
***Mansion Keluarga Fardhan***
Davin duduk dengan tenang di atas sofa usang yang di miliki oleh Nitami pada ruang tamu rumah sederhana Nitami. Matanya melirik setiap sudut rumah yang baru pertama kalinya dia kunjungi, Davin tidak pernah menduga jika Nitami betah tinggal di rumah sekecil ini, bahkan lebih kecil dari kamar pribadinya.
Nitami datang dengan membawa secangkir teh hangat yang di inginkan oleh Davin. Nitami duduk tepat di hadapan Davin, setelah meletakkan secangkir teh hangat milik Davin ke atas meja kayu usang yang ada di ruangan itu.
"silahkan tuan, maaf hanya teh itu yang saya punya." ucapnya dengan senyum tipis pada bibirnya.
Davin mengerutkan keningnya heran melihat senyum tipis Nitami, yang tidak seperti biasanya dia tampilkan. Sungguh membuat Davin curiga, Nitami yang biasanya memasang wajah datar dan dinginnya, kini tersenyum tipis menambah pesona kecantikan wajah Nitami yang ayu.
"ada apa? sepertinya kau sedang senang hari ini. Tidak biasanya kau menampilkan senyum di bibirmu itu. Apa ada yang sedang kau rencanakan?" tanya Davin dengan menatap heran ke arah Nitami.
Tebakkan Davin sangat benar sekali, Nitami tidak terkejut sama sekali jika Davin dapat membaca perubahan darinya.
"apa orang tidak boleh senyum tuan? atau senyum saya jelek ya." balas Nitami dengan nada yang di buat sedikit manja.
Davin kini sontak terkejut akan apa yang dia dengar dan lihat? Seorang Nitami yang biasanya datar dan dingin kini bisa mengeluarkan nada manja di hadapan Davin. Davin bertambah curiga dan sedikit takut akan perubahan Nitami ini, benar benar tidak seperti dirinya.
'kena kau.' gumam Nitami di dalam hatinya.
"kenapa tuan? kenapa tuan diam? kalau memang senyum saya mengganggu anda. Sayang sekali, padahal saya berniat untuk ramah pada anda, tetapi anda lebih suka melihat saya tampil datar dan dingin rupanya." ucap Nitami dengan menggeleng- gelengkan kepalanya, lalu dengan secepat kilat merubah mimik wajahnya menjadi datar dan dingin kembali.
Davin terdiam kagum, Nitami benar benar bisa merubah mimik wajahnya secepat orang membalikkan telapak tangannya. Davin bertambah curiga dan sedikit harus berhati-hati akan tindakan Nitami saat ini. Dia tidak tahu apa yang ada di pikiran Nitami saat ini?
"tuan…tuan …katakan sesuatu ! jangan hanya diam melihat saya seperti melihat hantu saja." tegur Nitami sembari menyadarkan punggungnya pada sandaran sofa.
"mmmmm…" suara Davin berdehem, untuk mencairkan suasana hatinya.
"bersikap seperti biasanya saja. Sikapmu tadi tidak cocok untukmu." balas Davin dengan tatapan datarnya.
"tidak cocok untuk saya, apa membuat anda terganggu tuan?" ucap Nitami mencoba menebak apa yang sedang di pikirkan Davin tentangnya?
"tidak sama sekali. Sikap apapun yang kau tampilkan, tidak akan bisa membuatku terganggu." balasnya dengan sikap duduknya yang santai.
"oya…sayang sekali niat baik saya untuk ramah dan mencoba dekat dengan anda, di tolak begitu saja, kasihan sekali diriku." balas Nitami dengan mimik wajah yang di buat sedih.
Sungguh Davin kali ini heran dan tidak bisa berkomentar banyak.
"kalau memang seperti itu mau tuan. Sudah sangat jelas sekali tuan memang dari dulu memasang benteng pertahanan, anda dari dulu memang sudah menjaga jarak dari saya." ucap Nitami dengan mimik yang di buat sesedih mungkin.
"tidak banyak yang bisa saya lakukan lagi. sepertinya kita memang tidak di takdirkan untuk cocok satu sama lainnya." ucap Nitami dengan sedihnya, melihat ke arah Davin yang memandang Nitami semakin aneh.
__ADS_1
Davin menatap lekat wajah Nitami yang di buat sedih. Kemudian Davin tertawa ringan melihat tingkah Nitami yang tidak seperti biasanya.
"hahahaha…apa kau mencoba untuk menggodaku?" tanya Davin dengan tatapan intensnya melihat ke arah Nitami.
"apa terlihat saya sedang menggoda anda tuan? atau tuan yang sudah mulai tergoda?"
Ucapan Nitami yang berterus terang membuat Davin menjadi salah tingkah, namun dirinya dapat menguasainya langsung dengan cepat bersikap biasa saja.
"apa kau yakin bisa menggodaku dengan tingkah mu yang aneh ini?"
"aneh…! tingkah saya aneh…!! masa iya sih…!" ucap Nitami dengan sikap pura-pura berpikir, sedangkan mimik wajahnya di buat seimut mungkin.
Nitami masih ingat perkataan setiap pasiennya. Mereka berkata jika Nitami sedang berpikir serius, terlihat menggemaskan dan menambah aura misterius di wajah Nitami yang cantik dan ayu. Ucapan itu lah yang sedang Nitami praktekkan saat ini. Apakah bisa berhasil atau tidak pada Davin?
Davin diam menahan rasa gemas di dalam hatinya melihat wajah Nitami yang benar-benar terlihat menggemaskan. Satu sikap yang tidak pernah Davin tahu dan lihat dari sosok Nitami yang selalu datar dan dingin.
"kau benar-benar mencoba untuk menggodaku." ucapnya dengan tatapan penuh arti melihat intens ke arah Nitami.
"sungguh tuan. Saya tidak ada niat untuk menggoda anda tuan. Inilah saya yang tidak tuan ketahui. Saya bukan orang yang tidak bisa berekspresi tuan. Saya manusia biasa yang juga bisa berubah kapanpun menurut suasana hati saya." ungkap Nitami.
"oya…apa benar seperti itu?" ucap Davin sembari beranjak bangkit dari duduknya.
Nitami diam melihat apa yang ingin di lakukan oleh Davin? Davin melangkah mendekatinya, lalu duduk tepat di samping Nitami. Jarak mereka bahkan saling menempel.
Nitami melihat telapak tangan kanan Davin yang meremas bahu kanannya dengan lembut. Lalu melihat ke arah samping, pada wajah Davin yang ada tepat dekat di hadapannya.
Tatapan mereka kini bertemu, jarak wajah mereka berdua hanya berada dua jengkal saja. Nitami perlahan menelan salivanya karena rasa gugupnya yang tiba-tiba datang. Namun dengan cepat Nitami menetralkan rasa gugupnya.
Davin bersikap seperti itu, ingin menguji sampai mana Nitami berani ingin menggodanya. Namun tidak dapat Davin pungkiri jantungnya berdetak cepat saat matanya melihat dekat wajah cantik Nitami. Ada getaran aneh yang ia rasakan saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata teduh Nitami saat ini.
Mereka berdua sama-sama sedang menahan gejolak rasa di hati mereka masing-masing. Apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya? hanya mereka berdua yang tahu jelas.
"apa maksud anda ini? bukankah ini membuktikan jika anda yang sudah tergoda pada saya, padahal saya tidak melakukan apapun pada anda tuan?" ucap Nitami dengan nada pelan, halus, dan semanja yang dia bisa.
Davin masih diam dengan tatapan matanya melihat mata teduh Nitami, Davin sedang melawan gejolak yang ada di hatinya.
"jika iya, apa itu salah? aku tergoda pada istriku sendiri." ucap Davin mencoba untuk merayu Nitami.
"tidak salah tuan. Saya memang istri anda, jadi itu tidak masalah."
"kalau apa yang akan aku lakukan padamu sekarang? apakah tidak masalah?" tanya Davin mencoba menatap mesra Nitami.
__ADS_1
"melakukan apa tuan?" tanya Nitami dengan berpikir cepat, apa yang ingin Davin lakukan padanya?
Belum sempat Nitami menemukan jawabannya, Davin lebih dulu dan cepat untuk bergerak. Dia melakukan apa yang ingin dia lakukan selama ini? Davin melakukan hal yang selalu terniang di dalam otaknya selama dekat bersama Nitami.
Gerakkan cepat Davin mencakup kedua pipi Nitami tidak dapat di hindari oleh Nitami. Nitami begitu terkejut saat bibirnya segera di cium dengan rakusnya oleh Davin. Nitami hanya bisa berusaha menjauhkan wajahnya, tetapi itu sia sia saja. Nitami mencoba mendorong dada bidang Davin agar ciuman kedua mereka dapat terlepas, tetapi itu hanya sia-sia saja.
Perlawanan Nitami pun luluh, dia tidak melawan apa yang sedang di lakukan oleh Davin padanya? seiring otaknya yang berpikir, jika inilah tujuannya pada Davin. Mencoba mendekati dan menggoda Davin dengan caranya sendiri.
Walaupun di dalam hatinya ini hanyalah rencananya, namun gerakkan tubuhnya berkhianat. Perlahan kedua tangan Nitami merangkul mengalungi leher Davin, dan berusaha mengikuti alur permainan bibir Davin pada bibirnya. Ciuman yang tadinya ganas, kini telah berubah lembut dan saling menikmati.
Pagutan mereka semakin dalam, Nitami yang kurang berpengalaman hanya membuka mulutnya agar Davin dapat dengan mudah mengabsen setiap yang ada di dalam mulut Nitami. Davin sungguh menikmati ciuman keduanya bersama Nitami. Davin tidak bisa lagi menolak pesona kuat yang ada pada Nitami.
Pagutan lembut mereka semakin memanas, semakin saling membelit satu dan yang lainnya. Kenikmatan yang menuntut lebih dari sekedar hanya ciuman panas. Davin yang merasa dapat balasan dari Nitami, semakin merekatkan tubuhnya pada tubuh Nitami. Tangannya mulai turun ke bawah, mencari sesuatu yang terasa kenyal dan hangat yang menempel pada dada bidangnya.
Satu remasan lembut pada benda kenyal yang di miliki oleh Nitami, menambah panas tubuh Nitami. Dia cukup terkejut dengan remasan lembut Davin pada benda kenyalnya. Dengan cepat Nitami mendorong halus tubuh Davin dan melepaskan ciuman mereka.
"tuan…" ucap Nitami dengan nafas yang sedikit terengah-engah karena ciuman panas mereka.
"ada apa Nitami…!" balas Davin melihat intens mata Nitami. Ada rasa kecewa di dalam hatinya karena Nitami melepaskan ciuman mereka.
"a…apa yang tuan lakukan…" tanya Nitami sedikit gugup, jujur dia belum siap sampai sejauh itu.
Nitami berusaha mengatur aliran nafas dan detak jantungnya yang berdegup kencang. Nitami perlahan menelan salivanya agar tenggorokannya yang kering sedikit basah. Dia belum siap sampai bertindak sejauh apa yang akan di lakukan oleh orang dewasa?
"aku melakukan, yang seharusnya aku lakukan padamu dari dulu." jawab Davin dengan keterus terangan. Davin tidak bisa lagi menolak pesona kuat yang ada pada diri Nitami.
Pria mana yang bisa menolak pesona wanita secantik Nitami yang memiliki tubuh indah. Apalagi Davin dapat mengingat jelas, bagaimana rasa dari benda kenyal yang Nitami miliki? terasa kenyal, padat dan besar pada genggaman tangannya.
"apa…!" ucap Nitami tidak mengerti.
"ayolah Nitami…kau tahu apa yang aku inginkan sekarang darimu?"
"tuan…apa harus seperti itu…? kita bukan pasangan yang saling menyukai apalagi mencintai." ungkap Nitami dengan tatapan yang masih teduh seperti tadi.
"hahahaha…apa untuk melakukan itu? Harus saling menyukai dan mencintai dulu, baru boleh melakukannya? ingat Nitami aku berhak atas dirimu dan tubuhmu karena kau itu adalah istriku." ungkap Davin dengan sedikit rasa kesal karena sedang menahan gejolak seorang pria saat ini. Dan Nitami malah mengajaknya bernegosiasi dan berdebat terlebih dahulu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.