
***Mansion Keluarga Orlando***
Langkah Nitami terhenti akan perkataan Levi. Tanpa membalik tubuhnya, Nitami menjawab perkataan tersebut.
"Sudah sangat jelas, anda tahu apa yang menjadi jawaban saya, dokter Levi?" Balas Nitami tanpa melihat ke arah belakang, di mana Levi berdiri tidak jauh darinya.
"Tidak bisakah kau pikirkan kembali." Ucapnya masih berusaha.
"Aku sudah berubah, dan tidak seperti dulu lagi. Perubahanku ini berkat dirimu, aku harap masih ada kesempatan untukku dan untuk mu juga. Aku yakin kita bisa menjalani semua itu dengan baik." Ucap Levi dengan cepat menyambung perkataannya.
Nitami tahu bagaimana kegigihan seorang dokter Levi Massimo, dokter yang terkenal akan kedisiplinan, ketegasan dan tanggung jawab yang tidak pernah lepas darinya. Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, karena dia tahu Levi tidak akan mudah untuk menyerah begitu saja. Lari bukanlah jalan yang tepat untuk Nitami dalam menghadapi Levi.
"Keputusan saya sejak dulu dan sekarang, masih tetap sama. Di luar sana masih banyak yang lebih baik dari saya, jadi silahkan mencari yang lain. Saya tetap pada jawaban saya yang dulu, yaitu tidak."Jawab Nitami dengan nada tegas tanpa melihat ke arah Levi.
"Kau masih tetap sama seperti dulu. Selalu dingin padaku, aku menyesal tidak bisa bersikap lebih baik padamu dan menjadi lebih dekat seperti yang lainnya. Aku menyesali semua tindakanku selama kita bersama dulu, aku minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu." Ucapnya dengan nada tulus.
Nitami diam, dia tidak ingin mengatakan apapun? Sudah cukup jelas jawabannya untuk Levi. Nitami berlalu begitu saja, walaupun sikapnya tidak sopan. Nitami tidak peduli, dia hanya mengikuti apa kata hatinya?
"Tunggu…dokter Saila…!" Panggil Levi ingin melangkah menyusul Nitami. Namun langkahnya terhenti akan cekalan kuat tangan Nicolas.
"Cukup jelas apa yang menjadi jawabannya padamu?" Ucap Nicolas tegas sembari mencekal kuat lengan Levi.
Levi melihat ke arah lengannya. Lalu beralih melihat ke arah wajah Nicolas yang menatapnya tajam dan dingin.
"Ini bukan urusanmu." Balas Levi sembari melepaskan cekalan tangan Nicolas dari lengannya.
Tatapan Levi tidak kalah tajam dan dingin memandang Nicolas.
"Itu akan menjadi urusanku, jika berkaitan dengan Nitami." Balas Nicolas dengan tegas.
Kini Levi berdiri menantang dengan kedua tangan berada pada pinggangnya. Dia menatap Nicolas intens, ada yang berubah dari sikap sepupunya tersebut.
Iya, Levi Massimo adalah adik sepupu Nicolas Orlando, mereka hanya berpaut usia dua tahun. Mereka memiliki hubungan keluarga dari nyonya Navya dan tuan besar Massimo. Nyonya Navya Massimo Orlando adalah putri pertama dari keluarga bangsawan Massimo. Sedangkan papa dari Levi yaitu tuan besar Alex Massimo adalah putra kedua keluarga Massimo, dan satu lagi Erick Massimo adalah putra ketiga keluarga Massimo.
Karena kesibukan mereka berdua, mereka jarang bertemu walaupun berada di negara yang sama yaitu Inggris. Terkadang keluarga Orlando lama tinggal di negara Jepang, negara asal leluhur dari keluarga Orlando. Keluarga Orlando adalah keturunan bangsawan kerajaan Jepang, namun dari garis keturunan seorang selir pangeran terdahulu kerajaan Jepang.
Mereka lebih sering menetap di kota A, kota kelahiran tuan Orlando dan negara Inggris negara asal nyonya Navya Orlando. Namun walaupun Nicolas memiliki darah keturunan dari bangsawan kerajaan Inggris dan Jepang, dia tidak terlalu ingin ikut campur dan masuk pada jajaran para bangsawan kerajaan Inggris ataupun kerajaan Jepang. Nicolas lebih bangga berdiri sendiri pada tempat yang ia inginkan seperti sang papa, tuan besar Orlando.
"Jangan katakan kau tertarik pada dokter Saila." Ucap Levi memicingkan matanya melihat ke arah Nicolas.
"Jika aku katakan iya, apa ada masalah denganmu?" Ucap tantang Nicolas tegas tidak mau kalah dari Levi. Jika itu dalam urusan memperebutkan Nitami.
Levi tersenyum yang di iringi oleh tawa renyahnya. Nicolas mengerutkan keningnya menatap Levi karena tiba-tiba tertawa.
"Apa yang lucu?"
__ADS_1
"Kau…" Ucap Levi mempertegas jawabannya dengan menunjuk ke arah Nicolas.
Levi kini melangkah ke arah sofa yang ada di dalam kamar tersebut, dia duduk dengan santai pada pinggiran sofa samping dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Apa ini pertanda kau sudah menentukan tambatan hatimu?" Ucap Levi dengan santainya.
Nicolas masih memandang heran pada Levi, apa maksudnya? Mengapa tidak ada reaksi marah pada raut wajah Levi saat ini?
"Apa Kau menyukai dokter Saila? Hanya suka atau cinta?" Ucap tanya Levi kepada Nicolas.
"Keduanya."
Levi tersenyum sembari mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti jawaban Nicolas yang sangat tegas dan jelas.
"Dokter Saila memang memiliki aura yang sangat kuat, aku terkesan. Dia bisa menaklukkan hati seorang Nicolas Orlando, tuan muda Orlando yang terkenal dingin, angkuh dan kejam pada setiap orang. Kini tunduk dan bisa jatuh cinta pada seorang dokter cantik serta jenius seperti dokter Saila."
Nicolas masih diam mengamati dan mendengarkan apa yang ingin di ucapkan oleh Levi selanjutnya?
"Lalu bagaimana dengan nona muda Edmee Ballard? Bukankah dia kandidat yang akan menjadi calon tunanganmu di masa depan." Ucap Levi mengingatkan akan kebenaran yang selalu ingin Nicolas hindari.
Pertunangan Nicolas bersama nona muda dari keluarga bangsawan Ballard adalah kesepakatan politik dan bisnis dari kedua tetua dari kedua keluarga bangsawan tersebut. Nicolas jelas menentang keras rencana pertunangan itu, sedangkan nona muda Edmee Ballard tidak memiliki jawaban pasti, dia hanya mengikuti apa yang sudah di atur untuknya?
Sebenarnya Nicolas dan Edmee adalah teman masa kecil hingga mereka beranjak remaja, mereka bisa berteman karena hubungan baik dari kedua keluarga bangsawan tersebut. Pada saat kuliah mereka berpisah karena menempuh jurusan dan universitas yang berbeda. Mereka di pertemuan kembali pada acara tahunan keluarga para bangsawan Inggris.
"Kau tahu apa yang menjadi jawabanku? Aku menolak keras pertunangan itu. Aku tidak ingin berada di dalam wilayah para bangsawan, aku ingin menentukan sendiri wanita yang akan menjadi pendamping hidupku di masa depan." Balas Nicolas menjelaskan penolakannya.
"Itu bukan urusanmu. Kau yang lebih mengenal siapa dan bagaimana aku yang sebenarnya?"
"Apa kau pikir bisa menentang keputusan Opa kita?"
"Apa kau pikir aku tidak bisa?"
"Nico, aku tahu kau sangat anti dan tidak suka berada di tengah tengah para keluarga bangsawan. Namun tidak bisa di pungkiri, di dalam tubuhmu itu mengalir kental darah seorang bangsawan. Bahkan bangsawan dua negara. Apa kau sudah lupa akan hal itu?"
"Tidak. Aku tahu dan sadar akan hal itu. Tapi kau harus ingat Opa tidak berhak menentukan masa depan dan jodoh untukku, karena aku hanya cucu dari putri perempuan Opa. Yang seharusnya Opa perhatikan adalah kau dan juga Javier, kalian yang seharusnya lebih Opa perhatikan akan jodoh masa depan kalian." Ungkap Nicolas mengingatkan.
Levi dan Javier adalah cucu terdekat dari putra kedua dan ketiga keluarga Massimo. Jadi yang lebih berhak meneruskan garis keturunan bangsawan keluarga Massimo adalah Levi dan Javier. Bukan dirinya Nicolas Orlando, cucu dari putri pertama keluarga Massimo.
"Kau tidak tahu maksud Opa berbuat seperti itu padamu" Balas Levi ingin mengingatkan siapa Opa mereka yang terkenal tegas dan selalu di hormati oleh para bangsawan kerajaan Inggris lainnya? Sesepuh tuan Daniel Massimo.
"Justru aku tahu tujuan Opa berbuat seperti itu, dia hanya ingin garis keturunan dari mama tidak keluar dari jajaran keluarga bangsawan kerajaan Inggris, dengan pernikahan yang mempersatukan dua keluarga bangsawan Ballard dan Massimo. Akan memperkuat posisi kedua keluarga, dan juga posisi mama yang menjadi putri pertama keluarga Massimo masih di pandang terhormat oleh para bangsawan lainnya. Itulah tujuan Opa, apa kau pikir aku tidak tahu." Ungkap Nicolas.
"Jika kau tahu itu, mengapa kau tidak mendukung posisi tante Navya agar tetap menjadi putri bangsawan."
"Apa kau pikir mamaku akan mengorbankan putranya hanya karena posisi itu?"
__ADS_1
Levi terdiam, dia sangat tahu bagaimana nyonya Navya yang sangat menyayangi putra putrinya tersebut.
"Jika memang aku dan keluargaku gila akan posisi bangsawan, untuk apa papaku tidak menyetujui pernikahan Nadira bersama putra keluarga bangsawan Dickson?"
"Kau benar, aku juga berharap tidak memiliki nasib seperti dirimu. Lalu bagaimana dengan nona Edmee, apakah dia bisa menerima penolakanmu ini? Apa kau tidak mendengar kabar yang beredar, jika nona Edmee menyukaimu?"
"Aku tahu itu, aku tidak peduli. Ini hidupku, aku yang akan menentukan dan menjalaninya sendiri, mengikuti apa yang aku kehendaki?"
Nicolas dan Levi saling memandang dalam diam sejenak, hingga akhirnya Nicolas membuka suaranya kembali.
"Dari mana kau tahu dan kenal dokter Nitami?" Ucap Nicolas melontarkan pertanyaan yang dari tadi dia pendam.
Levi menatapnya dengan intens, lalu menghela nafasnya.
"Kau tahu kecelakaan yang terjadi pada putri Valeria dan putra pertama dari keluarga bangsawan Ballard, beberapa tahun yang lalu?" Tanya Levi menatap serius Nicolas.
"Iya, aku tahu itu. Aku mendengar kecelakaan itu terjadi, sebelum aku juga mengalami sebuah kecelakaan." Balas Nicolas mengingat kembali semua kecelakaan yang terjadi padanya.
"Aku di perintahkan membentuk sebuah tim beberapa dokter jenius dari beberapa negara. Di sana aku bertemu dengan dokter Saila, yang menjadi salah satu dokter bedah umum yang menangani putri Valeria dan tuan muda Ballard." Ungkap Levi mengenang pertama kalinya pertemuannya bersama Nitami.
"Beberapa dokter yang menjadi timku, mereka menyerah begitu saja. Namun tidak dengan dokter Saila, dia terus berusaha dan percaya jika usaha keras yang di sertai oleh ketulusan akan membuahkan hasil yang bagus, dan dokter Saila berhasil menyelamatkan keduanya." Kenangnya sembari tersenyum melihat jauh ke depan.
"Keyakinan dan ketulusan dokter Saila yang berhasil menyelamatkan keduanya, menyadarkan diriku yang terlalu angkuh pada saat itu. Aku kalah akan kegigihannya yang tulus menjadi seorang dokter untuk menyelamatkan setiap pasiennya tanpa mengenal putus asa." Ungkapnya dengan raut wajah yang terlihat menyesal dan sedih.
"Karena itulah aku menginginkan dia ikut masuk ke dalam tim dokter yang aku bentuk di dalam jajaran para keluarga bangsawan kerajaan Inggris. Aku yakin kehadiran dokter Saila akan menyempurnakan tim dokter yang aku bentuk bersama paman Erick." Ucap Levi mengakui apa yang menjadi tujuannya terhadap Nitami.
"Tapi sayang dokter Saila menolak begitu saja tawaran dariku. Menurut alasannya menolak, dia tidak bisa bekerjasama dengan dokter yang angkuh dan sombong seperti diriku. Aku akui pada saat itu sikapku padanya memang sombong dan angkuh, tetapi aku berubah karena sikapnya yang teguh dan tulus pada setiap pasien yang ia tangani."
"Kau tahu Nico…" Ucap Levi kepada Nicolas.
"Pada saat itu, dokter Saila tidak tahu siapa sebenarnya pasien VVIP yang ia tangani. Dia menganggap semua pasiennya adalah setara dan sama, tidak memandang siapapun mereka? Akan tetap dia selamatkan setulus hatinya."
'Jadi itu yang kau rahasiakan, saat aku bertanya dari mana dirimu mengenal keluarga Dickson? Itulah rahasia yang tidak bisa kau katakan pada sembarang orang.' Gumam Nicolas kini mengerti apa yang menjadi alasan Nitami? tidak ingin mengakui jika dirinya pernah bertemu dengan keluarga bangsawan Dickson.
Nicolas terdiam, dia sangat tahu jika Nitami memang seperti itu. Selalu baik dan tulus jika menolong setiap orang yang memerlukan bantuan darinya sebagai seorang dokter. Dia juga tau jika Nitami akan sangat profesional dalam bekerja, dia dapat menjaga atau merahasiakan sesuatu yang memang harus di sembunyikan atau di rahasiakan.
'Itulah wanitaku, selalu baik dan tulus pada siapa saja yang memerlukan pertolongannya? Sayang aku bangga dan cintaku bertambah besar untukmu.' Gumam Nicolas di dalam hatinya tersenyum tipis membayangkan wajah cantik Nitami.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.