Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 191 (S3 Part 33)


__ADS_3

Sepulangnya dari persidangan, Evelyn tampak frustasi. Ia bisa melihat binar kesungguhan di mata Jevian yang benar-benar ingin memutuskan hubungan dengannya.


Eve kalut. Ia berjalan mondar-mandir memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membatalkan gugatan perceraian yang Jevian ajukan.


"Aku harus apa? Aku harus bagaimana?"gumamnya frustasi sambil menggigiti kuku-kukunya. Sebuah kebiasaan yang ia lakukan saat sedang kalut.


Eve benar-benar bingung. Apalagi seseorang yang biasa memberinya support kini tiba-tiba menghilang. Bahkan Eve tidak bisa menghubunginya sama sekali membuat Eve makin gelisah dibuatnya.


"Kau dimana, Lyn? Aku membutuhkanmu," gumamnya sambil menatap layar ponsel yang kembali meredup setelah ia melakukan panggilan ke nomor Lynda, namun tidak sekalipun panggilannya direspon.


"Aaargh ... Brengsekkk! Kenapa semua jadi kacau begini?" raungnya sambil menjambak rambut coklatnya frustasi.


Saat sedang bingung, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk ke ponselnya. Dilihatnya, nomor pengirim itu tidak tersimpan di kontaknya.


"Pesan dari siapa ini? Ah, apa jangan-jangan ini dari Lynda? Ponselnya hilang jadi ia menghubungiku dengan nomor ponsel yang baru?" gumamnya dengan mata berbinar. Ia pikir pesan itu dari Lynda.


Dengan mata berbinar, Eve pun segera membuka layar ponselnya. Dahinya berkerut saat membaca isi pesan itu.


[Kau ingin membatalkan perceraian mu, bukan? Aku tahu caranya. Hubungi aku bila kau berminat dengan rencana yang ku tawarkan.]


"Siapa ini? Mengapa dia ingin membantuku? Apa jangan-jangan ini musuh Jevian? Lawan bisnisnya?" gumam Eve menduga-duga.


...***...


"Tuan, seperti yang Anda duga, ada orang di perusahaan kita yang mencoba membobol data dan ingin mencuri informasi mengenai proposal kita yang terbaru," ujar Matson setibanya di ruang kerja Jevian.


Mata Jevian memicing. Ternyata apa yang Rainero sampaikan benar sekali. Akan ada cacing parasit yang berusaha menggerogoti dari dalam lalu menghancurkan perusahaannya. Sungguh rencana yang licik.


Ya, setelah pemandangan perjanjian kesepakatan kerja sama, Jevian pun ikut makan siang bersama dengan Mark, Rainero, dan Axton. Mengetahui Rainero bertemu dengan sahabatnya, Axton pun gegas menyusul ke negara tersebut. Yang penting segala pekerjaan sudah beres jadi tak masalah kan ia melancong sebentar saja ke negara tetangga. Rainero juga tidak melarang. Ia memberikan kebebasan pada asisten sekaligus sahabatnya tersebut.


Dan di saat pertemuan itulah, Rainero yang sudah lebih dulu tahu sepak terjang seorang Tobey menceritakan segalanya. Termasuk trik-trik kotor yang kemungkinan akan Tobey gunakan, termasuk dengan menyusupkan seseorang untuk mencuri segala informasi kemudian menghancurkan perusahaannya dari dalam.

__ADS_1


Rainero sudah pernah merasakannya. Hal itu terjadi tepat saat Rainero sedang berada di Indonesia untuk membujuk Shenina kembali padanya. Perusahaannya oleng. Terjadi pencurian data, kecurangan, korupsi, dan proyeknya yang hampir gagal karena ada yang bermain dengan menukar bahan baku menggunakan bahan yang berkualitas rendah. Dan setelah diselidiki dalang utamanya adalah Tobey. Sayangnya ia berhasil mengkambinghitamkan orang lain sehingga ia bisa tetap bebas melenggang di luar sana tanpa tersentuh hukum.


Namun Rainero tidak tinggal diam. Ia berhasil menekan Tobey sebagai pembalasan. Ia berhasil menjatuhkan harga saham T Company. Ia juga membalas dengan menggagalkan beberapa proyek T Company serta merebut tender yang sedang mereka incar. T Company sempat terguncang. Hingga akhirnya Tobey menemui Rainero dan meminta maaf. Ia juga membuat perjanjian tidak akan mengganggu SC Company lagi di masa depan. Rainero yang tidak ingin mencari musuh pun setuju dan segera menandatangani perjanjian hitam di atas putih.


Setelah itu, Tobey pun tidak pernah lagi bersinggungan dengan SC Company. Kalaupun mereka sedang memperebutkan tender yang sama, maka Tobey akan bersikap sportif, tanpa melakukan kecurangan-kecurangan seperti sebelumnya. (Kalau yang baca dari awal, pasti ingat saat Rainero lagi di Indonesia tiba-tiba diminta kembali ke negaranya. Kan perusahaannya sedang terjadi masalah tuh. Nah, si Tobey inilah dalangnya.)


Jevian terperangah. Ia tidak menyangka kalau Tobey akan seculas itu dalam berbisnis. Sejak mendapatkan informasi itu, Jevian pun memerintahkan Matson untuk mengawasi pihak-pihak terkait yang kemungkinan akan melakukan kecurangan. Tim IT pun bekerja ekstra untuk melakukan pengamanan terhadap data-data. Pun Cctv diawasi dengan ketat untuk mencegah terjadinya kecolongan saat semua orang lengah.


Mendengar informasi dari Matson, membuat Jevian menyeringai.


"Bawa dia ke hadapanku sekarang juga!" titahnya tegas.. Bahkan raut wajah Jevian sudah berubah drastis. Matson sampai tertegun di tempatnya.


"Kenapa kau masih diam di sana?" ucap Jevian dingin membuat Matson tiba-tiba merinding.


"Ba-baik, Tuan. Laksanakan!"


...***...


"Boleh daddy ikut bersenang-senang?" Jevian kini sudah duduk di dekat keduanya. Jefrey dan Roseline terperanjat. Namun sedetik kemudian, Jefrey langsung melompat ke pangkuan sang ayah sambil memekik girang.


"Yeay, Daddy pulang. Ayo dad, bantu Jef serang Mommy. Dari tadi mommy gelitik Jefrey. Jefrey ingin membalas, tapi tidak bisa," serunya dengan binar semangat.


Alis Jevian terangkat. Kemudian ia tersenyum menyeringai membuat Roseline seketika was-was. Apalagi saat melihat ekspresi itu.


"Oh, jadi mommy sudah menggelitik Jefrey! Jefrey minta bantuan, Daddy? Kalau begitu ... Ayo! Serang mommy!" serunya membuat Jefrey teriak kegirangan.


"Ayo!"


"Tuan, tuan, jangan ... Aaa ... Geli ... Ampun, Tuan," pekik Roseline sambil terbahak-bahak menahan geli. Apalagi saat Jevian menggelitik perutnya.


Melihat Roseline memekik kegelian membuat Jefrey bersorak sambil bertepuk tangan. Jefrey tampak sangat bahagia sekali. Sudah lama ia memimpikan bisa bermain dengan orang tuanya seperti ini. Namun sayang, Eve tidak pernah sama sekali mau berinteraksi dengannya.

__ADS_1


Melihat Roseline hampir kehabisan nafas karena tertawa, Jevian pun akhirnya melepaskannya. Jevian pun tak henti-hentinya terkekeh. Senang sekali rasanya bisa bermain dengan Jefrey dan Roseline seperti ini. Mereka sudah seperti pasangan keluarga bahagia. Tapi sayangnya, Roseline bukan istrinya. Seandainya Roseline istrinya ...


Jevian menggeleng cepat. Kenapa ia bisa berpikir ke arah situ?


"Mommy, Daddy, bisa cium pipi Jefrey?" panggil Jefrey membuat kedua orang dewasa itu menatap ke arahnya.


"Tentu saja, Boy. Tak perlu meminta, Daddy akan dengan senang hati menciummu, bahkan setiap hari," ujar Jevian.


"Mommy juga. Bukankah mommy setiap hari mencium pipimu?"


Jefrey tersenyum lebar, "ya, Jef tahu. Tapi Jefrey ingin mommy dan daddy mencium pipi Jefrey secara bersamaan, boleh?"


"Oke, no problem. Ya kan, Mom?" Jevian melemparkan pertanyaan pada Roseline.


"Ya, tidak masalah."


Senyum Jefrey makin lebar.


"Oke, Jef hitung sampai 3, setelah hitungan ketiga, mommy dan daddy cium pipi Jefrey, oke?"


"Oke!" seru Jevian dan Roseline bersamaan.


"Oke, Jefrey mulai. One, two, ... Three ... "


Cup ...


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


"

__ADS_1


__ADS_2