Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 186 (S3 Part 29)


__ADS_3

"Sayang, bagaimana ini, Jevian ternyata berhasil mendapatkan investasi itu. Daddy pasti akan marah besar padaku," ujar Eve pada sang kekasih yang masih terbaring di sampingnya pagi itu.


Kekasihnya pun segera mendudukkan tubuhnya, "kau segera temui Jevian, minta maaf dan berjanji akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk anakmu."


"Sayang, kenapa kau selalu mendorongku melakukan itu? Apa kau tidak mencintaiku?" tanya Eve dengan wajah nelangsa. Bila orang lain tidak suka kekasihnya berdekatan dengan pria lain, ia justru sebaliknya. Selalu saja mendukung. Bahkan ia mendorongnya untuk mempertahankan Jevian.


"Dengar Sayang, apa kau bisa hidup tanpa harta? Kau bisa hidup tanpa uang dari daddymu? Tidak kan! Lantas, bagaimana kalau daddymu benar-benar mencabut semua fasilitas yang kau dapatkan selama ini? Apa kau sanggup?" tanyanya membuat Eve tercenung.


 Memang benar, ia tidak bisa hidup tanpa uang. Sejak kecil, gaya hidupnya sudah hedon. Uang baginya adalah segalanya. Bepergian, jalan-jalan, keliling dunia, shopping, berkumpul dengan teman-temannya, memamerkan segala hal adalah hidupnya.


"Aku akan berusaha menahan diriku, asalkan kau selalu di sampingku," Eve mencoba menekan dirinya sendiri. Asalkan kekasihnya tetap berdiri di sampingnya, ia akan berusaha membuang kebiasaannya.


Kekasihnya pun terkekeh sinis, "kita bersama bukan sebentar, Eve. Kita sudah berteman selama bertahun-tahun, lalu menjalin kasih beberapa tahun ini. Aku sudah tahu luar dalammu. Aku tahu persis kebiasaanmu. Aku tak yakin kau akan sanggup hidup tanpa uang daddymu. Ingin bergantung denganku? Kau tahu sendiri, aku hanya seorang ... "


Tiba-tiba Eve meletakkan jari telunjuknya di bibir kekasihnya. Kekasihnya pun terdiam. Ia tahu, bukan hanya dirinya yang bergantung pada uang pemberian sang ayah, tapi juga kekasihnya. Kekasihnya membutuhkan banyak uang. Kalau ayahnya mencabut segala fasilitas yang ia beri termasuk uang bulanannya, bagaimana nasibnya ke depan. Pun dengan kekasihnya ini. Bahkan uang pemberian ayahnya jauh lebih besar dari pemberian Jevian. Meskipun mereka sudah diambang perpisahan, ternyata Jevian masih melakukan tanggung jawabnya dengan mengiriminya uang. Namun sampai berapa lama ia akan melakukan itu? Eve yakin, setelah resmi bercerai, Jevian takkan lagi mengiriminya uang.


 Bagaimana kalau ayahnya pun melakukan hal yang sama?


"Baiklah, aku akan mencoba menemui Jevian. Semua aku lakukan demimu," putus Eve akhirnya.


Eve pun segera beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Lalu disusul oleh kekasihnya. Setelah selesai dan berpakaian rapi, mereka pun keluar dari kamar hotel. Tak lama kemudian, seorang petugas kebersihan masuk ke ruangan dimana Eve dan kekasihnya tadi menginap. Lalu ia mengambil sesuatu yang sudah ia sembunyikan sesaat setelah mengantarkan minuman keduanya.


"Untung saja mereka tidak menyadarinya," gumamnya sambil melihat benda kecil di tangannya. Ia tersenyum mengingat semalam ia menyamar sebagai petugas pengantar makanan dan minuman. Untung saja Eve dan kekasihnya memesan minuman jadi ia pun menyamar agar bisa masuk ke dalam sana dan meletakkan mini kamera di tempat yang strategis.. Kebetulan sekali mereka hendak mandi, jadi tak ada satupun dari mereka yang menyadari kalau ia sudah meletakkan kamera di dalam sana.


"Semoga hasilnya memuaskan," gumamnya yang segera pura-pura melakukan pekerjaannya. Setelah itu, ia pun gegas pergi dari sana untuk memeriksa hasil pekerjaannya.

__ADS_1


...***...


Ternyata pagi itu juga Eve mendatangi Jevian. Jevian benar-benar tidak menyangka kalau Eve akan datang menemui dirinya. Ia pikir justru Tobey lah yang akan lebih dulu bergerak, tapi ternyata dugaannya salah.


"Sayang, apakah tidak ada kesempatan lagi bagiku untuk memperbaiki semua kesalahanku? Aku tahu, aku lalai. Aku bukan seorang istri dan ibu yang baik. Tapi aku ingin menebus kesalahanku. Aku sungguh-sungguh. Tolong maafkan aku, Sayang. Aku tidak ingin berpisah denganmu dan Jefrey," melas Eve. Matanya sudah memerah dan berkaca-kaca.


"Tidak," jawab Jevian singkat tapi menusuk. "Kesempatanmu sudah habis. Bukan sebentar aku menunggu perubahanmu. Aku akui, kita menikah tanpa cinta, bahkan sampai saat ini aku belum mencintaimu. Namun aku sungguh-sungguh ingin menjalankan pernikahan kita dengan baik, tapi apa balasanmu? Dulu kau bilang kau mencintaiku, tapi apa yang aku rasakan berbeda. Kau tidak pernah mencintaiku sama sekali. Aku dan Jefrey tidak lebih penting dari temanmu dan kesenanganmu. Sudah cukup aku merendahkan harga diriku di depan kau dan ayahmu itu. Kini tidak lagi. Lebih baik kita berpisah kalau akhirnya hanya saling menyakiti," ujar Jevian tegas tanpa keraguan sama sekali.


"Tapi Jev ... "


"Aku mohon keluarlah. Tak ada lagi yang perlu kita bicarakan," ucap Jevian tegas dan datar. Tak ada keramahan apalagi kelembutan dalam nada bicaranya. Dengan perasaan kacau, akhirnya Eve pun mengalah dan segera pergi dari sana.


...***...


Sementara itu, setibanya di kantor, Tobey langsung saja menghamburkan semua barang yang tergeletak di atas meja. Dadanya naik turun, pertanda kalau ia sedang benar-benar marah.


Tobey tak henti-hentinya menceracau. Semua ia lempar dan hempaskan. Amarahnya menggulung-gulung bagai ombak. Karyawannya sampai bergidik sendiri melihat kemarahan Tobey yang meledak-ledak.


"Segera siapkan perjanjian itu! Kita pergi ke J Company sekarang," titahnya dengan rahang mengeras.


...***...


Tak butuh waktu lama, hanya dalam waktu 1 jam, Tobey telah tiba di J Company.


Jevian pun segera mendapatkan informasi dari resepsionisnya tentang kedatangan Tobey. Tanpa bertanya terlebih dahulu, Tobey masuk begitu saja ke gedung J Company. Resepsionis yang bertanya tentang tujuan kedatangannya pun dibentak. Tak ada yang bisa menghalangi Tobey saat ini. Ia sudah tak sabar ingin melampiaskan kekesalannya pada Jevian yang dianggapnya kurang ajar karena mencoba menentangnya.

__ADS_1


Jevian tersenyum saat Matson mengabarkan tentang kedatangan Tobey. Bila sebelum-sebelumnya, Jevian sedikit tertekan saat Tobey datang ke kantornya, namun berbeda kali ini. Perasaannya sungguh tenang. Tak ada kebimbangan apalagi ketakutan. Ia sudah mantap dengan keputusannya hari ini.


Brakkk ...


Tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar. Tanpa basa-basi, Tobey langsung duduk di tempatnya. Jevian tampak menopang dagunya dengan kedua telapak saling menjalin.


Bahkan Tobey pun tanpa basa-basi langsung melemparkan berkas pemutusan kontrak kerja samanya.


Tak ingin basa-basi juga, Jevian pun mengeluarkan dokumen miliknya. Tak lama kemudian, pengacara perusahaannya masuk bersama Matson. Dan kini Jevian pun akhirnya duduk berhadap-hadapan. Ia sudah menyiapkan semuanya.


Tobey pun cukup terkejut. Apalagi saat Matson mengeluarkan beberapa koper berisi uang tunai membuat gigi bergemeletuk.


Jevian memang sengaja melakukannya. Bisa saja kan Tobey berbuat ulah dengan memintanya tiba-tiba menyediakan uang cash.


"Menurut perjanjian, kalau saya menceraikan Eve, maka Anda akan menarik kerja sama dan meminta ganti rugi 3 kali lipat dari uang yang anda investasikan. Karena Anda menginvestasikan uang sebesar $10.000.000,00, maka saya harus menggantinya sebanyak $30.000.000,00. Dan di dalam masing-masing koper ini sudah tersedia uang senilai $3.000.000,". Totalnya ada 10 koper, jadi mari kita akhiri kerja sama kita. Saya harap, Anda tidak lagi menghalang-halangi saya untuk bercerai dengan putri Anda," ujar Jevian tanpa keraguan sama sekali.


Lalu ia meminta berkas pemutusan kerja sama dari pengacaranya. Ia pun segera menandatanganinya. Pun berkas yang tadi Tobey lemparkan, ia buka dan tandatangani. Kini kerja sama mereka pun usai. Jevian akhirnya biasa bernafas dengan lega setelah pemutusan kerja sama itu. Ia amat sangat bersyukur bisa memenangkan investasi tersebut.


'Ah, aku sampai lupa berterima kasih pada Seline. Padahal keberhasilan ini atas bantuannya juga,' batinnya mengingat kalau Roseline lah yang sudah membantunya merevisi proposalnya. Padahal saat itu Roseline sedang sakit, tapi otaknya masih bisa bekerja dengan sangat baik.


Melihat itu, rahang Tobey mengeras. Amarah seketika memuncak dan ia pun menggebrak meja dengan letupan emosi yang luar biasa. Ia pun segera berdiri sambil menatap nyalang Jevian.


"Bajingaan! Jangan bangga dulu dengan apa yang kau lakukan saat ini. Aku pastikan akan menghancurkan mu. Tunggu saja tanggal mainnya!" ancam Tobey.


Setelah itu, ia pun segera pergi dari sana meninggalkan asistennya yang tengah kebingungan bagaimana membawa kesepuluh koper berisi uang itu ke lobi perusahaan.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2