
"Theo ... " ucap Rhea gugup.
Ia pun segera membuka pintu mobilnya dan Turin secara perlahan. Entah sengaja atau hanya reflek saja, Theo mengulurkan tangannya untuk membantu Rhea turun.
Saat Rhea sudah turun, Theo melirik Ael tak suka.
"Kau mau kemana?" tanya Theo.
"Aku ... " Rhea bingung sendiri. Ia sebenarnya tidak hendak kemana-mana, tapi karena melihat ibu mertuanya berpelukan dengan Shenina membuatnya pergi begitu saja dan masuk ke dalam mobil. Mau kemana, Rhea sendiri bingung. Padahal bisa saja ia tadi masuk ke dalam ruangannya. Memang orang-orang tak tahu kalau ia bekerja di restoran itu. Ibu mertuanya hanya tahu ia bekerja sebagai seorang manager di sebuah restoran mewah. Namun dimana itu, ia tak tahu sebab Rhea sendiri sengaja tidak memberitahukannya. Begitu pula dengan Theo. Theo bahkan baru tahu saat ia tak sengaja makan di sana dan melihat ia membela waitres di restoran tersebut.
"Kau sudah makan siang?" Melihat Rhea gelagapan sendiri, Theo pun tak melanjutkan keingintahuannya.
Rhea reflek menggeleng, "kau?"
"Aku juga belum. Kau mau makan siang denganku?"
"Boleh," jawab Rhea santai. Padahal dalam hati, ia begitu antusias.
"Ayo, naik ke mobilku saja."
"Memangnya kau mau makan di mana?"
"Dimana saja asal tidak ada dia di sana."
"Hah! Dia? Maksudmu?"
Bukannya menjawab, Theo justru mengedikkan bahunya. Rhea mengerutkan kening, namun saat mendengar suara pintu mobil dibuka kemudian ditutup lagi, mulut Rhea sontak membulat.
'Mungkinkah?' gumamnya dalam hati. Hati Rhea seketika berbunga-bunga. Ia pun segera mengikuti langkah kaki Theo dan masuk ke mobilnya.
Jangan pikir Theo akan membukakan pintu ya! Tidak. Dia sendiri masih denial dengan perasaannya, bagaimana bisa ia langsung bersikap romantis seperti itu.
Namun senyum yang tadi merekah seketika menjadi satu garis lurus saat dengan mata kepalanya sendiri, ia mendapati Theo sedang memandang ke kaca spion mobil. Yang membuat senyum Rhea sirna adalah ternyata yang menjadi bahan perhatian Theo adalah Shenina.
Ya, perempuan itu ternyata telah keluar dari restoran dan sedang berjalan menuju mobilnya diikuti dua orang bodyguard-nya di belakang. Shenina diperlakukan bak nyonya besar oleh para bodyguard-nya. Tapi memang Shenina sudah menjadi nyonya besar kan. Dalam hati, Rhea berdecak iri. Mengapa Shenina begitu beruntung pikirnya, bisa dicintai oleh dua orang pria dengan sebegitu hebatnya.
Terkadang terlalu berharap cinta dari seseorang hanya berbuah kecewa. Namun, lihatlah Shenina. Tak pernah sekalipun ia bermimpi apalagi mengharapkan dicintai oleh orang seperti Rainero. Mantan atasannya sendiri. Namun cinta itu datang sendiri tanpa disangka-sangka. Di saat ia telah pasrah akan keadaan, cinta yang tulus penuh kebahagiaan justru mendatanginya dengan sendirinya.
Terlalu asik melamun membuat Rhea tak sadar kalau mobil telah bergerak membelah jalanan siang yang sedikit padat merayap. Namun tidak sampai bermacet ria. Karena lalu lintas yang diatur sedemikian membuat jalanan tetap terasa lancar meskipun sedikit padat.
__ADS_1
Rhea tersentak saat Theo tiba-tiba mengerem mendadak. Apalagi saat Rhea menyadari sebelah tangan Theo berada di depan dadanya seolah menahan agar tubuhnya tidak membentur dashboard.
"Ah, maaf. Kau tidak apa-apa?" tanya Theo khawatir. Bahkan Theo reflek melepaskan seat beltnya untuk memeriksa keadaan Rhea.
"Aku ... aku ... "
"Ada yang sakit? Bagaimana kalau kita segera ke rumah sakit? Aku tidak ingin kandunganmu kenapa-kenapa," tukasnya penuh kekhawatiran.
"Ah, tidak. Tidak. Tidak perlu. Aku ... tidak apa-apa. Sungguh. Hanya hatiku saja yang ada apa-apa. Terkadang kau lembut dan hangat. Terkadang kau dingin membekukan. Membuat hati bertanya. Ada apa denganmu?"
Theo menghela nafasnya lega, "ah, syukurlah. Tadi ada seekor kucing yang tiba-tiba menyebrang karena itu aku reflek menekan tuas rem," jelas Theo.
Rhea tersenyum lembut sambil memegang tangan Theo, lalu berkata, "aku tak apa-apa."
Theo sampai terpaku karena ulah Rhea tersebut. Ini pertama kalinya Rhea memberanikan diri menyentuh Theo secara langsung. Bahkan senyum Rhea tampak manis sekali.
Senyuman itu ibarat suasana hatinya. Sebelumnya, hati Rhea terasa kacau. Tapi melihat bagaimana Theo mengkhawatirkannya, membuat Rhea tersenyum bahagia.
Beginilah mood seorang wanita hamil, dalam sekejap bisa tersenyum, tertawa, bahagia, cemberut, kesal, merajuk, bahkan marah-marah. Benar-benar mood swing. Bila tadi hanya dengan sebuah kalimat dan pelukan Emery dan Shenina mampu menghancurkan moodnya, maka hanya dengan perlakuan penuh perhatian begini saja mampu membuat Rhea merasa bahagia. Seakan ada taman bunga yang sedang bermekaran di dadanya.
Theo melajukan lagi mobilnya setelah Rhea melepaskan tangannya. Suasana di sana kini tiba-tiba terasa kaku dan canggung. Rhea yang diam-diam melirik Theo sambil tersenyum, sementara Theo yang tiba-tiba cosplay jadi robot. Pasangan yang unik.
Hingga sampailah mereka di sebuah restoran Jepang. Melihat Theo mengajaknya ke restoran Jepang, tiba-tiba Rhea memekik kegirangan. Bahkan ia sampai reflek memeluk Theo yang kian kaku dengan cosplay robotnya.
Mendengar pertanyaan Rhea, jelas saja Theo terkejut. Ia pun sebenarnya tiba-tiba saja ingin makan makanan Jepang saat melihat banner yang terpampang di depan restoran. Ia pun segera membelokkan mobilnya ke pelataran parkir restoran tersebut.
Melihat ekspresi bahagia Rhea, tanpa sadar sudut bibir Theo tertarik ke atas membentuk sebuah lengkungan yang indah.bRhea bahkan sampai terpaku melihatnya. Senyuman Theo yang langka akhirnya bisa ia lihat secara langsung. Rhea merasa kebahagiaannya hari ini berkali-kali lipat.
"Aku ... " Theo menggaruk kepalanya canggung, "aku pun tak tahu. Aku hanya tiba-tiba saja ingin makan di sini. Syukurlah kalau kau pun mau,"ucapnya jujur.
"Sepertinya daddymu mendengar keinginanmu, baby," ucap Rhea sambil terkekeh kecil. Telapak tangannya mengusap perutnya dengan lembut.
"Apakah kau sedang ... mengidam?"
"Sepertinya," jawab Rhea sambil tersenyum lebar. "Terima kasih ya sudah membawaku kemari."
Theo mengangguk, "kalau kau menginginkan sesuatu, katakan saja. Aku akan mengusahakannya."
"Benarkah? Benarkah kalau aku ingin sesuatu kau akan mengabulkannya?"
__ADS_1
"Iya, aku akan berusaha memberikannya. Tapi ... "
"Tapi apa?"
"Boleh aku minta sesuatu padamu?"
"Apa?"
"Emmm ... Ah, tidak. Tidak ada. Ayo kita segera turun."
Theo segera turun dari dalam mobil. Ia tidak melanjutkan perkataannya. Theo sebenarnya ingin meminta Rhea mengurangi kedekatannya dengan Ael. Tapi Theo pikir, Rhea pasti akan menilainya yang tidak-tidak bila ia melakukannya. Ia tidak ingin dinilai suami yang over protektif oleh Rhea. Apalagi hubungannya belumlah sedekat itu.
Di dalam restoran, Rhea memesan berbagai macam makanan khas negeri bunga sakura itu. Bahkan berbagai macam jenis sushi pun sudah terhidang. Rhea menyantapnya dengan santai tanpa sok jaga image. Rhea berlaku apa adanya.
Diam-diam, Theo memperhatikan Rhea yang sedang menikmati santap siangnya dengan wajah ceria. Padahal kelopak matanya masih terlihat sembab, Theo yakin tadi Rhea habis menangis karena itu ia dipeluk oleh Ael. Namun saat makan, ekspresinya justru begitu kontras dengan wajahnya yang baru saja bersedih. Tanpa sadar Theo terkekeh. Saat tersadar, Theo langsung merapatkan bibirnya. Apalagi saat Rhea menatapnya penuh selidik.
"Kau menertawakan ku, hm?" mata Rhea memicing, Theo seketika gugup.
"Menertawakan mu? Siapa? Tidak ada."
"Lalu itu tadi."
"Tadi ... tadi aku hanya geli saat melihat ada seekor kucing yang mengekori mungkin tuannya yang ingin makan di restoran ini," kilah Theo sekenanya.
"Benarkah?" bibir Rhea bergerak seakan mencibir, Theo pun segera memalingkan wajahnya menatap makanan di hadapannya.
"Cepatlah makan. Aku harus segera kembali ke kantor setelah ini," ucapnya datar.
Jurus ampuh untuk menghindari masalah adalah berbohong, tapi sayang Theo tak berhasil. Sebab setelahnya Rhea malah menertawakannya.
"Kau tidak pandai berbohong, Theo."
"Siapa yang berbohong?"
"Kamu. Siapa lagi."
"Untuk apa aku berbohong?"
Rhea mengedikkan bahunya sambil tersenyum. Terserah Theo mau berkata jujur ataupun berbohong, yang penting ia sangat senang hari ini.
__ADS_1
...***...
...^^^HAPPY READING 🥰🥰🥰^^^...