
"Tidak. Daddy menolak kau menceraikan Eve. Kau tidak lupa kan dengan perjanjian kita?" ancam Tobey dengan mata memicing tajam.
"Terserah Anda mau melakukan apa, yang pasti keputusanku sudah bulat. Aku tetap akan bercerai dengan ataupun tanpa persetujuan Anda," ucap Jevian tegas.
Jevian sudah membulatkan tekadnya. Ia tahu, setelah ini ia pasti akan mengalami banyak kesulitan, tapi tak apa. Ia akan menghadapinya. Sudah cukup pengorbanannya selama ini. Pengorbanan yang tak membuahkan hasil. Bila dulu keadaan ayahnya lah yang menjadi pertimbangan sehingga ia terpaksa menerima perjodohan itu. Namun tidak lagi saat ini. Sekarang tibalah saatnya ia membuat keputusan sendiri tanpa ada campur tangan orang lain.
Entah apa yang Tobey katakan itu merupakan gertakan saja atau memang akan ia lakukan. Yang pasti, perjuangan sesungguhnya akan ia lakukan setelah ini. Semoga saja ia masih bisa menemukan jalan keluar bilamana Tobey benar-benar mempersulitnya dengan memutuskan hubungan kerja sama dan memintanya membayar denda sesuai kesepakatan yang jumlahnya tidak sedikit.
Setelah mengatakan itu, Jevian pun segera berdiri. Ia merapikan jasnya terlebih dahulu kemudian membungkukkan sedikit badannya sebagai penghormatan. Bagaimanapun Tobey saat ini masih berstatus sebagai mertuanya. Sudah sepantasnya ia menghormati laki-laki tersebut terlelap dari sikapnya yang arogan dan pantang ditolak keinginannya.
Setelah itu, Jevian pun segera beranjak dari sana meninggalkan ayah dan anak itu dengan pikiran masing-masing.
Setelah melihat punggung Jevian benar-benar berlalu, Tobey pun gegas berdiri dan sebuah tamparan pun mendarat di pipi Eve membuat perempuan itu terperangah sebab ini merupakan kali pertama ayahnya menamparnya.
Plaakkk ...
"Dad," pekik Eve dengan tatapan nanar. Tamparan itu memang tidak begitu kuat sebab sebisa mungkin Tobey mengendalikan amarahnya. Namun tetap saja bagi Eve itu begitu menyakitkan.
"Apa? Kenapa? Kau tidak terima dengan apa yang Daddy lakukan, hah? JAWAB!" bentak Tobey dengan raut wajah penuh amarah.
Eve menggerakkan giginya. Ia benar-benar kesal saat ini.
'Semua gara-gara anak itu. Gara-gara anak itu, Jevian marah dan ingin menceraikan ku. Dan karena anak penyakitan itu pula daddy jadi menampar ku. Dasar, brengsekkk!' umpat Eve dalam hati.
"Kau tahu, susah payah Daddy mencarikan laki-laki yang mampu bersabar akan tingkah mu. Yang mau menerimamu apa adanya meskipun ada keterpaksaan di dalamnya," seru Tobey dengan menggertakkan gigi. "Dia laki-laki yang baik. Bahkan Daddy berekspektasi tinggi padanya agar bisa mengelola perusahaan kita, tapi karena kau ... dia jadi ingin bercerai. Semua kacau dan itu gara-gara kau," imbuhnya lagi.
Tobey meraup wajahnya kasar lalu menghempaskan tubuhnya di sofa yang didudukinya tadi.
__ADS_1
"Dan tadi apa katanya, Jefrey hampir mati tertabrak mobil karena kecerobohan mu? Sebenarnya ada dimana otakmu itu, hah? Bahkan saat bersama anakmu saja, kau masih sempat ber- ... Aaargh ... Mau sampai kapan kau seperti ini, Eve? Kau tahu, kau kesayangan Daddy. Daddy tidak memiliki siapa-siapa lagi selain kau. Kau harapan daddy satu-satunya. Sebelumnya daddy sangat berharap kau bisa memimpin perusahaan kita, tapi karena sikapmu itu membuat harapan daddy pupus. Lalu setelah daddy berhasil mendapatkan laki-laki yang pantas untukmu, tapi kau malah menyia-nyiakannya. Kau justru lebih memilih jalan yang salah. Sampai kapan? Sampai kapan lagi? Kurang apa daddy selama ini padamu? Semua daddy lakukan. Semua daddy berikan. Tapi ... mengapa ini balasanmu?" ujar Tobey melemah.
Eve yang melihat ayahnya seperti itu ikut tergugu. Ia tahu ia salah, tapi ia tidak bisa meninggalkan kebiasaannya. Pun ... Kekasihnya.
Ya, Eve sebenernya memiliki seorang kekasih. Dan inilah yang menjadi alasan terbesar Eve tidak bisa menerima Jevian sepenuhnya. Ada hati yang harus ia jaga.
"Dad," panggil Eve seraya mendekat. Ia lantas memegang tangan sang ayah, namun dengan cepat Tobey menepisnya.
"Jangan panggil aku daddy sebelum kau bisa mencegah perceraian itu terjadi. Mau tidak mau, suka tidak suka, kau harus mempertahankan Jevian. Apalagi ada Jefrey diantara kalian. Kelak Jefrey lah yang akan menjadi pewaris semua yang daddy miliki. Bila kalian bercerai, Jevian pasti akan mengambil Jefrey. Bukan tidak mungkin ia akan menghalangi kita menemui Jefrey. Pokoknya lakukan apa saja untuk mempertahankannya. Daddy pun akan melakukan sesuatu untuk membuatnya membatalkan rencananya bercerai denganmu," tegas Tobey membuat mata Eve terbelalak.
Setelah mengucapkan itu, Tobey pun gegas beranjak dari hadapan Eve. Eve mengepalkan kedua tangannya. Ia benar-benar kesal saat ini.
"Aaargh, sial! Tidak anak, tidak Daddy-nya, sama-sama menyebalkan," geram Eve yang sudah menggertakkan giginya.
...***...
"Daddy," pekik Jefrey girang saat melihat kedatangan sang ayah. Sontak saja pekikannya membuat perawat tadi terperanjat dan reflek berdiri.
"Tu-tuan, maaf, saya ketiduran," ujar perawat itu merasa bersalah.
"Tidak apa," jawab Jevian datar. Tak ada keramahan sedikitpun di wajahnya. Perawat tersebut seketika menggigil melihat ekspresi datar dan dingin Jevian. "Silahkan keluar. Saya yang akan menjaga Jefrey malam ini," imbuh Jevian.
Perawat tadi pun mengangguk seraya permisi dari hadapan Jevian. Setelahnya, ia pun segera keluar dari ruangan yang memang sudah dingin awalnya dan menjadi semakin dingin setelah kedatangan Jevian.
Setelah memastikan perawat itu keluar, Jevian pun segera mendekati Jefrey dan memeluknya singkat. Setelahnya, ia pun melabuhkan kecupan lembut dan hangat di wajah mungil Jefrey.
"Daddy kemana tadi? Kenapa lama?" tanya Jefrey dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Jevian lantas tersenyum sambil mengusap pipinya, "kenapa memangnya, hm? Jef kangen daddy?"
Jefrey mengangguk, "Jef kangen daddy, tapi Jef lebih kangen Mommy."
"Mommy?" tanya Jevian merasa heran.
"Yes, mommy. Tapi bukan mommy Eve," ujar Jefrey sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau bukan mommy Eve lantas mommy siapa?" tanya Jevian kebingungan.
"Mommy A- ... " Jefrey mencoba mengingat-ingat. "Jef lupa. Mommy yang Jef maksud merupakan orang yang menyelamatkan Jef, Dad. Uncle yang kemarin itu cuma sopirnya aja."
Jelas saja, Jevian terperangah tak percaya saat Jefrey menerangkan mengenai kecelakaan yang menimpanya dan siapa yang menyelamatkannya.
Jevian pikir Luke adalah orang yang menyelamatkan putranya, tapi ternyata Luke hanyalah seorang sopir. Bagaimana ia tidak terkejut. Dan yang lebih mengejutkan putranya memanggil orang asing dengan panggilan 'mommy'.
"Kenapa Jef memanggilnya Mommy? Apa dia yang memintanya?"
"No, mommy tidak meminta Jef memanggilnya Mommy. Tapi Jef berinisiatif sendiri, soalnya mommy sangat cantik dan baik," ujar Jefrey seraya tersenyum lebar.
Dalam hati, Jevian benar-benar sedih. Sebegitu inginkah Jefrey memiliki seorang ibu. Atau lebih tepatnya merasakan kasih sayang seorang ibu. Sampai-sampai anak laki-lakinya itu memanggil orang lain sebagai mommy.
...***...
Mata othor udah super ngantuk jadi nggak bisa lebih panjang lagi. Maaf ya!!? ππππ₯±π΄
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING π₯°π₯°π₯°...