
"Jefrey," pekik Jevian saat melihat sang anak terbaring dengan selang infus menancap di pergelangan tangannya. Meskipun di tubuh Jefrey tidak ditemukan luka apapun, tapi karena kondisi fisik Jefrey yang tidak baik-baik saja membuatnya membutuhkan cairan infus untuk menstabilkan kondisi tubuhnya.
"Daddy," pekik Jefrey dengan mata berbinar saat melihat kedatangan sang ayah. Jevian pun segera beranjak dan memeluk tubuh sang putra dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Luke menatap adegan ayah dan anak itu dengan penuh haru. Ia pun sudah memiliki anak dan istri. Ia pun pasti akan melakukan hal serupa bila ini terjadi pada sang anak.
"Kamu tidak apa-apa kan, boy? Tidak ada luka?" tanya Jevian khawatir.
"Tidak ada, Daddy. Jef baik-baik saja, tidak perlu khawatir," ujar Jefrey mencoba menenangkan sang ayah.
"Syukurlah. Kau tahu, daddy benar-benar mencemaskan mu tadi. Daddy sampai mencarimu kemana-mana, tapi tidak menemukan mu. Daddy khawatir terjadi sesuatu yang buruk. Tapi syukurlah, kau tidak apa-apa," ujar Jevian mengungkapkan kelegaannya.
Lalu Jevian menoleh ke arah Luke yang berdiri tak jauh dari posisinya. Jevian beranjak dan memperkenalkan dirinya yang disambut Luke dengan ramah. Luke mengungkapkan permohonan maafnya karena hampir saja menabrak Jefrey. Namun Jevian tidak mempermasalahkan sebab ia tahu semua yang terjadi bukan murni kesalahan Luke. Namun Luke tidak mau mengungkapkan tentang sang atasan yang ada di mobilnya. Mereka bukan warga negara itu, jadi ia pikir tidak perlu mengungkapkan semuanya. Yang penting mereka bertanggung jawab dan Jefrey tidak apa-apa.
Jevian berterima kasih atas pertolongan Luke. Kalau saja Luke tidak mengerem mobilnya dengan tepat, Jevian tidak dapat membayangkan bagaimana nasib putranya saat ini.
Setelah memastikan tak ada yang perlu ia lakukan lagi, Luke pun segera pamit. Namun tidak dengan Jevian. Ia justru diminta ke ruangan dokter untuk melengkapi identitas pasien. Selain itu, dokter ingin membahas mengenai kondisi fisik Jefrey.
"Setelah melengkapi identitas Jefrey, akhirnya dokter tersebut mendapatkan rekam medis Jefrey yang memang rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit itu.
"Jadi putra Anda sudah mengalami kelainan jantung sejak lahir?" tanya dokter itu speechless.
Jevian menghela nafasnya dan mengangguk.
"Tuan, apa akhir-akhir ini Jefrey sering mengalami sesak nafas, mudah kelelahan, atau ada hal-hal yang menurut Anda tidak biasa?" tanya dokter tersebut.
Jevian memang tidak melihat secara langsung, namun Lora sudah beberapa memberitahu kalau Jefrey beberapa kali kedapatan merasakan dadanya sesak. Walaupun tidak parah, namun apa yang dokter tanyakan itu benar terjadi.
"Benar dok, beberapa kali pengasuh Jefrey mendapati Jefrey merasakan nyeri di dadanya, seperti merasa sesak. Ia juga kerap mudah kelelahan," ungkap Jevian. "Bahkan beberapa kali juga saya bisa mendengar detak jantungnya yang berdebar," imbuh Jevian lagi.
__ADS_1
Dokter tersebut menghela nafasnya, "sebaiknya putra Anda segera menjalani pemeriksaan menyeluruh. Sebab gejala yang tadi Anda sebutkan mendekati gejala kebocoran jantung. Apalagi putra Anda sudah mengalami kelainan jantung sejak bayi. Pasti saat baru lahir, dokter sudah menyampaikan kekhawatirannya akan penyakit ini kan?"
Jelas saja Jevian tercengang. Padahal sebisa mungkin ia menjaga Jefrey dengan baik. Hal itu tentu saja untuk mencegah timbulnya penyakit ini.
Kebocoran jantung.
Penyakit yang merupakan momok mengerikan bagi Jevian. Apalagi yang harus mengalaminya adalah anak sekecil Jefrey. Tentu saja Jevian merasa amat sangat khawatir.
Jevian hanya bisa mengangguk. Ia hanya bisa berharap, kalaupun apa yang ia khawatirkan benar-benar terjadi, maka semoga saja ada jalan untuk pengobatan dan penyembuhan sang anak.
...***...
Keesokan harinya, akhirnya Jefrey menjalani serangkaian tes MRI jantung atau Magnetic Resonance Imaging jantung . Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran dua dimensi atau tiga dimensi organ jantung. Hasil MRI sendiri akan keluar dalam jangka waktu kurang lebih 1 Minggu.
Setelah menjalani serangkaian tes, akhirnya Jefrey pun tertidur lelap. Di saat Jefrey tidur, Jevian pun meminta salah seorang perawat untuk menjaga Jefrey selama ia pergi. Ia ingin melakukan sesuatu yang mungkin akan berdampak besar ada perusahaannya. Apalagi kalau bukan menemui Eve dan Tobey.
"Ada apa kau ingin menemuiku?" tanya Tobey yang sudah duduk di sofa single di ruang kerjanya. Sebenarnya Tobey baru tiba dari luar negeri semalam, tapi karena Jevian bilang ingin mengatakan sesuatu yang penting, Tobey pun menyempatkan waktu meskipun tubuhnya sedang benar-benar kelelahan saat ini.
"Apa Daddy sudah menghubungi Eve?" tanya Jevian mengabaikan pertanyaan Tobey.
Tobey melirik jam di pergelangan tangannya sambil mengangguk.
"Mungkin ia akan segera tiba," ujar Tobey yang semakin penasaran dengan apa yang ingin Jevian sampaikan.
Tak lama kemudian, pintu ruang kerja Tobey terbuka. Dari luar, Eve masuk begitu saja dan langsung berhambur ke pelukan sang ayah.
"Dad, apa kabarmu?" tanya Eve setelah melerai pelukan.
"Sedikit kurang baik. Kesehatan daddy sedikit terganggu akhir-akhir ini. Mungkin karena kelelahan. Dalam satu Minggu, Daddy harus terbang ke beberapa negara untuk melakukan sesuatu," ujar Tobey sambil mengambil cerutu dari atas meja dan membakarnya. Lalu ia menghisap cerutu itu, kemudian menghembuskan asapnya ke udara.
__ADS_1
Sungguh, Jevian merupakan orang yang tak suka dengan sesuatu yang berbau rokok. Termasuk cerutu. Meskipun ia lak-laki, tapi ia tidak menyukai rokok dan sejenisnya. Namun berbeda dengan Eve. Meskipun perempuan, ia bukan hanya suka mengonsumsi alkohol, tapi juga merokok. Bahkan tanpa sepengetahuan orang-orang, ia pun kerap mengkonsumsi obat terlarang.
"Kalau kau bagaimana? Hubungan kalian baik-baik saja kan?" tanya Tobey.
Dengan sangat santai, Eve mengangguk.
"Hubungan kami baik-baik saja, Dad."
"Hubungan kami tidak baik sama sekali, Dad," ujar mereka serempak membuat mata Eve terbelalak. Pun Tobey yang sudah mengerutkan keningnya.
"Jevian, apa maksudmu?" tanya Tobey dengan raut wajah menuntut penjelasan.
"Tidak ada ... " Belum sempat Eve menyelesaikan perkataannya, Tobey sudah lebih dulu mengangkat tangannya membuat Eve seketika terdiam.
"Jelaskan!" Tobey pun meminta Jevian meneruskan penjelasannya.
"Hubungan kami memang tidak pernah baik-baik saja, Dad. Oleh sebab itu, aku sudah memutuskan untuk menceraikan Eve dan mengakhiri pernikahan ini," ujar Jevian dengan amat sangat tegas dan lantang membuat mata Tobey dan Eve terbelalak.
Apalagi Eve, ia benar-benar tidak menyangka Jevian akan mengambil langkah seperti ini.
Setelah mengatakan itu, Jevian pun menjelaskan perjalanan rumah tangganya selama hampir 4 tahun ini. Dan yang menjadi puncak batas kesabaran Jevian adalah peristiwa yang menimpa anaknya kemarin. Jelas saja Tobey terkejut sehingga menatap tajam sang anak.
Namun biarpun tahu anaknya salah, Tobey tetap berusaha mempertahankan Jevian menjadi menantunya. Mau ditaruh di mana mukanya bila tersebar berita kalau putri semata wayangnya diceraikan oleh suaminya. Belum lagi, ia berharap banyak pada Jevian agar bisa meneruskan kepemimpinan perusahaannya. Bila Jevian memilih bercerai, kepada siapa lagi ia bisa mempercayakan perusahaannya kelak. Tidak mungkin kan pada cucunya sebab Jefrey saja masih sangat kecil.
"Tidak. Daddy menolak kau menceraikan Eve. Kau tidak lupa kan dengan perjanjian kita?" ancam Tobey dengan mata memicing tajam.
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1