
***Rumah Sakit Golden Healthy***
Nitami masih diam dan menunggu reaksi dari Nicolas yang hanya masih diam saja. Nitami benar-benar tidak bisa memulai mengambil makanan terlebih dahulu, jika tuan rumah yang mengundangnya saja masih diam tanpa pergerakan apapun?
"Silahkan, dokter." Ucap Nicolas kepada Nitami, isyarat untuk memulai makan siang mereka.
"Mari tuan. Sebaiknya anda makan terlebih dahulu, karena anda sudah sangat terlambat sekali untuk makan siang ini." Balas Nitami masih dengan senyum manisnya.
"Saya hanya akan makan ini." Balasnya dengan mengambil sebuah mangkuk putih yang berisi bubur dan telur rebus di atasnya.
Nitami melihatnya, dan cukup heran. Nicolas tidak memiliki larangan dalam memilih makanan. Dia bisa memakan apapun jenis makanan yang di inginkan? Tapi mengapa Nicolas lebih memilih bubur dan telur rebus saja?
"Bubur memang baik untuk orang sakit, tetapi anda juga boleh memakai semua jenis makanan. Tidak ada larangan, kecuali makanan yang membuat anda alergi." Ucap Nitami mencoba memberitahukan, agar Nicolas mengerti tidak selamanya orang sakit harus memakan bubur saja.
"Saya tahu itu. Saya hanya ingin memakan ini saja saat ini." Balasnya dengan senyum.
Nitami tahu maksud dari keinginan Nicolas yang ia ucapkan. Dia tidak bisa berkata apapun lagi? jika sudah itu yang di inginkan oleh Nicolas untuk makan siangnya. Nitami hanya dapat menghela nafasnya perlahan sembari tersenyum ke arah Nicolas.
Nitami yang ingin secepatnya menyelesaikan semua tugasnya yang menumpuk, harus dengan cepat menyelesaikan urusan makan siangnya ini. Dengan sikap tenangnya Nitami meraih nasi putih dan beberapa lauk serta sayuran yang sudah tersedia di hadapannya. Semua makanan sebanyak itu, tidak akan habis untuk mereka bertiga, karena semua makanan yang ada di atas meja itu lebih cocok untuk porsi 10 orang.
Nitami hanya akan makan yang dia inginkannya saja, sisanya dia tidak peduli. Walaupun Nitami bukanlah orang yang suka boros dan menyia-nyiakan makanan. Namun dia tidak akan bisa menghabiskan semua makanan tersebut, bahkan untuk seperempatnya saja tidak akan mungkin baginya.
Kembali Nitami melihat ke arah Nicolas yang terlihat menikmati bubur dan telur rebusnya. Jika hanya memakan bubur dan menyia-nyiakan makanan juga tidak baik, walaupun tidak ada larangan bagi Nicolas untuk makan bubur.
"Bubur memang baik untuk orang sakit tuan, tetapi anda juga bisa memakan beberapa lauk dan sayur untuk menemani bubur anda." Ucap Nitami melihat ke arah Nicolas yang hanya memakan bubur dan telur rebus saja.
Nicolas meletakkan sendoknya, lalu menatap Nitami dengan senyum ramahnya.
"Saya tahu, dokter." Balasnya.
Nitami masih menatap Nicolas sembari meletakkan gelas air putih yang baru saja selesai dia minum.
"Memakan bubur ini, membuat saya teringat akan seseorang." Ucapnya.
Nitami hanya diam menyimak sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Dia hanya ingin cepat menyelesaikan makan siangnya dan kembali lagi ke dalam ruang kerjanya.
"Apa dokter tidak merasa pernah bertemu denganku sebelumnya?" Tanya Nicolas tanpa basa-basi.
Nicolas sengaja hanya memakan bubur dan telur rebus saja, sama seperti yang pernah di berikan oleh Nitami pada saat pertama kalinya mereka bertemu di hutan. Saat Nitami menolongnya selamat dari kematian di dalam hutan. Nicolas hanya ingin mengingatkan Nitami akan pertemuan mereka berdua.
__ADS_1
Nitami yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, terdiam dan menatap intens Nicolas.
"Apa maksud anda tuan?" Tanya Nitami menatap serius Nicolas.
"Tidak ingatkah anda dokter, jika kita pernah bertemu sebelumnya."
"Bukankah semalam kita baru saja bertemu, tuan?"
"Selain tadi malam, kita juga pernah bertemu sebelumnya. Apakah dokter tidak mengingatnya?" Tanya Nicolas menatap intens wajah Nitami. Dia berharap jika Nitami dapat mengingat pertemuan mereka berdua.
Nitami terdiam, sekilas dia melihat ke arah mangkuk bubur Nicolas, lalu beralih kembali melihat intens wajah Nicolas. Nitami mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Nicolas? Mungkinkah mereka pernah bertemu sebelumnya? Tapi di mana? Nicolas Orlando adalah pengusaha ternama dan sukses yang terkenal akan kesibukannya, mana mungkin dengan mudah dirinya bisa bertemu dengan Nicolas begitu saja.
"Terus terang saja dokter, aku tipe orang yang tidak suka berbasa basi dan mengulur segala hal." Ucapnya. Nitami masih diam dan mencoba mengingat apa benar mereka sebelumnya pernah bertemu?
Nicolas menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya dia akan mengungkapkan akan pertemuan mereka yang Nicolas maksudkan.
"Kita pernah bertemu sebelumnya, di Inggris. Sebuah hutan, di pinggiran kota Inggris. Aku mengalami sebuah kecelakaan dan anda menolong ku pada saat itu, karena anda kebetulan ada di hutan tersebut. Anda pernah memasakkan bubur seperti ini untukku?" Ungkapnya sembari mengaduk pelan bubur yang ada di hadapannya itu.
Nitami terdiam, lalu mencerna dan berusaha mengingat apa yang baru saja di katakan oleh Nicolas? Dengan petunjuk yang sangat jelas, tentu saja Nitami mengingat kejadian yang pernah dia alami beberapa tahun lalu. Nitami menatap intens wajah Nicolas dan mencoba mengingat wajah pria yang pernah ia tolong pada saat itu.
Nitami tersenyum sembari meletakkan sendok yang tadinya dia pegang. Kini dia dapat mengingat dengan jelas, pria yang pernah dia selamatkan di dalam hutan.
"Jadi itu anda, tuan?" Ucap Nitami dengan senyum tipisnya.
"Saya senang anda saat ini baik baik saja." Jawab Nitami, lalu kembali meneguk air minumnya.
"Itu semua berkat pertolongan pertama yang anda lakukan, dokter Saila." Ungkapnya menyebutkan nama yang pernah di ucapkan oleh Nitami saat perkenalan mereka berdua.
Nitami hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju akan ucapan Nicolas. Namun wajahnya datar kembali, dia tidak pernah menyangka jika pria yang pernah dia selamatkan adalah seorang pengusaha muda yang sangat terkenal dan sukses pada saat itu.
Bagaimana Nitami bisa mengenalinya? Jika Nitami tidak pernah sekalipun mengikuti semua berita yang tersiar dan terjadi selama ini. Jadi wajar jika Nitami tidak mengenali siapa pria yang Nitami tolong?
Nitami melihat ke arah jam tangannya, sepertinya sudah cukup baginya untuk makan siang hari ini.
"Baiklah tuan. Saya harus segera kembali bekerja lagi, dan terima kasih untuk jamuan makan siangnya." Ungkap Nitami ingin cepat berlalu dari tempat itu.
Hari ini tidak ada waktu untuk Nitami mencoba bernostalgia bersama Nicolas. Apalagi kini dia tahu, siapa Nicolas sebenarnya? Cukup jelas dia tahu siapa pria yang ada di hadapannya itu? Pria yang mengalami kecelakaan dengan kesengajaan dan di buru oleh beberapa orang yang mencoba untuk membunuh dirinya pada saat itu. Nitami cukup hanya akan menyelesaikan masalahnya yang berkaitan dengan Nicolas.
Hanya saja untuk memulai pembicaraan mereka, Nitami tidak tahu caranya. Dia belum menyusun rencana apapun? Akan di pikirkannya nanti, agar tidak membuat masalah baru lagi.
__ADS_1
Nicolas yang mendengar Nitami ingin pergi, merasa sedikit kecewa. Dia ingin mengobrol lebih lama lagi bersama wanita pencuri hatinya tersebut.
"Makanan anda belum habis, dokter." Ucap Nicolas mencoba membujuk Nitami agar tinggal lebih lama lagi.
Nitami tahu maksud dari Nicolas, dia melihat sejenak ke arah piringnya. Di mana setengah dari piring itu, masih ada makanan yang belum habis Nitami makan.
"Maaf tuan. Pekerjaan saya masih banyak. Maaf jika saya tidak bisa menghabiskan makanan yang anda sajikan ini. Tapi saya harus cepat kembali bekerja lagi, masih banyak pasien yang harus saya tangani dan pantau hari ini." Balas Nitami memberikan alasan.
"Apakah makanannya tidak enak, dokter?"Tanya Nicolas melihat Nitami sejenak, lalu melihat ke arah semua makanan yang ada di atas meja.
"Tidak, tuan. Semua makanan yang anda sajikan untuk saya, Enak dan lezat. Saya suka. Hanya saja sudah waktunya saya kembali bekerja."
Ada raut kecewa terlihat jelas di wajah Nicolas. Nitami tahu itu, namun untuk saat ini dia harus menghindar dulu dari Nicolas. Nitami tahu dan sadar, jika dirinya masih memiliki urusan terhadap Nicolas. Tetapi begitu dia mengingat pria yang dia temui di hutan adalah Nicolas, Nitami mencoba untuk menghindar.
Nitami memiliki alasan untuk itu, Nitami tidak ingin ada masalah baru lagi setelah dia bertemu kembali dengan pria yang dia kenal di hutan. Pria yang di kenal dengan sikap kejam dan bengisnya di negara Inggris tersebut. Pria yang seharusnya Nitami hindari sejak awal pertemuan mereka. Namun takdir yang mempertemukan mereka berdua.
Nitami tahu pria yang ia telah selamatkan adalah seorang mafia yang terkenal kejam di dunia hitam. Saat dia tahu informasi itu dari seorang teman yang ada di Inggris. Dia di minta untuk menghindari Nicolas, agar tidak terkena masalah. Nitami menyetujui saran dari temannya pada saat itu, karena masalahnya saja cukup banyak dan rumit. Bagaimana bisa Nitami menambah masalah baru lagi?
"Apa dokter coba untuk menghindar?" Tanya Nicolas yang sontak membuat Nitami melihatnya dengan intens dan datar.
"Untuk apa saya menghindar, dan apa yang coba saya hindari, tuan?" Tanya Nitami dengan raut wajah datar, walaupun dia cukup terkesan akan tebakkan Nicolas yang benar adanya.
"Setelah anda mengingat siapa saya dan pertemuan pertama kita. Anda seketika berubah." Ucapnya dengan senyum tipisnya.
"Aku sangat pandai membaca dan peka akan perubahan sikap serta raut wajah seseorang, dokter." Balasnya dengan tersenyum tipis, namun sorot matanya yang sedikit dingin menatap Nitami.
Nicolas tahu dan peka akan perubahan raut wajah Nitami yang begitu cepat, setelah dia menceritakan tentang pertemuan pertama mereka. Ada apa ini? Itulah pertanyaan yang ada di dalam hatinya. Sedangkan Nitami terdiam dengan wajah datarnya.
'Jangan mencari masalah baru Nitami.' Gumam Nitami di dalam hatinya.
'Dia tahu jika kau ingin menghindarinya, lalu bagaimana bisa kau menyelesaikan masalahmu dengannya? Jika kau mencoba menghindarinya. Sial ini membuat aku bingung dan mati kutu harus berbuat apa?' Gumam Nitami kembali di dalam hatinya, namun tatapan datarnya masih mengarah kepada Nicolas.
Mereka saling memandang dengan tatapan yang terlihat datar dan dingin, entah apa yang akan terjadi selanjutnya? Mereka hanya bisa berada pada pikiran mereka masing-masing.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.