
***Rumah Sakit Golden Healthy***
Nitami menatap heran ke arah Nicolas yang sedang terduduk di atas ranjang UGD rumah sakit Golden Healthy. Dia sungguh tidak percaya akan apa yang ia lihat saat ini? tuan yang bersamanya beberapa jam yang lalu pada saat di pesta, kini tepat ada di hadapannya.
Mereka masih saling memandang, tanpa mereka sadari jika tatapan dari Rio dan Lia heran melihat mereka berdua.
"dokter Nita." bisik Rio menyadarkan Nitami.
Nitami sontak melihat ke arah sampingnya, ke arah Rio yang sedang menatapnya intens.
"ada apa?" tanya Rio. "apa dokter mengenali tuan ini?" tanya bisik Rio. Namun suara bisikannya masih dapat terdengar oleh Nicolas dan Rey.
Bukannya menjawab, Nitami justru melihat kembali ke arah Nicolas yang masih memandang dengan tatapan lembut dan hangatnya.
"kami bertemu beberapa jam yang lalu, saat di pesta." jawab Nitami sengaja menormalkan volume suaranya. Agar Nicolas dan Rey dapat mendengarkannya juga.
Rio menganggukkan kepalanya mengerti, di dalam hatinya masih mengingat jika Nicolas pernah bertemu Nitami di Inggris beberapa tahun yang lalu, seperti pertanyaannya beberapa menit yang lalu, apakah Nitami lupa akan hal itu? ataukah dia sengaja tidak mengingatnya. Itulah yang ada di dalam pikiran Rio saat ini.
"apa yang anda rasakan saat ini tuan?" tanya Nitami kembali kepada dirinya sebagai seorang dokter, sembari melihat rekam medis Nicolas yang di serahkan oleh perawat Lia.
"akhir-akhir ini aku sering merasa lelah, sakit luka di perutku masih terasa nyeri." jawab Nicolas masih menatap Nitami dengan teduh dan hangat.
Nicolas puas memandangi wajah cantik Nitami dari jarak yang sangat dekat seperti saat ini tepat di hadapannya, si dokter cantik yang harus ia miliki. Pikiran itu yang terlintas di dalam otak Nicolas. Nitami terlihat cantik dengan pakaian khusus yang ia pakai jika saat berada di ruang operasi, di padukan oleh jas putih dokternya. Cantik dan anggun.
Nitami membaca rekam medis milik Nicolas, lalu beralih melihat ke arah Nicolas kembali yang terus memandangnya tanpa jeda.
"silahkan berbaring tuan, biar saya lihat terlebih dahulu." ucap Nitami memberikan perintahnya yang tentu saja di ikuti oleh Nicolas.
Nicolas berbaring di atas ranjang tanpa mau melepaskan pandangan matanya. Nitami tidak peduli akan hal itu, walaupun dia merasa sedikit risih dipandang terus menerus seperti itu oleh Nicolas.
Lia dan Rio dapat melihat sebuah tatapan lembut dan hangat dari sorot mata Nicolas. Seakan Nicolas tidak perduli akan sekitarnya, kini di mata dan yang ia rasakan hanya ada Nitami. Seakan Nitami lah dunianya saat ini.
Nitami melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap luka perut Nicolas, apa yang di katakan dan menjadi dianogsa dari Rio? adalah benar. Terdapat infeksi di dalam luka tembak dan robekan tersebut.
"tuan, luka anda sedang mengalami infeksi. Luka robekan ini, apakah anda yang melakukannya sendiri? maaf…apakah anda mengeluarkan pelurunya sendiri?" tanya Nitami melihat ke arah luka perut dan wajah Nicolas secara bergantian.
Nicolas tidak langsung menjawab, dia masih diam dengan tatapan teduh dan hangatnya.
"iya, aku mengeluarkan pelurunya sendiri." jawab Nicolas jujur.
Nitami terdiam menatap intens ke arah Nicolas. Menurut Nitami perbuatan Nicolas ini tidak seharusnya dia lakukan. Sebuah luka tembakan seharusnya di lakukan tindak pembedahan untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dalamnya, namun Nicolas mengeluarkannya sendirian dengan cara melakukan sedikit robekan yang lebar dan dalam.
__ADS_1
Tindakan yang pasti dia lakukan karena suatu alasan, karena tidak mungkin seorang pria kaya raya seperti Nicolas tidak mampu untuk datang ke rumah sakit. Pasti dia memiliki alasan kuat akan tindakan nekadnya ini. Nitami memiliki kecurigaan terhadap Nicolas, namun dia berusaha mengabaikannya terlebih dahulu.
"maaf tuan, karena lukanya terinfeksi, untuk saat ini saya harus melakukan tindak operasi kecil. Luka yang terinfeksi harus di bersihkan, karena akan sangat berbahaya jika itu di biarkan begitu saja." ucap Nitami menyampaikan tindakan apa yang akan dia lakukan?
"lakukan apapun yang menurutmu baik." balas Nicolas begitu saja tanpa perlawanan sama sekali. Nicolas patuh pada perintah Nitami.
Nitami menatap sejenak ke arah Nicolas, lalu dia beralih melihat ke arah Lia dan Rio secara bergantian.
"perawat Lia, tolong siapkan kamar VVIP untuk tuan Nicolas, dan dokter Rio tolong persiapkan semuanya untuk tindak operasi saat ini." perintahnya pada Lia dan Rio melihat mereka berdua secara bergantian.
"baik dokter." balas Rio dan Lia secara bersamaan.
Sepeninggalan Rio dan Lia untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing, Nitami melihat ke arah luka Nicolas, lalu beralih melihat ke arah wajah Nicolas yang terus memandanginya tanpa jeda, sembari memegang sebuah kapas bersih untuk membersihkan luka Nicolas dengan sebuah cairan pembersih luka.
"ini akan sedikit perih tuan. Tolong tahan sedikit." ucap Nitami melihat serius ke arah Nicolas.
"silahkan lakukan sesukamu."balasnya.
Tanpa menunggu lama, Nitami menyentuh perut Nicolas yang terlihat indah dengan sixpack roti sobeknya. Sentuhan yang Nitami lakukan mengalirkan suatu getaran terhadap Nicolas. Di dalam hatinya, Nicolas senang dan bahagia akan sentuhan dan perawatan yang di lakukan oleh Nitami terhadapnya.
Nitami melakukan semuanya dengan mimik wajah seriusnya, beberapa kali ringis kesakitan dari Nicolas, dapat mengalihkan perhatian dari Nitami untuk melihat dan menghentikan sejenak aktivitas tangannya yang sedang membersihkan dan mensteril luka perut Nicolas.
"silahkan lakukan lagi." pinta Nicolas tanpa bisa mengalihkan pandangan matanya dari Nitami.
"baiklah tuan ini sudah selesai. Kami akan pindahkan anda langsung ke ruang operasi. Apa anda sudah siap tuan?" tanya Nitami setelah selesai melakukan aktivitas membersihkan dan mensteril luka Nicolas.
"tentu, aku sudah siap. Lakukan apapun semua yang ingin kau lakukan padaku?" jawabnya dengan mudah sembari tatapan yang tidak pernah lepas dari wajah cantik Nitami.
Dua perawat pria membantu Nitami untuk mendorong ranjang perawatan Nicolas menuju ke ruang operasi. Nitami melangkah terlebih dahulu, yang sukses membuat Nicolas sedikit kecewa karena tidak dapat melihat wajah Nitami yang berjalan lebih dulu.
Tanpa mereka sadari tatapan tajam dan tidak suka dari seorang pria menatap sinis ke arah mereka. Pria itu adalah Davin yang dari tadi sudah tiba di UGD setelah di beritahukan oleh Aldi saat menerima pesan dari Nitami, yang mengatakan jika dirinya malam ini tidak akan pulang karena harus menangani seorang pasien VVIP yang baru saja datang. Davin melihat semuanya.
Davin tidak pernah tahu jika pasien VVIP yang akan di tangani oleh Nitami adalah Nicolas Orlando. Tuan muda dari keluarga ternama dan terpandang Orlando. Tuan muda yang tidak pernah melepaskan pandangan matanya dari wajah Nitami. Davin merasa tidak rela dan sedikit cemburu akan hal tersebut.
"sampai sejauh itu, tuan Orlando terus mendekati dokter Nita." ucap Aldi yang juga ikut bersama Davin.
Davin diam masih dengan tatapan tajam dan mimik wajahnya yang dingin. Davin mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Aldi, namun dia cukup malas untuk membalasnya.
"kau harus hati hati Davin, kali ini sepertinya sainganmu tidak bisa di pandang sebelah mata." ucap Aldi sekedar ingin memanasi temannya tersebut, agar dapat sedikit menghargai keberadaan dari istri pertamanya itu.
"cukup jaga lisanmu Aldi, itu sudah cukup bagiku saat ini." balas Davin tanpa melihat ke arah Aldi. Dia cukup memanas kali ini, gejolak kesal dan cemburu muncul di hatinya. Dia tidak rela ada seorang pria berusaha mendekati wanita miliknya.
__ADS_1
Aldi tersenyum senang melihat reaksi cemburu dan kesal sang sahabat. Itu cukup membuktikan jika Davin sudah mulai peduli pada Nitami, mungkin saja saat ini Davin sudah memiliki suatu perasaan terhadap Nitami. Namun Davin tidak mau mengakuinya dan menunjukkannya secara terang-terangan.
"apa perlu aku mencari tahu, ada apa di sana?" tanya Aldi memberikan sebuah ide pada Davin.
Sebenarnya Davin merasa penasaran pada apa yang sedang terjadi di sana? Di mana Nitami dan Nicolas berada? dia ingin tahu semuanya.
"jika kau sudah tahu tugasmu, lakukan dengan cepat dan jangan banyak tanya." perintahnya.
Aldi tersenyum dan tahu maksud dari sahabatnya tersebut, tanpa banyak bicara Aldi melangkah ke mana Nitami dan Nicolas akan pergi. Setidaknya dia sebagai salah satu dokter di rumah sakit itu, tidak akan membuat beberapa petugas rumah sakit curiga padanya.
Aldi menuju ke ruang operasi, mencari tahu apa motif dari tuan muda Nicolas Orlando? datang berobat ke rumah sakit Golden Healthy. Sekaligus mencari sebuah informasi untuk sahabatnya yang ingin tahu segalanya tentang aktivitas Nitami saat ini.
Semua itu dengan sangat mudah di dapatkan oleh Aldi. Dia adalah salah satu dokter yang memegang pengaruh pada rumah sakit Golden Healthy. Aldi cukup terkejut mengetahui, bahwa Nitami sedang menghadapi masalah yang rumit, karena ini adalah kasus kriminal. Kasus penembakan dari seorang yang berkuasa.
Informasi tersebut tentu saja Aldi sampaikan kepada Davin yang sedang menunggu kedatangannya di ruang kerja Davin yang ada di rumah sakit Golden Healthy.
"apa kau yakin itu kasus penembakan?" tanya Davin tidak percaya akan informasi yang di sampaikan oleh Aldi kepadanya.
"dianogsa dokter Rio dan dokter Nita tidak akan salah, lagi pula tuan Nicolas juga telah mengatakan sejujurnya." jawab Aldi membenarkan semua apa yang sebenarnya dia dapatkan.
"lalu menurutmu, apakah ini akan membahayakan bagi Nitami?" tanya Davin. Ada kecemasan di raut wajahnya.
Aldi tahu Davin mencemaskan Nitami saat ini. Dia tersenyum senang melihat sahabatnya mulai peduli terhadap Nitami.
"itu tergantung dari kasus penembakannya apa yang di alami oleh tuan Nicolas? Lagi pula kami sebagai dokter harus merahasiakan semua rekam medis dari pasien." balas Aldi ingin sekedar membuat temannya itu tenang.
"jika di lihat dari luka tembakan tuan Nicolas, itu sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Sepertinya tuan Nicolas tidak tertembak di kota A ini. Itu artinya tembakan itu dia dapatkan sebelum tuan Nicolas datang ke kota ini. Jadi dokter Nita cukup aman untuk saat ini." ucap Aldi dengan tenang.
"apa kau yakin? Kau harus ingat Aldi siapa itu Nicolas Orlando?" ucap Davin menatap serius ke arah Aldi yang masih bersikap tenang.
"aku cukup tahu siapa dia? seorang pengusaha berlatar belakang dunia bawah atau dunia mafia. Tenang saja Davin, dokter Nita cukup bisa di andalkan dalam masalah ini. Walaupun kita tidak tahu apakah ada motif lainnya dari tuan Nicolas Orlando pada dokter Nita? ataukah rumah sakit ini…!!" ucapnya membuat Davin memiliki pikiran lain di otaknya saat ini.
Davin memiliki kecurigaan pada kedatangan Nicolas malam ini. Entah mengapa hatinya mengatakan jika ini tidak akan baik untuknya?
...***************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.