
…Season 2…
***Mansion Kediaman Keluarga Orlando***
Kesepakatan telah di ambil. Mereka akan saling mendukung dan bekerja sama dalam membantu Nitami untuk membalaskan dendam keluarga Saila, dan mempertahankan Tahta yang sejak awal adalah milik Helena Damaresh, mama kandung Nitami.
Mereka kembali kediaman mereka masing-masing malam itu. Beberapa rencana dan babak baru dengan beberapa peran akan mereka mainkan. Kendali tertinggi akan di pegang oleh Leonardo Misel sebagai keluarga bangsawan tertinggi kedua di antara keluarga bangsawan lainnya.
Keluarga Massimo dan keluarga Orlando menjadi pendukung kuat bagi Nitami. Perang terbuka telah mereka terima dan menunggu pihak lawan mulai bergerak terlebih dahulu.
Pagi menjelang. Nitami dengan 2 orang bodyguardnya datang berkunjung kembali ke dalam mansion keluarga Orlando. Nitami dan Nicolas akan membahas masalah pernikahan mereka berdua. Di sana sudah berkumpul seluruh anggota keluarga Massimo.
"Selamat pagi." Sapa Nitami begitu masuk ke ruang tengah mansion yang begitu megah dan mewah dengan beberapa furniture mahal.
"Selamat pagi, selamat datang sayang…!!" Sapa ramah Navya, mama kandung Nicolas.
Sejak semalam begitu ia menerima Nitami menjadi calon menantunya, Navya bersikap ramah kepada Nitami. Memang sejak awal bertemu beberapa tahun yang lalu, Navya sudah menyukai Nitami dan berharap wanita itulah yang menjadi menantunya.
Semua anggota yang hadir di sana memandang ke arah Nitami. Nicolas segera beranjak untuk menyambut kedatangan calon istrinya. Dengan senyum yang begitu merekah dan hangat, Nicolas menyambut kedatangan wanita yang begitu ia cintai.
"Selamat datang sayang." Sambut Nicolas memeluk dan mengecup sayang kedua pipi Nitami secara tiba-tiba.
Nitami terpaku atas perlakuan lembut Nicolas, ia tidak pernah tahu jika seorang Nicolas yang terkenal kejam, arogan dan selalu dingin bisa sehangat dan seramah itu padanya.
"Ada apa sayang?" Tanya Nicolas melihat Nitami diam dan hanya melihatnya saja.
"Tidak ada apa apa. Apa kabar mu?" Tanya Nitami mencoba untuk mencairkan keterkejutannya dengan senyuman yang terlihat manis di mata Nicolas.
"Kabar ku baik." Balasnya. Nicolas mendekatkan wajahnya ke arah telinga Nitami dan berkata. "Aku merindukanmu sayangku." Bisiknya mesra.
Nitami kembali diam terpaku akan bisikkan Nicolas yang mengatakan jika dia merindukan dirinya. Dapat Nitami rasakan hangat dan lembutnya hembusan nafas Nicolas pada daun telinganya.
Nicolas menyadari jika tubuh Nitami kini menegang. Ia pun tersenyum senang sembari menegakkan kembali posisi berdirinya. Pria itu bahagia karena berhasil menggoda calon istrinya tersebut.
"Ayo sayang…!!" Ajak Nicolas sembari menggenggam erat tangan Nitami dan menuntunnya untuk melangkah mendekati anggota keluarga lainnya.
Mereka semua tahu jika Nicolas telah berhasil menggoda Nitami. Terlihat jelas dari raut wajah Nitami yang terlihat tegang dan malu akan perlakuan intim Nicolas tadi. Mereka ikut senang dan bahagia untuk pasangan baru keluarga itu.
"Apa kabarmu pagi ini sayang…?" Tanya ramah Sarah, mama kandung Levi tersenyum ke arahnya.
"Kabar saya baik tante. Tante sendiri apa kabar?" Balas dan tanya balik Nitami setelah mereka duduk dan menikmati teh hangat pagi ini.
"Tentu saja tante baik, hanya saja kurang bersemangat. Tante bahagia melihat kalian berdua. Tante hanya sedih melihat seseorang…!" Ungkapnya sembari melirik ke arah Levi. Levi yang duduk tidak jauh dari mamanya tahu apa maksud dari sang mama.
Nitami tersenyum karena tahu apa maksud dari perkataan Sarah.
"Tante harus optimis untuk itu. Saya yakin sebentar lagi tante akan mendapatkan apa yang tante inginkan." Balas Nitami dengan senyum untuk memberikan sebuah semangat bagi Sarah.
"Bagaimana keinginan tante bisa terkabul, kalau dia saja hanya diam seperti itu." Balasnya terdengar kecewa pada Levi.
"Apa kamu tidak memiliki seorang teman wanita yang bisa di kenalkan padanya?" Tanya Sarah berharap jika Nitami bisa membantunya mencarikan seorang jodoh untuk Levi.
"Ada tante, jika tante mau. Akan saya kenalkan."
__ADS_1
"Benarkah…!" Sarah senang. Namun tidak dengan Levi.
"Mama…!" Panggil Levi sudah tidak dapat bersabar lagi dalam menghadapi keluhan sang mama yang menginginkan dirinya memiliki seorang pasangan.
"Bocah ini…sudah Saila, jangan hiraukan dia. Kapan kamu akan kenalkan gadis itu pada tante?" Balas Sarah tidak peduli akan sikap protes sang putra.
Beberapa yang hadir di sana hanya bersikap acuh dengan menggelengkan kepala mereka mendengar perbincangan makcomblang tersebut, dan ada pula yang hanya tersenyum karena mereka mendapatkan sebuah pertunjukan pagi ini. Levi yang terkesan acuh dan dingin, tidak dapat berkutik jika berada di hadapan sang mama.
"Mungkin bisa hari ini." Balas Nitami dengan senyum liciknya ke arah Levi dan senyum ramahnya ke arah Sarah.
"Jangan pernah lakukan itu Saila." Peringatan Levi yang tahu akan arti senyum licik Nitami.
"Jangan berani melarang Saila, anak nakal." peringatan keras Sarah menunjuk ke arah Levi.
Levi tercengang sekaligus kesal, akan sikap mamanya yang selalu bersemangat untuk mencarikan dirinya seorang pasangan.
"Sudah sudah. Mengapa kalian selalu saja bertengkar?" Tanya Alex tahu jika keduanya tidak di lerai, sudah di pastikan akan panjang perdebatan antara Levi dan Sarah.
"Papa…mama hanya ingin melanjutkan garis keturunan kita. Kalau anak nakal ini tidak segera menikah juga, bagaimana garis keturunan keluarga kita bisa hadir dan berlanjut di masa depan?" Ungkap Sarah melihat ke arah suaminya. Begitu lah Sarah jika sudah membicarakan masalah pasangan untuk sang putra. Inti utamanya, Sarah sudah tidak sabar untuk memiliki seorang cucu.
"Ma…apa mama pikir mencari pasangan dan menikah semudah yang mama katakan." Balas Levi.
"Setidaknya kamu harus berusaha untuk mencarinya dari sekarang. Bukan diam dan bekerja saja yang kamu lakukan dan tahu."
"Sudah, sudah. Kalian tidak ada habis habisnya membahas ini." Protes Alex mulai pusing akan sikap sang istri dan putranya yang selalu berdebat masalah yang sama.
Semua yang hadir tahu, memang begitulah Sarah dan Levi. Sarah tidak akan berhenti sampai Levi memiliki seorang pasangan untuk memuaskan keinginan sang mama.
"Setidaknya papa lakukan juga sesuatu pada anak nakal kita ini." Gerutu Sarah kesal pada suaminya yang masih bisa bersikap tenang.
Sedangkan Sarah kita telah di bujuk oleh Navya agar lebih sabar dan tenang lagi.
"Maaf nona." Ucap salah satu bodyguard sekaligus asisten pribadi Nitami. Seorang wanita muda yang cukup cantik dan manis.
Semua mata memandang ke arah bodyguard cantik itu, terutama Sarah. Dalam pikirannya terlintas sesuatu saat melihat asisten cantik Nitami. Levi menyadari raut wajah dan tatapan mata sang mama.
"Iya, ada apa Mia?" Tanya Nitami melihat sedikit ke arah belakangnya. Mia berada pada posisi di belakang Nitami.
"Nona Al sudah ada di depan dan menunggu anda nona." Ucap Mia memberitahukan.
"Baik. Bawa Al masuk ke sini." Perintah Nitami.
"Baik nona." Balas Mia menerima perintah. Setelah menundukkan kepalanya tanda hormat, gadis itu berlalu pergi.
"Saila. Siapa gadis cantik itu?" Tanya Sarah tanpa basa basi bertanya tentang Mia.
Levi mulai waspada akan kelakuan sang mama. Pria itu sudah tahu jalan pikiran mamanya saat ini. Nitami melihat ke arah Sarah dan tahu maksud pertanyaan wanita itu.
"Dia Mia, asisten pribadi saya tante." Balas Nitami.
"Dia cantik dan manis." Ucap Sarah tersenyum senang sembari lirikkan matanya melihat ke arah Levi. Levi tahu maksud sang mama.
"Ma…jangan pernah berpikir untuk mendekatkan aku dengan gadis itu." Tolak Levi lebih dulu sebelum sang mama bertindak lebih jauh lagi.
__ADS_1
"Anak ini…!!!" Ucap Sarah terputus karena perkataan Nitami. Kini Nitami tahu maksud Sarah bertanya mengenai Mia padanya tadi.
"Tante…Levi benar. Urungkan niat tante kalau itu ada hubungannya dengan Mia, karena Mia sudah memiliki seorang kekasih." Cegah Nitami akan niat Sarah.
Senyum Sarah seketika menghilang. Lenyap sudah niatnya yang ingin mendekatkan Mia dengan Levi.
"Tante bersabarlah dulu. Sebentar lagi tante pasti akan senang dan bahagia." Ucap Nitami dengan senyum yang ingin menenangkan Sarah.
Sarah menghela nafasnya yang terdengar berat dan tidak bersemangat. Nitami hanya tersenyum lucu melihat Sarah.
"Mengapa kamu tersenyum begitu?" Tanya bisik Nicolas tahu arti senyum wanita yang ada di sampingnya itu.
Mereka berdua mulai berbisik-bisik tanpa membuat yang lainnya curiga. Nitami dan Nicolas terlihat akrab dan mesra.
"Aku tersenyum melihat sikap tante Sarah yang tidak pernah lelah mencarikan seorang jodoh untuk Levi." Balas bisik Nitami melihat sekilas ke arah Nicolas.
"Kamu senang melihat mereka seperti itu."
"Tentu saja tidak. Tenang, sebentar lagi akan ada pertunjukan yang sangat menarik."
"Pertunjukan. Pertunjukan apa?"
"Pertunjukan yang sangat menarik. Kamu akan lihat sikap Levi yang berbeda dari biasanya, dan sikap tante Sarah yang akan sangat bahagia."
"Apa maksudmu?" Tanya Nicolas tidak mengerti, kedua pangkal alisnya mengerut melihat sang kekasih.
"Tunggu saja sebentar lagi." Bisik Nitami dengan senyum melihat ke arah Levi dan Sarah secara bergantian.
Beberapa menit kemudian. Terdengar suara langkah sepatu yang datang mendekat ke arah mereka. Pandangan mata semua orang melihat ke arah seorang gadis yang sedang di giring masuk oleh Mia. Seorang gadis cantik dan manis dengan setelan pakaian kerjanya datang mendekat.
Erick bangkit dari duduknya karena memang tahu akan kedatangan gadis tersebut. Nitami pun sama, dia bangkit dan tersenyum menyambut kedatangan gadis tersebut. Nicolas tahu siapa gadis itu? Sarah cukup terkesan akan kedatangan gadis cantik yang mampu mengalihkan perhatian Erick dan Nitami.
Sedangkan Levi diam terpaku pada duduknya. Pandangan matanya tidak berkedip melihat kedatangan gadis tersebut.
"Selamat datang dokter Alvira. Apa kabar?" Sambut Erick sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alvira.
Gadis cantik dan manis itu adalah Alvira Larzo. Dokter spesialis bedah anak yang kini bekerja pada keluarga Damaresh. Sekaligus anggota baru dari dokter gabungan yang di miliki oleh dokter Erick. Dokter cantik yang selalu di nantikan kehadirannya oleh Levi Massimo. Alvira Larzo adalah kekasih yang di sembunyikan oleh Levi karena alasan kuat dari sang gadis.
"Kabar saya baik dokter. Dokter sendiri apa kabar?" Balas dan tanya balik Alvira dengan ramah dan senyum. Alvira belum menyadari jika di sana ada Levi yang tengah terkejut akan kedatangannya.
"Aku baik." Balas Erick sembari melepaskan jabatan tangan mereka.
"Hai Alvira…! Apa kabar?" Sapa Nitami ramah dengan senyum dan pelukkan hangatnya kepada Alvira.
"Hai kak…! Aku baik, kakak sendiri apa kabar?" Balas Alvira di sela-sela pelukkan mereka.
Alvira dan Nitami senang dapat bertemu kembali, setelah sekian lama mereka berpisah akan tugas mereka masing-masing. Kedatangan Alvira menjadi kejutan untuk seseorang, sekaligus menjadi angin penyejuk semangat baru untuk sebuah keluarga.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.