
Pagi harinya seperti biasa Jevian akan sarapan bersama dengan Jefrey dan Roseline. Jevian sendiri yang meminta Roseline agar sarapan bersama mereka. Bila orang lain melihat, mereka sudah seperti sebuah keluarga bahagia. Roseline mengurus Jefrey seperti seorang ibu yang mengurusi anak kandungnya sendiri. Jevian sungguh bahagia melihat kebahagiaan terpancar jelas di netra Jefrey saat Roseline mengurusnya dengan telaten.
"Aunty, kapan-kapan kita jalan-jalan lagi ya!" ujar Jefrey setelah menyelesaikan sarapannya.
Roseline mengangguk, "oke, asal Daddy setuju, aunty tak masalah."
"Yes. Boleh kan daddy, Jefrey jalan-jalan dengan Aunty Seline lagi?"
"Sepertinya Jefrey senang sekali jalan-jalan sama Aunty."
"Iya dad. Aunty ajak Jef ke wahana permainan. Jefrey banyak cobain permainan, tapi sayang, Jef ingin sekali naik trampolin, tapi kata Aunty tidak boleh."
"Bukannya tidak boleh, Sayang. Tapi aunty hanya tidak ingin Jef sakit lagi. Jef tidak mau kan sakit terus?"
Jefrey mengangguk.
"Anak pintar," puji Jevian setelah mengelap mulutnya dengan tisu.
"Daddy, kemarin Jef bertemu mommy," ujarnya sumringah.
Jevian terkejut. Lalu ia mengalihkan tatapannya pada Roseline. Roseline paham arti tatapan itu yang tak lain adalah menuntut penjelasan.
"Mommy yang Jefrey maksud bukan nyonya Eve, tuan. Tapi orang lain. Jef bilang wanita itu adalah seseorang yang menolongnya saat ia hampir kecelakaan," ujarnya.
Jevian memang belum tahu siapa sosok yang sudah menolong anaknya itu. Roseline pikir ia juga tidak perlu menceritakan siapa itu Adisti. Ia pikir Jevian pasti tidak mengenalnya. Berbanding terbalik dengan Roseline. Ia benar-benar terkejut saat Jefrey memanggil seseorang yang juga merupakan bagian dari masa lalunya itu sebagai mommy.
Flashback on
"Mommy," teriak Jefrey saat melihat Adisti yang juga masuk ke arena permainan bersama putranya. Di belakangnya ada dua orang laki-laki dan perempuan yang Roseline yakini adalah pengasuh dan pengawal Adisti.
Tapi yang membuat Roseline penasaran, mengapa Jefrey memanggil Adisti mommy? Dan kedua, mengapa Adisti ada di sana? Ia dalam keadaan hamil apa Adisti menikah dengan orang di negara itu? Dan dilihat dari penampilan Adisti yang terkesan sederhana, tapi berkelas, sudah pasti laki-laki yang menikahinya bukanlah sembarangan orang. Tapi ... siapa?
Namun Roseline menepis rasa penasaran itu jauh-jauh. Ia pikir, itu bukanlah urusannya.
"Hei, Jefrey, kau sudah sehat, Boy?" tanya Adisti terkejut saat kembali dipertemukan dengan Jefrey.
"Jefrey baik, Mommy." Lalu Jefrey melirik anak laki-laki yang digandeng Adisti.
"Ah, ya, aunty belum memperkenalkan Arquez padamu. Arquez masih ingat kan dengan Jefrey?"
__ADS_1
Arquez, putra pertama Adisti dan Mark pun mengangguk.
"Hai, Arquez."
"Hai juga, Jefrey."
Mereka pun saling bersalaman. Lalu Adisti melihat Roseline. Meskipun penampilannya kini sedikit berbeda, tapi wajah itu masih begitu familiar di mata Adisti. Apalagi selama mengenal Delena, ia pun jadi sering bertemu Roseline.
"Rose? Ini benar kau?" tanyanya dengan mata terbelalak.
"Maaf, Anda salah orang. Saya Seline, pengasuh Jefrey," jawabnya datar membuat dahi Adisti mengernyit.
"Benarkah? Tapi wajahmu ... "
Adisti tidak melanjutkan perkataannya. Meskipun ia merasa tidak salah mengenali, tapi bila pun benar dan Roseline tak ingin mengakui dirinya sebagai Rose, ia bisa apa. Itu adalah haknya. Lagipula Adisti sudah tahu masalah Roseline dari Shenina dan Gladys. Bila ia ingin menyembunyikan identitas dirinya, itu urusannya.
Flashback off
"Oh," sahutnya.
"Daddy, apa daddy tahu, kata Arquez, di perut Mommy-nya ada adil bayi."
"Benarkah ?" sahut Jevian senang melihat anaknya terlihat antusias terhadap sesuatu.
Roseline lantas segera menenggak air minum yang ada di hadapannya dengan rakus. Sungguh ia tak mengerti dengan kepolosan Jefrey yang mengejutkan ini.
"Ukhuk ... Ukhuk ... Ukhuk ... "
Tiba-tiba saja Roseline tersedak. Jevian pun reflek berdiri dan beranjak menuju Roseline kemudian menepuk pelan punggungnya.
Wajah Roseline memerah. Ia benar-benar tidak menyangka akan berada di situasi seperti ini.
"Aunty, aunty tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Jefrey khawatir.
"Aunty ... " Wajah Roseline kian memerah saat melihat sosok Jevian masih berada di sampingnya. "Aunty tidak apa-apa, jangan khawatir."
"Minum yang pelan. Tidak ada yang akan mengambil minumanmu," seloroh Jevian membuat mata Roseline mendelik tajam.
Jevian bukannya marah, justru terkekeh. Ia bisa melihat aura membunuh dari mata Roseline. Bukan membunuh sebenarnya, hanya kiasan saja karena gadis itu yang sedang marah.
__ADS_1
"Aunty, aunty belum jawab yang tadi, aunty mau kan beri Jefrey adik? Daddy, boleh kan Jefrey meminta adik pada daddy dan aunty?"
"Jefrey, itu tidak mungkin, Sayang."
"Kenapa tidak mungkin?" tanya Jefrey dengan memasang wajah polosnya.
"Karena ... Karena Aunty bukan mommy Jefrey."
"Kalau begitu, Jefrey akan panggil aunty Seline mommy biar aunty Seline bisa kasih Jefrey adik. Mommy Seline, mommy Seline mau kan kasi Jefrey adik?"
Jevian dan Roseline saling memandang dengan sorot mata kebingungan. Jevian lantas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Jefrey, bukan seperti itu. Untuk menjadi mommy itu, seseorang harus menikah dengan Daddy, barulah seseorang itu bisa Jefrey panggil dengan sebutan mommy," jelas Jevian lagi sebisa mungkin dengan kalimat yang sederhana agar Jefrey dapat memahami penjelasannya.
"Jadi agar Aunty Seline bisa menjadi mommy Jefrey, aunty Seline harus menikah dengan Daddy dulu, begitu?"
Jevian mengangguk dengan cepat. Jefrey memang cerdas dan bisa dengan cepat memahami penjelasan seseorang.
"Kalau begitu, daddy dan aunty menikah saja supaya Jefrey bisa memiliki mommy dan adik bayi seperti Arquez. Jadi kalau Jefrey sudah kembali sekolah, Jefrey bisa bilang ke teman-teman kalau Jefrey sudah memiliki mommy seperti mereka. Terus Jefrey akan memiliki banyak adik. Wah, pasti menyenangkan," ucapnya polos dengan senyum merekah dan kedua tangan bertepuk girang.
Jefrey tampak begitu antusias mengatakannya, namun berbanding terbalik dengan perasaan Jevian. Hati Jevian bagai tersayat-sayat. Penuturan Jefrey barusan secara tidak langsung mengungkapkan kalau ia pun ingin memiliki seorang mommy yang menyayanginya seperti teman-temannya. Jefrey memang memiliki seorang ibu, tapi Eve tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya sebagai seorang ibu kepada Jefrey. Ia justru merasakan kasih sayang seorang ibu dari pengasuhnya.
Jevian bingung harus menjawab apa. Ia lantas segera berdiri sambil melirik jarum jam di arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Jef, daddy berangkat sekarang ya! Daddy sangat sibuk hari ini. Sepertinya akan pulang terlambat. Kau tidak perlu tinggu daddy pulang. Kau langsung tidur saja nanti ya dengan Aunty Seline," ujarnya pada Jefrey. "Seline, aku titip Jefrey," ujarnya pada Roseline. Perempuan itupun mengangguk.
Setelahnya, Jevian pun mencium puncak kepala Jefrey dan segera berlalu dari sana dengan jantung yang berdegup kencang.
"Jefrey ... " Jevian menghela nafasnya kemudian tersenyum. "Ada-ada saja."
Di lain tempat, tampak Tobey melakukan kebiasaannya seperti biasa. Selesai sarapan, ia pun gegas masuk ke dalam mobil. Setelah berada di dalam mobil, Tobey pun menyalakan tablet miliknya untuk membaca berita bisnis hari itu.
Berita yang pertama kali terpampang di layar tersebut adalah pemberitaan mengenai 5 perusahaan yang berhasil mendapatkan investasi dari Admark Investments. Dengan tersenyum lebar, Tobey pun mulai membaca. Sudah tak sabar rasanya ia ingin mengejek Jevian dan membuatnya bertekuk lutut di bawah kakinya, memohon agar dirinya tidak mencabut investasinya.
Namun senyum itu hanya bertahan sementara. Matanya terbelalak saat pertama kali membaca nama-nama perusahaan yang berhasil mendapatkan investasi super besar itu.
"Tidak, ini tidak mungkin. Ini pasti sebuah kesalahan," gumamnya belum percaya dengan apa yang ia baca. Tobey lantas mengambil kacamatanya dan memakainya. Ia pikir, ia pasti salah lihat. Namun setelah beberapa kali memastikan, bahkan ia sampai meminta sopirnya sendiri membacakan ulang, ternyata apa yang ia baca tidaklah salah. Memang benar J Company menjadi pemenang utama untuk mendapatkan investasi sebesar $100.000.000,00 dari Admark Investments.
"Aaargh ... Brengsekkk! Sialan kau Jevian! Kau pikir aku akan diam saja, hah! Kita lihat saja. Kau memang bisa memenangkan investasi itu, tapi aku pasti akan menghancurkan rencanamu selanjutnya. Tunggu saja kehancuranmu!" desis Tobey dr bara kemarahan yang menggelora.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...