Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
88. Kehilangan Dan Mendapatkan.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Orlando***


Nitami masih melihat apa yang akan di lakukan oleh Angel dengan Tab yang tidak dapat di buka sama sekali?


"Angel mau apa dengan Tab itu?" Tanya Nitami ingin tahu.


"Mau menunjukkan sesuatu sama tante." Balas Angel dengan senyum bahagianya.


Angel menekan tombol power agar Tab itu aktif dan hidup kembali.


"Bukannya Tab ini tidak bisa di buka." Ucap Nitami.


"Bisa kok tante. Ada caranya." Balasnya.


"Angel tahu kode dan caranya."


Angel menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


"Iya tante, pakai mata Angel dan sentuh angka." Jelasnya.


Nitami terdiam, tetapi tatapan matanya melihat ke arah keluarga Orlando. Mereka yang di lihat oleh Nitami, dapat membaca jika Nitami tidak percaya akan apa yang Angel katakan?


"Kalau Angel tahu kode dan cara membuka Tab ini, kenapa sewaktu tante tanya Angel hanya diam saja?"


"Karena Angel tidak tahu kodenya."


Nitami semakin bingung akan jawaban Angel, tadi dia mengatakan tahu cara dan kodenya. Sekarang baru di tanya, dia mengatakan tidak tahu. Mana yang benar?


"Baiklah, bisa tunjukkan bagaimana cara membuka Tab ini?" Tanya Nitami. Angel hanya mengangguk setuju.


Angel turun dari pangkuan Nitami dan berdiri di hadapan Nitami sembari memegangi Tab yang masih terkunci.


"Tante…!" Panggil Angel melihat kembali ke arah Nitami yang ada di belakangnya.


"Iya sayang, ada apa?"


"Bisa tante tanyakan sama mereka tanggal lahirnya." Ucap Angel.


Nitami semakin heran dan bingung, tangan lahir siapa maksudnya Angel? Nitami melihat ke arah keluarga Orlando yang juga melihatnya bingung, lalu beralih melihat Angel kembali.


"Tanggal lahir siapa sayang?" Tanya Nitami ingin tahu.


"Kalau benar itu adalah Oma, Opa dan om Angel dari keluarga mama. Berarti Tab ini bisa di buka." Balas Angel dengan menunjuk ke arah nyonya Navya, tuan Nixon, dan Nicolas secara bergantian.


"Maksudnya?"


Nitami menatap intens Angel, ingin mencari kejelasan dari perkataan Angel.


"Mama pernah bilang. Kalau kode angka untuk buka Tab ini adalah tanggal lahir Oma, Opa dan om Angel dari keluarga mama. Di tambah mata dan wajah Angel. Itu cara buka Tab ini." Jelas Angel dengan terbata-bata karena sembari berpikir apa yang ingin dia katakan.


"Jadi saat kemarin tante tanya Angel kode Tab ini, Angel benar-benar tidak tahu."


Angel menganggukkan kepalanya. Nitami menghela nafasnya, kini dia tahu maksud Angel.


"Baiklah. Coba Angel yang tanya sama Oma, Opa dan om tanggal lahir mereka. Angel anak yang pintar kan, bukannya Angel sudah mengenal angka." Ucap Nitami memberikan saran pada Angel sekaligus agar Angel lebih berani lagi kepada anggota keluarga Orlando.


Angel terdiam dan mencoba berpikir. Diapun mengangguk setuju akan saran yang di berikan oleh Nitami. Namun di hatinya masih ada rasa takut mendekati keluarga Orlando yang setia melihat ke arah Angel.


Angel masih diam pada tempatnya berdiri, dia ingin melangkah tapi tidak berani. Angel mencoba melihat ke arah nyonya Navya yang juga menatapnya teduh.

__ADS_1


"Sayang…!" Panggil nyonya Navya lembut, dia tahu Angel masih takut kepada mereka.


Angel melihat ke arah nyonya Navya yang memanggilnya terlebih dahulu.


"Tanggal lahir siapa yang lebih dulu harus di ucapkan?" Tanya nyonya Navya dengan tatapan teduh dan hangat. Membuat Angel merasa lebih tenang sedikit.


Angel terlihat mulai menggerakkan mulutnya yang mungil. "O…Opa." Jawabnya.


"Tanggal lahir Opa, tanggal 23." Jawab cepat tuan Nixon dengan senyum di wajahnya. Dia tidak ingin membuat cucu cantiknya takut dan menunggu lama akan jawaban dari mereka.


Angel hanya mengangguk, lalu menekan angka 23 pada layar Tab tersebut.


"Lalu siapa lagi?" Tanya nyonya Navya masih dengan senyum, dia bahagia melihat Angel yang masih kecil tapi sudah mengenal angka.


"Oma."Jawabnya cepat.


"Tanggal lahir Oma, tanggal 09." Balas nyonya Navya.


Angel dengan cepat menekan angka 09.


"Berarti sisa om Nico ya." Ucap nyonya Navya, yang di jawab anggukkan kepala dari Angel.


Mereka melihat ke arah Nicolas yang masih duduk dengan tenang dan memasang wajah datarnya. Nicolas mengerti maksud mereka, menginginkan jika Nicolas sendirilah yang memberikan jawabannya.


"Tanggal lahir om Nico, tanggal 15." Jawab Nicolas dengan tenang dan datar.


Angel dengan cepat menekan angka 15, lalu layar Tab di hadapankan ke arahnya.


Dengan mudah layar Tab itu pun terbuka, Nitami cukup terkejut. Begitu juga Angel yang sekarang bisa percaya jika ketiga orang di hadapannya adalah keluarga dari sang mama.


"Tab nya terbuka." Ucap Nitami tidak percaya.


Angel melihat ke arah nyonya Navya, tuan Nixon dan Nicolas secara bergantian. Angel kini percaya jika ketiganya adalah keluarga dari sang mama. Wajah Oma, Opa dan om yang hanya dia lihat pada sebuah photo yang ingin dia cocokkan sekarang.


"Ketemu." Ucap Angel dengan senyum bahagia.


Angel melihat ke arah layar Tab, di mana sebuah photo keluarga ada di sana. Lalu Angel kembali melihat ke arah keluarga Orlando secara bergantian. Angel ingin mencocokkan photo yang ada di dalam Tab dengan tiga orang yang ada di hadapannya tersebut.


"Oma, Opa, dan om Nico." Ucap Angel sembari menunjuk ke arah nyonya Navya, tuan Nixon dan Nicolas secara bergantian.


"Tante lihat ini, Angel tidak salahkan." Ucap Angel sembari menunjukkan photo keluarga Orlando yang ada di dalam layar Tab Angel.


"Iya sayang, benar " Balas Nitami setelah melihat apa yang di tunjukkan oleh Angel.


Nitami masih tidak percaya jika Tab yang berusaha dia dan Alesha buka, kini dengan mudah di buka oleh Angel dengan kode tanggal lahir dari tiga anggota keluarga Orlando.


"Nadira…! Dia selalu mengingat kami sebagai keluarganya." Ucap nyonya Navya tidak kuasa menahan air mata kesedihan di hatinya saat ini.


Nyonya Navya terharu dan sangat menyesal atas kepergian putri tercintanya. Nyonya Navya tidak pernah menyangka jika Nadira putrinya, menggunakan tanggal lahir tiga anggota keluarganya sebagai kode untuk membuka barang pribadi miliknya. Nadira tulus mencintai seluruh keluarganya, walaupun berada terpisah dari mereka.


Tangisannya pun meledak di dalam pelukkan sang suami. Begitu besar cinta dan rindu Nadira pada seluruh keluarga, dia menahannya seorang diri hanya bertahan dan berada jauh dari keluarga yang dia cintai.


Angel melihat kesedihan mendalam dari nyonya Navya yang menangis sedih di dalam pelukkan sang suami. Diapun diam berpikir, dia mengingat sesuatu yang di katakan oleh sang mama.


Angel melangkah mendekati nyonya Navya yang masih menangis sedih.


"Mama sangat mencintai dan merindukan Oma." Ucapnya lembut sembari menyentuh punggung tangan nyonya Navya yang ada di atas pangkuannya.


Nyonya Navya yang mendengar perkataan Angel dan dapat merasakan sentuhan pada punggung tangannya, melihat ke arah Angel yang kini berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Mama selalu rindu dan sayang sama Oma, opa dan om Nico." Ucap Angel kembali dengan senyum pada wajahnya.


"Nadira…!! Nak, kamu memiliki seorang Angel yang sangat cantik dan baik hati." Ucapnya melihat Angel di balik matanya yang samar akan air mata.


"Mama tidak suka melihat Oma menangis, mama akan ikut sedih dan juga menangis." Ucap Angel sembari menghapus air mata yang ada di atas pipi nyonya Navya dengan telapak tangannya yang mungil dan hangat.


"Apa mama pernah bilang begitu sama Angel?" Tanya nyonya Navya dengan nada yang bergetar.


"Iya." Jawab dan angguk Angel.


"Apa Oma boleh memeluk Angel, agar Oma tidak sedih dan menangis lagi?" Tanya nyonya Navya penuh harap.


Angel terdiam, dia melihat ke arah Nitami yang ada di belakangnya. Tatapan Angel seakan meminta saran dan persetujuan dari Nitami. Nitami menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Angel kembali melihat ke arah nyonya Navya, lalu berkata.


"Boleh Oma." Angguknya setuju.


Bahagia dan rasa haru bercampur menjadi satu, begitu mendapatkan persetujuan dari sang cucu. Nyonya Navya segera memeluk erat tubuh Angel, menangis dan mencurahkan seluruh kerinduan di dalam hatinya pada putrinya yang sangat ia sayangi dan rindukan. Putrinya yang telah pergi ke dunia lain, kini ada Angel sang cucu yang menggantikan posisinya.


"oooo sayangku…Angel ku…Oma sangat menyayangi mu, Oma mencintaimu." Ucap nyonya Navya dengan nada yang gemetar akan tangisannya.


Angel hanya diam saja di dalam pelukkan nyonya Navya, dia dapat merasakan ketulusan dan hangatnya kasih sayang dari pelukkan nyonya Navya.


"Maafkan Oma yang tidak tahu kalau Angel ada bersama mama." ucapnya.


"Oma akan menjaga Angel, menyayangi, mencintai Angel seperti mama mencintai dan menyayangi Angel." Ucapnya dengan tangisan yang semakin memilukan, dengan ingatan bahwa Nadira sudah tiada dan tidak akan bisa kembali lagi.


"Sayang…!" Ucap nyonya Navya melepaskan pelukannya, lalu mencakup wajah mungil Angel.


"Angel sekarang sudah bisa menerima Oma."


"Iya." Angguknya.


"Angel akan menjadi kesayangan Oma mulai sekarang." Ucapnya dengan penuh harap.


"Iya Oma." Balas Angel dengan senyum bahagia.


Dia bahagia bisa bertemu dengan Oma yang selalu di ceritakan oleh sang mama. Oma yang selalu baik hati, cantik dan penuh perhatian terhadap keluarga. Angel tentu bahagia kini memiliki Oma yang sangat menyayangi dan mencintainya setulus hati.


"oooo sayangku, malaikat kecilku." Ucap nyonya Navya kembali memeluk hangat tubuh mungil Angel.


"Opa bagaimana?" Tanya tiba-tiba tuan Nixon merasa cemburu melihat kebersamaan sang istri dan cucu cantiknya.


Nyonya Navya dan juga Angel sontak melihat ke arah tuan Nixon yang ada di samping mereka. Angel memasang wajah datarnya, dia juga masih mengingat bagaimana sang mama mengatakan? Jika opanya adalah pria yang sangat kuat dan sangat mencintai keluarganya.


"Iya Opa, mama bilang sangat cinta dan sayang sama Opa….!!" Ucapnya terputus karena harus berpikir sejenak.


"Mmmmm…mama bilang opa, pria yang kuat dan cinta pertama mama." ucapnya sembari berpikir, lalu tersenyum akan jawaban yang ia dapatkan dari ingatannya saat bersama sang mama.


Tuan Nixon tersentuh sekaligus merasa menyesal atas kepergian Nadira, putri kecilnya yang seharusnya dia lindungi. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, tuan Nixon meraih tubuh mungil Angel untuk duduk di atas pangkuannya, dalam diam dia memeluk, membelai dan mencium sang cucu. Tidak ada kata kata yang dapat menggambarkan perasaan hatinya saat ini.


Kehilangan putri kecilnya yang tercinta, kini ia mendapatkan cucu mungilnya yang cantik. Dia berjanji akan memberikan segalanya pada Angel, malaikat kecil yang di berikan oleh Nadira untuk mereka, keluarga Orlando.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2