Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 213 (S3 Part 55)


__ADS_3

Hari-hari yang Jefrey tunggu akhirnya tiba. Hari ini ia akan kembali bersekolah. Sejak pagi-pagi sekali ia sudah bangun dan bersiap. Ia bersiap dibantu Roseline tentunya.


Hari ini juga Jevian akan berangkat ke negara A untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Jadi sebelum ke bandara, Jevian terlebih dahulu mengantarkan Roseline dan Jefrey ke sekolah.


Melihat bangunan sekolahnya, mata Jefrey langsung berbinar. Apalagi saat ia melihat teman-teman sekelasnya sudah berdatangan membuatnya tak sabar ingin menghampiri mereka.


"Mommy, lihat, itu teman-teman Jefrey," seru Jefrey sambil melihat melalui kaca jendela. Mobil mereka masih mencari tempat untuk menepi dan menurunkan Jefrey dengan aman, jadi Jefrey belum bisa turun. Ia hanya bisa memperhatikan dari balik kaca mobil.


Roseline tersenyum sambil mengusap puncak kepala Jefrey yang duduk di pangkuannya. Ia pun merasa bahagia melihat calon anak sambungnya itu merasa begitu bahagia.


"Wah, Miss Sasya pun sudah datang!"


Tiba-tiba senyum Roseline berubah datar. Jevian yang mendengar nama Miss Sasya disebut lantas melirik dengan mengulum senyum. Dapat ia lihat wajah sumringah Roseline sudah berubah mendung. Tampak sekali kalau calon istrinya itu tidak suka mendengar nama Miss Sasya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, lagi pula Miss Sasya kan guru Jefrey. Tidak mungkin kan ia meminta pihak sekolah mengganti gurunya hanya karena masalah pribadi. Bisa-bisa mereka akan dijadikan bahan ejekan. Ia juga merasa tidak enak dengan Miss Sasya. Lagipula Miss Sasya itu cukup baik dan perhatian dengan anak-anak jadi tak mungkin ia bersikap semena-mena dengan memintanya bertukar dengan guru lain.


Baru saja mobil berhenti, Jefrey langsung membuka pintu dan melompat begitu saja membuat mata Jevian dan Roseline membola.


"Setelah dinyatakan pulih, Jefrey jadi makin aktif saja," ujar Roseline seraya melepaskan seat belt yang melingkari tubuhnya.


Jevian terkekeh, "apa kau butuh satu Nanny lagi untuk membantumu?" tawar Jevian.


"Tidak perlu. Aku bisa mengurusnya sendiri. Aku tidak mau nanti nanny barunya yang ganti dipanggilnya mommy," ujar Roseline membuat Jevian terkekeh.


"Memangnya putraku sekonyol itu memanggil nanny barunya mommy? Bahkan Lora yang bertahun-tahun mengasuhnya saja tidak mendapatkan gelar istimewa itu."

__ADS_1


"Tapi bisa saja kan! Tapi yang lebih aku khawatirkan justru itu," tunjuk Roseline keluar kaca mobil. Ia melihat Jefrey sedang dipeluk dan dicium Miss Sasya kesayangannya.


Jevian tak mampu menahan semburan tawanya. Apalagi saat melihat bibir Roseline yang maju dua senti. Sungguh menggemaskan.


"Seline," panggil Jevian sambil memegang pergelangan tangannya.


"Hmppphhh ... " Roseline menoleh, namun tiba-tiba Jevian menarik pergelangan tangannya lalu menyelipkan tangannya di tengkuk Roseline. Lalu ia pun menyapukan bibirnya di bibir Roseline yang dihiasi dengan lipstik Sisley Le Phyto Rouge edisi terbatas varian Rose Zanzibar. Bibirnya yang lembut dan indah makin terlihat cantik dengan balutan lipstik tersebut membuat Jevian tak mampu menahan diri untuk memagutnya.


"Jev, lepas!" bisik Roseline di sela-sela cumbuan mereka. Pasokan oksigen di paru-parunya nyaris habis karena Jevian yang sepertinya begitu kalap seakan ingin memakan habis bibirnya.


Jevian pun melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas terengah-engah.


"Terima kasih, Baby. Rasanya aku belum puas, tapi tak mungkin kita lanjutkan. Pertama karena aku harus segera ke bandara, dan yang kedua kalau aku teruskan, bagaimana dengan nasib Jeviconda milikku yang sepertinya sudah akan bangun dari hibernasinya?" Jevian melirik ke bawah membuat Roseline ikut mengalihkan pandangannya. Mata Roseline seketika terbelalak saat melihat celana Jevian yang menggelembung.


"Sudah 3 tahun Jeviconda hibernasi, sepertinya karena kehadiranmu, ia akan segera bangun dari tidur panjangnya," ujar Jevian sambil menyeringai.


"Hah, kenapa bisa?"


"Ya bisa lah, kan sudah ketemu pawangnya."


"Pawang? Sejak kapan aku jadi pawang itu mu?" dengkus Roseline merasa kata-kata Jevian sungguh aneh.


"Kau sudah jadi pawang Jeviconda sejak kau menjadi calon istriku."

__ADS_1


"Dasar aneh. Eh tunggu, apa tadi ... Jeviconda? Itu mu punya nama? Yang kau sebut-sebut Jeviconda dari tadi itu maksudnya?" mata Roseline seketika membelalak saat tahu senjata ampuh Jevian memiliki nama.


Jevian terkekeh geli melihat ekspresi Roseline. Namun saat ia melihat bayangan Miss Sasya dan Jefrey mendekat, wajah Roseline seketika datar.


"Baby, aku harus pergi sekarang. Aku titip Jefrey ya. Kabari aku kalau terjadi apa-apa. Nanti sopir yang akan menjemput kalian. Aku pergi ya!" ucap Jevian karena memang kurang lebih 1 jam lagi pesawatnya akan berangkat.


Roseline mengangguk sambil membuka pintu. Saat Miss Sasya sudah berada di depan pintu bersamaan panggilan Jefrey kepadanya, Roseline pun menoleh ke arah Jevian kemudian memintanya mendekat. Jevian pun mendekat sesuai permintaan Roseline, lalu ia mengecup bibir Jevian lembut, tidak lama, tidak juga cepat. Bibir Jevian seketika merekah lebar. Senang melihat inisiatif Roseline untuk menciumnya, ia pun membalas kecupan itu tak kalah lembut.


Miss Sasya yang melihat adegan kissing secara live pun membeku dengan pipi bersemu merah.


Setelah itu, Roseline pun turun dari dalam mobil dengan gerakan anggun kemudian menutup kembali pintunya. Sebelum mobil Jevian benar-benar melesat, Roseline mengajak Jefrey untuk melambaikan tangannya ke arah Jevian yang juga melambaikan tangan.


Setelahnya, baru ia membalikkan badannya ke arah Miss Sasya yang ternyata masih membeku di tempatnya.


Miss Sasya terpaku sebab akhirnya ia bisa melihat dengan jelas calon istri dari Jevian sekaligus calon ibu sambung Jefrey. Hari ini Roseline mengenakan gaun berkelas. Sepasang anting mutiara kecil dan kalung berbandul berlian bentuk hati. Sejak mengikrarkan diri sebagai calon istri Jevian, Jevian begitu memanjakan Roseline. Semua pakaian lamanya atas perintah Jevian tak boleh dipakai lagi. Bahkan Jevian sendiri yang membawa Roseline ke butik berkelas untuk membelikannya pakaian berikut perhiasan, sepatu dan perlengkapan make up.


Roseline sebenarnya menolak, tapi Jevian berkeras membuatnya akhirnya terpaksa menerima. Ternyata pemberian Jevian benar-benar bermanfaat. Dengan dagu terangkat, Roseline berdiri menjulang di hadapan Miss Sasya. Roseline akui, Miss Sasya itu begitu cantik. Tubuhnya semampai dan langsing. Hidungnya runcing dengan rambut coklat ikal sepunggung. Namun hal tersebut tak lantas membuat Roseline insecure. Jevian telah memilihnya, artinya ia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Miss Sasya.


Untuk masalah ciuman tadi, Roseline memang sengaja melakukannya di hadapan Miss Sasya. Bukannya ingin bersikap kekanakan, hanya saja Roseline ingin mengingatkan Miss Sasya kalau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Ia harap Miss Sasya tidak mengharapkan cinta Jevian lagi sebab mulai saat ini Jevian hanya miliknya.


"Halo Miss Sasya, senang berkenalan denganmu," ujar Roseline lembut, tapi terlihat tegas membuat nyali Miss Sasya ciut sendiri.


...***...

__ADS_1


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2