Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 180 (S3 Part 23)


__ADS_3

Setelah dirawat di rumah sakit selama 3 hari, akhirnya Roseline sudah diizinkan pulang dengan syarat perban harus sering diganti dan obat juga harus diminum secara rutin. Roseline pun diboyong Jevian ke rumahnya.


Jefrey menyambut kepulangan Roseline dengan girang. Roseline yang tidak pernah merasa disambut dengan suka cita pun tampak terharu. Matanya sampai berkaca-kaca. Roseline pun segera membungkukkan badannya untuk menyambut Jefrey ke dalam pelukannya.


"Jef, pelan-pelan!" seru Jevian saat Jefrey menubrukkan tubuhnya sedikit kencang ke tubuh Roseline sehingga tubuh Roseline sedikit terhuyung ke belakang. Untung saja Jevian berada tepat di belakang Roseline jadi ia langsung menahan punggung Roseline agar tidak sampai terjatuh.


Jefrey meringis merasa bersalah, "i'm so sorry, Aunty. Apakah sakit?" ucap Jefrey merasa bersalah.


Roseline menggeleng dengan senyum mengembang, "tidak. Aunty tidak apa-apa."


Jefrey pun kembali tersenyum lebar.


"Ayo Aunty, Jef antar ke kamar. Kata daddy, aunty harus banyak istirahat kan."


Roseline terkekeh. Semua tak luput dari pandangan Jevian. Selama mengenal Roseline, perempuan itu benar-benar berwajah datar. Tak mau tersenyum. Dingin tak tersentuh. Bahkan cenderung misterius. Tapi saat bersama Jefrey, Roseline bisa bersikap manis, lembut, ramah, dan ceria. Bahkan kini ia tersenyum kemudian terkekeh. Membuat Jevian kian penasaran dengan sosok Roseline.


Roseline mengangguk, kemudian berdiri. Tangan kirinya digandeng Jefrey memuji kamarnya yang ada di lantai dua bersebelahan dengan kamar Jefrey. Lebih tepatnya kamar Roseline ada di sisi kiri kamar Jefrey, sementara kamar yang ada di sebelah kanannya merupakan kamar Jevian. Jevian sengaja menempatkan Roseline di sana untuk memudahkan perempuan itu mengontrol dan mengawasi Jefrey.


Padahal sebelum-sebelumnya Jevian tidak pernah menempatkan pengasuh anaknya di sana. Tapi entah mengapa Jevian justru menempatkan Roseline di sana. Lora yang sudah satu tahun terakhir mengasuh Jefrey saja ditempatkan di kamar khusus para maid.


Meskipun begitu, kamar para maid bukanlah kamar biasa. Kamar para maid pun cukup luas dengan fasilitas lengkap di dalamnya. Spring bed dengan kwalitas terbaik, televisi berukuran cukup besar, kamar mandi pribadi. Kamar untuk maid saja seperti itu, apalagi kamar utama. Pastinya jauh lebih bagus lagi.


"Terima kasih, Sayang," ujar Roseline saat sudah berada di dalam kamarnya.


"Aunty, boleh Jef di sini? Jef mau temani Aunty, boleh kan?"


"Kalau Jef tidak tidak keberatan, tak masalah."

__ADS_1


"Jef, Jef sama daddy saja dulu ya! Aunty belum benar-benar pulih jadi masih harus beristirahat," sela Jevian.


Jefrey mengerucutkan bibirnya, "Jef tidak akan ganggu Aunty istirahat kok. Jef hanya ingin berada di sini."


"Tidak apa, tuan. Biar Jef di sini."


"Tapi ... "


Tiba-tiba Jefrey mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya ke atas membentuk huruf V sambil berucap, "Jef janji tidak akan mengganggu Aunty istirahat. Kalau perlu, Jef ikut tidur siang juga. Boleh kan, Aunty?"


Roseline mengangguk cepat sambil tersenyum, "tentu saja. Aunty juga sudah merindukan Jef jadi tak masalah kalau Jef mau di sini bersama Aunty."


Mendengar anaknya yang bersikukuh berada di kamar Roseline pun pembelaan Roseline atas keinginan Jefrey membuat Jevian menghela nafasnya.


"Ya sudah, tapi janji, jangan nakal dan jangan ganggu Aunty istirahat, oke?"


"Oke, Daddy," seru Jefrey girang.


...***...


"Selamat siang, tuan," ucap Matson sambil berdiri.


Jevian mengangguk, "siang."


Jevian lantas segera mengambil tempat dan duduk sambil membuka laptopnya. Kemudian mereka pun segera mendiskusikan tentang proposal yang akan mereka gunakan untuk menggaet investor agar mau menanamkan modalnya di perusahaannya.


"Tuan, ini ... "

__ADS_1


Matson terkesima dengan poin-poin yang tertera dalam proposal tersebut. Semuanya terlihat menarik. Padahal 2 hari lalu mereka masih kebingungan dengan proposal mereka yang tampak tidak menarik sehingga beberapa perusahaan menolak kerja sama yang mereka tawarkan.


"Anda benar-benar hebat, Tuan. Dalam waktu 2 hari Anda bisa memikirkan sampai sejauh ini," puji Matson yang belum tahu kalau poin-poin baru tersebut merupakan ide dari Roseline.


"Bukan saya yang membuatnya," ujar Jevian diplomatis.


"Hah!" Matson jelas saja terkejut, kalau bukan Jevian sendiri yang membuat, lalu siapa? Sedangkan dua hari terakhir Jevian sama sekali tidak datang ke kantor.


"Ya, memang bukan saya yang membuatnya. Justru ide tersebut datang dari sosok tak terduga."


Dahi Matson berkerut, ia jadi penasaran siapa sosok yang menurutnya amat cerdas tersebut.


"Kau pasti akan terkejut, ide siapa itu! Semua itu ide dari Roseline. Bahkan ia juga yang menyarankan saya merevisi beberapa poin sehingga proposal ini jadi tampak lebih hidup."


Netra Matson seketika melebar. Bagaimana seorang mantan tukang bersih-bersih yang kini sudah beralih profesi sebagai seorang nanny itu bisa memiliki pemikiran super cerdas seperti ini?


"Saya tahu, kau pasti merasa heran sekaligus penasaran dengan siapa sosok Roseline sebenarnya kan? Begitu pula saya. Dia benar-benar misterius. Saya yakin, sosoknya tidaklah sesederhana yang terlihat. Saya yakin, ia memiliki suatu rahasia besar. Entah apa itu, yang pasti, dia bukanlah perempuan biasa. Bahkan dalam sekali lihat saja, ia bisa langsung mengemukakan ide-idenya yang brilian. Dia benar-benar perempuan cerdas dan berwawasan," puji Jevian yang tanpa sadar mulai mengagumi sosok Roseline.


Matson ikut mengangguk membenarkan. Sayangnya mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mencari tahu siapa sosok Roseline sebenarnya. Apalagi tenggat waktu yang diberikan Tobey untuk membuat keputusan tinggal tersisa 5 hari lagi. Apakah mungkin dalam waktu 5 hari mereka bisa mendapatkan investor pengganti. Bila mereka gagal, sudah dapat mereka perkirakan kalau investor lain pun akan mengikuti jejak Tobey. Namun berbeda bila Jevian berhasil mendapatkan investor pengganti yang lebih hebat atau minimal setara dengan perusahaan Tobey.


"Mengenai perintahku waktu itu, apa kau sudah mendapatkan informasi perusahaan besar calon-calon investor yang bisa kita ajak kerja sama?" tanya Jevian.


"Saya sudah mendapatkan beberapa, tapi beberapa dari mereka segan terhadap Tuan Tobey, tuan. Tuan tahu sendiri sepak terjang tuan Tobey selama ini. Dia tidak akan segan-segan untuk membasmi atau mencari masalah dengan orang lain yang menghalangi langkahnya. Namun ada juga yang tidak. Tapi salah satunya pasti tuan tidak ingin bekerja sama dengan mereka. Mereka adalah anak perusahaan milik Rainero Sanches. Sedangkan satunya lagi merupakan perusahaan investasi baru. Belum jelas siapa pemiliknya. Namun menurut kabar, dia merupakan pengusaha muda dari negara sebelah. Kebetulan besok mereka akan membuka pertemuan untuk menawarkan investasi besar-besaran. Setiap perusahaan diberikan kesempatan untuk mengajukan proposal terbaik mereka untuk mendapatkan investasi tersebut. Yang membuat banyak perusahaan tergiur adalah suku bunga yang ditawarkan sangat kecil sehingga tidak memberatkan perusahaan rekanan," papar Matson membuat mata Jevian berbinar.


"Benarkah? Apa nama perusahaan investasi tersebut?" Tanya Jevian antusias.


"Admark Investments," jawab Matson dengan pasti.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2