Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
21. Kunjungan Pertama Davin.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Fardhan***


Menatap wajah mungil Angel, Nitami diam dengan tatapan kasihan dan sedih. Sekecil itu Angel telah hidup sendiri sebatang kara. Kehilangan kedua orang tuanya, kerabat keluarga lainnya tidak ada, dan para sahabat kedua orang tuanya pun tidak ada yang datang untuk sekedar bertanya.


Semua cara dalam melakukan pencarian sudah di lakukan, namun sampai saat ini kerabat Angel tidak di temukan. Entah karena apa? Nitami pun tidak tahu. Asisten Max dan pihak kepolisian tidak ada yang berhasil menemukan mereka, ataupun tidak ada titik terang dari pencarian tersebut.


Nitami terpaksa bertindak sendiri, semampu yang dia bisa. Nitami masih berharap Angel memiliki sebuah keluarga yang lengkap dan bahagia. Nitami tidak ingin nasib Angel sama sepertinya, tidak ada sanak keluarga sama sekali. Dirinya hingga kini hanya sendiri.


Nitami yang akan berusaha turun tangan langsung. Apapun akan Nitami lakukan? sebagai bentuk usaha untuk menemukan keluarga Angel yang lainnya.


Nitami memandang ponselnya lama, dirinya masih berpikir sembari melihat wajah Angel yang masih tertidur dan ponselnya secara bergantian. Sekali dia melakukan sambungan tersebut, tidak ada jalan untuk kembali. Namun, jika dirinya tidak melakukan sambungan itu, masalah Angel tidak akan selesai dengan cepat.


Seseorang yang akan Nitami hubungi adalah salah satu orang yang cukup berpengaruh di kota itu. Orang yang akan Nitami minta untuk membantunya yang bisa melakukan apapun dengan segala cara? Cara bersih dan juga cara kotor, itu tergantung permasalahan yang akan dia selesaikan.


Tentu saja sambungan itu akan mengikat dirinya dengan orang tersebut. Sesuatu yang kita inginkan tidak mungkin tidak ada timbal baliknya. Bagaimana juga hidup di dunia ini?tidak ada yang namanya benar-benar gratis. Hanya ada beberapa persen saja yang gratis, atau mau membantu tanpa meminta imbalan.


Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menekan tombol tanda panggilan.


Terdengar suara sambungan telepon tersebut yang beriringan dengan detak jantung Nitami. Apakah tindakannya ini benar? iya, tindakan ini adalah benar. Karena hanya ini satu-satunya jalan untuk membantu Angel mencari kejelasan.


"hallo….!! sapa seseorang dari seberang telepon.


"hallo, ini aku Nitami." jawab Nitami dengan cepat dan nada yang terdengar tenang.


"akhirnya kamu menghubungiku juga, apa kabar?" tanya orang di seberang.


"kabarku baik. Kamu apa kabar?"


"aku baik. Kamu akhirnya menghubungiku setelah sekian lamanya aku menunggu. Apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya orang di seberang telepon tanpa basa-basi lagi. Dia sudah tahu maksud dari Nitami menghubunginya.


"mencari dan menjaga seseorang untukku."


"woow, dokter cantik kita ternyata benar benar menghubungiku karena ingin meminta bantuan dariku." ucapnya, Nitami hanya diam.


"baiklah, akan aku lakukan apa yang kamu inginkan? tapi tentunya kau sudah tahu, apa yang bisa kamu berikan padaku sebagai imbalannya?"


Nitami memandang jauh ke luar jendela, dengan wajah datar dan dinginnya. Sudah dapat Nitami tebak semua ini, orang yang ada di seberang telepon pasti menginginkan balasan.


"apa yang kamu inginkan?" tanya Nitami ingin tahu apa yang bisa dia berikan sebagai imbalan atau bayaran dari bantuannya.


"kamu sudah tahu apa yang aku inginkan. Tentunya bukan uang yang aku inginkan. Aku ingin kamu berada di pihakku dan menjadi dokter kepercayaan yang akan mendampingiku." ucapnya. Nitami menelan salivanya agar tenggorokannya yang kering menjadi basah.


"aku setuju. Aku akan berada di pihakmu, tetapi untuk menjadi dokter kepercayaanmu. Saat ini aku belum bisa, dan kamu tahu sendiri alasannya, apa?"


"Aku bisa memberikanmu uang berapapun untuk membayar pembatalan kontrakmu di rumah sakit Golden Healthy."

__ADS_1


"aku tahu kamu bisa melakukan itu, namun ingat satu hal yang membuat aku tidak bisa membatalkan kontrak tersebut."


"aku tahu itu. Pengacaraku akan membantu kamu untuk lepas dari hukuman penjara yang tertera di dalam kontrak kerjamu itu."


"itu tidak perlu kamu lakukan. Begini saja, karena kontrak kerjaku selesai beberapa bulan lagi. Ketika jam kerjaku selesai di rumah sakit itu, aku akan menjadi dokter pribadimu kapanpun kamu butuhkan. Hanya sampai kontrak kerjaku berakhir, bagaimana?" tanya Nitami ingin memberikan solusi.


Orang yang ada di seberang telepon diam sejenak, dia masih berpikir.


"baiklah, seperti itu lebih baik. Baik aku setuju, apa ini termasuk menjadi rahasia kita berdua sayangku?" ucapnya untuk menyetujui.


"iya. Terima kasih jika kamu mengerti. Aku ingin merahasiakan kedekatan kita untuk sementara. Sampai pada waktu yang tepat."


"tentu saja, aku sangat mengerti dirimu. Entah mengapa baru hari ini kamu setuju memutuskan untuk bergabung bersamaku. Aku rasa permasalahan yang akan kita kerjakan pasti sangat penting bagimu."


"iya kamu benar. Akan aku kirimkan semua informasinya melalui email mu. Aku harap kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat."


"tentu saja, apa yang tidak bisa aku lakukan? semua yang orang tidak bisa lakukan, aku bisa melakukannya dengan cepat dan mudah." ungkapnya menyombongkan dirinya.


"baiklah, aku harap kamu tidak akan membuat ku kecewa."


"tenang sayangku. Begitu kamu setuju untuk bergabung denganku, apapun milikku adalah milikmu juga. Semua anak buahku adalah anak buahmu juga. Semoga kamu bisa mengerti jika kita sudah di takdirkan untuk bersama." ungkapnya yang membuat Nitami memutar matanya malas.


"kamu tidak pernah berubah. Baiklah aku tutup dulu, sampai ketemu lagi dan terima kasih." ungkap Nitami tidak ingin banyak bicara lagi.


"baik sayangku, aku tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi. Sampai jumpa di lain waktu." balasnya. Sambungan telepon mereka pun tertutup.


'tok tok tok…' suara pintu di ketuk dari arah luar rumah sederhana Nitami.


Nitami melihat ke arah pintu, dengan segera dirinya melangkah berniat untuk membuka pintunya. Sebelumnya dia melihat dari balik tirai jendela di samping pintu. Seseorang yang datang adalah Davin, Nitami merengutkan alisnya melihat ke arah Davin yang berdiri di depan pintu rumah yang masih tertutup rapat.


"mau apa dia ke sini?" gumam Nitami pelan.


'tok tok tok.' ketukan pintu oleh Davin.


Nitami masih diam di depan pintu, dia masih berpikir untuk membuka pintunya atau tidak.


"Nitami…Nitami…tolong buka pintunya." ucap Davin sembari masih mengetuk pintu rumahnya.


Davin masih mengetuk pintunya semakin keras, lama kelamaan Nitami menjadi risih akan ketukan pintu dan panggilan namanya yang di lakukan oleh Davin. Nitami teringat akan Angel yang masih tertidur, dia tidak ingin ketukan dan panggilan Davin membangunkan Angel.


Nitami pun memutuskan untuk membukakan pintu, karena dia sangat yakin Davin akan terus seperti itu, jika Davin tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Pada akhirnya Nitami pun membuka pintu rumahnya, dengan memasang wajah datarnya melihat ke arah depan. Dimana Davin sedang berdiri dan memandang dirinya dengan tatapan datarnya.


"ada perlu apa tuan ke sini?" tanya Nitami dengan nada yang sedikit ketus.


"aku ingin melihat keadaan Angel." jawab Davin masih dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"dia sedang tidur saat ini."


"apa aku boleh masuk?"


"untuk apa, tolong tuan jangan membuat masalah baru lagi."


Nitami sengaja berkata seperti itu, sudah cukup baginya hari ini. Satu hari yang sungguh menegangkan dan penuh akan masalah. Satu hari di mana Nitami dan Angel mendapatkan masalah dari pihak anggota keluarga Fardhan.


"aku tidak mencari masalah, aku hanya ingin melihat keadaan Angel. Bagaimana juga dia adalah tanggung jawabku saat ini. Aku berhak tahu, apalagi semua yang terjadi padanya adalah perbuatan dari adikku Diana."


Nitami hanya diam dengan tatapan datarnya, apa yang di ucapkan oleh Davin adalah benar. Saat ini Angel sudah menjadi tanggung jawabnya. Nitami hanya masih diam.


"sudahlah. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, biarkan aku melihat Angel." ucapnya sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dengan pandangan mata yang masih sedatar tadi.


"apa tidak masalah bagi anda, berkunjung ke dalam rumah sederhana seperti ini?"


"aku tidak masalah, yang bermasalah seperti kau. Terlihat jelas dari tatapan matamu, kau tidak suka kunjungan dariku." ucap Davin membalikkan kata-katanya.


Nitami masih diam, tidak akan ada gunanya jika berdebat dengan tuan muda suaminya itu. Nitami tidak akan pernah menang, selama Davin memegang kendali atas dirinya.


'sabar Nitami, mengalahlah untuk saat ini. Biarkan dia menang sekarang dan ikuti aturannya. Setelah ini baru kamu lihat tindakan apa yang harus kamu lakukan.' gumam Nitami di dalam hatinya sembari masih melihat ke arah Davin yang terlihat dengan santainya berdiri.


'aha…akan aku coba untuk berbicara padanya tentang kepindahan Angel. Semoga ini berhasil, Aku ingin melihat apa reaksinya jika aku mengubah sedikit sikapku padanya? Aku ingin memulai semua rencana yang akan aku jalani. Tidak ada salahnya untuk aku mencobanya dari sekarang.'' gumam Nitami, kini tatapan matanya sudah terlihat biasa.


"masuklah, jika anda bisa betah berada di rumah saya yang sederhana ini." ucap Nitami dengan senyum miringnya yang mencurigakan.


Davin dapat melihat senyum miring Nitami yang mencurigakan baginya. Davin kini menatap curiga ke arah Nitami yang tiba-tiba saja merubah mimik wajahnya dengan cepat.


"mengapa hanya berdiri saja?" tanya Nitami masih dengan senyum yang mencurigakan.


"silahkan masuk tuan." ucap Nitami memundurkan dua langkahnya ke belakang, lalu menyampingkan tubuhnya. Agar Davin dapat masuk dengan leluasa.


Davin yang melihat tingkah laku Nitami yang cukup berubah. Masih terlihat curiga pada Nitami, namun karena niatnya datang memang untuk berkunjung dan ingin tahu keadaan Angel. Dengan terpaksa dia masuk, tetapi Davin masih bersikap waspada.


Masih lekat pada ingatannya saat melihat pertarungan Nitami tadi siang, saat Nitami melawan 5 orang bodyguard tanpa terluka dan tergores sedikitpun. Nitami menang dalam pertarungannya, Nitami melakukan seni bela dirinya dengan sangat lihai, cepat dan kuat.


Davin masih belum dapat percaya akan apa yang tadi dirinya lihat, Nitami sungguh menjadi wanita kuat dan tangguh. Davin harus berhati-hati dalam menangani Nitami mulai sekarang. Itulah yang ada di dalam pikiran Davin saat melihat keramahan Nitami secara tiba-tiba.


Davin memutuskan untuk masuk ke dalam rumah Nitami dengan kewaspadaan yang tinggi. Tanpa pikir panjang lagi, Davin masuk ke dalam dengan di ikuti seluruh pandangan matanya melihat sekeliling dalam rumah sederhana Nitami. Ini untuk pertama kalinya kunjungan Davin datang ke rumah itu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2