Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
102. Gosip Yang Beredar.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Tuan Markus segera di bawa ke rumah sakit. Berkat pertolongan pertama yang di lakukan oleh Nitami, tuan Markus bisa bertahan hingga mendapatkan penanganan oleh dokter yang tepat, yaitu dokter ahli spesialis jantung.


Kedatangan tuan Markus bersama dengan Nitami dan keluarga Fardhan lainnya menjadi sorotan, namun Nitami tidak peduli akan hal itu. Keselamatan dan kesehatan tuan Markus sebagai pasien yang lebih utama baginya sebagai seorang dokter, bukan sebagai anggota keluarga Fardhan.


Begitu tuan Markus ada pada penanganan dokter yang tepat baginya, Nitami merasa sudah tidak di butuhkan lagi di sana. Dia pun berlalu pergi ingin meninggalkan tempat itu, namun sayangnya Davin mencekal tangan Nitami agar tetap tinggal. Tentunya beberapa perawat dan dokter yang kebetulan ada di sana melihat adegan tersebut.


Nitami terkejut sekaligus bingung karena pandangan mata semua orang yang tidak tahu hubungan mereka berdua, melihat ke arahnya. Sedangkan Davin tidak peduli tentang semua itu, yang ia inginkan Nitami berada di sisinya saat ini. Dia memerlukan dukungan dari wanita yang telah berhasil menempati hatinya dalam beberapa bulan ini.


"Apa yang anda lakukan, tuan?" Tanya bisik Nitami kepada Davin yang terus memegangi tangannya.


Nitami berusaha melepaskan genggaman tangan mereka, namun Davin lebih kuat memeganginya.


"Tetap diam di sini." Balasnya pelan dengan nada yang terdengar lembut.


"Temani aku." Ucapnya.


Nitami terdiam bukan karena perkataan Davin, tetapi dia merasakan tangan Davin bergetar. Nitami melihat ke arah tangan Davin yang bergetar memegangi tangannya.


'Tangannya bergetar, apa dia sedang takut?' Gumam Nitami di dalam hatinya.


Nitami melihat ke arah wajah Davin yang masih terlihat cemas dan takut dari arah sampingnya. Kembali ia melihat ke arah tangan yang masih bergetar saat menggenggam tangannya.


Ya. Davin kini sedang bergetar karena rasa camas dan takut yang berlebihan. Ia tidak kuasa melihat saat sang papa tumbang karena serangan jantung mendadak. Walaupun tidak banyak bicara, dia berusaha bersikap tenang pada situasi yang sedang ia alami. Di depan matanya sendiri ia melihat sang papa sedang sekarat melawan maut yang bisa datang kapanpun, di mana pun dan pada siapapun?


Nitami tahu Davin sangat shock saat ini, diapun menghela nafasnya. Sebagai seorang dokter, dia sering berjumpa dengan keluarga pasien seperti yang sekarang Davin alami. Davin belum siap untuk sesuatu yang ada di luar perkiraannya.


Walaupun dia marah, kecewa dan ingin membalas dendam pada Davin. Ia kalah pada jiwanya sebagai seorang dokter, untuk saat ini saja. Iya, untuk saat ini saja ia akan sedikit melunak pada Davin sebagai seorang dokter, bukan sebagai Nitami seorang istri yang ingin balas dendam terhadap suaminya.


Nitami membalas genggaman Davin untuk memberikan rasa tenang dan kekuatan bagi Davin menghadapi apa yang sekarang ia alami? Tentu saja gerakkan kecil Nitami itu dapat Davin rasakan. Diapun melihat ke arah sampingnya, di mana Nitami melihat ke arahnya.


Tatapan mereka pun bertemu, dengan sorot mata yang hanya mereka berdua dapat mengartikannya.


"Tuan Markus akan baik baik saja. Tenangkan dirimu." Ucap Nitami pelan dan lembut.


Davin memandang mata tulus dan hangat Nitami yang melihat ke arahnya. Dia dapat merasakan ketulusan dan dukungan yang di berikan oleh Nitami padanya.


"Terima kasih." Ucapnya.


Dengan tiba-tiba Davin memeluk Nitami, tentu saja membuat Nitami dan beberapa orang yang ada di sana terkejut bukan main. Beberapa orang yang tidak mengetahui hubungan antara Nitami dan Davin, pasti akan berpikir yang tidak-tidak. Namun lain halnya dengan nyonya Sandra, Diana dan Max yang mengetahui hubungan mereka berdua hanya diam saja.

__ADS_1


"Tuan… jangan seperti ini." Balas Nitami berusaha melepaskan pelukan mereka.


"Sebentar saja, biarkan seperti ini. Sebentar saja…!!" Pinta Davin dengan suara yang terdengar lemah dan bergetar.


Nitami diam dan tahu jika Davin sedang menahan gejolak yang ada di dalam hatinya saat ini. Begitu banyak masalah dan kejutan yang ia alami dari orang terdekatnya. Bagaimana bisa Davin akan baik baik saja dan bersikap tenang? Tentu dia akan merasakan begitu banyak bentuk emosi di dalam hatinya.


Nitami mencoba untuk diam tanpa membalas, dan memberikan Davin ruang dan waktu untuknya bisa menenangkan dirinya sendiri. Walaupun pelukkan Davin tidak Nitami inginkan dan tidak akan dia balas. Nitami mencoba diam saja.


Entah apa yang akan di pikirkan oleh orang lain yang tidak mengetahui hubungan mereka berdua? Nitami sudah pasti akan menjadi bahan gosip di rumah sakit Golden Healthy, mulai detik ini. Nitami masih diam dan mencoba menahan semuanya, di antara rasa kasihan dan geramnya yang datang secara bersamaan.


Cukup lama Davin menikmati pelukkannya pada tubuh Nitami yang hanya diam saja, tanpa mau membalasnya. Davin cukup tenang dan nyaman saat Nitami ada di sisinya, bersamanya di saat sulit hari ini.


Nyonya Sandra, Diana dan juga Max masih diam melihat ke arah pasangan suami istri yang sebelumnya tidak pernah sedekat sekarang. Nitami melihat ke arah ketiganya, Nitami mencoba memberikan isyarat kepada Max agar mau menegur tuannya yang sudah cukup lama memeluk dirinya, namun Max malah berpaling melihat ke arah lainnya.


Siapa yang berani akan menegur seorang Davin Attala Fardhan? Apalagi saat Davin berada pada zona aman dan nyamannya. Nitami tahu itu, tidak akan ada yang akan membantunya untuk saat ini. Harus ia sendiri yang turun tangan sekarang.


"Tuan. Apakah masih lama?" Tanya Nitami mencoba menyadarkan Davin akan posisi mereka saat ini.


Davin diam tidak bergeming pada zona aman dan nyamannya.


"Davin, tolong jangan seperti ini. Ini di rumah sakit, banyak orang yang memperhatikan kita." Ucap Nitami dengan kalimat yang tidak formal lagi pada Davin.


Davin mendengar tapi dia tidak peduli, tidak banyak kesempatan seperti sekarang akan ia dapatkan. Kapan lagi bisa memeluk tubuh Nitami dengan tenang dan nyaman? Nitami pasti akan terus menolak dan berontak padanya.


"Davin, kita bukanlah pasangan yang sedekat ini untuk terus berpelukan. Aku bisa saja melepaskan pelukan ini dengan paksa, namun jangan buat dirimu malu akan tindakan tegas dariku." Ucap Nitami dengan nada dingin.


Peringatan yang cukup Davin mengerti, Nitami tidak nyaman akan tindakan yang ia paksakan. Setidaknya Davin cukup tenang saat ini. Dia pun mengucapkan terima kasih sebelum melepaskan pelukannya.


"Terima kasih, terima kasih kau masih ada di sisiku sampai saat ini." Ucapnya, lalu melepaskan pelukannya.


Nitami memasang wajah datar dan tatapan matanya dingin melihat ke arah Davin yang juga melihat ke arahnya.


Tanpa berbicara apapun? Nitami berlalu dari tempat itu. Sudah cukup tugasnya hari ini, tidak ada lagi sikap untuk melunak pada Davin yang selalu memaksakan kehendaknya.


Davin berdiri dengan pandangan nanar melihat kepergian Nitami hingga menghilang dari pandangan matanya.


Beberapa detik kemudian dokter yang menangani tuan Markus keluar dari ruang ICU, untuk memberikan kabar tentang kondisi kesehatan tuan Markus.


"Bagaimana suami saya dokter?" Tanya nyonya Sandra yang berada paling dekat pada pintu ruang ICU tersebut.


"Tuan sudah melewati masa kritis nya. Berkat pertolongan pertama yang di lakukan oleh dokter Nita, jantung tuan Markus kembali stabil walaupun saat ini masih tidak sadarkan diri. Tapi semuanya baik baik saja, hanya butuh istirahat beberapa hari dan jangan biarkan ada kejutan yang memicu serangan jantung kembali." Ungkap dokter menjelaskan.

__ADS_1


Terlihat kelegaan pada wajah mereka semua.


"Terima kasih dokter." Balas nyonya Sandra dengan raut wajah yang terlihat tenang.


"Baiklah, tuan akan segera di pindahkan ke ruang perawatan. Saya permisi nyonya." Pamit dokter tersebut dan masuk kembali ke dalam ruang ICU.


Tuan Markus segera di pindahkan pada ruang VVIP khusus untuk keluarga Fardhan.


...------------------------------------------------...


…Keesokan Harinya…


Berita kedekatan Nitami dan Davin tersebar dengan cepat di dalam rumah sakit Golden Healthy. Sebenarnya bukan kedekatan itu saja yang menjadi pembicaraan, tetapi beberapa kedekatan yang tertangkap oleh mereka.


Hingga terdengar desas desus mengenai hubungan terlarang antara Nitami dan Davin pun menjadi perbincangan terhangat di rumah sakit tersebut.


'Apakah Nitami menjadi orang ketiga di dalam hubungan rumah tangga Davin dan Fransisca?'


'Nitami ternyata bukan wanita yang baik, seperti sosoknya selama ini.'


'Nitami tega merebut suami orang untuk menunjang kariernya menjadi dokter di rumah sakit Golden Healthy.


Dan masih banyak lagi praduga dan gosip yang tidak enak di dengar oleh telinga Nitami. Bagaimana pun Nitami yang berusaha cuek dan diam saja? Tetap saja hatinya tidak nyaman dengan pandangan mata semua orang terlihat muak dan berpura-pura baik padanya.


Bagaimana bisa ia meluruskan masalah ini? Apapun yang menjadi pembelaan darinya? Tidak akan menjadi jawaban yang membuat mereka puas dan dapat mengerti. Nitami seakan menjadi penjahat dan palakor perebut suami orang, sungguh miris nasib Nitami menjadi istri pertama yang tidak di akui.


Seperti saat ini, ketika Nitami ingin memeriksa pasien di ruang VVIP. Langkahnya terhenti karena mendengar perbincangan yang membuat telinganya panas akan gosip yang sedang beredar.


Beberapa perawat dan dokter wanita yang tidak menyukainya saat ini, sedang membicarakan dirinya. Nitami diam terpaku pada tempatnya, diam namun tidak bisa berbuat apapun? Tidak ada kebanggaan apapun untuk dirinya membela diri, mengakui dirinya yang sebenarnya. Bahkan membuat dirinya muak mengingat jika dia hanyalah istri pertama yang di tumbalkan.


Namun tidak begitu untuk seseorang yang terlihat geram dan marah. Dengan tiba-tiba Davin yang tidak sengaja ada di sana mendengar semua gosip tersebut. Dia marah dan geram akan gosip tentang Nitami yang tidak benar menurutnya, sedangkan Nitami hanya diam berdiri dan mendengarkan semuanya.


"Apa kalian aku gaji untuk bergosip?" Tanya Davin pada beberapa perawat dan dokter yang ada di meja jaga ruang VVIP itu.


Davin menarik tangan Nitami datang secara tiba-tiba, dan mengejutkan semua orang. Mereka terkejut dan langsung menunduk dalam diam seribu bahasa. Tatapan dingin dengan raut wajah datar Davin melihat mereka semua secara bergantian, untuk menandai mereka semua yang telah berani bergosip.


...****************...


...                                                                         ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2