
Setelah beberapa hari menimbang saran dari Roseline, akhirnya Jevian pun memutuskan untuk terus maju. Tak ada gunanya terus berkutat dengan masa lalu. Meskipun cinta di hati masih bersemi indah, tapi untuk kembali berharap pun rasanya mustahil. Bukan hanya karena mustahil bisa, tapi juga tak boleh. Melihat dari nama perusahaan yang merupakan gabungan singkatan nama mereka berdua saja, Jevian bisa melihat betapa besar cinta laki-laki itu pada Adisti.
"Admark Investments, Adisti dan Mark Investments," gumamnya saat menyadari nama perusahaan investasi itu merupakan gabungan nama antara Adisti dan Mark.
"Meskipun aku sakit tidak dapat memilikimu, tapi aku bahagia kau jatuh di tangan yang tepat," gumamnya sambil memandangi foto Adisti yang ada di tangannya. Setelah itu, ia kembali meletakkan foto tersebut di selipan antara berkas-berkas.
Jevian pun kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Hari berganti begitu cepat, akhirnya hari pengumuman pun tiba. Admark Investments akan memilih 5 perusahaan dengan proposal terbaiknya untuk mendapatkan investasi besar-besaran dari mereka.
"Dad, boleh Jefrey jalan-jalan ke mall siang ini dengan Aunty Seline?" tanya Jefrey setelah mereka selesai sarapan.
Jevian tampak menimbang, "boleh, tapi harus dr pengawalan, oke?"
"Yes, Sir!" seru Jefrey girang sambil bertepuk tangan membuat Jevian benar-benar bahagia melihat wajah bahagianya.
Lalu Jevian beralih menatap Roseline, "em ... Seline, bisa aku minta tolong?"
Roseline pun segera beranjak dari tempat duduknya, "ya tuan, apa yang bisa saya bantu?" tanya Roseline yang sudah berdiri di dekat Jevian.
"Bisa tolong rapikan dasiku?" pintanya membuat Roseline melongo. "Hari ini pengumuman dari Admark Investments, siapa tahu kan perusahaan kita masuk 5 besar dan bisa mendapatkan investasi dari mereka. Tentu aku harus bertemu dengan mereka dengan penampilan terbaikku, bukan?" ujar Jevian, entah memang benar seperti itu adanya atau hanya sekedar ... modus. Hanya othor dan Jevian yang tahu. Hahaha ...
Roseline mengangguk membenarkan. Dulu saat bekerja dengan Delena pun, setiap Delena ada pertemuan, maka ia akan meminta Roseline untuk membenahi penampilannya. Apalagi untuk orang-orang seperti mereka, penampilan sering menjadi sorotan utama. Terlebih untuk mendapatkan kepercayaan klien ataupun partner bisnis, maka mereka harus menunjukkan penampilan terbaik mereka guna menarik perhatian dan kepercayaan, serta menunjukkan kepercayaan diri. Barulah setelah itu mereka menunjukkan hasil kinerja terbaik mereka. Selain itu, penampilan juga bisa membuat rekan mereka segan dan lebih menghargai. Apalagi disertai tutur kata dan perilaku yang baik serta mengesankan.
__ADS_1
Roseline pun gegas merapikan dasi Jevian yang memang terpasang kurang rapi. Agak miring. Entah sengaja atau memang karena terburu-buru, Roseline tidak tahu.
Karena jarak yang terlalu dekat, mereka bisa merasakan aroma tubuh masing-masing. Bila aroma tubuh bercampur parfum Jevian terasa segar dan elegan, maka parfum yang Roseline terasa begitu lembut dan menenangkan. Tanpa sadar Jevian tersenyum tipis melihat wajah Roseline yang hanya berjarak beberapa senti saja darinya
"Sudah," ucap Roseline membuat Jevian tersentak dari lamunannya.
"Eh, i-iya. Terima kasih," ujarnya gelagapan. Roseline tidak mau ambil pusing kenapa sikap atasannya tiba-tiba gelagapan seperti itu. Ia justru segera berbalik dan kembali menemani Jefrey sarapan.
"Jef, daddy pergi dulu ya!" ujar Jevian pada Jefrey yang langsung diangguki oleh anak laki-laki itu. Lalu Jevian mengalihkan tatapannya pada Roseline, "Seline, aku titip Jefrey ya. Tolong jaga dia. Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku atau Matson," ujarnya memberi tahu. Roseline pun mengangguk.
Sebelum ke gedung Admark Investments, Jevian lebih dulu ke kantornya. Ada beberapa hal yang perlu ia urus. Namun setibanya di kantor, Jevian langsung memicingkan matanya sebab entah sejak kapan Tobey sudah berada di ruangannya bersama asisten pribadinya. Matson pun ada di sana jadi mereka tidak bisa berbuat semaunya.
"Aku dengar kau mengajukan proposal pada Admark Investments?" Bukan sebuah pertanyaan, sebaliknya cibiran lah yang Tobey ucapkan. "Apa kau yakin kau bisa mendapatkan investasi itu? Kau seharusnya sadar diri, Jev, kau itu bukanlah apa-apa tanpa bantuanku. Kau bukanlah pengusaha yang kompeten. Bila dulu kau dapat berhasil karena keberadaan Austin, maka 4 tahun ini kau bisa mendapatkan investor karena nama besarku. Pun keberhasilan beberapa proyekmu karena sumbangsih dariku. Lihat, dengan satu kata saja dariku, satu persatu investormu mulai menarik diri, bukan? Hahaha ... Jangan terlalu percaya diri dengan kemampuanmu yang tidak seberapa itu, Jev. Kau hanya akan menyesal. Lebih baik pertimbangkan lagi rencanamu untuk bercerai dengan Eve. Seharusnya hari ini aku datang kemari untuk menagih keputusan terakhirmu, tapi karena aku ayah mertua yang baik hati maka aku akan mengundur satu hari lagi. Aku akan memberikanmu kesempatan untuk mempersiapkan diri. Aku akan kembali besok. Sampai jumpa menantuku," ujar Tobey seraya berlalu.
Sementara itu, di gedung Admark Investments sudah ramai dipadati para pengusaha. Harapan mereka amat sangat tinggi. Bisa masuk 5 besar perusahaan yang berkesempatan untuk mendapatkan investasi dari Admark Investments merupakan sebuah capaian terbesar bagi mereka. 5 terbaik dari 50 perusahaan, tentu saja hal itu dapat mendongkrak popularitas perusahaan mereka. Rasanya mereka sudah tak sabar lagi menunggu hasil keputusan.
Acara berlangsung di siang hari. Tidak melulu pengumuman, di sana juga diadakan beberapa hiburan. Penyanyi lawas diundang untuk menghibur para tamu. Pun hidangan lezat siap santap membuat suasana di ballroom itu terasa lebih santai dan tidak menegangkan. Pun ada bincang hangat dengan beberapa pengusaha dunia dan salah satu pembicaranya adalah Rainero.
Jevian yang sudah berada di sana seketika gugup. Beruntung mereka duduk di meja yang sedikit menyudut, jadi kemungkinan besar Rainero tidak akan melihatnya.
Hingga akhirnya sampailah mereka di puncak acara. Semua peserta seketika merasakan kegugupan yang serupa. Kemudian pembawa acara menyebutkan satu persatu perusahaan yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan investasi dari Admark Investments.
Pembawa acara mulai menyebutkan nama perusahaan mulai dari nomor 5. Degup jantung Jevian rasanya digedor-gedor kencang. Saat nama perusahaannya tidak disebutkan. Lalu pembawa acara kembali menyebutkan perusahaan keempat yang berhasil mendapatkan investasi. Perwakilan perusahaan pun diminta untuk maju dan Jevian menelan kekecewaannya saat nama perusahaan yang disebutkan bukanlah nama perusahaannya. Hingga akhirnya lagi-lagi Jevian kembali menelan kekecewaan saat perusahaan kedua yang berhasil meraih kesempatan emas itu bukanlah perusahaannya. Jevian pasrah. Ia memejamkan matanya, membayangkan Tobey akan makin menginjak-injak harga dirinya saat mengetahui kegagalannya.
__ADS_1
"Lalu siapakah yang berhasil meraih posisi nomor satu malam ini? Setiap perusahaan yang berhasil, sudah pasti memiliki sesuatu yang luar biasa sehingga dapat menarik simpati dari pihak Admark Investments. Dan bisa dipastikan, perusahaan yang berhasil meraih nomor 1 ini, memiliki daya tarik luar biasa di dalam proposal yang mereka ajukan. Bukan hanya itu, kemampuan presentasi dan penguasaan bahan pun menjadi penilaian. Maka dari itu, sudah dapat dipastikan yang menduduki nomor satu kali ini memiliki hampir semua kualifikasi itu," ujar sang pembawa acara.
"Oleh karena itu, kami ucapkan selamat kepada J Company sebagai pemenang utama untuk mendapatkan investasi sebesar $100.000.000,00 dari Admark Investments. Untuk perwakilan dari J Company, kami persilahkan bergabung dengan keempat pemenang lainnya," seru pembawa acara tersebut membuat tepuk tangan seketika menggema.
Jevian yang tadinya putus asa seketika terhenyak. Ia menoleh pada Matson yang sudah menatapnya dengan mata berbinar.
"Selamat, pak. Silahkan Anda naik ke atas podium. Tunjukkan pada dunia, kalau J Company masih bisa berdiri tegak meskipun badai penghancur sedang berusaha menerjang," tukas Matson dengan senyum bangganya. Ia benar-benar bangga atas pencapaian Jevian. Namun tidak dapat Matson pungkiri, semua ini ada andil Roseline di dalamnya.
Diam-diam Matson memuji kecakapan dan kecerdasan Roseline. Sama seperti Jevian, ia pun ikut penasaran akan sosok Roseline yang menurutnya misterius.
Dengan perasaan bergemuruh bahagia, Jevian akhirnya naik ke atas podium. Saat sudah berada di atas podium, tanpa ia sangka, Mark dan Rainero ikut naik ke atas podium untuk memberikan selamat."
"Hai Jev, apa kabarmu? Senang rasanya akhirnya kita bisa bertemu lagi," ujar Rainero sambil mengulurkan tangannya. Mereka saling menjabat tangan, kemudian berpelukan sebagai seorang teman baik. Sebenarnya Jevian awalnya sahabat Axton, tapi setelah bertemu beberapa kali, mereka pun akhirnya ikut bersahabat.
"Aku ... baik," ucap Jevian merasa bahagia karena sahabatnya tidak melupakan dirinya.
"Hai, lama tidak berjumpa. Selamat ya!" Kini Mark lah yang maju dan memberikan selamat. Sama seperti Rainero, ia pun menjabat tangan Jevian kemudian memeluknya. Meskipun mereka pernah terlibat perselisihan di masa lalu, tapi setidaknya Jevian tidak pernah bersikap jahat pada Adisti. Oleh sebab itu, tak ada kebencian di hati Mark untuk Jevian. Ia pun sama seperti Rainero tidak menyangka akan bertemu dengan Jevian dalam keadaan seperti ini.
Jevian tak bisa menahan gemuruh bahagia di hatinya. Ia harap, pertemuan kali ini merupakan awal kebangkitannya menuju puncak kejayaan.
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1