Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
138. Season 2... Mata Biru kecoklatan.


__ADS_3

…Season 2…


***Kediaman Keluarga Massimo***


Semua terdiam tanpa suara melihat video kedua orang tua Nitami yang begitu memilukan. Nyonya Navya yang tahu dan mengenal baik putri Helena Damaresh, tentunya tahu jika wanita yang ada di dalam video itu adalah benar putri Helena Damaresh. Teman semasa kecilnya hingga tumbuh remaja bersama dengannya.


Navya menangis, melihat betapa sedihnya putri Helena Damaresh saat mengatakan kata kata perpisahan terhadap putrinya yang masih bayi. Putri yang begitu kuat dan baik menurutnya. Wajah sang putri begitu mirip dengan wajah Nitami Adrenaa Saila saat ini.


Tidak dapat mereka pungkiri lagi, jika Nitami benarlah putri kandung putri Helena Damaresh. itu artinya Nitami benarlah cucu kandung dari putri Joanna Damaresh. Nitami pantas untuk menjadi ahli waris pemegang tahta keluarga Damaresh selanjutnya.


"Apa video ini cukup untuk kalian." Tanya Leon ingin mendengar pendapat dari mereka semua.


Semuanya melihat ke arah Nitami yang begitu datar dengan wajah cantiknya terlihat tenang. Namun tidak ada yang tahu, jika di dalam hatinya begitu sakit sekaligus marah melihat video itu lagi. Video itu adalah bukti di mana seluruh keluarganya hancur berkeping-keping.


"Sebenarnya satu video tidaklah kuat untuk membuktikan, jika nona Saila adalah cucu kandung dari putri Joanna Damaresh." Balas Daniel apa yang menjadi pendapatnya.


"Anda benar, tuan Daniel." ucap Leon memandang serius ke arah Daniel.


"Satu video ini tidak lah cukup sebagai bukti. Sebenarnya Saila masih ada satu bukti video yang belum bisa untuk di perlihatkan. Maka dari itu, kita harus mencari bukti lainnya yang dapat kita gunakan." Ungkap Leon mulai melancarkan rencananya.


"Bukti lainnya, maksud anda?" Tanya Daniel.


"Bukti tes DNA antara Saila dan putri Joanna Damaresh. Itu adalah bukti yang sangat kuat untuk membuktikan, kalau Saila adalah salah satu keturunan keluarga Damaresh."


"Bagaimana bisa. Bagaimana kita bisa melakukan tes DNA itu kepada putri Joanna. Itu tidak akan mungkin bisa terjadi." Ragu Daniel.


Bagaimana caranya mereka untuk meyakinkan seorang putri terhormat untuk melakukan tes DNA yang bersifat pribadi seperti itu? Itu hal yang sangat lancang untuk di lakukan terhadap seorang putri bangsawan. Kecuali putri Joanna sendiri yang menginginkan tes DNA tersebut di lakukan. Hal itu akan aman bagi mereka.


"Untuk melakukan tes DNA secara diam diam pun, itu akan melanggar hukum kerajaan. Kita tahu apa hukuman untuk itu. Tidak ada jalan untuk melakukan tes DNA tersebut." Ungkap Daniel memberikan peringatan.


"Kecuali putri Joanna sendiri yang meminta melakukan tes DNA itu secara suka rela." Ungkap Daniel kembali.


Mereka terdiam, dan berpikir. Ini sungguh sangat sulit sekali.


"Akan kita lakukan itu. Kita akan buat putri Joanna sendiri yang meminta tes DNA itu di lakukan, agar semuanya aman." Ungkap Leon dengan senyuman yang terlihat berbeda.


"Bagaimana caranya?" Tanya Daniel ingin tahu.


Leon tidak langsung menjawab. Pandangan matanya melihat ke arah Nitami yang masih setia pada diamnya.


"Saila…apa kamu hanya akan diam saja?" Tanya Leon lembut kepada Nitami.


Nitami melihat ke arah Leon. Ia tahu apa yang di maksudkan oleh Leon, ia tahu harus berbuat apa? Nitami diam dan menyimak semua pembicaraan mereka sejak awal.


Tanpa menjawab, Nitami meraih ponsel dari dalam tas pestanya. Semua mata memandang ke arah Nitami, ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Nitami selanjutnya. Wanita cantik itu kemudian mengaktifkan kamera ponselnya.

__ADS_1


Mereka melihat tanpa berkedip ke arah Nitami. Nitami menggunakan kamera ponselnya sebagai pengganti cermin. Perlahan ia melepaskan kedua softlens yang kini sedang ia gunakan.


Begitu selesai melepaskan softlens pada kedua matanya. Mereka semua dapat melihat tanpa berkedip, warna mata biru kecoklatan yang sama seperti warna mata milik putri Joanna dan Helena Damaresh.


Kini Nitami sangat mirip 100% dengan putri Joanna dan Helena Damaresh. Selama hidupnya, itulah salah satu rahasia Nitami yang ia sembunyikan dari semua orang. Mata biru kecoklatan yang sangat indah dan cantik.


Almarhum papa dan mamanya telah menyiapkan itu semua sejak Nitami lahir. Papanya memiliki kenalan seorang dokter spesialis mata yang sangat ahli di bidangnya. Softlens yang Nitami gunakan untuk menyembunyikan mata birunya selama ini sangat aman, nyaman dan terlihat alami saat Nitami pakai. Softlens itu di buat khusus untuk Nitami oleh sang dokter.


Hanya nyonya Sandra yang mengetahui rahasia Nitami tersebut. Nyonya Sandra yang merupakan sahabat dari kedua orang tua Nitami, tahu harus tetap menjaga rahasia Nitami tersebut.


"Ini. Apa ini benar…?" Tanya Daniel tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Tubuhnya yang tadinya duduk santai dengan bersandar, dengan cepat ia majukan dan duduk tegak untuk melihat lebih dekat mata biru kecoklatan yang Nitami perlihatkan. Semua orang terpesona akan mata biru kecoklatan yang sangat cantik dan sesuai dengan wajah putih nan cantik Nitami.


Nitami benar-benar memiliki aura seorang putri kerajaan. Dengan kebenaran itu, tidak ada yang bisa di ragukan lagi mengenai Nitami.


"Apa itu benar-benar asli?" Tanya Daniel masih ragu, walaupun di dalam hatinya sudah yakin.


"Dokter Levi atau dokter Erick bisa memeriksanya, apakah mata ini asli atau tidak?" Ucap Nitami akhirnya berbicara.


Semua terdiam. Nitami melihat ke arah Levi dan juga Erick. Kedua dokter itupun bangkit untuk melihat apakah mata Nitami asli atau palsu.


Levi melihat teliti terlebih dahulu, ia tahu mata itu asli. Kemudian untuk lebih meyakinkan lagi, Erick juga ikut melihat secara bergantian. Mata itu benar-benar asli. Mata biru kecoklatan yang sangat cantik, indah dan hangat saat di lihat dari jarak yang sangat dekat.


"Itu benar-benar asli. Mata yang sangat indah, cantik dan hangat." Ucap Levi tersenyum melihat ke arah Nitami dan Nicolas secara bergantian.


Nicolas tidak ada hentinya melihat ke arah Nitami, wanita cantik yang penuh akan kejutan malam ini. Wanita yang sangat dan sudah lama ia cintai selama beberapa tahun ini.


Semua kembali terdiam, Nitami memakai softlens berwarna coklat beningnya kembali. Nitami menutupi kembali mata biru kecoklatan yang ia miliki. Leon tahu ini satu bukti lainnya yang akan memperkuat posisi Nitami.


"Bagaimana, apakah itu cukup sebagai pancingan untuk putri Joanna?" Tanya Leon.


"Aku rasa itu cukup. Kita harus mengatur pertemuan pribadi untuk mereka berdua, agar nona Saila dapat memperlihatkan mata itu kepada putri Joanna langsung." Balas Daniel.


"Keluarga Massimo dan Orlando akan mendukung anda nona Saila. Anda adalah ahli waris dari putri Helena. Anda berhak mendapatkan tahta keluarga Damaresh." Ungkap Daniel tersenyum senang.


Ada seorang keturunan Damaresh bersama keluarga mereka.


"Tidak." Ucap Nitami menolak.


Semua orang terdiam akan ucapan tidak yang di katakan oleh Nitami.


"Tidak untuk apa?" Tanya Leon melihat serius ke arah Nitami.


Nitami menatap ke arah Nicolas. Tatapan hangatnya seakan meminta dukungan dari Nicolas, Nitami ingin Nicolas mengerti apa yang akan ia inginkan.

__ADS_1


"Apapun yang kamu inginkan, aku selalu ada dan mendukung mu." Balas Nicolas tahu arti tatapan Nitami padanya.


"Terima kasih." Balas Nitami tersenyum senang mendengar jawaban Nicolas.


"Saya tidak menginginkan tahta itu." Ucap Nitami menolak tahta yang di inginkan oleh semua orang.


"Saya hanya ingin membalas mereka yang telah menghancurkan seluruh keluarga Saila. Saya ingin mereka mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah mereka perbuat kepada seluruh keluarga Saila. Hanya itu yang saya inginkan." Penjelasan Nitami pada apa yang ia inginkan.


"Tapi itu sudah hukum dan peraturan turun temurun dari keluarga Damaresh. Wanita keturunan pertama dari keluarga Damaresh adalah ahli waris untuk menduduki tahta tersebut." Jelas Daniel. Itu adalah benar.


"Masih ada putri Valeria." Balas Nitami masih menolak.


"Tetapi umurnya lebih muda dari anda nona Saila. Lagi pula putri Valeria di angkat sebagai ahli waris karena keluarga Damaresh tidak memiliki putri lainnya. Semua orang tahu putri Valeria jauh jika di bandingkan dengan nona." Jelas Daniel.


"Contohnya dari segi usia, dia lebih muda dari anda. Dia putri keturunan dari anak laki-laki dan seharusnya tidak bisa menjadi ahli waris. Satu lagi yang terpenting. Ahli waris dari keturunan sebelumnya, mereka akan memiliki warna mata biru kecoklatan yang sama seperti yang anda miliki. Putri Valeria tidak memiliki warna mata itu. Jadi jika anda sekarang hadir, suka tidak suka. Mau tidak mau, jika anda adalah putri keturunan dari keluarga Damaresh. Sudah di pastikan anda harus naik tahta untuk menggantikan putri Joanna Damaresh." Penjelasan Daniel.


Semua anggota keluarga bangsawan tahu aturan itu. Putri Valeria terpaksa di angkat sebagai ahli waris selanjutnya, karena keluarga Damaresh tidak memiliki putri lainnya. Kini lain jika Nitami sudah hadir, sudah di pasti Nitami lah yang akan memiliki tahta tersebut.


"Tidak. Saya tidak menginginkan tahta itu.Saya hanya ingin membalas mereka semua, dan mengembalikan nama baik keluarga Saila seperti dulu lagi." Balas Nitami masih tetap pada pendiriannya.


"Saya tidak ingin terikat dalam urusan keluarga bangsawan ataupun kerajaan." Ungkap keinginannya.


"Anda tidak mengetahui satu hal. Ingat nona, putri Valeria adalah putri dari Helios Damaresh. Salah satu orang yang menyebabkan kehancuran keluarga nona."


"Saya tahu itu, tuan Daniel." Balasnya melihat serius ke arah Daniel.


"Putri Valeria tidak ada kaitannya dengan kehancuran keluarga Saila. Putri Valeria sama seperti saya yang terlahir setelah kehancuran itu terjadi. Saya yakin, putri Valeria tidak tahu apapun tentang kejahatan yang telah di lakukan oleh Opa dan papanya terhadap keluarga Saila. Jadi saya tidak akan mengusiknya." Jelas Nitami.


"Bagaimana anda bisa seyakin itu pada putri Valeria, nona Saila? Bagaimana jika dia juga sama seperti Duke Wilmer dan tuan Helios Damaresh?"


Nitami terdiam sejenak untuk berpikir dan menjawab pertanyaan Daniel. Nitami melihat kembali ke arah Nicolas, kembali ia ingin meminta dukungan pada pria yang sudah ia pilih sebagai teman hidupnya di masa depan. Nicolas hanya menganggukkan kepalanya tanda dukungan untuk Nitami.


"Jika putri Valeria sama seperti Duke Wilmer dan tuan Helios Damaresh. Saya siap merebut Tahta itu darinya, dan akan saya jaga untuk keturunan selanjutnya yang pantas ada pada posisi tahta tersebut." Jawab tegas Nitami tanpa keraguan.


Semua tahu itulah jawaban final dan keinginan kuat Nitami. Daniel terdiam dengan senyum kemenangan pada wajah tuanya. Nitami terlihat sama seperti putri Joanna Damaresh dahulu yang ia kenal. Penuh pertimbangan, baik hati, tegas, kuat dan hangat di saat bersamaan. Inilah aura kuat yang Nitami miliki dari darah garis keturunan keluarga bangsawan tertinggi Damaresh, dan juga keluarga bangsawan Misel.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2