Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
129. Season 2… Malam Pesta Akbar.


__ADS_3

Season 2…


***Aula Istana Damaresh***


Malam pesta akbar para bangsawan beberapa negara, di selenggarakan di dalam aula Istana Damaresh. Semua undangan datang dengan penampilan glamor mereka.


Para keluarga bangsawan membawa serta semua anggota keluarganya. Mereka tidak akan melewati pesta malam ini, pesta malam yang dapat di manfaatkan untuk mencari jodoh, kerja sama, dan ajang memperkuat posisi keluarga masing-masing.


Beberapa keluarga bangsawan yang kini sedang terkenal di kalangan mereka memiliki kekuatan dan posisi mereka masing-masing, di antara lainnya adalah.



Keluarga Damaresh.


Keluarga Misel.


Keluarga Ballard.


Keluarga Massimo.


Keluarga Orlando.


Keluarga Dickson.



Masih banyak lagi keluarga bangsawan yang ada di bawah mereka. Ada yang saling mendukung dan ada yang saling menyerang secara diam-diam. Persaingan di antara kalangan ini biasa terjadi, hanya saja yang lebih kuat yang akan tetap berkuasa.


Banyak dari keluarga mereka berlomba-lomba untuk menjodohkan putri dan putra mereka, agar menaikan posisi dan kasta keluarga mereka. Namun itu tidak mudah, banyak rintangan dan aturan yang harus mereka lalui.


Di dalam pesta mereka akan berbaur mengikuti aturan di dalam istana Damaresh, yang tidak akan membeda-bedakan kasta serta kedudukan mereka.


Malam ini semua keluarga Damaresh akan hadir, khususnya pasangan baru yang akan segera bertunangan. Putri Valeria Damaresh bersama tuan muda Helios Ballard. Pesta tersebut di buat sebagai pertemuan tahunan dan juga pengenalan pasangan baru yang akan mempersatukan dua keluarga.


Keluarga Orlando dan juga keluarga Massimo datang dan duduk bersama di satu meja. Namun anggota keluarga mereka tidak lengkap. Tuan Alex Massimo belum datang, yang membuat Daniel Massimo sebagai sesepuh keluarga Massimo terlihat gelisah.


"Sarah, di mana Alex?" Tanya Daniel kepada menantunya tersebut.


Sarah dan yang lainnya ikut melihat ke arah Daniel yang terlihat cemas.


"Alex sedang di perjalanan Pa…!" Balas Sarah.


"Anak itu, sedang apa sampai tidak bisa hadir tepat waktu. Tidak seperti biasanya." Gerutu Daniel terlihat kesal pada putranya yang datang terlambat.


Semua terdiam dan tidak ingin menimpali.


"Erick…kau tahu di mana kakak mu itu?" Tanya Daniel melihat ke arah putra ketiganya.


"Yang aku tahu, dia masih menjemput seseorang untuk datang ke pesta ini." Balas Erick dengan raut wajah terlihat biasa.


"Siapa orang itu? Sehingga orang sekelas Alex mau menjemputnya." Ucap remeh Daniel.


Semua anggota keluarga juga merasa penasaran akan seseorang yang di maksudkan. Orang penting mana yang bisa membuat Alex hingga harus menjemput dan membawanya ke dalam pesta ini. Mereka tahu bagaimana kepribadian Alex yang sangat angkuh, tinggi dan tidak tersentuh. Kecuali mereka yang memiliki kekuasaan di atas Alex.


"Nanti papa juga akan tahu." Balas Erick dengan senyum tipisnya.


Mereka melihat heran serta curiga dengan sikap dan senyum tipis Erick.

__ADS_1


"Intinya, pesta malam ini akan sangat menyenangkan dan keluarga kita tidak akan bisa di pandang sebelah mata oleh keluarga bangsawan lainnya." Ucap Erick terlihat percaya diri yang sangat tinggi.


"Apa maksud mu?" Tanya Daniel.


"Tunggu saja pertunjukannya, sebentar lagi akan segera di mulai."


Ucapan Erick terhenti dan tidak ada yang dapat menimpali. Kedatangan seseorang yang tidak terduga menyapa keluarga mereka, membuat Daniel dan semua anggota seketika bangkit dari duduknya.


"Selamat malam." Sapa seorang pria tampan.


Pria yang penuh akan aura kekuasaan, kharisma, dan wibawa yang sangat kuat. Pria yang menjadi keturunan dari keluarga bangsawan kelas atas kedua yang sangat di hormati pada beberapa negara. Pria itu adalah tuan muda Leonardo Misel, dan semua orang tentunya mengenal siapa pria tersebut.


"Selamat malam." Balas Daniel mewakili.


"Apa aku mengganggu kalian?" Tanyanya.


"Tidak. Tentu saja tidak tuan muda. Suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan dan tegur sapa dari anda." Balas Daniel begitu terlihat menghormati Leonardo Misel, yang biasa di panggil dengan sebutan tuan muda Leon.


Semua yang memiliki kedudukan di bawah keluarga Misel dan keluarga Damaresh akan tunduk hormat. Mengikuti posisi kasta dan posisi keluarga mereka. Itulah aturan di dalam kalangan para bangsawan kerajaan.


Leon tersenyum atas sikap hormat yang di tunjukkan oleh Daniel. Sesepuh keluarga Massimo. Matanya pun memandang ke arah Nicolas, Levi dan Javier yang juga hadir di sana. Mereka miliki usia yang tidak terlalu jauh. Sama-sama pria lajang yang menjadi incaran dari beberapa wanita dan nona muda lainnya.


Leon melangkah mendekati Nicolas yang melihat ke arahnya dengan sikap yang terlihat tenang.


"Apa kabar tuan Nicolas. Senang bertemu dengan mu lagi." Sapa Leon mengulurkan tangannya ke arah Nicolas.


Nicolas melihat ke arah uluran tangan Leon, lalu melihat ke arah wajah tenang Leon.


"Baik. Senang bisa bertemu dengan anda tuan muda Leonardo Misel." Balas Nicolas menyambut uluran tangan Leon.


"Sepertinya. Anggota keluarga anda tidak lengkap tuan Daniel." Ucap Leon tahu jika Alex tidak ada di sana.


Semua tahu maksud Leon.


'Alex kamu di mana? kamu melewati kesempatan bagus ini. Anak itu kemana dia? Siapa yang bisa membuatnya datang terlambat seperti ini?' Gumam Daniel di dalam hatinya merasa dongkol karena Alex melewati kesempatan dapat berbincang bersama Leonardo Misel.


"Alex sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi dia akan datang. Maaf atas keterlambatan putra saya, tuan muda." Balas Daniel ingin meminta pengertian. Bagaimana juga keluarga Misel masihlah kerabat dekat keluarga kerajaan.


"Tidak masalah. Tuan Alex adalah orang yang sangat sibuk dan sukses. Lagi pula acara pesta belum di mulai, jadi dia belum terlambat." Sahut Leon dengan senyum ramahnya tanda mengerti.


"Tuan Erick, bagaimana kondisi rumah sakit yang anda pimpin sekarang?" Tanya Leon mengalihkan perhatian mereka.


"Baik tuan. Rumah sakit berkembang pesat berkat dukungan keluarga anda, keluarga Damaresh dan keluarga kerajaan lainnya." Balas Erick menyampaikan apa yang menjadi kebenarannya.


"Itu bagus. Aku harap rumah sakit itu akan menjadi rumah sakit yang akan selalu berjalan pada jalur yang benar."


"Tentu saja, tuan." Ungkap Erick sedikit menundukkan tubuhnya tanda mengerti.


"Bagaimana menurut mu atas salah satu dokter yang aku kirim ke sana untuk membantu di rumah sakit itu?" Tanyanya ingin tahu.


"Dia dokter yang handal dan anda tidak salah pilih, tuan. Kami akan menjadi salah satu tim dokter bangsawan terbaik atas kehadirannya."


"Ternyata dia bisa membuat seorang dokter Erick mengakui keberadaannya, membuat ku cukup terkesan. Aku harap kedatangannya bisa membawa angin segar di kalangan para bangsawan." Ucapnya dengan senyum senang.


"Tentu saja tuan. Seperti harapan anda."


"Ingat satu hal tuan Erick. Aku ingin tim kalian mendapatkan persetujuan dari putri Joanna Damaresh untuk menangani kesehatan beliau. Aku mendengar jika ada tim dokter lainnya yang menjadi pesaing kalian." Ungkapnya, dan itu bukan lagi rahasia.

__ADS_1


"Aku akan mendukung tim kalian." Bisiknya dengan senyum yang terlihat mencurigakan.


Semua anggota keluarga Massimo mendengar bisikan itu dengan jelas. Namun tidak ada yang ingin menjawabnya, karena kedatangan dari beberapa orang yang juga tidak kalah berkuasa di kalangan para bangsawan.


"Selamat malam, tuan muda Leonardo Misel.…!!" Sapa tuan besar Regio Ballard yang datang bersama putranya Helios Ballard dan juga dua anggota keluarga Dickson. Tuan besar Peter Aozora Dickson dan tuan muda Johan Aozora Dickson.


"Selamat malam, tuan Regio." Balas Leon dengan ramah dan terlihat biasa.


"Selamat malam semuanya." Sapa ramah Regio kepada semua anggota keluarga Massimo yang hadir.


Jika anggota keluarga Ballard terlihat ramah. Tidak dengan dua anggota keluarga Dickson, yang terlihat datar dengan tatapan matanya yang dingin melihat ke arah keluarga Massimo dan Orlando.


"Selamat malam tuan." Balas ramah beberapa dari mereka.


"Sepertinya perbincangan kalian terlihat sangat menyenangkan sekali." Basa basi Regio.


"Tidak juga." Balas Leon tidak kalah ramah.


Sebenarnya mereka terlihat ramah hanya untuk menunjukkan jika hubungan antara keluarga bangsawan lainnya baik baik saja. Pada kenyataannya tidak seperti itu, mereka pandai bersandiwara.


"Kami hanya membicarakan masalah rumah sakit yang kini mempunyai dua tim dokter yang sangat hebat, dan terbaik di kalangan para bangsawan." Ucap Leon dengan santainya.


"Oya…senang sekali mendengarnya. Itu artinya rumah sakit untuk para bangsawan akan semakin baik ke depannya."


"Tentu saja tuan Regio. Tentunya itu berkat dukungan dari anda, keluarga Dickson dan keluarga kerajaan lainnya. Tentu saja akan menjadi rumah sakit yang akan berjalan pada jalur yang seharusnya." Ungkap Leon dengan tatapan matanya dingin ke arah tuan besar Peter Dickson.


"Itu juga berkat dukungan anda tuan Leon. Seperti yang saya dengar, jika anda mendatangkan satu dokter pada tim dokter tuan Erick." Balas Regio.


"Ternyata anda juga sudah mendengar berita itu." Senyum Leon mengembang.


"Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk rumah sakit kita bersama. Lagi pula dokter itu sudah mendapatkan pengakuan dari tuan Erick selaku pemimpin di dalam rumah sakit tersebut. Benar begitu bukan, tuan Erick?" Tanya Leon melihat ke arah Erick yang terlihat terkejut.


Erick tahu ada persaingan di antara dua keluarga bangsawan tersebut. Dia menelan salivanya sekedar untuk merilekskan dirinya.


"Benar tuan. Dokter yang di kirim adalah salah satu dokter terbaik dan sudah mendapatkan pengakuan di beberapa negara yang pernah ia kunjungi." Jawab Erick berusaha untuk bersikap netral dalam persaingan tersebut.


"Jadi begitu. Apakah dokter itu tidak datang malam ini? Aku ingin sekali mengenalnya setelah mendengar pujian yang anda berikan tuan Erick." Balas Regio terlihat penasaran.


"Tentu saja dia akan datang, karena dia harus datang malam ini. Benarkan tuan Erick." Ucap Leon dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.


"Benar tuan." Angguk Erick membenarkan.


Leon tiba-tiba tersenyum bahagia melihat ke arah pintu masuk. Melihat seseorang yang yang mereka bicarakan telah datang bersama beberapa orang yang mendampinginya.


"Lihatlah, dia sudah datang." Ucap Leon tersenyum senang dan terlihat bahagia melihat kehadiran seseorang yang baru saja datang bersama dengan tuan Alex Massimo.


Semua mata memandang ke arah seseorang yang di katakan oleh Leon. Seseorang yang cukup membuat beberapa orang terkejut akan kehadirannya. Membuat beberapa pasang mata terpaku akan kehadirannya. Kedatangannya menarik semua perhatian orang yang hadir di dalam pesta malam ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2