
"Segera take down berita yang menjelek-jelekkan tuan Rainero dan unggah video ini. Buat spam di segala media sehingga siapapun yang mengakses internet akan melihat video ini terlebih dahulu," titah Axton pada tim IT kepercayaan Rainero.
Ya, sebelum Jessica melakukan siaran langsung, sebenarnya Rainero telah melakukan antisipasi kalau-kalau ada orang-orang tidak bertanggung jawab yang berusaha menjatuhkan nama baik Shenina dan tersangka utama yang ada di dalam pikirannya tentu saja keluarga Shenina sendiri. Tapi bukan berarti ia tidak melakukan antisipasi pada orang-orang lain yang bisa saja melakukan hal tak terduga yang bisa mengancam nama baik dan keselamatan Shenina.
Namun untuk keluarga Shenina, Rainero bukan hanya ingin melakukan antisipasi, tapi juga membantunya membalaskan dendam. Meskipun Shenina mengatakan hanya ingin mencari kebenaran tentang masa lalu ibunya, tapi ia juga akan membalaskan segala kesakitan yang Shenina dapatkan selama ini.
Rainero tidak sebaik itu yang bisa memaafkan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang ia cintai. Terlebih apa yang Shenina alami itu benar-benar menyakitkan. Keluarganya bukan hanya jahat, tapi juga tega. Tak akan ia biarkan mereka bernafas dengan nyaman. Ia akan membuat hidup mereka sesak kemudian menghancurkannya.
"Sudah selesai, tuan," ujar Tim IT kepercayaan Rainero itu.
Axton tersenyum. Kemudian menepuk pundaknya bangga.
"Tenang saja, imbalan besar akan segera masuk ke rekening kalian. Kalian tahu sendiri bagaimana bos kita itu," ujar Axton.
Tim IT yang terdiri atas 3 orang dengan kemampuan hacker itu menyeringai lebar. Ya, mereka tahu Rainero memang begitu royal pada orang-orangnya yang loyal. Karena itu, mereka selalu siap sedia bila Rainero menugaskan mereka untuk melakukan sesuatu.
Selama bekerja dengan Rainero, hampir semua bisa mereka kerjakan, kecuali satu, yaitu menemukan jejak Shenina saat di luar negeri. Mereka hanya bisa mendapatkan informasi kalau Shenina terbang menuju Singapore, setelahnya mereka tak bisa menemukan jejaknya.
Sementara itu, di kediaman Harold, Jessica dan Ambar tampak syok. Wajah mereka pias dengan bulir-bulir sebesar biji jagung menetes dari dahi mereka.
__ADS_1
Bagaimana tidak, hampir di setiap sosial media, mereka menemukan video pengakuan orang-orang yang jadi saksi hidup bagaimana keluarga itu memperlakukan Shenina sejak kecil hingga dewasa.
Bahkan saat mereka mengakses internet pun, mereka d
terlebih dahulu disuguhkan video tersebut.
[Saya kenal Shenina sejak kecil. Bahkan saat ibunya masih hidup. Shenina anak yang baik, tapi semenjak ibunya tiba-tiba meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan pembantunya sendiri, Shenina selalu saja mendapatkan perlakuan tak baik. Ia kerap disiksa. Jarang diberi makan. Disuruh kerja ini itu.]
[Iya, aku ingat, waktu itu tuan Harold tiba-tiba saja menuduh ibu Shenina berselingkuh. Padahal kami tetangganya saja tahu kalau ibu Shenina itu sangat setia. Bahkan ia jarang keluar rumah, kecuali untuk mengantar jemput Shenina kecil sekolah. Selebihnya, pembantunya yang mengerjakan. Kalian tahu siapa pembantunya itu, dia ibu tiri Shenina. Padahal ibu Shenina saat itu masih hidup, tapi saya pernah melihat tuan Harold sedang bermesraan di taman samping rumah mereka. Dan setelah ibu Shenina meninggal, mereka segera menikah. Semenjak itu, Shenina kecil selalu dikurung. Tidak diperbolehkan main. Bahkan saya sering mendengar Shenina menangis karena dipukuli si pembantu kurang ajar itu.]
[Saya seorang dokter dan kebetulan saya juga tetangga di depan rumah Shenina. Saat ibu Shenina ditemukan sudah meninggal di kamar mandi, saya langsung memeriksa beliau. Saya menemukan memar bekas pukulan benda tumpul di punggung dan kepala ibu Shenina. Saat saya ingin melaporkan kejadian itu dengan tuan Harold, tapi pembantunya justru lebih dahulu memberikan keterangan palsu. Setiap saya ingin berbicara dengan tuan Harold, pembantunya selalu saja menghalang-halangi.]
[Saya guru SD Shenina. Shenina sebelumnya anak yang pandai. Tapi semenjak ibunya meninggal, dia jadi kurang fokus belajar. Ternyata ibu tirinya sering memaksanya melakukan pekerjaan rumah. Pernah saat itu Shenina pingsan di sekolah dan ternyata hal itu terjadi karena dia tidak diberi makan sejak kemarin.]
[Saya kenal Shenina dari kecil. Sejak ibunya meninggal, ayahnya tidak pernah memedulikan Shenina. Bahkan uang sekolah pun tidak pernah diberi. Untung saja Shenina pintar jadi ia bisa terus bersekolah dengan jalur beasiswa. Dia juga sering membantu teman-teman yang kesulitan memahami pelajaran jadi setelah membantu, biasanya teman-teman akan memberinya uang yang kemudian uang itu dikumpulkan Shenina untuk membeli buku dan perlengkapan sekolah lainnya.]
Bukan hanya video pengakuan yang disebarkan. Bila hanya video seperti itu bisa saja mereka mengatakan kalau video itu merupakan manipulasi alias fitnah untuk menjelek-jelekkan mereka. Tapi ternyata ada video lain yang jadi penguat. Entah didapat dari mana, video mereka saat sedang mencaci maki, memarahi, bahkan ada video saat mereka menyiram Shenina dengan air comberan di taman samping rumah serta membakar buku sekolah Shenina pun ikut tersebar luas.
Ambar dan Jessica benar-benar syok.. Wajah mereka benar-benar memucat saat ini. Maksud hati ingin mempermalukan Shenina, tapi justru mereka lah yang berakhir malu karena video keburukan mereka disebarluaskan.
__ADS_1
Belum selesai ujian bagi Ambar dan Jessica, ternyata ada video yang lebih menggegerkan lagi, yaitu video permainan panas Jessica dengan seorang pria tua.
Mulut Jessica sampai menganga lebar melihatnya.
"Ba-bagaimana video ini bisa tersebar? Aku ... "
Brakkkk ...
"Jessica, Ambar, sebenarnya apa yang terjadi? Video itu ... "
"Dad, itu ... itu ... "
Plaakkkk ...
"Dasar anak tak tahu diri, apa yang sebenarnya kau lakukan di luar sana, hah?" sentak Harold murka. Ia tidak begitu peduli terhadap video pengakuan orang-orang mengenai perbuatan Ambar dan Jessica pada Shenina. Entah apa itu karena rasa cintanya pada sang anak sudah benar-benar tidak ada lagi atau karena tertutup oleh benci. Sebaliknya, yang membuatnya marah adalah video permainan panas Jessica dengan seorang pria yang seumuran dengannya.
"Dad, itu fitnah. Aku ... aku tidak pernah melakukan hal seburuk itu. Itu pasti hanya seseorang yang mirip denganku," kilah Jessica.
"Jessi benar, suamiku. Mana mungkin Jessi melakukan hal memalukan itu. Itu pasti pekerjaan Shenina. Pasti dia yang mencoba memfitnah Jessi. Dia benar-benar keterlaluan," timpal Ambar mencoba membela Jessica dan lagi-lagi menjelekkan Shenina.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...