar Rainero yang memang belum tahu permasalahan apa yang dikatakan Axton di telepon.

__ADS_1


"Lihat ini!" Axton melemparkan sebuah surat dari Lembaga Perpajakan. Rainero segera membuka dan membacanya. Seketika matanya melotot tajam.


"Penggelapan pajak? Bagaimana bisa? Apa jangan-jangan ... ?"


Axton mengangguk, membenarkan dugaan Rainero.


"Kurang ajar! Sepertinya tikus itu ingin bermain-main denganku," desis Rainero murka pada salah seorang bawahannya yang telah berani-beraninya melakukan penggelapan dana perusahaan khusus untuk membayar pajak. "Axton, kau tahukan apa yang harus kau lakukan?" Axton pun mengangguk sebagai jawaban.


Rainero pikir, ia sudah tidak ada masalah lagi, tapi ternyata masih. Rainero benar-benar pusing


 dengan para tikus yang sepertinya memang sedang berusaha untuk menghancurkannya.


"Apa?" Rainero terkejut saat mendapatkan laporan dari Axton kalau gedung yang mereka bangun tiba-tiba hancur. Menurut hasil penelusuran, hal itu terjadi karena material yang digunakan tidak sesuai dengan dengan permintaan. Terang saja pihak klien meminta ganti rugi yang besar sesuai dengan isi perjanjian. Hal ini jelas saja membuat Rainero berang.


Alto adalah perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Rainero. Memang sesuai perjanjian, kalau perusahaan Rainero melakukan kesalahan, maka mereka akan mengganti rugi senilai tiga kali lipat dari nominal kerja sama. Karena munculnya permasalahan penggelapan dana pajak bersamaan dengan munculnya masalah dengan pihak Alto, Rainero pun berasumsi kalau mereka memang bekerja sama. Rainero juga meyakini ada dalang dibalik permasalahan yang menimpa perusahaanya itu.


...***...


Selesai dengan urusannya di kantor, Rainero pun bergegas pulang ke mansionnya. Saat berada di dalam kamar, Rainero pun gegas mengambil ponsel dan menghubungi Shenina. Tapi sayangnya Shenina tak kunjung mengangkat panggilannya. Rasa cemas tiba-tiba melanda. Rainero takut Shenina kembali menghilang. Ia pun segera menghubungi anak buahnya untuk kembali mengawasi perempuan itu.

__ADS_1


"Awasi Shenina kemanapun ia pergi! Berikan laporan secara berkala. Dan ... awasi juga pergerakan laki-laki bernama Wayan itu! Kau dengar!" titah Rainero yang langsung diiyakan oleh anak buahnya yang masih berada di Indonesia.


Setelahnya, Rainero pun segera menutup panggilan itu. Diletakkannya ponselnya di atas nakas. Lalu diraihnya hasil USG yang kemarin Shenina berikan sebelum ia berangkat. Rainero tersenyum kemudian mengecupnya dengan sayang membuat seseorang yang mengintip dari balik pintu membeliakkan matanya dengan rasa penasaran yang membuncah.


"Love you, Sayang. Jaga Mommy di sana ya! Semoga pekerjaan Daddy bisa cepat selesai jadi Daddy bisa segera menemui kalian lagi," ucapnya pelan sehingga seseorang yang sejak tadi berada di balik pintu tak dapat mendengarnya.


"Foto siapa itu? Kenapa Rain cium-cium? Apa dia sudah mendapatkan kekasih baru?" ucapnya dengan raut wajah penasaran.


Diperhatikannya Rainero yang meletakkan kembali foto USG itu ke atas nakas. Setelah itu, Rainero pun beranjak masuk ke dalam kamar mandi. Setelah pintu kamar mandi tertutup, seseorang itu pun mengendap-endap masuk ke dalam kamar Rainero.


Ia yang begitu penasaran dengan foto yang tadi Rainero perhatikan dan cium pun segera berjalan menuju nakas. Diambilnya foto hasil USG itu dan dalam hitungan detik matanya terbeliak tak percaya.


"I-ini ... bukankah ini foto hasil USG? Milik ... milik siapa ini? Apa ini anak Rainero? Ah, tapi bukankah dia ... Ck ... aku harus mencari tahunya. Aku yakin, kalau aku bertanya pada Rainero, pasti anak nakal itu tidak akan berkata jujur," gumamnya sambil terus memperhatikan foto hasil USG itu. "Kembar?" gumamnya lagi saat sadar ada bulatan kecil di foto tersebut. "Mungkinkah?"


...***...


Malam kak. 🥰


Uh, othor sedang terharu banget saat liat karya othor masuk 10 besar karya baru. 🤩🤩🤩

__ADS_1


Makasih banyak ya kak yang selalu support karya othor. 🥰🥰🥰


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2