Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
72. Kebenaran Jati Diri Angel.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Larzo***


Nitami tersenyum bahagia bisa bertemu dengan si cantik Angel. Dia berencana akan menginap di mansion keluarga Larzo, terlalu malas dirinya untuk pulang ke mansion keluarga Fardhan.


Sudah di pastikan jika Davin dan juga Fransisca pasti akan mengganggu dirinya. Nitami sudah cukup pusing menghadapi ulah sepasang suami istri itu. Sudah cukup baginya menjadi istri kontrak yang sebentar lagi akan selesai.


"Tante cantik…!" Panggil Angel berlari dari arah dalam mansion menyambut kedatangan Nitami.


"Hallo sayangku." Balas Nitami duduk bersimpuh dan merentangkan kedua tangannya menyambut Angel yang berlari ke arahnya.


Rasa lelahnya hilang setelah melihat dan memeluk tubuh kecil Angel.


"Apa kabarmu sayang?" Tanya Nitami sembari mencium gemas kedua pipi gembul Angel.


"Baik tante. Angel rindu banget sama tante." Balas Angel tersenyum manis.


"Tante juga rindu sama Angel. Angel sudah jadi anak yang pintar."


"Iya tante, Angel jadi anak yang nurut dan pintar. Iyakan, Kiara." Ucap Angel melihat ke arah Kiara yang di belakangnya. Kiara hanya mengangguk malu ke arah Nitami.


"Hai Kiara, apa kabar?" Tanya Nitami dengan senyum manis dan mengulurkan tangannya kepada Kiara yang terlihat malu malu melihat interaksi Angel bersama Nitami.


"Kiara baik, nyonya." Balas Kiara menyambut uluran tangan Nitami.


Nitami menarik lembut tangan mungil Kiara, gadis cantik dengan rambut panjangnya itu melangkah masuk ke dalam pelukan Nitami.


Nitami mencium gemas kedua pipi Kiara, kini kedua gadis cantik Angel dan Kiara berada di sisi kiri dan kanan Nitami.


"Jangan panggil nyonya, panggil tante saja. Sama seperti Angel." Ralat Nitami. Namun setiap mereka bertemu Kiara akan tetap memanggil Nitami dengan panggilan nyonya.


Kiara terdiam, namun pandangan matanya melihat ke arah papa mamanya yang berdiri tidak jauh dari mereka. Nitami mengikuti arah pandangan mata Kiara, dia tahu maksud dari tatapan mata Kiara.


"Paul, Kirana. Apakah Kiara tidak boleh memanggil ku dengan panggilan tante?" Tanya Nitami pada Paul dan Kirana sebagai kedua orang tua Kiara.


"Maaf nyonya, itu tidak sopan bagi kami." Jawab Paul sedikit kikuk.


Nitami tersenyum ke arah mereka. "Ini perintah dariku, dan kemauanku sendiri. Apa kalian mengerti." Ucap Nitami.


Paul dan Kirana saling memandang, lalu melihat kembali ke arah Nitami. Paul tidak bisa membantah perintah yang di katakan oleh Nitami.


"Jika itu yang nyonya inginkan, baiklah. Terima kasih nyonya, anda selalu baik kepada kami." Balas Paul setuju, dia lalu melihat ke arah putrinya yang masih melihat ke arahnya.


"Kiara boleh panggil tante pada nyonya Nitami." Ucap Paul memberikan izin pada putrinya.


Kiara dan Angel tersenyum senang dan saling memandang. Lalu pandangan mereka berdua melihat ke arah Nitami.


"Coba panggil tante, Kiara!" Perintah Nitami memandang intens wajah mungil Kiara.


"Tante cantik." Panggil Kiara lembut dan malu-malu.


Nitami tersenyum dan senang. Kini dia merasa mempunyai dua orang putri, walaupun bukan putri kandungnya. Itu sudah lebih dari cukup membuatnya bahagia.


Nitami mencium sayang pipi Angel dan Kiara secara bergantian.


"Ini tante bawain dua es cream dan kue coklat buat kalian." Ucap Nitami sembari menunjukkan dua peparbag yang ia bawa.


"Hore, terima kasih tante." Balas Angel dan Kiara senang karena mendapatkan oleh-oleh dari Nitami. Kedua gadis itupun mencium kedua pipi Nitami secara bersamaan.

__ADS_1


"Baiklah, kalian makan es cream dan kue nya bersama mama Kirana dulu ya…, karena tante harus bertemu dengan tante Alesha dulu. Setelah urusan tante selesai, baru kita main bersama, oke…!!" Ucap Nitami. Dan di jawab anggukkan kepala oleh keduanya tanda mengerti.


Kedua gadis kecil itupun pergi bersama dengan Paul dan Kirana ke taman belakang, di sana sudah di buatkan taman bermain anak oleh Alesha untuk mereka. Alesha juga merasa senang dan bahagia akan kehadiran dua bocah yang menggemaskan tersebut.


...--------------------------------...


…Ruang Kerja Alesha…


"Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Alesha pada Nitami. Kini mereka duduk saling berhadapan.


"Terpaksa aku mendekatinya dan keluarganya. Hanya itu satu-satunya cara agar tahu kejelasan dari semua masalah ini. Selain itu aku sudah melakukan tes DNA padanya dan juga Angel. Semoga ada harapan." Ucap Nitami membalas.


"Setidaknya ini salah satu jalan untuk membalas keluarga Fardhan. Aku yakin mereka sudah mendapatkan seseorang yang susah untuk mereka lawan. Semoga ini berjalan lancar." Ungkap Nitami dengan tatapan dinginnya.


Alesha tahu Nitami serius kali ini.


"Apa kamu yakin akan membalas mereka?"


"Sangat yakin, keluarga itu harus mendapatkan balasan dari setiap perbuatan kejam mereka pada semua wanita yang tidak bersalah, sama sepertiku."


"Nitami, bagaimana jika tuan Nicolas yang kita curigai tidak mendukung rencana kita? Kamu tahukan siapa dia?" Tanya Alesha sedikit khawatir.


Alesha tahu, Nicolas dan anggota mafianya tidak dapat dia lawan begitu saja. Nicolas banyak menjalin kerja sama dengan anggota mafia dari luar negeri. Banyak anggota mafia besar yang di takuti tunduk pada Nicolas.


"Aku tahu Alesha. Kamu tahu Alesha, aku dan tuan Nicolas pernah bertemu sebelumnya."


"Apa, bagaimana bisa?" Tanya Alesha terkejut sehingga memajukan tubuhnya.


"Beberapa tahun yang lalu, saat aku menjadi dokter relawan di Inggris. Aku menyelamatkan dia dari kecelakaan dan orang-orang yang mengejarnya di sebuah hutan."


Alesha dan Teo kini saling memandang. Keduanya tidak percaya jika Nitami pernah bertemu dan menyelamatkan nyawa seorang bos mafia yang terkenal di Inggris.


"Aku hanya menolong dia karena aku seorang dokter yang tidak bisa melihat pasien sekarat, tanpa tahu siapa dia sebenarnya? Keselamatan dari seseorang adalah prioritas utama bagiku, hanya itu yang ingin aku lakukan."


"Jadi malam saat di pesta kalian sudah saling mengenal?"


"Tidak." Geleng Nitami.


Lagi-lagi Alesha dan Teo saling memandang heran.


"Baru tadi siang aku mengetahui itu, tuan Nicolas sendiri yang mengingatkan ku pada kejadian itu. Aku seketika teringat akan perkataan dari dokter relawan yang menjadi temanku di Inggris. Dialah yang mengatakan jika pria yang aku tolong itu adalah pria yang cukup berpengaruh di dunia bisnis dan dunia bawah yang ada di Inggris." Jelas Nitami singkat.


"Lalu apa yang kamu katakan saat dia mengingatkan mu akan pertemuan awal kalian?"


"Tidak ada, aku hanya berusaha bersikap biasa saja dan tenang. Agar semuanya berjalan mengikuti alur yang sudah kita atur. Kebenaran itu di luar perkiraan kita."


"Sepertinya, jalan kita di permudah Nitami." Ucap Alesha tersenyum. Dia mengingat bagaimana tatapan Nicolas pada Nitami di malam pesta itu.


Pada saat itu, Alesha pikir hanya tatapan biasa karena tiba-tiba ada Nitami yang duduk pada meja Nicolas. Siapa yang tidak mengenal Nicolas? Tuan muda keluarga Orlando yang terkenal sangat susah untuk di dekati.


"Apa maksudmu?" Nitami mengerutkan keningnya melihat ke arah Alesha.


"Coba kamu dekati dia, sepertinya aku melihat. Tuan Nicolas memiliki ketertarikan padamu." Tebak Alesha.


Nitami tersenyum tipis tidak percaya akan ucapan Alesha.


"Tidak mungkin. Kami hanya bertemu dua kali. Mana bisa di katakan jika dia tertarik padaku." Balas Nitami tidak percaya.

__ADS_1


"Dengar Nitami, apa yang menjadi kecurigaanku tidak pernah salah? Kau bisa coba buktikan itu, agar kau percaya." Ucap Alesha menyandarkan duduknya dengan santai.


Nitami menatap sang sahabat, apa yang Alesha katakan? adalah benar. Semua yang di curigai oleh Alesha adalah kebenaran yang mutlak. Tetapi untuk urusan perasaan seseorang Nitami tidak bisa percaya akan kecurigaan Alesha.


"Ayolah Nitami. Jika rencana kita berjalan dengan lancar. Tuan Nicolas adalah pria yang cocok untukmu."


"Jangan omong kosong, Alesha. Mana mungkin tuan Nicolas akan tertarik pada wanita yang sudah pernah menikah seperti diriku. Di luar sana masih banyak wanita yang cantik untuknya."


"Tetapi dia kan tidak tahu kalau kamu sudah menikah."


"Kamu salah." Balas Nitami, Alesha mengerutkan keningnya melihat ke arah Nitami.


"Tadi siang Davin sudah mengatakan kebenaran itu pada tuan Nicolas, di saat kami sedang makan siang bersama di kamar perawatan tuan Nicolas." Jelas Nitami.


"Davin mengatakan dan mengakui jika kamu adalah istri pertamanya." Ucap Alesha tidak percaya.


"Iya." Angguknya.


"Sialan Davin keparat. Apa tujuannya melakukan itu?" Geram Alesha.


"Aku juga tidak tahu." Geleng Nitami.


"Dia hanya ingin menjeratku dan mempermalukan ku saja mungkin."


"Tidak, kau salah Nitami."


"Apa maksudmu?" Raut wajah Nitami tidak mengerti. Salah di mana?


"Davin berbuat seperti itu, karena dia sedang cemburu pada Nicolas. Mungkin saja dia menangkap sesuatu pada sikap Nicolas padamu." Alesha tersenyum nakal.


"Jangan mulai bicara yang tidak tidak Alesha." Tolak Nitami.


"Ayolah Nitami, tuan Nicolas pria yang sangat cocok untukmu dan aku setuju jika kamu bersamanya."


"Ingat satu hal, Alesha. Aku wanita yang sudah pernah menikah. Harapan yang kamu sebutkan itu terlalu jauh untuk aku jangkau."


"Baiklah, baik. Terserah padamu saja. Tapi kamu harus tahu dan ingat takdir serta jodoh kita tidak ada yang tahu."


"Lalu, kapan kamu akan menemui orang tua Nicolas. Untuk mulai mengungkapkan kebenaran ini." Tanya Alesha kembali.


"Secepatnya, sebelum aku pulang tadi. Aku sudah menghubungi nyonya besar Orlando, untuk membuat janji bersamanya. Aku di terima dan di minta datang ke mansionnya besok siang."


"Itu bagus, semoga apa yang kami selidiki tidak salah? Aku harap Angel dapat menemukan keluarganya kembali."


Alesha dan Teo di minta untuk menyelidiki latar belakang keluarga kedua orang tua Angel yang sudah meninggal dunia, akibat kecelakaan yang di alaminya bersama Davin.


Alesha menemukan jika mama kandung Angel, memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Orlando. Alesha juga menyelidiki jika Nicolas Orlando memiliki seorang adik perempuan yang sudah lama di usir dari rumah, akibat pernikahan yang di tentang keras oleh keluarga Orlando.


Untuk memastikan itu, mereka harus bertanya langsung kepada keluarga Orlando. Khususnya kedua orang tua dan kakak dari mama kandung Angel sendiri. Apakah itu benar atau tidak? Kebenaran jati diri Angel harus terungkap.


Apakah benar mama kandung Angel adalah putri kedua dari keluarga Orlando? Hanya jawaban dari mereka yang akan menentukan nasib dan kelangsungan hidup dari Angel kedepannya. Tetapi jika informasi itu salah, Nitami dan Alesha akan siap tetap mengasuh Angel hingga dewasa kelak.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2