
***Mansion Keluarga Larzo***
Nitami telah kembali dari perusahaan nyonya Sandra. Kini dia tengah berada di dalam kamar, pada kediaman mansion keluarga Larzo. Semua yang terjadi hari ini !! cukup sulit, membingungkan dan membuat hatinya semakin penuh akan masalah di dalam hidupnya.
Masalah dengan keluarga Fardhan belum selesai, kini dia harus di hadapkan akan masalah latar belakang keluarganya yang baru dia ketahui. Nitami yang baru saja selesai membersihkan dirinya, kini duduk pada meja rias yang ada di dalam kamar dan memandang lekat kotak yang di berikan oleh nyonya Sandra padanya, sebagai pesan dari kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia.
Nitami lagi lagi menghela nafasnya yang terasa berat dan melelahkan. Nitami mengingat jelas semua penjelasan dari video kedua orang tuanya, mengingat jelas apa yang terjadi pada keluarga kedua orang tuanya di masa lalu? seperti yang di ceritakan oleh mereka.
"Apa yang harus aku lakukan? Mama, papa…!!" Gumam Nitami pelan sembari melihat intens kotak yang ada di atas meja riasnya. Kotak yang belum ia buka dan lihat isi di dalamnya.
"Sepertinya akan sulit untuk aku jalani dan ungkapkan semuanya." Gumamnya pelan.
"Apakah aku bisa melakukannya? Memberikan keadilan dan mengembalikan nama baik keluarga Saila, seperti yang mama dan papa inginkan?" Gumamnya dengan helaan nafasnya yang masih terdengar berat.
Beberapa saat kemudian terdengar suara dering ponsel yang ada di samping kotak tersebut. Dari balik layar Nitami melihat nomer kontak baru yang menghubunginya. Nitami sebenarnya cukup malas untuk menerima telepon dari siapa pun saat ini? Tetapi karena mengingat jika dirinya adalah seorang dokter, bisa jadi itu sebuah panggilan darurat untuknya.
Dengan terpaksa dan sikap sedikit malas Nitami menerima sambungan tersebut.
"Hallo…!!" Sapa Nitami terdengar sedikit lesu.
"Hallo, sepertinya dokter sedang tidak memiliki niat untuk menerima sambungan telepon." Balas seseorang yang suaranya terdengar akrab di telinga Nitami.
"Siapa ini?" Tanya Nitami. Waluapun dia sudah tahu siapa pemilik dari suara tersebut? Nitami hanya ingin orang yang berada di seberang telepon memperkenalkan dirinya.
"Aku Nicolas." Balasnya, Nitami sudah tahu.
"Ada apa, tuan?"
"Apakah aku bisa bertemu Angel secepatnya, aku ingin melihat kondisinya?" Tanyanya.
Nitami terdiam, dia kini sadar. Masih ada masalah Angel yang belum dia selesaikan, karena masalah baru yang ia dapatkan Nitami sampai melupakan masalah Angel yang harus dia selesaikan untuk sejenak.
"Tentu saja, kapan anda ingin menemuinya."
"Apakah bisa besok?"
Nitami terdiam, dia masih mengingat kembali jadwalnya untuk besok. Besok kebetulan dia masuk pagi sampai jam 1 siang, jadi tidak masalah jika mereka bertemu besok siang ataupun sore.
"Saya bisa besok siang sekitar jam 2, setelah pulang dari rumah sakit. Apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah. Baiklah akan aku tunggu pertemuan kita." Ucapnya yang membuat Nitami mengerutkan keningnya berpikir.
"Mengapa ada kata pertemuan kita? Bukankah besok adalah pertemuan Angel dan Nicolas." Pikir Nitami dalam benaknya.
"Baiklah tuan. Di mana saya harus mengajak Angel bertemu dengan anda?" Tanya Nitami lebih baik mengalah dan tidak mempermasalahkan perkataan Nicolas yang Nitami tangkap dengan kesalah pahaman.
"Lebih aman jika bertemu di mansion keluargaku. Rey yang akan menjemput kalian langsung, aku hanya ingin menjamin keselamatan kalian berdua." Ucapnya mematahkan kesalahpahaman tersebut.
"Baiklah." Balas Nitami singkat.
__ADS_1
Nicolas menangkap jika Nitami cukup malas untuk menerima sambungan telepon saat ini. Entah mengapa? Nicolas pun tidak tahu.
"Baiklah, terima kasih kau sudah bersedia."
"Sama sama, tuan."
"Kalau begitu sampai bertemu besok."
"Iya tuan, sampai jumpa besok." Balas Nitami masih sedikit malas.
"Selamat malam, dokter Nitami."
"Selamat malam, tuan." Balas Nitami segera menutup sambungan telepon mereka.
Nitami melihat kembali lagi ke arah layar ponselnya, lalu kembali menatap ke arah kotak yang ada di atas meja riasnya. Kembali lagi Nitami menghela nafasnya, dia masih belum tahu harus berbuat apa? Nitami meraih kotak tersebut, yang ingin ia lakukan sekarang hanya akan menyimpan kotak tersebut sampai pada waktu yang tepat.
Nitami harap memiliki petunjuk lain, dia harus bertindak seperti apa? Nitami melangkah menuju lemari kaca pakaian yang ada di wardrobe pada kamarnya. Sebuah berangkas kecil tempat dia menyimpan barang berharga yang ia miliki selama ini.
Nitami hanya ingin istirahat untuk malam ini. Dia cukup lelah hari ini menghadapi beberapa kejutan dan masalah baru yang harus dia selesaikan. Nitami hanya ingin hidup tenang, namun itu sangat sulit untuk di lakukan.
...--------------------------------...
***Mansion Keluarga Orlando***
…Keesokan harinya…
Nitami kini sudah berada di dalam mobil mewah jemputan dari Nicolas. Rey dengan khusus datang atas perintah tuannya untuk menjemput Nitami dan juga Angel. Inilah pertemuan pertama Angel bersama keluarga Orlando.
Rey yang ada di bangku depan, sedang mengemudikan mobil dengan sangat hati-hati. Dia hanya bisa melihat interaksi Nitami dan Angel dari kaca spion depan mobilnya. Terdapat dua mobil penjaga yang melaju untuk mengawal mobil mereka. Berada di depan dan di belakang, kini mereka seperti seorang yang sangat penting untuk di lindungi, Nitami hanya mengikuti alurnya saja.
Nitami melihat ke arah Angel, lalu berkata.
"Kita akan ke suatu tempat." Balas Nitami dengan senyum.
"Apakah kita akan bertemu dengan om tampan? Tapi kok yang bawa mobilnya beda !!" Ucap Angel sembari melihat ke arah depan, di mana Rey yang sedang serius mengemudikan mobilnya?
Nitami tahu maksud Angel, dia hanya melihat sekilas ke arah kaca spion depan. Tatapan mata Rey dan Nitami bertemu untuk beberapa detik, lalu beralih kembali ke arah yang semestinya.
"Tidak sayang. Kita akan ke sebuah tempat, di mana seharusnya Angel berada." Balas Nitami menjelaskan secara lembut.
Angel menatap intens wajah Nitami, di dalam pikiran dan hatinya masih mencerna apa yang di ucapkan oleh Nitami?
"Tante cantik…!" Panggil Angel dengan raut wajah yang terlihat sedih.
"Iya sayang."
"Apa Tante sudah tidak sayang dan suka pada Angel lagi?" Tanyanya secara mengejutkan dan tidak ada pada pikiran Nitami sama sekali.
"Tidak sayang, kenapa Angel berkata seperti itu?" Tanya Nitami sembari menggelengkan keras kepalanya. Nitami menangkap raut sedih wajah Angel saat ini.
__ADS_1
"Tante ajak Angel pada tempat yang seharusnya Angel berada. Tante ingin jauh dari Angel." Ucapnya membalas dengan raut sedih dan menundukkan kepalanya.
Nitami mengerti maksud perkataan Angel. Angel anak yang cukup cerdas, walaupun dia masih berusia 5 tahun. Dia cukup cerdas mencerna maksud perkataan yang dia dengarkan.
"Tidak sayang. Tante sangat sayang sama Angel, tante hanya ingin Angel mendapatkan yang lebih baik dari yang tante berikan. Bukan berarti Angel tidak akan bersama dengan tante lagi, tante juga tidak bisa berpisah dari Angel begitu saja." Ucapnya dengan lembut dan memberikan pengertian yang sebaik mungkin.
Angel yang mengerti perkataan Nitami, manatap lekat wajah Nitami. Dia mencari sebuah kebohongan di sorot mata Nitami, namun tidak menemukannya. Ketulusan dan kejujuran yang Angel lihat dan rasakan.
"Tante, Angel tidak mau berpisah dari tante." Balasnya dengan memeluk erat pinggang Nitami dari arah samping.
Nitami membalas memeluk dan mencium pucuk kepala Angel dengan sayang dan hangat.
'Bisakah aku melepaskan dan berpisah dari Angel?' Gumam Nitami di dalam hatinya, sembari memeluk dan mengelus hangat kepada Angel.
Beberapa bulan kebersamaan mereka, cukup membuat sebuah ikatan kuat di antara Nitami dan Angel. Nitami terlanjur sayang pada Angel selayaknya seorang ibu pada putrinya. Begitu juga Angel yang merasakan ketulusan dan kasih sayang Nitami selama dia kehilangan kedua orang tuanya. Angel sudah menganggap Nitami seperti ibu pengganti untuknya, setelah kehilangan mamanya dalam kecelakaan.
Jadi untuk kehilangan seorang mama kembali, Angel cukup bersedih dan tidak akan rela itu terjadi. Dia sudah cukup kehilangan satu kali dan tidak ingin merasakan kehilangan untuk kedua kalinya.
Mereka berdua hanya diam dan saling memeluk dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga mobil mereka tepat berhenti di depan loby mansion keluarga Orlando. Angel tertegun akan mansion indah, mewah dan megah tersebut. Selayaknya seperti sebuah istana.
Nitami dan Angel keluar dari dalam mobil, Nitami menggandeng tangan mungil Angel yang menggenggamnya erat. Nitami tahu Angel memiliki rasa takut saat ini, diapun berjongkok di hadapan Angel dan menatap teduh serta hangat wajah cantik Angel yang terlihat datar.
"Sayang, jangan takut. Ada tante di sini, Angel akan baik baik saja. Apapun yang terjadi nanti, tante akan selalu ada di sisi Angel. Apa Angel bisa percaya pada tante?" Tanya Nitami ingin meyakinkan sekaligus menepis keraguan yang ada di dalam hati Angel saat ini.
"Iya, tante." Balas Angel dengan anggukan kepalanya.
Nitami tersenyum manis untuk Angel, yang di ikuti juga oleh Angel. Mereka berdua saling tersenyum dan menguatkan hati mereka masing-masing.
Mereka masuk ke dalam mansion dengan arahan dari Rey. Sesampainya mereka di ruang tengah yang terlihat mewah, mereka dapat melihat beberapa orang yang segera berdiri dari duduk mereka melihat kedatangan Nitami dan Angel.
Tatapan mata mereka tertuju pada Angel yang ada berdiri tepat di samping Nitami. Angel mengeratkan genggaman tangannya karena tatapan mata semua orang, apalagi tatapan mata haru nyonya Navya Orlando dengan mata yang sudah berkaca-kaca memandang Angel.
"Nadira…!!" Ucapnya sembari melangkah mendekati Nitami dan Angel.
Nyonya Navya duduk bersimpuh di hadapan Angel dengan air mata yang sudah berlinang. Kedua tangannya mencakup lembut wajah mungil Angel. Tatapan sedih, hangat, rindu dan bahagia bercampur menjadi satu.
"oooooo…sayangku…!!" Ucapnya tidak kuasa dengan tangisan sedih sembari memeluk hangat serta erat tubuh mungil Angel.
Angel masih menggenggam erat tangan Nitami, sedangkan Nitami hanya bisa menggenggam erat tangan mungil Angel yang tidak ingin lepas darinya. Nitami melihat betapa tulusnya nyonya Navya Orlando kepada Angel. Cucu perempuan yang di lahirkan oleh putrinya, wajah cantik Angel sangat mirip dengan wajah Nadira di saat usianya yang sama dengan Angel saat ini.
Tanpa tes DNA seluruh keluarga Orlando tidak akan bisa menolak kehadiran Angel yang sangat mirip dengan wajah Nadira sewaktu kecil. Mereka sangat yakin jika Angel adalah benar benar putri kecil yang di lahirkan oleh Nadira.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.