
***Perusahaan Nyonya Sandra***
Perusahaan yang di miliki oleh nyonya Sandra adalah perusahaan keluarga yang di wariskan kepadanya, perusahaan yang dulunya tempat kedua orang tua Nitami bekerja. Perusahaan yang menjadi sebuah kenangan baik dan buruk dari persahabatan mereka bertiga.
Nitami kini sudah duduk dengan tenang pada sofa yang ada di hadapan nyonya Sandra. Nyonya Sandra sebenarnya sangat tulus menyayangi Nitami, namun kesalahan yang telah di perbuat kepada Nitami membuatnya menjadi buruk di mata Nitami.
Nyonya Sandra tersenyum ke arah Nitami yang masih setia pada raut wajah datarnya melihat nyonya Sandra. Nitami tidak ingin beramah-tamah, karena tidak alasan Nitami untuk itu.
"Sayang, kamu ingin minum apa?" Tanya nyonya Sandra dengan sikap ramah dan senyum yang tulus. Dia ingin meraih kembali hati Nitami seperti dulu, walaupun dia yakin itu tidak akan mudah. Nyonya Sandra harus terus berusaha untuk itu dan menebus semua kesalahannya.
"Tidak perlu, tante…" Balas Nitami dingin.
Nyonya Sandra terdiam sejenak dengan senyum yang sudah menghilang dari wajahnya.
"Begitu sulitkah kamu memanggilku dengan sebutan mama seperti dulu, Nitami…!!" Ucapnya dengan nada yang terdengar sedih.
Nitami hanya menatap datar nyonya Sandra, dia tidak bisa melakukan apa yang di ucapkan oleh nyonya Sandra tadi? Untuk memanggilnya mama, mulutnya seperti berat dan terkunci rapat tidak mudah untuk terbuka.
"Tante kedatangan ku ke sini, bukan untuk bersikap ramah kepadamu." Ucap Nitami, nyonya Sandra hanya diam dan menyimak.
"Aku ingin tante berkata jujur tentang mama dan papaku. Siapa sebenarnya mereka berdua? Aku yakin tante tahu." Ungkapnya secara langsung.
Nyonya Sandra terdiam dengan pandangan yang terlihat pasrah.
'Apakah sudah waktunya dia tahu segalanya?' Gumam nyonya Sandra di dalam hatinya.
Nitami masih diam melihat intens wajah nyonya Sandra yang melihatnya pasrah. Terlihat dia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, lalu berkata.
"Apa yang ingin kamu tahu dan tanyakan tentang kedua orang tuamu?" Tanya nyonya Sandra mengawali keinginan Nitami.
"Semuanya." Jawabnya singkat.
Nyonya Sandra menatap Nitami dengan intens, lalu tersenyum.
"Kamu sungguh cantik seperti mama dan Oma mu." Ucapnya.
'Oma. Jadi dia tahu oma ku siapa?'' Gumam Nitami di dalam hatinya.
__ADS_1
"Tante, mama dan juga papamu telah berteman sejak pertama kalinya kami masuk ke universitas. Kami bertemu di satu kelas dan jurusan yang sama, jurusan management bisnis. Mamamu yang begitu sangat periang, mampu membuat tante yang pendiam dekat dengannya, sedangkan papamu adalah kenalan dari mamamu yang sama-sama berasal dari negara yang sama." Ungkapnya mulai menceritakan pertemuan pertama mereka bertiga.
"Papamu adalah putra dari salah satu bawahan keluarga mamamu. Papamu dan mamamu sudah saling mencintai sebelum mereka masuk ke universitas yang sama. Namun cinta mereka adalah hubungan cinta yang tersembunyi, karena alasan keluarga." Ucapnya dengan tatapan yang terlihat penuh kerinduan.
"Tante sangat beruntung bertemu dengan mereka berdua, dua orang yang terlihat serasi. Cantik dan tampan dengan aura yang sama-sama kuat." Ungkapnya lalu menghembuskan nafasnya perlahan.
"Tante merindukan mereka berdua, mereka seperti seorang saudara bagiku yang tidak pernah memiliki saudara sendiri. Tante anak semata wayang yang sangat beruntung bisa bertemu mereka, menjadi sahabat serta saudara bagi mereka." Ungkap nyonya Sandra dengan mata yang sudah berkaca-kaca, nyonya Sandra sangat merindukan kedua sahabat yang sangat dia sayangi dan juga menyayanginya.
"Nitami tante sungguh minta maaf padamu dan juga kedua orang tuamu. Tante telah melakukan kesalahan dengan setuju menikahkanmu bersama Davin. Tante sungguh tidak tahu akan begini jadinya, kamu menderita karena perbuatanku. Jika tante tahu seperti itu penderita yang akan kamu alami, tante pasti akan menentang keinginan suami tante itu. Tante sungguh menyesal dan tidak akan bisa di maafkan." Ungkapnya dengan air mata yang sudah berlinang pada wajah paruh bayanya.
Nitami dan nyonya Sandra terdiam sejenak, namun tiba-tiba Nitami berkata karena ingin kejelasan yang lebih jelas lagi.
"Siapa dokter Hektor Saila, Damian Saila, Helena Damaresh dan juga Joanna Damaresh? Tante pasti tahu siapa mereka?" Tanya Nitami secara terus terang akan tujuannya, sesuatu yang membuatnya merasa penasaran sejak mendengarkan nama-nama itu di sebutkan oleh dokter Levi.
Nyonya Sandra terdiam dengan tatapan mata yang terlihat biasa, tanpa mimik yang terlihat jelas. Nyonya Sandra menghapus lembut air matanya, raut wajahnya tidak terlihat terkejut sama sekali. Itu membuat Nitami berpikir jika beberapa nama yang ia lontarkan, di ketahui oleh nyonya Sandra. Nitami melihat intens wajah nyonya Sandra dan menantikan jawaban darinya.
"Dari mana kamu mendapatkan nama nama itu?" Bukan jawaban yang di ucapkan oleh nyonya Sandra, tetapi sebuah pertanyaan yang terlontar dari mulutnya.
"Tante tidak perlu tahu itu, tante hanya perlu menjawab saja pertanyaanku." Balas Nitami dengan sikapnya yang masih dingin.
Nyonya Sandra terdiam menatap intens Nitami, dia menghembuskan nafasnya perlahan. Lalu bangkit dari duduknya, dan melangkah mendekati meja kerjanya.
"Jika kamu ingin tahu lebih jelas lagi, kemarilah…!!" Perintahnya.
Nitami dapat melihat keseriusan dari raut wajah nyonya Sandra. Nitami bangkit dan mendekati nyonya Sandra. Kemudian nyonya Sandra menekan sebuah remote yang membuat pintu ruangan tersebut terkunci dari arah dalam serta mematikan beberapa kamera CCTV yang ada di dalam ruangan tersebut.
Nitami heran melihat nyonya Sandra melakukan itu. Namun dia hanya diam saja, karena dia hanya memerlukan sebuah jawaban.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun nyonya Sandra melangkah mendekati sebuah lukisan klasik yang ada pada salah satu dinding ruangan, nyonya Sandra menekan sebuah tombol yang tidak terlihat. Rak buku yang ada di samping dinding lukisan bergerak ke arah samping, Nitami cukup terkejut tidak percaya. Ada sebuah ruangan yang tersembunyi di balik rak buku itu, terlihat ada sebuah pintu besi yang tertutup rapat di sana.
Nyonya Sandra mengeluarkan sebuah kunci yang berbentuk unik dan sebuah kartu. Dia memasukkan kunci tersebut pada lubang knop pintu, menempelkan kartu yang ia pegang ke arah monitor yang ada di dekat knop pintu. Terbuka sebuah layar yang memiliki kamera, lalu nyonya Sandra mendekatkan kedua matanya ke arah layar tersebut.
Terdengar suara pintu yang terbuka, lalu nyonya Sandra menyentuh knop pintu yang terbuka dan mendorongnya ke arah dalam. Terbukalah lebar pintu besi ruangan yang di dalamnya cukup luas. Nyonya Sandra melihat ke arah Nitami yang masih berdiri di depan ruangan tersebut.
"Semua alat canggih, pintu dan ruangan ini adalah ciptaan papamu. Tante sungguh beruntung memiliki teman yang sangat jenius seperti dirinya. Dia orang yang sangat jenius dan tidak akan ada pada bayanganmu selama ini." Ucap nyonya Sandra terlihat bangga pada sahabatnya tersebut dengan senyum di wajahnya.
"Ini semua ciptaan papa." Gumam pelan Nitami.
__ADS_1
"Iya. Silahkan masuk untuk melihat isi di dalamnya…!! Mungkin saja ada yang akan menjadi sebuah jawaban untuk semua pertanyaan dan rasa ingin tahu mu." Ajak nyonya Sandra segera masuk, yang di ikuti oleh Nitami.
Begitu nyonya Sandra dan Nitami sudah berada di dalam sana, nyonya Sandra lalu menempelkan kartu yang tadi dia pakai sebagai kunci pembuka, terlihat semua pintu tertutup dan juga rak buka kembali ke tempat semula. Nitami terkejut melihatnya, mengapa harus di tutup? Bagaimana jika di sana mereka akan kekurangan oksigen? karena ruangan yang tertutup rapat.
"Mengapa di tutup, di sini cukup tertutup. Kita akan kekurangan oksigen." Ucap Nitami melihat curiga pada nyonya Sandra.
"Tidak akan terjadi seperti itu. Ruangan ini di buat dengan sangat detail dan menggunakan alat yang cukup canggih, yang di sertai oleh alat pemasok udara dan oksigen untuk kita saat berada di ruangan ini. Tentu papa mu sudah memikirkan itu semua, dia bukanlah tipe orang yang ceroboh dan akan mencelakai orang lain." Ucap nyonya Sandra membalas perkataan Nitami.
Nitami terdiam, ada kejujuran dari sorot mata nyonya Sandra yang dapat Nitami percayai. Diapun melihat sekilas ke beberapa arah untuk mengamati isi di dalam ruangan tersebut.
Ada 4 layar monitor yang ada di dalam ruangan tersebut dengan di lengkapi dua buah laptop dan komputer model lama, sebuah ranjang berukuran sedang, satu set sofa, kitchen set lengkap dengan perabotan yang bisa di pakai untuk memasak, kulkas, sebuah kamar kecil yang pintunya tertutup, lemari, sebuah photo tiga sahabat yang tersenyum bahagia, dan sebuah papan besar yang terdapat beberapa tempelan di sana.
Papan itu yang menarik perhatian Nitami untuk melangkah mendekat dan melihatnya lebih jelas lagi. Nitami melihat satu persatu semua yang tertempel di sana, Nitami terkejut dengan mulutnya yang sedikit terbuka, dan matanya yang membulat dengan sempurna.
Papan itu terdapat beberapa berita dari koran lama, majalah dan copyan photo dari beberapa orang yang wajahnya tidak asing untuk Nitami dan juga beberapa wajah yang Nitami tidak kenal. Hanya saja di sana yang membuat Nitami cukup terkejut adalah ada photo mamanya yang berada di antara beberapa orang yang terlihat seperti keluarga kerajaan terlihat dari pakaian khas yang di gunakan, dan photo seorang wanita yang terlihat sangat mirip dengannya menggunakan sebuah gaun kerajaan model lawas.
"Siapa ini?" Tanya Nitami sembari menyentuh photo lama seorang wanita yang mirip dengannya.
Nyonya Sandra melihat reaksi Nitami dan ikut melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Nitami.
"Putri Joanna Damaresh, Oma mu." Ucap nyonya Sandra menjawab, yang sukses membuat Nitami melihat ke arahnya.
"Oma ku…!" Ucap ulang Nitami
"Iya. Putri Joanna Damaresh, salah satu putri keluarga bangsawan kelas atas kerajaan Inggris. Putri yang terkenal akan ketegasan dan kejeniusannya dalam memimpin kemajuan keluarga bangsawan Damaresh, agar tetap menjadi keluarga bangsawan kelas atas no satu di bawah kepemimpinan Istana kerajaan Inggris." Ucap nyonya Sandra. Nitami melihat ke arah nyonya Sandra dan photo tersebut secara bergantian.
"Jadi mamaku…!?" Ucap Nitami.
"Iya Nitami. Mamamu adalah putri kedua dari keluarga bangsawan Damaresh, putri kandung dari putri Joanna Damaresh. Putri Helena Damaresh." Balasnya dengan jelas.
Nitami cukup terkejut akan kebenaran itu, Jadi benar apa yang menjadi kecurigaan dari Levi dan pamannya? Nitami memiliki hubungan dengan semua ini. Nitami kembali melihat ke arah papan tersebut dan berusaha mencari sesuatu kembali agar semuanya terlihat jelas.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.