Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
47. Perbincangan Aldi Dan Nitami.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Nitami masih menatap intens ke arah Aldi yang duduk tepat di hadapannya. Aldi memberikan sebuah jawaban yang tidak di inginkan oleh Nitami, diapun tidak bisa memaksa Aldi untuk mengatakan sesuatu yang Aldi tidak tahu.


Bagaimana Aldi tahu tentang perasaan Davin terhadapnya? tentu saja Aldi tidak akan tahu pasti, dia hanya bisa mencoba untuk menebak dan menduga dari semua sikap Davin terhadap Nitami beberapa bulan ini. Setelah kecelakaan itu terjadi, kecelakaan yang merubah hidup beberapa orang di sekitarnya.


"katakan jujur dokter Aldi, apa pendapatmu tentang Davin yang banyak berubah beberapa bulan ini, setelah kecelakaan itu terjadi. Sikap Davin padaku sedikit berubah, dia mulai mendekatiku dengan berbagai tingkah lakunya dan sikap yang berubah-ubah, tidak seperti biasanya selalu dingin, datar bahkan kejam tidak berperasaan kepadaku selama 4 tahun yang sudah kami lalui." ungkap Nitami dengan tatapan sedatar mungkin memandang ke arah Aldi yang juga menatapnya bingung.


"aku rasa Davin sedikit aneh akan perubahannya yang tidak aku mengerti." ucapnya lagi.


Aldi hanya diam dengan pandangan mata menatap intens Nitami, apakah dia harus jujur akan pendapat dan pandangannya terhadap perubahan sikap Davin kepada Nitami? Aldi menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, dia berusaha bersikap tenang.


"aku rasa…" ucapnya terputus, masih ada keraguan pada hatinya untuk mengatakan apa yang menjadi pendapatnya?


Nitami masih menatapnya datar.


"aku rasa Davin berubah karena dirimu dokter Nita." ucap Aldi pada akhirnya.


Nitami masih diam dengan raut wajah datarnya.


"maaf sebelumnya, bukannya aku ingin ikut campur ataupun sok pintar menilai seseorang. Ini hanya pendapatku saja, aku rasa Davin mulai memiliki perasaan terhadapmu, dokter Nita." ungkap Aldi dengan jujur apa yang menjadi pendapatnya selama melihat perubahan sikap Davin kepada Nitami? Wanita yang menjadi istri pertama Davin yang sudah lama di lupakan dan di campakkan begitu saja oleh Davin.


Nitami masih diam dan setia pada raut wajah datarnya menatap ke arah Aldi. Sedangkan Aldi masih menantikan dan melihat apa reaksi Nitami? saat dirinya mengungkapkan pendapatnya.


"apa dokter Aldi yakin dengan pendapat dokter itu?" tanya Nitami dengan nada yang terdengar dingin. Aldi menelan salivanya karena tatapan tajam dan dingin Nitami kepadanya.


"itu pendapatku selama melihat perubahan sikap Davin, sama halnya seperti pagi ini. Apa yang aku lakukan pada dokter tadi pagi adalah bukti kecil? jika Davin tidak suka ada pria lain yang mendekatimu, dokter Nita." ungkap Aldi yang sekaligus mengingatkan Nitami pada kejadian tadi pagi.


Di mana Aldi sengaja mencondongkan tubuhnya mendekati wajah Nitami? dan berpura-pura bersikap mesra padanya di saat Davin baru saja tiba di lantai dua dan melihat adegan tersebut. Davin langsung datang mendekati mereka berdua dan segera menarik tangan Nitami dengan cepat, untuk menjauh dari tubuh Aldi yang mencoba mendekati wajah Nitami. Davin tidak suka melihat kedekatan Nitami dan Aldi.


"contoh lainnya, semalam saat Davin melihat dokter Nita mengobati tuan Nicolas, dia benar-benar menahan rasa kesal dan cemburunya melihat tatapan teduh tuan Nicolas ke arah dokter. Davin juga marah dan kecewa karena dokter Nita tidak ingin mengikuti perintahnya, untuk melepaskan tuan Nicolas agar tidak menjadi pasien dokter. Itu adalah awal mula akar dari permasalahan dan sikap Davin pagi ini." ungkap Aldi menjelaskan apa yang menjadi pendapatnya?


Nitami terdiam dengan wajah yang sedikit melunak, tidak sedatar dan sedingin tadi. Namun di dalam hatinya, Nitami cukup tercengang karena mendengarkan ucapan Aldi tentang perubahan sikap Davin yang terlihat jelas, dan Nitami bisa membenarkan apa yang di ucapkan oleh Aldi?


"apa aku salah menilai? dokter Nita." tanya Aldi dengan sikap tenangnya.


Aldi tidak bisa menebak apa yang sedang di pikirkan oleh Nitami saat ini? sikap tenang, wajah datar dan terkadang dingin Nitami cukup sulit untuk di tebak ataupun di baca. Tiba-tiba saja Nitami menganggukkan kepalanya, yang membuat Aldi menatap heran Nitami.

__ADS_1


"apa perlu kita buktikan itu? dokter Aldi." tanya Nitami sembari mencondongkan tubuhnya ke arah depan, sehingga mentok pada pinggiran meja kerjanya.


"maksud dokter Nita?" tanya balik Aldi belum paham akan maksud yang di katakan oleh Nitami.


"apa perlu kita buktikan kebenaran perubahan sikap Davin karena diriku, dan membuktikan perasaannya itu padaku?" ungkap Nitami dengan senyum tipisnya.


Aldi mengangkat kedua alisnya, lalu mengerutkan keningnya melihat senyum tipis Nitami yang tidak biasa.


"apa dokter ingin membuktikan langsung perasaan Davin terhadap dokter, begitu…?" ucap pelan Aldi seperti berbisik, namun masih bisa di dengarkan oleh Nitami yang hanya mengangguk-angguk kepalanya.


"aku juga ingin tahu sampai mana perasaannya itu? apakah itu hanya perasaan sementara, sesungguhnya atau hanya pura-pura saja? Kita tidak akan tahu." ucap Nitami masih dengan senyum tipis yang terlihat licik.


Aldi ngeri melihatnya, senyum Nitami yang sangat jarang dia tampilkan. Aldi menelan salivanya, dia tidak bisa menebak apa yang ingin di lakukan oleh Nitami kepada Davin?


"apakah dokter Aldi mau membantuku?"


"membantu apa?" tanya Aldi meragu.


Perasaan hatinya kini tidak nyaman. Aldi merasa Nitami sedang merencanakan sesuatu yang bisa saja akan menyusahkannya.


'apa yang ingin Nita lakukan? aku harap dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuatku dalam masalah.' gumam Aldi gusar di dalam hatinya.


"baiklah, aku akan membantu dan percaya padamu dokter Nita." balas Aldi pasrah.


Dirinya merasa ada di tengah-tengah pasangan yang sangat aneh, sepasang suami istri yang menyembunyikan perasaan hati mereka masing-masing. Tidak mau jujur terhadap pasangan mereka, dan tidak ingin menjalani hidup mereka yang sudah sah menjadi sepasang suami istri seperti sebuah keluarga, seperti pasangan suami istri lainnya.


Aldi merasa jika Davin dan Nitami hanya membuat hidup mereka selalu ada pada posisi rumit. Kehidupan yang seharusnya di jalani dengan semestinya, tidak mereka jalani dan malah semakin menjauhkan hubungan mereka menjadi renggang, tidak berusaha untuk menjadi pasangan suami istri sah yang sebenarnya. Seperti keluarga utuh yang selalu rukun dan hidup bahagia.


Sebenarnya mereka berdua hanyalah korban dari sebuah kutukan keluarga Fardhan, sebuah kutukan keluarga yang sudah di jalani oleh keluarga itu sejak nenek moyang keluarga Fardhan sebelumnya. Davin dan Nitami berhak bahagia dan menjadi pasangan yang terlihat serasi di mata semua orang.


"terima kasih." balas Nitami dengan senyum yang terlihat tulus, tidak licik seperti tadi.


"kalau begitu, dokter Aldi hanya mengikuti saja alurnya. Alur yang akan aku buat, kita akan melihat bagaimana seorang Davin dan perasaan hatinya itu?" ungkap Nitami dengan sikap tegas dan kembali pada raut wajah datarnya.


Aldi kini tidak ada pada pilihan lainnya ataupun untuk menolak permintaan Nitami. Aldi sebenarnya juga merasa penasaran akan apa yang ingin di perbuat oleh Nitami terhadap Davin selanjutnya?


"kalau begitu, mari kita lakukan tugas kita masing-masing sebagai dokter dulu. Sebelum perang di mulai." ungkap Nitami sembari bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Aldi tidak menjawab, dia hanya tersenyum kejut dan memasang wajah piasnya. Aldi ikut bangkit dari duduknya, sudah sangat jelas apa yang di maksudkan oleh Nitami? Melakukan tugas mereka sebagai seorang dokter, sebelum perperang melawan Davin seperti yang Nitami maksudkan.


"tapi tunggu dulu dokter Nita…!" cegah Aldi saat Nitami ingin melangkah keluar dari balik meja kerjanya.


Nitami terdiam dan melihat intens ke arah Aldi.


"jika kita berhasil membuktikan perubahan sikap Davin, karena Davin memiliki perasaan untuk dokter Nita. Apa yang akan dokter Nita lakukan?" tanya Aldi, yang membuat Nitami mengerutkan sedikit alisnya melihat Aldi.


Benar kata Aldi, jika Davin terbukti memiliki perasaan suka di dalam hatinya terhadap Nitami. Apa yang akan Nitami lakukan? Mengingat mereka berdua tidak pernah dekat selama 4 tahun hubungan mereka yang seperti orang asing di dalam satu ikatan yang sah dan sakral di mata Tuhan.


'dokter Aldi benar, apa yang akan aku lakukan? jika Davin benar-benar memiliki perasaan terhadap ku?' gumam Nitami di dalam hatinya.


Nitami menghembuskan nafasnya perlahan.


"aku tidak tahu." jawab Nitami dengan mudahnya.


Aldi semakin menatap heran pada Nitami.


"apakah dokter Nita, tidak memiliki sedikitpun perasaan terhadap Davin selama ini?" pertanyaan Aldi yang sukses membuat Nitami mati kutu. Sekaligus mengingatkan dirinya pada masa lalu setelah beberapa bulan pernikahannya bersama Davin.


Dulu saat awal pernikahan Nitami dan Davin, Nitami berusaha menjadi istri yang baik dan di inginkan oleh setiap suami. Sebelum dirinya tahu jika Davin memiliki seorang wanita idaman lain yang merupakan kekasih tercintanya.


Sebelum dia tahu jika pernikahannya adalah sebuah syarat dan tumbal untuk keluarga Fardhan, agar menjamin keutuhan dan kebahagiaan dari putra pertama Keluarga Fardhan bersama pasangan yang sesungguhnya.


Selama tiga bulan pernikahannya, Nitami sudah mulai menyukai dan jatuh cinta kepada sang suami yang menikahinya. Nitami memberikan cinta pertamanya untuk Davin Atalla Fardhan. Walaupun sikap Davin tidak pernah baik, tidak ramah, dan selalu datar serta dingin padanya, Nitami mencoba untuk bertahan menjadi seorang istri yang baik untuk Davin.


Namun kenyataan lain yang pahitlah yang ia dapatkan, Nitami mengetahui kebenaran tentang sebuah syarat dan tumbal keluarga Fardhan dan dialah yang di jadikan sebuah korban untuk tumbal tersebut. Di tambah lagi saat mendengar perkataan Davin yang memberitahukannya, jika Davin akan menikahi kekasih hati yang sangat dia cintai, yaitu nona muda Fransisca Raiden.


Hancur dan jatuh berkeping-keping hati Nitami saat itu. Hidup dan dunianya seakan menjadi gelap tanpa cahaya, harapan hancur tanpa tersisa, cinta pertama yang tidak terbalas retak, ternodai dan tersakiti begitu saja. Nitami seperti hidup di dalam sebuah bayangan dunia gelap yang dingin, tanpa sedikitpun cahaya hangat yang menerangi.


Perasaan cintanya kepada Davin menghilang dan menguap begitu saja karena rasa sakit yang di berikan oleh Davin kepadanya. Mati, hanya itu yang Nitami inginkan saat itu, sebelum akhirnya dia sadar karena suatu hal yang membuatnya harus bertahan hidup. Membuat Nitami kuat menjalani kehidupan rumah tangga yang di sembunyikan oleh keluarga Fardhan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya


__ADS_2