
***Hotel Angel Star***
Aula besar yang di miliki oleh hotel Angel Star, kini sudah di penuhi oleh para pengusaha ternama beserta keluarganya masing-masing. Mereka yang memiliki perusahaan besar akan mendapatkan undangan khusus untuk satu keluarga. Ada yang hanya mendapatkan undangan biasa saja.
Beberapa rumah sakit besar di kota A, kota tetangga dan negara luar juga mendapatkan undangan tersebut. Pesta Akbar ini di selenggarakan untuk peluncuran sebuah alat kesehatan yang baru mereka ciptakan. Tidak heran banyak dokter ternama dan terbaik yang hadir di sana, dan banyak pengusaha tidak mengetahui itu semua.
Mereka hanya tahu ini hanyalah undangan biasa yang di selenggarakan oleh perusahaan raksasa yang bergerak pada banyak bidang bisnisnya. Mereka hanya akan hadir dan berusaha mencari rekan bisnis yang cocok untuk di ajak kerjasama. Begitulah dunia bisnis, para pengusaha tua dan muda, pemula dan profesional akan berlomba lomba mencari dan menjadi yang terbaik di antara mereka.
Beberapa keluarga pengusaha ternama telah hadir seperti keluarga besar Orlando yang di hadiri oleh tuan muda Nicolas Orlando, tuan besar dan nyonya besar Orlando. Mereka sebagai pemilik hotel Angel Star dan tamu undangan khusus.
Keluarga besar Fardhan mengajak serta seluruh keluarganya. Tuan muda Davin Attala Fardhan dan Fransisca Raiden, tampilan Fransisca yang menggunakan gaun berwarna hitam gemerlap sedikit mencolok, sedangkan Davin menggunakan setelah jas mahal berwarna biru dongker yang tetap terlihat elegan dan pas di tubuhnya yang tinggi atletis.
Keluarga besar Alesha Larzo hanya mengajak kedua adik kembarnya, nona muda Alvira Larzo dan tuan muda Alvaro Larzo, yang tentu saja menjadi salah satu pusat perhatian dari semua orang yang hadir. Banyak yang mengenal keluarga mereka berlatar belakang dunia bawah, namun tidak ada yang berani secara terang-terangan untuk mengatakan itu.
Keluarga besar Ghani Sachio mengajak serta adik laki-lakinya, tuan dan nyonya besar Sachio. Keluarga Sachio bersahabat dekat dengan keluarga Fardhan sejak lama. Dan dua keluarga besar lainnya yaitu keluarga besar Pancho dan keluarga besar Reyman. Mereka 4 keluarga besar yang sudah bersahabat sejak kakek buyut mereka dahulu.
6 keluarga besar yang memiliki kedudukan dan nama besar yang tidak bisa di pandang sebelah mata. Ke 6 keluarga yang cukup mencuri perhatian dari beberapa keluarga pengusaha biasa yang ingin sekedar menjalin hubungan dekat dengan mereka. Terutama jika bisa menjalin hubungan keluarga melalui putra putri mereka yang di jodohkan dan menjalani pernikahan bisnis.
Nampak jelas banyak yang ingin mendekati salah satu keluarga besar yang terlihat sangat mencolok, terutama keluarga Orlando dan Larzo yang memiliki tuan serta nona muda yang masih sendiri tidak mempunyai pasangan. Mereka berharap putra atau putri mereka dapat di lirik. Tidak menutup kemungkinan keluarga besar lainnya yang juga mencari calon menantu untuk putra dan putri mereka.
Mereka yang berada pada kawasan area VVIP dapat berbaur dengan mudah, begitu juga dengan Fransisca dan Diana yang melangkah mendekati keluarga Larzo, bagaimana juga Fransisca adalah salah satu brand ambassador dari rumah produksi dan fashion yang di miliki oleh Alesha Larzo.
"selamat malam nona Alesha Larzo." sapa Fransisca dengan senyum ramah ke arah bosnya itu.
"selamat malam nona Alvira Larzo dan tuan muda Alvaro Larzo." sapa Fransisca pada kedua adik kembar Alesha Larzo.
Alesha Larzo sudah mengenal Fransisca karena dia adalah salah satu model artis yang menjadi brand ambassadornya, terpaksa menyapa dengan sekedarnya saja.
"selamat malam nona Fransisca Raiden, atau saya harus menyapa anda dengan sebutan nyonya muda Fardhan." balas Alesha sembari melihat ke arah keluarga Fardhan yang duduk tidak jauh dari meja mereka.
Fransisca tersenyum mendengar ucapan Alesha. "tidak perlu seperti itu nona Alesha, cukup panggil saya Fransisca saja." balas Fransisca dengan ramah.
"oiya…perkenalkan ini adik ipar saya, Diana Atalla Fardhan." ucap Fransisca memperkenalkan Diana yang berdiri di sampingnya. Alesha hanya memasang wajah datarnya melihat ke arah Diana.
"selamat malam nona Alesha Larzo." sapa Diana dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
"selamat malam." balas Alesha dengan anggukan kepala sekedarnya.
"selamat malam nona Alvira Larzo dan tuan muda Alvaro Larzo." sapa Diana pada kedua adik kembar Alesha Larzo yang tidak kalah cantik dan tampan dari sang kakak.
"selamat malam." sapa keduanya secara bersamaan dengan senyum tipis mereka.
"apakah saya boleh bergabung dan menemani anda di sini nona Alesha?" tanya Fransisca dengan terus terang.
Alesha nampak datar saja. "silahkan jika anda mau." balas Alesha dengan sikap yang tenang.
"kursi itu memang kosong, karena masih menunggu seseorang yang akan mendudukinya." jawab Alesha dengan sikap santai saat Fransisca dan Diana telah duduk dengan anggunnya.
"apakah anda sedang menunggu seseorang yang belum datang?" tanya Fransisca yang sungguh tidak peka terhadap maksud Alesha yang tidak suka Fransisca dan Diana bergabung pada meja mereka.
"tidak. Saya tidak menunggu siapapun? kursi itu sudah di persiapkan untuk orang yang mungkin akan mendudukinya."balas Alesha menatap intens wajah Fransisca yang penuh akan polesan make up tebalnya.
"saya tidak akan lama, saya hanya ingin menyapa dan ramah kepada anda. Bagaimana juga anda adalah atasan yang harus saya hormati?" ucap Fransisca yang mencoba ramah dan mulai mengerti jika Alesha tidak suka kedatangannya di meja itu.
"tidak perlu seperti itu nona Fransisca, kita bekerjasama untuk saling menguntungkan. Jadi jangan terlalu sungkan."
"terima atas keramahan dan kebaikan anda nona Alesha. Semoga kerjasama kita akan selalu berjalan baik dan saling menguntungkan, seperti yang anda harapkan." balas Fransisca mencoba tetap ramah.
"tentu saja." jawab singkat Alesha dengan wajah datar yang membuat Fransisca tersenyum kecut. Dia merasa jika kedatangannya tidak di harapkan, walaupun dia adalah salah satu brand ambassador yang di miliki oleh Alesha Larzo.
"baiklah nona Alesha, terima kasih atas keramahan anda. Sepertinya saya harus kembali ke meja saya. Selamat malam." ungkap Fransisca sembari bangkit dari duduknya, namun di dalam hatinya sungguh malu dan geram akan penolakan halus yang di lakukan oleh Alesha Larzo kepadanya.
Alesha Larzo tidak menjawab apapun? Fransisca pergi dengan menahan rasa geram di dalam hatinya, terlihat dari genggaman kuat tangannya pada dompet mewah yang ia bawa. Alesha tersenyum meremehkan ke arah Fransisca yang kembali duduk pada meja khusus untuk keluarga Fardhan.
"kak Alesha, bukankah itu salah satu model artis sekaligus brand ambassador yang perusahaan kakak miliki?" tanya si kembar Alvira melihat heran kepada sang kakak yang ada di sampingnya.
"iya." jawab singkat Alesha.
"terlihat jelas kakak tidak suka padanya." ucap Alvira yang melihat jelas sikap kakaknya tidak suka akan kedatangan dari Fransisca.
"oiya, masa sih…sepertinya kakak tidak menunjukkan itu tadi." kilah Alesha sembari menyesap minuman wine putih kesukaannya.
__ADS_1
"sangat terlihat jelas, kakak tidak menyukai kedatangannya. Iya kan kak Alvaro." tanya Alvira pada sang kakak kembar yang ada di sampingnya.
"iya…sudahlah untuk apa membahas wanita seperti itu. Terlihat jelas dia tipe wanita yang suka kemewahan dan penjilat yang tidak tahu malu." ungkap Alvaro dengan santainya. Membuat dua saudaranya melihat ke arahnya.
Alvaro mempunyai sikap dan sifat tidak jauh dari sang kakak Alesha Larzo, selalu memandang tajam dan tepat jika menilai seseorang. Terkadang dia lebih dingin dan kejam daripada sang kakak.
"kamu benar Alvaro. Matamu sungguh jeli jika sudah menilai seseorang." balas Alesha senang akan sikap tegas sang adik.
"kalau kakak tidak suka padanya, kenapa kakak mau bekerjasama dengannya?" tanya heran Alvira yang memang tidak suka berkecimpung di dunia bisnis seperti kedua kakaknya.
Dia adalah salah satu dokter bedah anak yang bekerja di rumah sakit keluarganya sendiri, yaitu rumah sakit Miracle Healthy. Alvira Larzo termasuk salah satu dokter terbaik di kota. Setidaknya dia adalah dokter muda yang berbakat dan juga profesional.
"itulah dunia bisnis adikku sayang. Kau yang hanya seorang dokter tidak akan mengerti. Lagi pula selagi dia tidak membuat masalah besar dan menguntungkan bagi perusahaan kita, biarkan saja. Kami juga tidak pernah bertatap muka, ini adalah untuk kedua kalinya."
"kakak, kakak…aku tidak mengerti dunia kalian ini. Lagi pula kalau sudah tidak suka, ya tinggal di tendang saja dari perusahaan, untuk apa di pertahankan waluapun dia menguntungkan? Kalau aku menjadi kalian, aku tidak sudi apa yang tidak aku suka, ada di dekatku? Aku akan menyingkirkannya sejauh mungkin, bila perlu melenyapkannya." ungkap tegas Alvira sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, lalu melipat kedua tangannya di depan dada dengan santainya.
Alesha dan Alvaro melihat ke arah Alvira yang sedikit bisa berkata kasar, jika memang dia tidak suka pada sesuatu yang dia lihat dan ada di dekatnya. Alvira memiliki sikap dan sifat lebih baik karena dia adalah seorang dokter yang bertugas untuk menyembuhkan dan menolong sesama. Selebihnya Alvira juga bisa bersikap tegas bahkan lebih kejam secara halus, jika dia tidak suka atau membenci sesuatu.
Aliran darah seorang mafia yang mengalir pada tubuh mereka sangat kental. Mereka bukanlah anak anak yang di didik secara sembarangan, ketegasan, kekejaman dan kekuatan yang cukup mengerikan yang telah mereka dapatkan sejak kecil. Ayah dan kakeknya yang seorang keturunan mafia kuat, mewariskan itu semua pada mereka bertiga agar tidak mudah di remehkan dan permainkan oleh orang lain.
"ucapanmu cukup kejam sebagai seorang dokter Alvira." ucap Alesha melihat sang adik.
"kak Alesha benar. Terkadang aku takut pada sikap dan sifat baiknya. Apalagi jika dia sedang memegang sebuah jarum suntik dan pisau bedah, dia seperti seorang 'Dark Angel' yang bisa saja menolong, juga bisa membunuh seseorang yang dia inginkan. Iii…mengerikan." ungkap Alvaro dengan bergidik ngeri melihat ke arah sang adik yang duduk di tengah-tengah mereka bertiga.
Alvira yang dapat ejekan dari saudara kembarnya, melototkan matanya melihat ke arah Alvaro. "jangan sembarangan bicara kamu, kalau tidak kamu yang akan aku jadikan mangsaku selanjutnya." ancam balik Alvira.
"uuuuu…aku takut…ampun dokter cantik, aku tidak berani…" ungkap candaan Alvaro sembari bangkit dan berpindah tempat duduk di samping Alesha. Bermaksud untuk mencari perlindungan.
Sontak membuat Alesha tersenyum dengan gelengan kepalanya melihat keakraban kedua adik kembarnya. Mereka dan sang mama adalah salah satu alasan kuat Alesha untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini, setelah kematian dari papa dan kakeknya yang di bunuh secara brutal beberapa tahun yang lalu. Alesha lah yang meneruskan sebagai tulang punggung keluarga Larzo hingga besar seperti sekarang ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.