
***Markas Alesha Larzo***
Alesha duduk di balik meja kerja pada markas Shadow World miliknya. Asisten pribadinya Teo, dan beberapa anak buahnya siap siaga menantikan perintah selanjutnya dari sang majikan.
"Apa sudah ada kabar dari mansion keluarga Fardhan?" Tanya Alesha melihat ke arah Teo yang berdiri tepat di hadapannya.
"Mereka sudah mulai mengungkapkan semua bukti yang mereka bawa." Balas Teo memberitahukan semua informasi yang ia dapatkan dari mata-matanya di mansion keluarga Fardhan.
"Baiklah. Tetap siaga, kita tidak tahu apakah wanita itu masih menggunakan jasa mafia yang berasal dari Itali. Aku takut jika mereka sekarang sedang di awasi." Ucap Alesha memandang Teo intens.
"Siap, nona. Kami sudah menyiapkan beberapa anggota yang sedang menyamar pada sekitar mansion keluarga Fardhan." Balas Teo.
"Bagus. Kita tidak boleh kecolongan. Wanita itu cukup licik dan kejam. Tidak seperti dugaan kita, jika ia hanya wanita biasa saja." Kembali Alesha menatap datar semua anak buah yang ada di hadapan sekarang.
Wanita kejam dan licik yang mereka maksudkan adalah Fransiska Raiden.
Beberapa anak buah Alesha telah menyamar dan bersiaga, untuk berjaga-jaga serta mengawasi situasi yang ada di sekitar mansion keluarga Fardhan. Alesha tidak ingin kecolongan dan terjadi apapun pada Nitami.
Nitami telah setuju dan memberikan mereka izin untuk berbuat apapun sekarang, tindakan kekerasan ataupun pertarungan untuk membela diri telah di izinkan. Selama mereka tidak membunuh orang yang salah.
"Aku ingin tahu, bagaimana reaksi wanita itu sekarang?" Ucapnya pelan sembari berusaha membayangkan wajah menyedihkan Fransiska.
"Teo, apakah pembatalan semua kontrak kerja Fransiska sudah kau selesaikan?" Tanya Alesha kembali.
Alesha ingin membatalkan kontrak kerja sama mereka terhadap Fransiska, rencana itu juga sudah masuk ke dalam rencananya selama ini. Jika bukan untuk membalaskan dendam Nitami, ia tidak sudi untuk bekerja sama dengan Fransiska.
"Sudah nona. Saya juga sudah memberikan kartu hitam pada beberapa perusahaan dan rumah produksi yang bekerja sama dengan Fransiska serta anak buahnya. Saya yakin malam ini mereka semua akan membatalkan semua kontrak kerja yang berkaitan dengan Fransiska." Balas Teo menjelaskan bagaimana pekerjaannya hari ini.
"Bagus." Senyum wanita cantik itu terbit.
Alesha senang, menghancurkan semua karier dan usaha yang di miliki oleh Fransiska dan beberapa anak buahnya. Alesha juga puas melihat perusahaan keluarga Raiden papa dari Fransiska juga di ambang kehancuran.
Sedangkan Perusahaan Ghani Sachio juga mengalami krisis yang tidak dapat mereka tangani, kecuali mendapatkan suntikkan dana besar dari perusahaan lain.
"Bagus Teo. Mari kita nikmati kemenangan kita malam ini, setelah Nitami kembali. " Balas Alesha dengan senyum kemenangan di wajahnya.
Namun senyuman itu menghilang seketika, di saat salah satu anak buah Alesha datang dengan nafas yang terengah-engah.
"Nona…!!" Panggilnya dengan nafas yang terengah-engah dan pandangan mata panik.
Semua mata memandang ke arah pintu, di mana pria muda yang menjadi asisten pribadi kepercayaan Nitami datang dengan terburu-buru.
"Ada apa?" Tanya heran Alesha.
"Nona Nitami sedang menuju ke sini dengan membawa satu pasien gawat dari mansion keluarga Fardhan. Ada penyerangan di sana secara tiba-tiba." Ungkapnya memberitahukan kabar yang mengejutkan.
Seketika Alesha bangkit dari duduknya, lalu mendekati pemuda itu.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Teo…!!" Tanya Alesha terkejut melihat ke arah pria muda itu, lalu beralih melihat ke arah Teo untuk mencari tahu kebenarannya.
Teo dan beberapa anak buahnya yang hadir di sana segera menghubungi anak buah mereka yang sedang berada di tempat kejadian.
Alesha menatap tajam pemuda yang menjadi orang kepercayaan Nitami di dalam markas itu.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Alesha kepada pria muda yang bernama Sandi. Pria muda yang di temukan oleh Nitami beberapa tahun yang lalu di hutan Inggris, saat setelah Nitami selesai membantu Nicolas keluar dari dalam hutan.
"Dari suaranya, dia baik. Hanya saja terdengar panik dan khawatir." Balas Sandi dengan jujur.
Nitami lah yang mereka maksudkan.
"Apa kau yakin?" Tanya Alesha terlihat khawatir melihat ke arah Sandi.
Sandi terdiam, tidak ada yang bisa ia katakan karena dia juga tidak tahu bagaimana kondisi Nitami sekarang? Hanya saja dia di hubungi untuk segera menyiapkan ruang operasi dan semua peralatan yang di butuhkan. Dia juga baru mengingat satu perintah Nitami kepadanya.
"Maaf nona, saya tidak tahu. Tapi saya rasa dia akan baik baik saja. Saya juga di perintahkan untuk menghubungi nona Alvira agar bisa membantunya malam ini." Balas Sandi dengan wajah polosnya. Itulah dia, pria muda yang menjadi kepercayaan Nitami di dalam markasnya.
Banyak ilmu kedokteran, dan meracik obat serta racun yang Nitami ajarkan kepada pemuda tersebut. Alesha percaya jika pilihan dan keputusan Nitami dengan percaya penuh pada Sandi adalah benar. Alesha hanya dapat diam dengan hatinya yang terus gelisah akan kondisi Nitami saat ini. Siapa yang terluka malam ini? Sehingga harus menyiapkan ruang operasi dadakan di dalam markasnya.
Siapa korban yang tidak bisa di bawa ke rumah sakit umum? Mengapa di bawa ke dalam ruang perawatan khusus yang ada di dalam markas Shadow World? Hati Alesha semakin gelisah dengan situasi ini. Ia takut telah terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.
"Baiklah, cepat hubungani Alvira." Balas Alesha pada akhirnya. Percuma banyak bertanya pada Sandi yang juga tidak tahu banyak tentang kondisi Nitami.
Beruntung bagi mereka, wilayah markas Shadow World dan mansion keluarga Larzo tidaklah terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu 10 menit dalam perjalanan. Sehingga Alvira dapat datang dengan cepat sebelum Nitami datang.
Alesha yang masih terlihat gelisah, melihat segera ke arah Teo.
"Bagaimana Teo, apa yang kau dapatkan?" Tanya segera Alesha.
"Nona Nitami baik baik saja, hanya terluka sedikit. Yang menjadi korban malam ini adalah nyonya Sandra saat melindungi nona Nitami dari sebuah tembakan. Dia tertembak oleh salah satu anak buah mafia dari Italia atas perintah Fransiska. Mereka melakukan penyerangan secara tiba-tiba." Ungkap Teo memberikan informasi yang ia dapatkan dari Sai anak buahnya yang kini sedang menuju ke markas.
"Beberapa anak buah mafia dari Italia ternyata sudah masuk ke dalam mansion minggu ini. Fransiska lebih cerdik dari dugaan kita, wanita itu selamat dan berhasil kabur dengan bantuan dari salah satu anak buah anggota mafia Lion King." Penjelasan Teo suskes membuat Alesha terkejut.
"Lion King." Ulang Alesha terkejut.
Lion King yang ia kenal adalah salah satu nama organisasi mafia yang berasal dari Inggris, salah satu mafia yang di takuti oleh beberapa mafia lainnya. Lion King yang ia dengar adalah organisasi mafia bayangan milik salah satu bangsawan Inggris. Namun sampai saat ini tidak ada yang tahu pasti, siapa pemilik sebenarnya organisasi mafia bayangan Lion King?
"Iya nona. Sai mengenali salah satu dari anggota Lion King. Sehingga dia yakin mereka dari organisasi mafia Lion King." Balas Teo, dan itulah informasi yang di terima oleh Teo dari Sai.
Alesha terlihat jelas terkejut, mereka semua tahu bagaimana kejamnya organisasi Lion King? Bagaimana bisa Fransiska mampu bekerja sama dengan oraganisasi yang menjadi bayangan di seputaran keluarga bangsawan Inggris?
"Nona…!" Panggil Teo untuk membuat sadar Alesha dari keterkejutannya.
"Selidiki semua itu Teo. Aku ingin tahu wanita macam apa yang sebenarnya kita hadapi sekarang." Perintah Alesha.
"Satu lagi." Ucapnya terhenti. Teo terdiam dan siap menerima perintah dari Alesha.
__ADS_1
"Hubungi segera tuan Nicolas, dan pastikan dia datang malam ini ke markas. Katakan kepadanya masalah Lion King. Aku rasa dia pasti akan datang dengan segera." Ucap perintah Alesha.
Saat Alesha mengingat Lion King yang berasal dari Inggris, seketika dia juga mengingat jika Nicolas juga berasal dari negara itu. Alesha yakin jika Nicolas pasti mengenal Lion King, karena Alesha tahu Nicolas berasal dari salah satu anggota keluarga bangsawan di Inggris. Tidak menutup kemungkinan mereka akan tahu musuh seperti apa yang mereka hadapi sekarang?
"Baik nona." Balas Teo menerima perintah.
Teo segera melaksanakan semua perintah Alesha. Sedangkan Alesha dan beberapa anak buahnya melangkah menuju pintu samping yang langsung terhubung dengan ruang operasi.
Beberapa menit kemudian beberapa mobil hitam masuk ke dalam halaman samping yang sangat luas dan dapat menampung hingga 10 mobil lebih. Sandi dan Alvira sudah siap dengan sebuah ranjang untuk menempatkan korban yang Nitami maksudkan.
Benar saja sebuah mobil melesat cepat ke arah samping ranjang. Nitami terlihat keluar lebih dulu dari pintu belakang, lalu dia memberikan ruang untuk seseorang membantu membawa keluar tubuh nyonya Sandra yang terluka dan pendarahan pada dada kirinya.
Terlihat juga Davin dan satu nona muda yang sedang menangis keluar dari dalam mobil yang sama. Nitami kembali menekan luka tembak yang ada pada dada kiri nyonya Sandra. Tatapan matanya melihat ke arah Alesha.
Tatapan mata yang saling memberikan sebuah isyarat, untuk mereka melakukan tugas mereka masing-masing. Alesha mengerti saat ujung mata Nitami mengisyaratkan ke arah Davin dan adik perempuannya yang ikut datang bersamanya.
Nitami berlalu masuk membawa nyonya Sandra bersama Sandi dan juga Alvira. Mereka harus cepat melakukan sebuah pertolongan untuk nyonya Sandra. Terlihat raut khawatir dan cemas pada wajah Nitami saat melihat wajah pucat nyonya Sandra yang tidak sadarkan diri.
Begitu Nitami menghilang masuk ke dalam ruang operasi, Davin dan Diana ingin menyusul. Namun langkah mereka di cegah oleh Alesha.
Davin baru menyadari siapa yang ada di hadapannya kini? Bagaimana ada Alesha Larzo di tempat itu? Itulah pertanyaan yang terlintas di benak Davin melihat keberadaan Alesha.
"Nona Alesha Larzo." Panggil Davin menatap heran ke arah Alesha.
"Selamat malam Tuan Davin Atalla Fardhan." Sapa Alesha dengan tatapan dinginnya.
Diana terlihat takut dan merapatkan tubuhnya ke arah belakang tubuh Davin. Diana tahu siapa Alesha yang memiliki organisasi mafia? Davin tahu jika adiknya itu takut, lalu melindungi sang adik di belakang punggungnya.
"Apakah bisa anda jelaskan semua ini?" Tanya Davin ingin penjelasan dari semuanya.
"Sepertinya bukan aku yang harus menjelaskan semuanya. Jika anda ingin melihat nyonya Sandra, anda bisa ikut masuk dengan satu syarat." Balas Alesha dengan dinginnya.
"Syarat?" Ulang Davin.
"Cukup diam dan ikuti aturan di tempatku ini." Sahutnya, ia tidak ingin ada keributan yang bisa saja di buat oleh Davin, dan mengganggu pekerjaan Nitami.
Davin terdiam dengan jawaban Alesha. Ini adalah tempat yang Alesha Larzo miliki, dan Nitami membawa mereka ke tempat ini dengan mudah. Ada hubungan apa antara Nitami dan Alesha Larzo? Itulah pertanyaan Davin yang menginginkan jawabannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1