
***Markas Alesha Larzo***
Levi dan Nitami keluar beriringan dari balik ruang operasi. Davin lebih dulu bangkit dan mendekati mereka berdua.
"Bagaimana keadaan mama?" Tanya Davin melihat ke arah Nitami yang melihatnya hanya diam dengan raut wajah yang datar, namun tatapan mata yang terlihat sedih.
"Kondisi pasien saat ini stabil. Kami harus terus memantaunya untuk beberapa jam ke depan, hingga kondisinya benar-benar stabil." Balas Levi mewakili Nitami yang ia tahu tidak dapat menjawab pertanyaan Davin.
Davin melihat sekilas ke arah Levi, kemudian melihat kembali ke arah Nitami yang hanya diam. Davin tahu ini juga berat untuk Nitami, dia tahu bagaimana hubungan Nitami dan sang mama.
Davin tiba-tiba memeluk tubuh Nitami, kali ini ia tidak dapat menahan lagi perasaan ingin melindungi dan menghibur Nitami di saat wanita itu terlihat rapuh namun pura-pura kuat.
Nicolas, Levi dan beberapa orang di sana tentunya terkejut melihat tindakan yang di lakukan oleh Davin kepada Nitami. Nicolas ingin mendekati mereka, tetapi di cegah cepat oleh Alesha agar memberikan mereka ruang dan waktu sejenak.
Alesha tahu, jika Nitami butuh penghiburan dan tempat untuk bersandar. Davin adalah salah satu yang mungkin mengerti perasaan Nitami saat ini. Bagaimana juga keduanya terhubung pada satu orang yang mereka kasihi dan khawatirkan, yaitu nyonya Sandra.
"Menangislah jika kamu memang ingin menangis. Semuanya akan baik baik saja." Ucap Davin di sela-sela pelukkan mereka.
"Yakinlah mama akan baik baik saja. Yakinlah mama adalah wanita yang kuat sama seperti dirimu. Mama akan melewati semua ini, dan kembali lagi bersama kita. Kamu harus kuat demi mama." Ucap Davin kembali sembari membelai lembut punggung Nitami yang terasa kaku.
Nitami masih terdiam tanpa pergerakan sama sekali, dia sadar siapa yang tengah memeluknya. Pandangan matanya jauh menerawang melihat ke arah Nicolas dan Alesha yang melihat ke arah mereka.
"Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apapun. Aku bersalah, kami bersalah padamu. Maafkan aku yang sudah gagal menjadi seorang suami untukmu dan seorang putra untuk mama . Aku menyesal karena terlambat mengetahui kebenarannya, apapun keputusan mu akan aku dukung. Kamu berhak bahagia Nitami. " Ungkap Davin tulus dari hatinya.
Saat melihat bagaimana mamanya melindungi Nitami, Davin sadar betapa besar rasa sayang dan rasa bersalah mamanya terhadap Nitami. Itu terlihat jelas dari tatapan mata nyonya Sandra yang penuh akan penyesalan dan kasih sayang kepada Nitami.
Nitami terlihat ketakutan saat melihat nyonya Sandra tertembak saat melindunginya. Tangan Nitami bahkan gemeteran menahan pendarahan yang ada pada dada wanita yang telah bersama mereka beberapa tahun ini. Davin sadar hubungan antara mamanya dan juga Nitami hancur akibat pernikahan yang Davin tolak.
"Aku akan melepaskan belenggu yang selama ini mengikatmu. Kamu berhak bebas mengikuti apapun yang kamu inginkan. Terbanglah setinggi dan sejauh yang kamu inginkan. Maafkan aku yang tidak pernah menganggap mu ada sebagai istriku selama ini. Akan aku lepaskan dirimu dari belenggu tumbal itu, karena kamu tidak berhak menjadi seorang tumbal. Kamu bukan tumbal dari keluarga Fardhan." Ungkap Davin terdengar tulus. Davin menahan air matanya akan ucapan yang ingin melepaskan Nitami dari belenggu yang mengikatnya selama ini. Belenggu yang berkedok tumbal.
Nitami tahu Davin tulus mengucapkan perkataan tersebut. Nitami tahu ini juga berat untuk Davin jalani. Mereka berdua adalah sama-sama korban, Nitami tahu semuanya sudah berakhir. Dia juga cukup lega dan senang jika Davin dapat merelakan dan melepaskannya tanpa menimbulkan masalah lain.
Nitami menutup matanya yang sudah berkaca-kaca. Air mata yang selama ini ia tahan tidak dapat ia cegah lagi. Lolos begitu saja, Nitami membalas pelukkan yang Davin berikan. Setidaknya itu akan menjadi pelukkan terakhir di antara mereka berdua, setelah itu hubungan mereka akan berubah.
Pelukkan yang Nitami berikan justru menghangatkan hati Davin. Untuk pertama kalinya ia merasakan ketulusan wanita yang selalu dia anggap tidak ada di dalam hidupnya. Ada rasa sesak dan menyesal di dalam hatinya, karena baru menyadarinya.
"Terima kasih. Aku harap kamu bisa hidup lebih baik lagi dari sekarang. Hargailah dan lindungi yang seharusnya kamu lindungi dari dalam hati." Balas Nitami di sela-sela pelukkan mereka.
"Terima kasih." Balas Davin menahan getar nadanya.
Nitami melepaskan pelukkan mereka, sudah cukup dan semua akan berubah detik itu juga. Nitami menghapus air matanya, dan melihat ke arah Davin dengan tatapan teduhnya.
__ADS_1
Davin merasakan kelegaan di hatinya, walaupun rasa sesal karena kehilangan Nitami masih dapat ia rasakan. Ia yakin seiring berjalannya waktu, luka, sesal dan kecewa itu akan hilang.
Nitami meraih tangan kanan Davin, dia menyerahkan cincin pernikahan yang Nitami dapatkan dari kantong bajunya. Cincin pernikahan dirinya dan Davin.
Davin melihat ke arah cincin tersebut, kemudian melihat kembali ke arah Nitami yang juga melihat ke arahnya.
"Carilah wanita yang tepat untukmu. Aku yakin wanita itu adalah pilihan terakhir mu kelak. Jangan pernah sia-siakan wanita itu, cintai dia dan miliki keluarga yang bahagia." Harapan Nitami pada masa depan Davin.
"Jaga mama untuk ku." Ucap Nitami sembari menghela nafasnya.
Davin melihat intens mata Nitami. Dia tahu Nitami akan pergi jauh darinya.
"Apakah kita tidak bisa berteman dan bertemu suatu saat nanti?" Tanya pelan Davin.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa berjanji apapun untuk itu. Yang bisa aku pastikan, suatu saat jika kita bertemu lagi. Kita adalah teman." Balas Nitami tidak dapat banyak berjanji, karena ada sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
Davin diam seribu bahasa, genggaman tangannya kuat pada cincin pernikahan yang ada di tangannya.
Nitami merasa tidak ada lagi yang akan mereka bahas, melangkah meninggalkan Davin berdiri pada tempatnya. Nitami melangkah mendekati Alesha, keputusan Nitami sudah bulat akan melakukan apa yang sudah ia rencanakan dan bahas bersama Alesha.
"Alesha, lakukan dan persiapkan semua seperti yang sudah aku bicarakan padamu. Jangan menunda semuanya terlalu lama." Ungkap Nitami melihat serius ke arah Alesha.
"Tolong perketat penjagaan di tempat ini hingga nyonya Sandra pulih kembali." Ucapnya kembali.
Urusannya dengan Alesha telah selesai. Nitami melihat ke arah Nicolas dan melangkah mendekati pria yang sejak tadi hanya diam dan mengamati situasi di sana.
"Tuan Nicolas. Apa bantuan yang anda katakan beberapa hari yang lalu masih berlaku?" Tanya Nitami kepada Nicolas.
Nicolas melihat intens wanita yang ingin ia raih.
"Tentu saja masih." Balasnya dengan raut wajahnya yang datar.
"Orang ini mungkin bisa membantu anda untuk mencari siapa yang ada di balik kecelakaan adik anda dan juga tuan Davin. Mereka satu orang dengan dua sasaran yang kebetulan ada di satu tempat yang sama. Orang ini akan membantu anda mengungkapkan kecelakaan itu, atau bisa di katakan sebuah penyerangan dari seseorang." Ungkap Nitami menekan beberapa kalimatnya.
"Apa maksud mu?" Tanya Nicolas dengan mengerutkan keningnya.
Davin juga melihat ke arah mereka, dan datang mendekat saat mendengar tentang kecelakaan yang melibatkan dirinya.
"Apa maksud mu?" Tanya Davin yang sudah ada di hadapan Nitami dan berdiri di samping Nicolas.
"Kecelakaan itu adalah penyerangan yang di lakukan oleh mafia yang berasal dari Inggris dan bekerja sama dengan mafia Italia. Mereka memiliki satu ketua yang tidak akan ada di dalam bayangan kalian. Mungkin akan sangat sulit kalian lawan, karena dia tidak tersentuh oleh orang biasa seperti kita." Balas penjelasan Nitami apa yang ia ketahui.
__ADS_1
Nicolas dan Davin memandang serius Nitami, Levi juga datang mendekat. Ada yang membuatnya merasa penasaran dan curiga.
"Apa maksud mu ? Katakan siapa dia?" Tanya Nicolas merasa penasaran.
Nitami tidak menjawab, dia hanya melihat ke arah kartu nama yang ada di tangan Nicolas. Mereka juga mengikuti ke mana arah pandangan mata Nitami, dan membaca nama yang ada di dalam kartu tersebut.
"Leonardo Misel." Ucap Nicolas, Davin dan Levi secara bersamaan.
Nicolas dan Levi mengenal nama tersebut, dan kini saling memandang. Nama yang tidak dapat di pandang sebelah mata, bahkan keluarga bangsawan sekelas Massimo dan Orlando tidak berani mengusik nama itu. Kini Nitami memberikan sebuah nama yang sangat sulit untuk mereka dekati.
"Apa kau tahu siapa pria ini?" Tanya Levi bertanya dengan raut seriusnya.
Nitami melihat ke arah Levi. Dia dapat menebak jika Levi mengenal dan tahu pria tersebut.
"Tentu saja. Leonardo Misel. Putra dari tuan Jovandra Misel. Pemilik dari perusahaan raksasa Royal grup. Keluarga Misel adalah keluarga yang sangat di hormati di kalangan para bangsawan kelas atas di beberapa negara. Keluarga yang tidak akan pernah takut dan tunduk pada aturan kerajaan dan pemerintah yang tidak mereka inginkan. Satu yang kalian harus tahu, keluarga Misel adalah pemilik organisasi mafia Kingdom Black." Penjelasan Nitami yang membuat Nicolas dan Levi terdiam dan cukup terkesan pada pengetahuan Nitami.
"Jika kamu memang tahu siapa pria itu. Tentunya kamu tahu jika dia tidak tersentuh, bagaimana caranya kita bisa mendekatinya." Tanya Levi ingin menyadarkan Nitami.
"Jika tidak melalui pria ini. Dalang di balik kecelakaan itu tidak akan bisa kita dekati. Bagaimana caranya kalian untuk membalas perbuatan mereka, bahkan hukum pun tidak akan sampai padanya." Sahut Nitami.
Levi kini mengerti maksud dari Nitami, dia pun melihat ke arah Nicolas.
"Nico ini sangat sulit dan rumit." Ucap Levi kepada Nicolas.
"Jika benar dugaanku apa yang dokter Saila maksudkan. Itu akan sangat sulit."
"Jadi anda sudah mengerti maksud saya dokter Levi." Balas Nitami.
"Tentu saja. Siapa yang tidak mengenal keluarga Misel? Bahkan keluarga bangsawan tertinggi pun tidak ingin berurusan dengannya." Sahut Levi yang membuat Nitami tersenyum tipis.
Membuat semua yang melihatnya heran. Apa ada yang membuat Nitami tersenyum?
"Bisa kau sebutkan apa maksud perkataan ku?" Tanya Nitami.
Mereka melihat ke arah Nitami, mereka tahu Nitami ingin kejelasan dari dugaan atau kecurigaan Levi saat ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.