
***Rumah Sakit Golden Healthy***
Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Davin mengenai luka tembak tuan Nicolas Orlando.
"iya itu adalah luka tembak." jawab Nitami membenarkan apa yang di tanyakan oleh Davin padanya.
"apa kau tahu luka tembakan itu baru atau sudah lama?" tanya Davin kembali.
"jika di lihat dari infeksi lukanya, luka itu sudah seminggu lebih. Namun tidak ada tindakan apapun yang di lakukan oleh tuan Nicolas? sehingga dia sering merasa daya tahan tubuhnya melemah dan perih lukanya masih dapat dia rasakan." jelas Nitami membenarkan apa yang Aldi katakan kepada Davin?
Davin terdiam menatap intens Nitami. Aldi yang tengah berbaring bangkit dan duduk pada tepian ranjang. Dia melihat ke arah Davin dan Nitami secara bergantian. Sedangkan Nitami menatap datar ke arah Davin.
"apa itu tidak akan menjadi sebuah masalah bagimu?" tanya Davin terlihat khawatir pada raut wajahnya. Aldi pun ikut melihat ke arah Nitami yang masih diam.
"aku hanya dokter yang mengobatinya. Masalah apa yang akan aku dapatkan?" tanya balik Nitami. Dia ingin tahu apa yang di maksudkan oleh Davin?
"apa kau tidak tahu siapa tuan Nicolas Orlando?" tanya Davin ingin memancing Nitami, apakah dia benar-benar tidak tahu? ataukah hanya pura-pura tidak tahu?
"apa mesti aku tahu siapa dia?" alih alih menjawab, Nitami malah balik bertanya.
Davin masih menatap intens wajah Nitami, dia tahu Nitami saat ini sedang serius akan apa yang ia ucapkan? Nitami sedang tidak berbohong. Dia benar-benar tidak tahu siapa Nicolas Orlando? Itulah yang ada di dalam pikiran Davin saat ini.
Namun tidak dengan Nitami, raut wajah datarnya tidak dapat di tebak oleh siapapun? bukan Nitami namanya jika dia tidak bisa bersikap seolah dirinya tidak tahu apapun? Namun sebenarnya dia tahu apa yang di maksudkan oleh Davin?
Nitami tahu siapa Nicolas Orlando? seorang pengusaha ternama yang memiliki latar belakang dunia bawah atau dunia mafia. Seorang pengusaha ternama dan terkaya nomer satu di kota A. Seorang pengusaha yang lama tinggal di Inggris dan baru saja tiba beberapa hari yang lalu.
Nitami tahu semuanya tentang informasi Nicolas Orlando, dia memiliki seseorang yang dapat di andalkan dengan baik dalam memberikan sebuah informasi mengenai seseorang. Jadi saat ini Nitami hanya berpura-pura tidak tahu apapun di hadapan Davin? Dia ingin tahu apa yang akan Davin lakukan?
"aku harap kau hati hati kepadanya. Dia seseorang yang berhubungan erat dengan dunia bawah atau dunia mafia. Aku curiga dia tertembak oleh salah satu musuhnya." ucap Davin ingin Nitami berhati-hati dari sekarang.
"apa kau bisa mengalihkan tuan Nicolas untuk tidak menjadi pasienmu?" ucap Davin memiliki dua tujuan.
Satu tujuan, Davin tidak ingin Nitami memiliki sebuah masalah karena dia menjadi dokter yang mengobati luka tembak Nicolas. Satu tujuan lagi ,Davin tidak suka melihat kedekatan Nitami dan Nicolas. Dia ingin Nitami menjauh dari Nicolas Orlando.
"apa aku bisa melanggar aturan rumah sakit?" tanya balik Nitami memandang intens Davin, lalu beralih melihat ke arah Aldi yang juga memandangnya dengan serius.
Aldi seakan tahu tatapan mata Nitami, dan dia juga tahu apa yang di maksudkan oleh pertanyaan Nitami kepada Davin?
"kau benar dokter Nita. Davin, kami sebagai dokter rumah sakit Golden Healthy, tidak bisa melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh pihak rumah sakit. Seorang dokter yang sudah di pilih langsung oleh pasien VVIP, tidak bisa menolak atau menghindari pasiennya. Kecuali sakit dari pesien tersebut di luar keahlian kami." ucap Aldi menjelaskan.
Davin dapat mendengar penjelasan dari Aldi dengan sangat jelas, namun dirinya masih diam setia pada pandangan matanya mengarah ke arah Nitami yang ada di hadapannya. Di dalam hatinya tidak suka akan penjelasan Aldi.
__ADS_1
"siapa yang membuat aturan itu?" tanya Davin tidak menyadari dirinya sendiri.
Aturan yang dia tetapkan bersama dengan tuan Markus, saat memutuskan menerima pasien khusus VVIP. Aldi dan Nitami seketika saling memandang sejenak, lalu dia beralih melihat Davin kembali. Sedangkan Max memasang wajah tidak percaya akan apa yang tuannya ucapkan dengan tidak sadar akan dirinya?
"Davin, apa kau lupa atau kau pura pura tidak tahu, jika aturan itu kau dan tuan Markus yang membuatnya saat memutuskan akan menerima pasien khusus VVIP." ucap Aldi tidak percaya jika Davin melupakan aturan yang dia buat sendiri.
Davin seketika melihat ke arah Aldi yang menatapnya heran, lalu beralih melihat ke arah Nitami yang masih menatapnya datar. Davin benar-benar lupa akan hal tersebut, terlalu banyak aturan yang dia tetapkan dan pekerjaan yang dia kerjakan, hingga dia tidak bisa mengingat semuanya.
"Max…!" panggil Davin.
Davin ingin jawaban dari Max, dan jawaban yang ia inginkan bukanlah dia yang menetapkan aturan itu, yang membuat kini Nitami dalam masalah tidak dapat menolak seorang pasien VVIP.
"iya tuan, apa yang di katakan oleh dokter Aldi adalah benar." jawab Max, sukses membuat Davin terkejut hingga membalikkan tubuhnya ke arah belakang dengan cepat melihat Max.
Nitami diam, dia hanya melirik ke arah Aldi yang melihatnya sejenak. Sedangkan Davin menatap tajam asisten pribadinya tersebut, tatapan tajam yang mengatakan 'awas kau Max'.
Max menelan salivanya dengan susah payah, dia tahu jika tuannya tersebut sedang marah padanya akan jawaban yang tidak di harapankan oleh Davin.
'mati aku, selalu saja aku yang kena. Tuan, anda terkadang tidak adil padaku. Anda yang berbuat, tetapi aku yang selalu salah.' gumam Max di dalam hatinya.
Nitami dan Aldi kasihan melihat Max yang mendapatkan tatapan tajam dari tuannya. Namun mereka sangat mengenal siapa dan bagaimana Davin? dia yang sangat keras kepala, dan tidak suka di salahkan, walaupun itu adalah kesalahan yang ia lakukan. Davin terlalu egois untuk menjadi selalu sempurna.
Davin tidak ingin jatuh dan di pandang buruk oleh Nitami, dia ingin merubah dan menempatkan Nitami pada posisi aman di rumah sakit ini.
"mulai besok rubah aturan itu Max." perintahnya kepada Max.
"tapi tuan…!" ucap Max terhenti.
"Aku pemilik rumah sakit ini, jadi aku berhak menentukan apapun yang ingin aku putuskan."
"maaf tuan, anda juga harus mendapatkan persetujuan dari tuan Markus." ucap Max tidak ingin tuannya mencari masalah baru.
Davin kembali melihat ke arah belakang, tatapan tajam dan dingin kembali dia layangkan ke arah Max. Davin seolah tidak memiliki wewenang kuat untuk melakukan segalanya saat ini. Davin tidak suka akan keadaan ini.
Davin bangkit dari duduknya, dia melangkah mendekati Max. Tubuh Max sudah menegang dan menelan salivanya dengan susah payah, akan tatapan tajam serta aura gelap yang kini ada pada Davin. Davin merangkul pundak Max dengan remasan sedikit kuat pada pundak kanan Max.
"Max…apa yang sudah aku putuskan? harus terlaksana apapun yang terjadi?" ucap Davin menekan setiap kata-katanya.
"Max… lihat aku!" panggil Davin. Max melihat ke arah samping kirinya, sebuah senyum ancaman kini terlihat jelas dari mulut Davin.
Max tahu tuannya tidak puas akan jawaban yang ia lontarkan tadi, Max tahu Davin saat ini tidak ingin terlihat buruk di hadapan Nitami.
__ADS_1
"ba…baik tuan, akan saya lakukan." jawab Max pada akhirnya mengalah.
Namun di dalam hatinya, itu adalah salah satu masalah yang akan sangat sulit untuk Max selesaikan. Bagaimana bisa dia menentang tuan Markus? yang sampai saat ini masih ikut memegang kendali setiap keputusan, dari semua perusahaan dan aset yang Keluarga Fardhan miliki.
Nitami dan Aldi tahu, Max kini mendapatkan tekanan keras dari Davin. Namun mereka berdua tidak ingin ikut campur akan urusan Davin dan Max, mereka hanya seorang dokter yang bisa menyembuhkan dan mengobati orang yang sakit. Tidak mengerti akan dunia bisnis.
"bagus…!" ucap Davin menepuk kuat pundak kanan Max.
"kau adalah asistenku yang selalu dapat di andalkan." ucapnya dengan senyum yang mencurigakan.
Max tahu jika saja saat ini Nitami tidak ada di hadapan mereka, sudah di pastikan Max akan mendapat tendangan dari Davin dan sebuah hukuman yang mungkin tidak dapat di bayangan oleh orang lain. Namun senyum Davin yang mencurigakan sudah menjawab semuanya. Hanya Max yang tahu arti dari senyuman tersebut.
'beginiah jika seorang pria sedang jatuh cinta, akan melakukan apapun yang terbaik di hadapan wanitanya? tuan Davin yang melempar batu, tetapi aku yang terkena batunya. Sungguh tidak adil.' gumam Max di dalam hatinya, curahan yang tidak dapat dia keluarkan.
Davin yang puas akan jawaban dari Max, kini dapat menunjukkan rasa bangga di hadapan Nitami. Nitami tidak akan terjebak pada pasien VVIP lagi, Nitami tidak akan berada dekat dengan Nicolas Orlando yang dia curigai.
Davin dapat melihat bagaimana cara tatapan lembut dan hangat Nicolas terhadap Nitami? tatapan yang mengisyaratkan sebuah kekaguman kepada seorang wanita. Davin tidak ingin Nicolas berada dekat bersama Nitami, lebih tepatnya lagi Davin tidak suka melihat Nitami dekat dengan pria manapun?
"jadi masalah ini akan selesai bukan, kau bisa menolak untuk tidak menjadi dokter dari tuan Nicolas." ucap Davin dengan sikap tenang dan bangga, sembari duduk kembali dengan tatapan bahagianya melihat Nitami.
Bukannya Nitami menjawab ucapan Davin, dirinya malah melihat ke arah Aldi. Lagi lagi Aldi yang harus menjelaskannya kepada Davin, Aldi merasa dirinya sebagai sebuah jembatan penghubung antara Nitami dan Davin. Sedangkan Nitami sebenarnya sudah terlalu lelah untuk meladeni semua ucapan dan tingkah laku Davin malam ini.
Aldi yang mengerti akan tatapan nitami terpaksa untuk menjawab perkataan Davin mewakili Nitami.
"itu tidak bisa Davin, Nitami adalah dokter yang mengoperasi tuan Nicolas, dia akan tetap menjadi dokter yang menangani Nicolas sampai sembuh." jawab Aldi mewakili Nitami.
"aturan dari mana lagi itu?" tanya Davin melihat tajam ke arah Aldi. Dia tidak puas dengan jawaban Aldi yang tidak mendukungnya.
"itu sudah aturan kami sebagai seorang dokter. Tidak bisa begitu saja melepaskan atau meninggalkan pasien yang sudah kami tangani di tengah jalan. Jika itu kami lakukan, sama halnya kami melanggar aturan dan melanggar sumpah kami menjadi seorang dokter." jawab Aldi menjelaskan.
Tatapan tajam Davin melihat Aldi, tidak dapat membuat Aldi takut padanya. Apa yang Aldi utarakan? adalah kebenaran yang ada. Davin harus tahu dan mengerti itu semua, tidak semua yang Davin inginkan harus dia dapatkan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1