Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
90. Mengungkapkan Perasaan.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Orlando***


Taman bunga yang ada di hadapannya tidak bisa memberikan rasa tenang dan nyaman pada Nitami. Sebuah informasi yang cukup akurat kini Nitami dapatkan dari sang sahabat Alesha.


"Apa yang sudah kamu lakukan Nitami? Bagaimana caranya kamu mengetahui nama nama yang sedang aku selidiki?" Tanya Alesha dari seberang telepon.


"Bagaimana penyelidikan yang kamu lakukan?" Balas tanya Nitami yang tidak ingin menyebutkan nama Alesha dengan sembarangan, karena dia masih sadar jika dirinya masih berada di mansion keluarga Orlando.


"Kamu tahu, nama nama itu adalah orang-orang penting yang terhubung dengan kerajaan Inggris. Di antara mereka adalah anggota keluarga bangsawan kerajaan Inggris kelas atas, yaitu keluarga bangsawan Damaresh."


"Apa yang kamu ketahui lagi?"


"Tidak banyak data pribadi yang bisa aku akses, tapi tiga di antara nama nama itu sudah meninggal di dalam sebuah pembantaian dan terserang penyakit yang mematikan."


"Kamu salah, satu tidak meninggal karena pembantaian, satu lagi tidak meninggal karena sakit keras. Itu hanya berita bohong. Ada kasus pembunuhan berencana di dalamnya." Ucap Nitami sedikit pelan dan berhati-hati pada sekitarnya.


Dia tidak ingin ada yang mendengar pembicaraannya. Alesha cukup terkejut akan pengakuan Nitami yang menurutnya tidaklah asal bicara saja.


"Aku yakin kamu pasti tahu sesuatu."


"Kita akan bahas ini nanti di mansion, aku harus menyelesaikan urusan Angel terlebih dahulu."


"Baiklah jika itu yang kamu mau." Setuju Alesha karena pembicaraan mereka sangat penting dan tidak bisa di ketahui oleh orang lain.


"Bagaimana urusanku bersama Davin? Aku ingin segera menyelesaikan urusan perceraian itu. Aku ingin secepatnya sebelum waktu kontrak kami selesai."


"Semua sudah di selesaikan oleh Teo, kamu harus yakin Teo bisa di andalkan."


"Terima kasih."


"Nitami, bagaimana urusan yang sedang kamu selidiki? apakah sudah mendapatkan titik terang."


"Iya sepertinya sudah, itu berkat bantuan dari nyonya Sandra dan juga kedua orang tuaku yang ternyata juga menyelidikinya."


"Iya, baiklah. Sebaiknya kita bicarakan ini di mansion saja. Aku harap semua urusanmu berjalan lancar dan hatimu tidak akan berubah, untuk melunak pada Davin kembali."


Nitami terdiam akan perkataan Alesha. Dia mengehela nafasnya perlahan, sebelum akhirnya mengucapkan sesuatu.


"Aku tidak akan kembali padanya ataupun melunak karenanya. Aku ingin memulai hidup ku yang baru, karena masih ada masalah baru yang menjadi tanggung jawabku saat ini. Aku harap seorang tumbal bisa di bebaskan dan hidup dengan bahagia." Balas Nitami yang memiliki harapan untuk bahagia.


"Aku yakin kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang kamu inginkan, Nitami. Kamu berhak bahagia dan memiliki pendamping hidup yang akan mencintai dan melindungi mu selamanya di masa depan."


"Aku harap doamu dapat terkabul. Baiklah aku tutup dulu, tolong lanjutkan penyelidikan itu. Cari tahu kondisi mereka yang masih hidup sekarang, aku ingin tahu bagaimana keluarga mereka hidup setelah tega membunuh keluarga mereka sendiri." Ungkap Nitami.


Nitami benar benar ingin tahu, bagaimana kondisi dari keluarga Damaresh yang hidup setelah rencana pembunuhan mereka? Itulah yang Nitami yakini setelah melihat rekaman video kedua orang tuanya. Pesan serta keinginan mereka berdua.


"Akan aku pastikan semua yang kamu inginkan, kamu dapatkan. Walaupun kamu tahu ini akan sangat sulit karena terhubung dengan keluarga bangsawan kerajaan Inggris."


"Terima kasih atas bantuan dan usaha yang kamu lakukan untukku."Ucap Nitami dengan ketulusan.

__ADS_1


"Aku akan selalu ada di pihakmu, Nitami."


"Aku tahu sahabat ku."


Sambungan telepon mereka pun terputus. Tanpa Nitami sadari Nicolas ada tepat di belakangnya.


"Sepertinya pembicaraan yang sangat serius dan rahasia!!" Tegur Nicolas sembari melangkah mendekati Nitami.


Nitami mencoba untuk bersikap tenang dan tidak terkejut akan kedatangan Nicolas yang secara tiba-tiba.


"Semua orang pasti memiliki rahasia, begitu juga dengan anda tuan." Balas Nitami dengan tenang.


Jawaban Nitami cukup dapat Nicolas mengerti, Nitami menginginkan Nicolas untuk tidak ikut campur akan urusan pribadinya. Apalagi ingin mengetahui rahasia yang baru saja ia bicarakan? Nicolas cukup mengamati saja.


Suasana menjadi hening sejenak, tatapan mata keduanya berada jauh pada taman bunga yang terlihat asri dan banyak bunga yang bermekaran.


"Aku ingin hak asuh Angel ada padaku. Kau tahu jika keluarga dari papanya mengetahui jika mereka memiliki cucu dari putra mereka, sudah di pastikan Angel akan berusaha mereka rebut dari keluarga kami." Ungkap Nicolas, dia memikirkan nasib Angel ke depannya.


Nitami melihat ke arah Nicolas yang ada di sampingnya, Nitami tahu masalah ini akan panjang dan sulit jika keluarga Dickson mengetahui keberadaan Angel.


"Aku ingin menjadikan Angel putriku dan bukan putri dari adikku dan suaminya. Itu satu satunya jalan untuk menempatkan posisi Angel agar aman dari keluarga Dickson."


Nitami tahu masalah ini, dia juga setuju jika Angel di asuh oleh keluarga Orlando. Dia pernah bertemu satu kali dengan tuan besar Dickson yang terlihat kejam dan tegas. Nitami tidak cukup percaya jika Angel aman berada di dalam pengasuhan keluarga Dickson.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk Angel? Saya pasti akan mendukungnya." Balas Nitami sedikit lesu, dia menyadari jika dirinya tidak memiliki hak penuh terhadap Angel.


Nicolas melihat ke arah sampingnya, di mana Nitami sedang menatap lurus ke halaman yang ada di hadapan mereka.


Nitami sontak menatap ke arah Nicolas, kini tatapan mereka bertemu. Nitami tahu maksud Nicolas, dan itu memang perlu di lakukan dalam pengasuhan Angel. Nitami hanya berharap Nicolas mendapatkan wanita yang dapat mengasuh Angel dengan tulus.


"Itu bagus tuan, Angel memang memerlukan seorang ibu untuk bisa memberikannya kasih sayang dan cinta." Balas Nitami membenarkan niat Nicolas.


Tanpa Nitami ketahui jika niat Nicolas berbeda dari apa yang Nitami pikirkan? Nicolas mengatakan itu semua bukan tanpa alasan, dia menginginkan Nitami menjadi pendamping hidup dan ibu asuh untuk Angel. Nicolas berani berkata seperti itu, karena dia yakin Nitami sebentar lagi akan berpisah dari Davin.


Gugatan cerai yang di layangkan oleh Nitami untuk Davin, sudah ia ketahui. Nicolas berharap perceraian itu terjadi, karena dia tahu Nitami tidak pernah bahagia bersama dengan Davin. Nitami tidak pernah di harapkan kehadirannya, jadi dia sangat mendukung perceraian mereka.


"Tapi aku memerlukan waktu yang mungkin cukup lama dan sulit untuk mewujudkannya."


Nitami kembali melihat ke arah Nicolas, begitu juga Nicolas yang ikut melihat ke arahnya.


"Calon ibu asuh dan calon istriku. Masih memiliki urusan yang harus dia selesaikan, dan butuh waktu yang aku tidak tahu sampai kapan akan selesai." Ungkapnya.


Nitami mengerti, di dalam hatinya menebak jika wanita yang di cintai oleh Nicolas mungkin belum siap untuk menikah.


Kembali Nitami mengingat perbincangan antara Nicolas dan Levi kemarin yang tidak sengaja ia dengarkan. Dia bisa mendengar kalau Nicolas mengatakan jika suka kepadanya di hadapan Levi, entah itu benar atau tidak. Nitami pun tidak tahu akan kebenaran perasaan Nicolas tersebut.


'Aku tidak bisa menjadikan perbincangan itu sebagai patokan. Mungkin saja tuan Nicolas hanya membantu ku agar dokter Levi tidak mendekatiku. Bukan artinya tuan Nicolas benar-benar menyukaiku, seperti yang aku dengarkan.' Gumam Nitami di dalam hatinya.


Pandangan matanya lurus ke depan, sedangkan Nicolas melihat ke arah Nitami dan mencoba membaca mimik wajah Nitami yang mungkin saja berubah.

__ADS_1


Nicolas sebenarnya tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi, dia ingin segera mengungkapkan perasaan hatinya kepada Nitami. Nicolas ingin Nitami tahu akan perasaan hatinya saat ini, Nicolas ingin Nitami tahu jika dia mencintai Nitami dengan tulus dan sudah sejak lama.


'Apakah mungkin sekarang aku mengungkapkan perasaan ku ini? Bagaimana jika dia menolaknya?' Gumam Nicolas di dalam hatinya, dia ingin mencari pertimbangan pada hatinya sendiri.


'Tidak mungkin aku menyerah begitu saja, walaupun dia menolak perasaan ku ini. Itu wajar karena dia tidak memiliki perasaan yang sama seperti diriku, apakah setelah dia tahu perasaanku? Aku bisa membuat dia jatuh cinta kepadaku.' Gumam Nicolas masih di dalam hatinya.


'Ini sungguh sulit bagiku, aku lebih baik dan mudah untuk di perintahkan membunuh seseorang dari pada harus menghadapi wanita dan perasaan hatiku sendiri.' Gumam Nicolas berbicara sendiri pada hatinya.


Di saat Nicolas sedang berperang dengan hati dan pikirannya, Nitami menangkap gelagat yang tidak beres pada raut wajah Nicolas.


'Ada apa dengannya?' Gumam Nitami di dalam hatinya melihat perubahan raut wajah Nicolas.


"Tuan…!!" Panggil Nitami ingin menyadarkan Nicolas pada kenyataan yang ada.


Nicolas melihat ke arahnya, rasa gugup tiba-tiba datang menyerangnya saat melihat wajah Nitami yang melihatnya intens. Dia harus mengungkapkan perasaan hatinya, dia tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Dia tidak ingin menyesal karena terlalu lama memendam perasaannya terhadap Nitami.


"Ada apa tuan?"


Nicolas masih diam, dia ingin mengungkapkan perasaan hatinya. Tapi mulutnya seakan tertutup rapat dan tidak dapat di gerakan sama sekali. Nicolas membenci dirinya saat ini.


"Kalau tidak ada yang di bicarakan lagi, saya akan kembali untuk membawa pulang Angel. Sebentar lagi malam, dan saya ada urusan yang harus di selesaikan." Ucap Nitami memberikan informasi pada Nicolas.


Nicolas masih tetap diam pada pandangan matanya melihat lekat wajah Nitami.


Nitami tahu Nicolas akan tetap diam, diapun ingin melangkah. Namun ucapan Nicolas menghentikan langkahnya.


"Aku ingin kau menjadi ibu asuh Angel." Ucap Nicolas dengan cepat dan dalam satu kali tarikan nafasnya.


Langkah Nitami terhenti, dia melihat ke arah Nicolas yang juga melihatnya serius.


"Apa yang tuan katakan?" Tanya Nitami, dia takut salah mendengar.


Nicolas menelan salivanya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Ini sungguh sangat sulit bagi Nicolas, lebih baik dia di perintahkan untuk membunuh seseorang dari pada harus menembak seorang wanita, dan mengungkapkan perasaannya, seperti sekarang ini. Gugup sudah pasti itu yang Nicolas rasakan sekarang.


"Aku ingin kau menjadi ibu asuh Angel yang sah di mata hukum." Ulang Nicolas dengan tegas dan sikap yang ia buat setenang mungkin.


'Dia ingin aku menjadi ibu asuh Angel yang sah di mata hukum!! Apa dia tidak salah bicara?' Gumam Nitami di dalam hatinya tidak percaya akan perkataan Nicolas saat ini.


Bagaimana mungkin Nitami dapat mempercayai ucapan Nicolas yang secara tiba-tiba tersebut? Nitami hanya menatap intens wajah dan mata Nicolas, dia ingin mencari kebohongan di dalam sorot mata Nicolas, namun tidak ia dapatkan. Nicolas terlihat serius dan jujur akan ucapannya saat ini. Nitami masih belum bisa mempercayainya.


Bagaimana ini? Apa ini? Bagaimana mungkin? Banyak pertanyaan yang singgah di dalam pikiran Nitami saat ini. Apa yang akan menjadi jawaban dari Nitami?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2