
"Katakan, apa maksud dan tujuanmu memperdaya Rose dan mengatakan kalau aku adalah ayahnya?" tuntut Reeves dengan wajah datarnya.
Bukannya takut, Hose justru menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Kemudian ia terkekeh, "apa maksudmu? Aku ... Memperdaya Rose? Kau tidak mau mengakui anakmu sendiri?" balas Hose tersenyum sinis.
Kini giliran Reeves yang terkekeh, "anakku? Sejak kapan aku memiliki anak dengan Levin?" tanya Reeves dengan satu alis menukik tajam.
"Kau ... Kau memang pria kejam, bahkan anak sendiri pun tidak kau akui. Sungguh bodoh Levin mencintai laki-laki brengsekkk sepertu," ucapnya sedikit terbata. Namun sebisa mungkin ia bersikap seolah dirinya paling benar.
"Sudahlah. Berhenti bermain-main. Kau tahu bukan, aku bukan ayahnya. Kau menipunya dengan hasil test DNA dia dengan ayah biologisnya. Seolah-olah aku benar ayah kandungnya," ucap Reeves tegas. Lalu ia melemparkan hasil test DNA ia dan Rose beberapa waktu yang lalu. "Itu hasil test DNA yang asli. Sekarang kau mau apa? Kau masih ingin berbohong?" sergah Reeves dengan rahang mengeras.
"I-ini ... Kau pasti sudah merekayasa hasil test DNA ini. Kau tidak bisa menipuku." Hose masih dengan pendiriannya yang mengatakan kalau Reeves benar-benar ayah dari Rose.
Reeves menghela nafas panjang, "berhentilah main-main. Jangan pancing kemarahanku atau kau bisa berakhir saat ini juga!" sentak Reeves pelan, tapi sorot matanya begitu tajam dan menusuk. Membuat Hose terkesiap. "Tak perlu berkilah lagi, aku sudah tahu siapa ayah Rose sebenarnya. Jadi, aku harap bisa mendengar sendiri dari mulutmu mengapa kau sampai melakukan ini?"
Tiba-tiba rahang Hose pun mengeras, "jadi kau sudah tahu siapa ayah kandung Rose?" ujarnya sinis. "Wah, ternyata kau memang hebat. Aku tak menyangka kalau kau akan tahu secepat ini. Yah, aku adalah ayah kandung Rose. Dan kenapa kau sampai memperdaya Rose? Karena aku membencimu. Sangat membencimu," ucapnya dengan gemuruh amarah yang membara di netra Hose.
Reeves mengerutkan keningnya, "kenapa? Apa salahku? Bukankah kita tidak pernah saling mengenal sebelum ini?"
"Ya, memang kita tidak saling mengenal. Aku sebenarnya sepupu Levin dari sebelah ibu. Aku sudah menyukai Levin sejak kecil, bahkan saat remaja hingga dewasa kami pernah menjadi sepasang kekasih. Tapi ... kehadiranmu menghancurkan semuanya. Kau ... dengan ketampanan dan hartamu yang melimpah membuat Levin tergila-gila padamu. Karena kau, ia memilih meninggalkanku. Bahkan ia rela mengugurkan kandungannya demi bersamamu. Aku membencimu, sangat membencimu."
Jelas saja Reeves terkejut dengan pernyataan ini. Lalu ia mengingat usia Rose 2 tahun di atas usia Rainero. Sedangkan ia benar-benar meninggalkan Levin setelah Delena melahirkan Rainero dalam keadaan sekarat. Delena pun baru hamil setelah satu setengah tahun pernikahan mereka. Itupun bukan karena kesengajaan.
__ADS_1
Artinya Levin hamil sebelum mereka menikah. Setelah menikah memang Reeves dan Delena tinggal di kota lain atas perintah kedua orang tuanya. Ayahnya menugaskan dirinya mengelola perusahaan cabang di negara tersebut. Selama berpisah, mereka kehilangan komunikasi. Mereka lost kontak. Hingga 6 bulan kemudian, akhirnya ia diizinkan kembali oleh kedua orang tuanya. Di pertemuan kembali itu, ia kembali menjalin hubungan dengan Levin tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bahkan ia lebih sering bersama Levin dibandingkan Delena. Tapi ia tidak pernah melihat Rose. Sebenarnya Rose itu anak Levin dengan Hose atau anak perempuan lain dengan Hose sebagai ayahnya? Reeves benar-benar bingung.
"Tapi aku tidak tahu hal itu sama sekali. Levin sendiri saat mendekatiku tidak mengatakan apapun. Bahkan saat aku menanyakan apa ia memiliki hubungan dengan laki-laki lain, maka jawabannya adalah tidak."
"Ya, bagaimana ia akan berkata jujur. Itu sama saja melenyapkan kesempatannya untuk bersama denganmu."
Terdengar helaan nafas kasar di bibir Hose.
"Sebenarnya ini tidak murni kesalahanmu. Levin sendiri yang memang begitu tergila-gila padamu. Hingga suatu hari ia mendengar kau akan dijodohkan dengan putri seorang pengusaha besar. Levin yang khawatir lantas memaksaku menjalin hubungan secara diam-diam dengannya. Hingga suatu hari aku tahu tujuannya. Tujuannya agar ia segera hamil. Kau tidak pernah menabur benih sembarangan jadi tak ada kesempatan untuk hamil anakmu. Ia memanfaatkan ku agar bisa hamil dan meminta pertanggungjawaban darimu."
Hose terdiam sejenak. Reeves pun diam. Tapi ia tetap mendengarkan penuturan Hose.
"Ya, sesuai harapannya, Levin berhasil hamil. Namun saat ia mendapatkan kabar gembira itu, kau justru sulit ditemui. Setiap kali ia mencoba menemui mu selalu saja berakhir kegagalan. Hingga akhirnya ia tahu siapa dalang dari perbuatan itu. Ibumu lah yang memerintahkan orang untuk berjaga di sekitarmu. Setelah kau menikah, Levin sekali lagi berusaha menemui mu, tapi ternyata kau telah pergi jauh. Lalu ibumu secara pribadi menemui Levin dan mengancamnya untuk tidak berbuat macam-macam. Ibumu juga tahu mengenai kehamilan Levin yang bukanlah anakmu. Aku yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Levin lantas membawanya pergi jauh. Apalagi setelah Rose lahir, kami tampak seperti keluarga yang bahagia. Hingga suatu hari ia mendapat kabar kalau kau kembali. Obsesinya terhadapmu membuatnya memilih meninggalkan kami untuk kembali padamu. Karena itulah aku jadi sangat membencimu."
"Aku awalnya mengikhlaskan kepergiannya. Tapi saat ia kembali setelah kau tinggalkan, aku jadi marah. Aku marah padanya karena lebih memilih dirimu daripada aku dan Rose. Dan ... aku marah padamu. Mengapa ia lebih mencintai dirimu daripada aku. Padahal kau telah meninggalkannya, tapi cintanya tetap saja padamu. Bahkan ia tak pernah mau mengakui aku sebagai ayah dari Rose. Sampai sebelum meninggal pun, nama yang ia sebut tetaplah namamu. Aku sakit hati. Aku marah. Aku kecewa. Oleh sebab itu, karena Rose terlanjur mengetahui kau adalah ayahnya, aku pun memanfaatkannya untuk membalaskan dendamku. Dendam karena Levin lebih memilihmu dan sampai mati tetap mencintaimu. Aku membencimu. Sangat membencimu," pekik Hose sambil menjambak rambutnya sendiri.
Tiba-tiba Hose kehilangan kendali. Ia berteriak, tertawa, dan menangis sambil menyebut nama Levin. Para petugas polisi pun segera mengamankan Hose. Namun sesuatu tak terduga terjadi. Hose tiba-tiba merampas pistol dari pinggang salah satu petugas. Lalu ia menekan pelatuknya dan mengarahkannya pada Reeves.
Semua orang terkejut. Mereka ingin menghentikan tindakan Hose, namun suara letusan pun tiba-tiba menggema di ruangan itu. Reeves reflek menutup matanya.
"Tuan, tuan Reeves tidak apa-apa?" tanya seorang petugas polisi membuat Reeves akhirnya membuka mata.
__ADS_1
Ia memeriksa sekujur tubuhnya, ia tidak menemukan luka apapun. Ia sampai bingung sendiri. Namun, saat Reeves melihat ke depannya, matanya seketika terbelalak. Ternyata Hose telah terbaring dengan darah mengucur deras dari kepalanya. Lalu petugas polisi pun mengatakan kalau saat akan menekan pelatuknya, Hose dengan cepat mengarahkan moncong senjatanya ke kepalanya sendiri.
"Tuan Reeves," panggil Hose dengan nafas terputus-putus.
Reeves pun segera mendekat.
"Tuan, aku tahu aku banyak salah pada Rose. Aku mohon, maafkan dia. Kasihanilah dia. Ini semua ... murni salahku. Aku juga mohon, sampaikan permintaan maafku padanya. Terima ... kasih."
Setelah mengucapkan itu, Hose pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata terbuka lebar. Reeves shock bukan main. Ia bingung harus mengabulkan permintaan Hose atau tidak. Apalagi perbuatan Rose sudah sungguh sangat keterlaluan. Ia hampir saja melenyapkan nyawa Delena dan Shenina.
Reeves juga tak menyangka, kisah masa lalunya bisa berimbas hingga di masa sekarang. Reeves berharap, hal serupa tidak terjadi pada putranya-Rainero.
...***...
Rose menutup voice recorder yang diberikan Reeves. Sebelum menemui Hose, Reeves memang telah mengaktifkan voice recorder untuk merekam percakapan mereka di dalam sana.
Rose tergugu setelah mendengar rekaman tersebut. Ia tidak menyangka laki-laki yang ia pikir adalah pamannya adalah ayah kandungnya sendiri. Ia juga tidak menyangka kalau ibunya begitu terobsesi pada Reeves sehingga rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Dan yang lebih tidak ia duga sebelumnya, ternyata laki-laki yang ia kira ayahnya ternyata bukan siapa-siapa dirinya. Bahkan karena kebohongan yang diciptakan ibunya dan Hose membuatnya begitu membenci Reeves dan keluarganya. Hingga akhirnya ia tega mengkhianati Delena dan mencoba mencelakainya juga menantunya.
Rose merasa ia adalah manusia paling bodoh sedunia. Bagaimana bisa ia ditipu sedemikian rupa hingga akhirnya nekat melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Karena kebodohannya, ia jadi kehilangan kepercayaan Delena, wanita yang memperlakukannya begitu baik.
Rose tergugu seorang diri. Ingin marah, tapi pada siapa. Baru saja ia mengetahui fakta kalau Hose adalah ayah kandungnya, tapi laki-laki itu justru memilih mengakhiri hidup. Kini Rose benar-benar sendiri di dunia ini. Ia tidak memiliki siapa-siapa lagi.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...