
Setelah hampir 2 jam menunggu dalam kecemasan, akhirnya tangis bayi terdengar dari dalam ruang operasi. Rainero mengucapkan syukur karena bayi-bayinya berhasil dilahirkan. Namun semua itu belum benar-benar melegakan hati Rainero sebab masih ada hal yang lebih penting lagi untuk Rainero pastikan. Tentu saja hal itu menyangkut keadaan Shenina dan anak-anaknya. Anak-anaknya memang terdengar berhasil dilahirkan, tapi ia belum tahu keadaannya. Jadi dengan perasaan was-was, Rainero menunggu dokter keluar dari ruang operasi dan mengabarkan keadaan istri dan anak-anaknya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya pintu ruang operasi terbuka. Dari dalamnya keluar dokter yang menangani persalinan Shenina.
"Bagaimana keadaan istri saya, dok?" tanya Rainero dengan perasaan was-was.
Dokter tersebut tersenyum, "selamat tuan, putra dan putri Anda lahir dengan sehat sempurna. Tanpa satu kurang apapun. Sementara istri Anda pun baik-baik saja. Untung saja Anda segera membawanya ke sini jadi semua dalam keadaan baik-baik saja. Namun untuk sekarang, istri Anda masih belum siuman karena efek obat bius yang disuntik sebelum operasi dimulai. Tapi Anda tenang saja, mungkin istri Anda akan segera sadar setelah satu sampai dua jam lagi. Dan untuk bayi-bayi Anda, setelah dibersihkan, Anda bisa segera melihatnya," tukas dokter itu memaparkan.
Akhirnya Rainero bisa bernafas dengan lega. Dan setelah beberapa saat, akhirnya bayi-bayi Rainero dan Shenina telah dibersihkan. Rainero pun menghampirinya dengan wajah sumringah. Namun Rainero belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia takut, tangannya yang besar itu justru membuat sakit tubuh mungil bayi-bayinya. Ia sangat takut menyakiti apalagi sampai melukai bayi-bayi mungil itu.
Di saat bersamaan, Shenina pun dipindahkan ke ruang pemulihan. Mengetahui Shenina akan dipindahkan, ia pun bergegas ikut mengiringi setiap langkah saat Shenina dipindahkan. Setelah semuanya beres, Rainero pun segera duduk di tepi brankar seraya menggenggam tangan Shenina yang masih terpejam.
"Terima kasih, Sweety. Terima kasih sudah kuat dan bertahan. Terima kasih atas hadiah terindah ini," ucapnya pelan. Lalu Rainero mengecup punggung tangan Shenina dengan perasaan bahagia luar biasa. Namun senyum bahagianya seketika berubah sendu, saat ingat kalau ia nyaris saja terlambat menyelamatkan Shenina. "Sweety, maaf, aku nyaris datang terlambat menyelamatkanmu. Aku berjanji, ini akan menjadi kecerobohanku untuk terakhir kalinya," lanjutnya.
Kabar gembira ternyata tidak hanya menghampiri Rainero dan keluarga, tapi juga Axton dan Gladys. Gladys dinyatakan hamil membuat Axton benar-benar bahagia bukan kepalang. Ia sampai berseru sambil mengepalkan tinju ke udara. Ia benar-benar bersyukur tidak terjadi apa-apa pada istri dan calon bayi dalam kandungan istrinya itu.
"Selamat, Sayang. You're pregnant," ucap Axton sambil mengecupi seluruh wajah Gladys.
Gladys melebarkan netranya. Kemudian disusul lengkungan indah di bibir merahnya. Kabar kehamilan ini bukan hanya membuat Axton bahagia, tapi juga dirinya. Ia benar-benar merasa diberkati oleh Tuhan. Ia bukan hanya mendapatkan suami yang begitu mencintainya, tapi juga calon buah hati yang sedang tumbuh dan berkembang dalam perutnya. Ia pun bersyukur, ia tidak mendapatkan kekerasan sama sekali saat penyekapan itu.
"Sayang, bagaimana keadaan Shenina dan Aunty Delena? Terakhir aku melihat perempuan bernama Rose itu memukul wajah Aunty Delena. Setelahnya, aku kehilangan kesadaran sehingga tidak ingat sama sekali apa yang terjadi," tanya Gladys penasaran.
Axton hanya tahu kalau Shenina harus melahirkan secara Caesar, tapi untuk informasi selanjutnya, Axton belum tahu.
__ADS_1
"Shenina terpaksa menjalani operasi Caesar. Namun aku belum tahu, sudah selesai atau belum," ujar Axton. "Untuk Aunty Delena, Beliau hanya mengalami beberapa memar dan sobek di pinggir bibir. Jadi kau tak perlu risau. Untuk Shenina, semoga operasinya berjalan lancar."
Gladys hanya bisa mengaamiinkan. Ia pun mengharapkan yang sama.
"Oh ya, Sayang, bagaimana kalian bisa tahu keberadaan kami? Lalu, apa benar Rose adalah anak uncle Reeves?" tanya Gladys penasaran.
"Untuk Rose, aku pun belum tahu benar tidaknya dia adalah anak uncle Reeves. Tapi bagaimana kami tahu keberadaan kalian, kamu tahu setelah menyusuri jejak Harold, ayah Shenina."
"Hah, paman Harold? Bagaimana bisa? Apa jangan-jangan dia ... "
"Tidak, dia tidak ikut bekerja sama dalam penculikan ini. Justru dia lah yang pertama kali tahu kalau kalian diculik. Harold sempat mencari Rain ke perusahaan untuk memberitahukan kalau Shenina diculik, tapi tidak bertemu."
Axton lantas melanjutkan ceritanya membuat Gladys akhirnya paham bagaimana mereka diselamatkan.
"Jadi bagaimana keadaannya?" tanya Rainero pada dokter yang menangani Harold. Meskipun ayah mertuanya pernah berbuat jahat pada Shenina, tapi Rainero tidak bisa mengabaikan fakta kalau laki-laki itu adalah ayah kandung Shenina. Selain itu, berkat Harold lah mereka bisa mengetahui keberadaan Shenina dan menyelamatkannya. Bahkan laki-laki itu berani bergerak lebih dahulu untuk menyelamatkan Shenina meskipun akhirnya laki-laki itu harus terluka.
"Operasi berjalan lancar. Tusukan itu memang tidak berakibat fatal, tapi tetap saja Beliau harus menjalani masa pemulihan yang cukup agar luka-lukanya lekas pulih," jelas sang dokter.
Rainero lantas mengucapkan terima kasih. Dokter itupun segera pamit dari hadapan Rainero.
...***...
Pemberitaan tentang penculikan Shenina dan Delena ternyata telah tersebar luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media.
__ADS_1
Jessica yang baru saja selesai memuaskan salah satu sugar Daddy-nya pun terbelalak mendengar berita itu dari layar ponselnya. Jessica menyeringai senang. Ia lantas berinisiatif untuk mengunjungi Shenina. Siapa tahu ia memiliki kesempatan untuk menghabisi Shenina pikirnya. Selama ini, ia kesulitan untuk menemukan kediaman Shenina. Tapi berkat berita itu, ia jadi tahu dimana Shenina dirawat.
Jessica yang masih bergelung di bawah selimut putih kamar hotel pun segera bangkit ke kamar mandi. Di dalam otaknya telah terangkai sederet rencana untuk melenyapkan nyawa Shenina.
Setelah mandi, ia pun mengenakan pakaian yang memang selalu ia siapkan setiap ingin berkencan dengan partner ranjangnya.
"Kali ini kau takkan lepas, Shenina. Aku yakin, setelah ini kau akan benar-benar habis," ucapnya sambil menyeringai.
Namun, akankah rencananya berjalan sesuai harapannya?
Sampai jumpa di bab selanjutnya. 🥰🥰🥰
...***...
Karena udah mau tamat, othor jadi updatenya cuma satu bab. Tapi kalau sempat othor update lagi. Sesuai sikon ya kak. Othor juga punya kesibukan lain di real life. Nggak selalu bisa mantengin layar hp. Ada keluarga dan anak-anak yang mesti diurus. Pagi tadi aja mondar-mandir urus sesuatu dari RT balik ke kantor kades, balik lagi ke RT trus ke kades lagi. Pulangnya langsung ngetik. 😅 Habis ini, mau masak dulu. 😂. Jadi mohon bersabar ya, kak.
Tapi, othor ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan kakak-kakak semua. Bahkan berkat kakak-kakak semua juga, novel Abang Hujan ini masuk 2 besar novel terpopuler.
Jangan lupa mampir ke cerita Aliyah di Penyesalan Anak dan Suami ya, Kak.
...Bye-bye ... ❤️❤️❤️...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1