
Roseline pulang ke mansion dengan senyum penuh kepuasan. Melihat sikap salah tingkah Miss Sasya tadi membuat Roseline merasa menang. Apalagi Jevian tidak sama sekali berniat untuk turun mengapa guru dari putranya tersebut seakan menguatkan kalau perempuan cantik itu memang tidak berarti apa-apa selain hanya sebagai guru dari putranya.
"Mommy, apa Jefrey boleh makan es krim?" tanya Jefrey. Sudah sejak lama ia ingin sekali merasakan kenikmatan es krim, tapi karena penyakit bawaannya membuatnya tidak bisa menikmati makanan dari olahan susu tersebut. Namun bukankah sekarang ia sudah sembuh, artinya ia sudah bisa menikmati makanan yang sudah sangat ia impikan tersebut kan.
Roseline menimbang sejenak, memang saat itu dokter telah menjelaskan kalau ia sudah boleh memakan makanan yang selama ini dipantang, tapi tetap harus dengan porsi terbatas sebab Jefrey masih dalam masa pemulihan pasca operasi.
Melihat Roseline yang diam tak menjawab permintaannya membuat Jefrey menunduk sedih. Padahal ia sangat ingin makan es krim, tapi sepertinya ia belum boleh menamakannya.
Melihat wajah sendu Jefrey, Roseline lantas mencolek cuping hidungnya.
"Jefrey mau es krim rasa apa?"
Jelas saja, Jefrey mendongakkan wajahnya seketika. Matanya pun berbinar-binar.
"Jadi ... Jefrey boleh makan es krim, Mom?" tanya Jefrey memastikan.
Roseline mengangguk, "boleh, tapi sedikit saja ya. Kan Jefrey masih masa pemulihan. Mungkin kalau Jefrey sudah benar-benar pulih, baru Jefrey bisa makan es krim yang banyak."
Namun yang Jefrey tidak tahu, ia baru bisa benar-benar pulih hanya bila ia mendapatkan donor jantung. Operasi yang Jefrey jalani hanya untuk mengganti katup jantung dengan katup buatan sintetis sesuai kondisi pasien. Dan katup buatan sintetis itu tidak bisa bertahan lama. Jadi sewaktu-waktu bisa rusak sehingga perlu kembali diganti. Oleh sebab itu, untuk benar-benar pulih, Jefrey harus menjalani transplantasi jantung. Tapi sayang, untuk saat ini tim dokter belum menemukan donor yang tepat untuk Jefrey. Jevian dan Roseline hanya bisa berharap, semoga jantung Jefrey bisa bertahan sampai ditemukannya donor jantung yang tepat untuknya.
Mendengar kalau ia diizinkan makan es krim, membuat Jefrey bersorak girang. Ia bahkan langsung memeluk Roseline dan menciumi seluruh wajahnya membuat Roseline terkekeh geli sendiri.
Untuk mewujudkan keinginan Jefrey, Roseline lantas meminta sopir mengantarkan mereka ke salah satu pusat es krim terkenal di negara itu, yaitu Bang Bang Ice Cream and Bakery. Roseline memesankan es krim dan beberapa cake untuk menemani mereka bersantai.
Saat sedang bersenda gurau dengan Jefrey sambil makan es krim, sebuah panggilan video pun masuk. Senyum Roseline merekah seketika saat melihat siapa yang menghubunginya melalui panggilan video itu.
"Daddy," ujar Roseline sambil menunjukkan layar ponselnya kehadapan Jefrey.
__ADS_1
Dengan mulut berlumuran es krim, Jefrey bersorak girang. Apalagi saat panggilan sudah terhubung Mereka pun berbicara tentang begitu antusias. Jevian menghubungi Roseline setibanya di negara A. Ia sedang menunggu mobil jemputan yang akan membawanya ke suatu tempat. Jadi ia menghubungi Roseline untuk mengabarkan kalau dirinya telah tiba di negara tujuan.
Tak lama kemudian sopir jemputan Jevian pun tiba, ia pun segera menutup panggilannya sebab ia harus pergi ke suatu tempat saat itu juga.
Beberapa saat kemudian,
"Jevian?" seru Rainero dengan senyum merekah saat melihat salah satu sahabatnya datang ke perusahaannya. Jevian masuk ke ruangan Rainero bersama Axton.
Rainero pun gegas berdiri dan menyambut kedatangan Jevian.
"Mengapa kau datang tanpa mengabari ku lagi?" protes Rainero.
"Surprise. Hahaha ... "
"Ayo, silahkan duduk!" ajak Rainero.
Mereka berbincang sejenak, kemudian barulah Jevian pun mengutarakan tujuan kedatangannya.
"Begini, Rain, aku sebenarnya sengaja datang kemari ingin bertemu denganmu," ujar Jevian membuat alis Rainero sontak bertaut.
"Pertama-tama, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih atas bantuanmu dalam memberi pelajaran pada Tobey," ujar Jevian. Ia menjeda kata-katanya sebelum kembali melanjutkannya. "Dan yang kedua, aku ingin membicarakan perihal mantan asisten pribadi Aunty Delena, Roseline."
Jevian diam. Ia memperhatikan ekspresi Rainero yang tampak dipenuhi tanda tanya.
"Rose? Ada apa dengannya? Apa ia kembali membuat ulah dan melibatkan mu di dalamnya?" tanya Rainero yang sudah menduga-duga. Bukan bermaksud negatif thinking, tapi karena pengalaman terakhir itu, wajar kan ia menduga yang tidak-tidak. Lumrahnya, karena nila setitik rusak susu sebelanga.
Jevian menggeleng cepat, kemudian mengangguk membuat Rainero bingung.
__ADS_1
"Ya atau tidak? Yang mana yang benar?"
"Bisa ya, bisa juga tidak."
"Maksudmu?"
"Bisa ya, karena ia telah melakukan sesuatu yang berdampak begitu besar dalam hidupku. Dan bisa tidak sebab ulahnya ini tidak merugikan sama sekali."
Rainero semakin bingung dengan teka-teki yang dikatakan Jevian.
"Ck, kau ini, bicara membuat orang bingung. To the point saja, kau ingin menikah dengan Rose, tapi Rose belum siap karena masih dipenuhi rasa bersalah," cetus Axton membuat Rainero membelalakkan matanya. Sementara itu, Jevian mendelik tajam pada Axton yang terlalu on point.
"Kau serius? Tapi bagaimana bisa?"
Jevian menghela nafasnya, kemudian segera menceritakan segala hal mulai dari pertemuannya dengan Roseline hingga akhirnya ia merasakan jatuh cinta padanya.
Rainero terkekeh, ia justru merasa senang melihat Jevian akhirnya bisa bangkit kembali dan berhasil melepaskan diri dari jerat masa lalu. Bahkan ia berhasil menemukan cintanya. Tentu saja Rainero merasa senang. Ia tahu, sebenarnya Roseline perempuan yang baik dan cerdas, hanya saja ia pernah salah jalan.
Rainero memang sudah mendapatkan kabar mengenai kebebasan Roseline. Ia menghormati Roseline yang memilih pergi jauh yang mungkin untuk menenangkan diri. Namun yang tidak ia sangka ia bertemu dengan Jevian bahkan saling jatuh cinta dan berkomitmen ingin melangkah ke gerbang pernikahan.
"Aku mendukungmu, Jev. Sebenarnya Rose perempuan yang baik, hanya saja ia sempat salah jalan saat itu. Tenang saja, kau atur saja kapan kau ingin mempertemukan kami. Aku dan mommy pasti akan datang. Aku pastikan itu. Kami sudah tidak memiliki masalah apapun lagi dengannya. Kami sudah sepenuhnya memaafkan Rose. Aku harap, setelah ini kalian bisa hidup berbahagia dan saling melengkapi," tukas Rainero membuat Jevian tak mampu menahan buncahan rasa bahagianya di dada.
Setelah berbincang sejenak dengan Rainero dan Axton, Jevian pun memilih menginap di salah satu hotel milik Rainero. Rainero sendiri yang memintanya menginap di sana sebelum Jevian pulang ke negaranya keesokan harinya.
Setibanya di hotel, Jevian segera membersihkan diri dan berbaring di kasur. Di otaknya sudah muncul berbagai macam rencana yang akan segera ia realisasikan. Salah satunya adalah mengadakan pesta pernikahannya secepatnya.
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...