
***Mansion Keluarga Orlando***
Nicolas berusaha meredam semua amarahnya, dia tahu Nitami tidak bersalah dalam hal ini. Dia hanya dokter yang menangani sang adik dan suaminya pasca kecelakaan itu terjadi.
Tidak seharusnya dia marah, namun apa daya kemarahannya terjadi begitu saja. Saat mendengar seseorang membicarakan tentang sang adik yang sudah lama dia cari cari selama ini, ternyata dia ada di kota kelahiran sang papa.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?" Tanya Nicolas ingin tahu lebih jelas.
"Saya hanya tahu nyonya Nadira dan suaminya mengalami kecelakaan pada malam itu di jalan tol, di saat cuaca sedang buruk." Ucap Nitami.
Nitami segera menceritakan tentang kecelakaan itu. Menceritakan semua yang ia tahu dan dengar, dari beberapa orang yang di jadikan saksi mata serta di selidiki oleh pihak yang berwajib. Tidak banyak yang Nitami tahu tentang kecelakaan itu, karena tidak semua yang di ceritakan kepadanya.
Nitami tidak terlalu memperdulikan kecelakaan yang di alami oleh Davin tersebut, yang dia inginkan dan pentingkan hanyalah, menemukan keluarga Angel, putri kecil dari Nadira dan suaminya, yang kini hidup sebatang kara tanpa satupun sanak keluarga di sisinya. Nitami tidak ingin nasib Angel sama seperti nasibnya.
"Begitulah sedikit cerita yang saya tahu dari beberapa saksi yang di selidiki oleh pihak berwajib, saat kecelakaan itu terjadi." Ungkap Nitami mengakhiri ceritanya.
"Kau mengatakan jika adikku mengalami kecelakaan bersama seseorang, apa kau tahu siapa dia?" Tanya Nicolas menatap intens ke arah mata Nitami yang selalu ada kejujuran di dalam sorot matanya.
Nitami diam sejenak, dia menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Nicolas. Nitami tidak ingin menutupinya? karena dia yakin Nicolas dapat melakukan apapun yang dia inginkan? Jadi percuma saja jika dia menutupi atau menyembunyikan, kalau Davin lah orang yang mengalami kecelakaan bersama Nadira dan suaminya. Nicolas dan keluarganya berhak tahu itu semua.
"Tuan Davin Attala Fardhan." Jawab Nitami dengan tegas dan tatapan mata yang tidak lepas dari mata Nicolas.
Sedangkan nyonya Orlando masih menangis di dalam pelukkan sang kepala pelayan ibu Sisil.
Nicolas mengerutkan keningnya melihat ke arah Nitami, apa dia tidak salah dengar apa yang di ucapkan oleh Nitami? karena menyebutkan sebuah nama yang tidak pernah ada di dalam bayangannya.
"Tuan Davin Attala Fardhan." Ulang Nicolas ingin memperjelas.
"Iya, tuan. Mobil tuan Davin Attala Fardhan lah yang mengalami kecelakaan bersama dengan mobil nyonya Nadira dan suaminya." Jawab Nitami memperjelas.
Nicolas diam dengan kepalan kuat pada tangannya.
"Apa maksudmu? Bukankah itu suamimu nyonya Fardhan." Balas ketus Nicolas.
Nicolas kembali mengingat siapa Nitami dan Davin? mereka berdua adalah sepasang suami istri. Namun sesaat Nicolas melupakan, jika Nitami tidak pernah di anggap sebagai seorang istri oleh Davin. Rasa cemburunya masih menguasai Nicolas.
"Suami, nyonya Fardhan…!!" Ucap nyonya Orlando melihat ke arah Nicolas, lalu beralih melihat ke arah Nitami dengan pandangan tidak mengerti.
"Apa maksudmu, Nico?" Tanya nyonya Orlando memandang sang putra. Dia ingin kejelasan dari ucapan yang baru saja di ucapkan oleh Nicolas.
Nicolas memandang sang mama lalu berkata.
"Dia adalah nyonya muda keluarga Fardhan, istri pertama dari tuan muda Davin Attala Fardhan." Ucap Nicolas memandang sekilas ke arah Nitami yang memasang wajah tenang. Lalu melihat kembali ke arah sang mama.
"Seorang istri pertama yang di sembunyikan selama ini dari publik." Ucap Nicolas melihat intens sang mama.
Nyonya Orlando melihat ke arah Nitami, dia seakan tidak ingin percaya akan ucapan Nicolas dan ingin kejelasan dari Nitami.
"Apa benar itu nona Nitami?" Tanya nyonya Orlando pada Nitami.
__ADS_1
Nitami masih diam dengan wajah tenangnya, dia memandang ke arah Nicolas sejenak, lalu beralih melihat ke arah nyonya Orlando. Tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi. Nitami menelan salivanya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
"Iya nyonya, itu benar. Saya istri pertama dari tuan Davin Attala Fardhan." Balas Nitami dengan jujur tanpa keraguan lagi.
Nyonya Orlando terlihat terkejut akan pengakuan Nitami, matanya membulat dengan sempurna dan mulutnya sedikit terbuka. Namun dengan cepat tatapan matanya terlihat sedih melihat ke arah Nicolas.
Nitami melihat tatapan sedih tersebut, ada apa ini? Apakah ada yang Nitami lewati? Itulah yang menjadi pertanyaan Nitami di dalam hatinya.
"Nico…!" Panggil pelan nyonya Orlando pada sang putra yang masih menatap tajam Nitami.
"Apa tujuanmu datang ke sini dan mengatakan semua ini?" Tanya Nicolas dengan tegasnya, tatapan tajam matanya masih mengarah pada Nitami.
Nitami tahu maksud Nicolas yang seakan mencurigai maksud kedatangannya. Namun dia tidak peduli akan kecurigaan Nicolas, dia datang ke mansion keluarga Orlando hanya untuk Angel, si gadis kecil yang dia asuh beberapa bulan ini.
"Tujuan saya hanya satu, tuan Nicolas." Balas Nitami masih bersikap tenang.
Nicolas dan yang lainnya masih diam pada pikiran mereka masing-masing. Nitami terpaksa melanjutkan ucapannya.
"Kedatangan saya ke sini, untuk menemui keluarga Orlando. Keluarga dari nyonya Nadira." Ucapnya.
"Karena nyonya Nadira memiliki seorang putri yang masih hidup dari kecelakaan itu terjadi." Ucap Nitami yang sontak membuat Nicolas mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu?"
"Nyonya Nadira memiliki seorang putri yang selamat dari kecelakaan tersebut. Seorang putri yang telah kehilangan kedua orang tuanya, dan tidak memiliki sanak keluarga satupun di sisinya. Saya datang untuknya, datang untuk mencari tahu keberadaan salah satu keluarga dari putri nyonya Nadira." Jelas Nitami.
"Keponakan anda tuan Nicolas, dan cucu anda nyonya Orlando." Ucap Nitami melihat ke arah Nicolas, lalu melihat ke arah nyonya Orlando.
Mimik wajah Nitami berubah, kerutan kedua pangkal hidung Nitami seakan heran atas keraguan Nicolas.
"Anda meragukan ucapan saya, tuan?"
"Tentu saja. Apa kau memiliki bukti jika anak itu adalah putri adikku Nadira?"
"Tentu saja, karena tes DNA Angel dan nyonya Nadira beserta suaminya, memiliki hasil yang positif. Jika Mereka bertiga memiliki hubungan darah sebagai anak, ayah dan ibunya. Tidak mungkin di ragukan lagi." Balas Nitami pada kebenarannya.
Saat kecelakaan itu terjadi, beberapa tes di lakukan terhadap Angel dan kedua orang tuanya yang sudah meninggal, untuk membenarkan jika Angel adalah putri mereka yang sudah di tinggalkan. Tidak mungkin Nitami ataupun pihak rumah sakit Golden Healthy tidak melakukan yang terbaik bagi setiap pasiennya. Semua bukti sangat di perlukan dan harus jelas.
"Maaf tuan. Saya di sini hanya memperjuangkan kelangsungan hidup masa depan Angel. Tidak memiliki tujuan apapun? apa lagi tujuan atau niat yang buruk? Saya datang hanya ingin mencari keberadaan keluarga yang di miliki oleh Angel. Hanya itu." Jelas Nitami, kini wajahnya dingin. Dia tidak suka akan sikap Nicolas yang seakan tidak ingin menerima kehadiran Angel.
"Tapi jika anda merasa terganggu, atau tidak ingin mengakui Angel adalah putri dari nyonya Nadira, adik anda. Itu tidak masalah bagi saya, saya masih bisa mengasuhnya dan menjadikan Angel anak angkat untuk saya." Balas Nitami dengan dinginnya.
Dia tidak pernah menyangka jika Nicolas adalah sosok yang sangat kejam, bahkan kepada keturunan adiknya sendiri. Tidak mempercayai kehadiran Angel sama halnya menolak Angel secara langsung. Nitami tidak perlu tanggung jawab dari Nicolas untuk Angel lagi, jika sikap Nicolas seperti itu. Lebih baik dirinya mengambil keputusan sendiri untuk kelangsungan masa depan Angel selanjutnya.
Nitami melihat ke arah Nicolas yang masih menatapnya tajam. Tanpa mau berkata sepatah katapun.
"Tidak ada lagi yang ingin saya bicarakan, jadi lebih baik saya pergi dari tempat ini. Permisi tuan dan nyonya Orlando." Ucap Nitami bangkit dari duduknya.
Nyonya Orlando segera menatap ke arah Nitami yang bangkit dari duduknya, lalu beralih melihat ke arah Nicolas yang masih setia pada duduknya tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Nico…!" Panggil nyonya Orlando. Namun Nicolas tidak menjawab.
Nitami merasa tidak ada perubahan sedikitpun terhadap sikap Nicolas, diapun ingin melangkah pergi. Tidak ada gunanya dia ada di sana lebih lama lagi.
"Aku ingin membawa kasus ini ke jalur hukum." Ucap Nicolas secara tiba-tiba. Menghentikan langkah Nitami yang langsung melihat ke arah Nicolas.
Nicolas bangkit perlahan dari duduknya, lalu melangkah mendekati dan berdiri di hadapan Nitami.
"Aku ingin suami mu mempertanggung jawabkan atas kematian dari adikku." Ucap Nicolas dengan penekanan kalimat terakhirnya.
Nitami diam dengan wajah datarnya menatap balik Nicolas yang melihatnya dengan tajam.
"Jika suami mu aku penjarakan dan menuntutnya untuk bertanggung jawab. Apakah itu tidak masalah bagimu?" Tanya Nicolas sembari tersenyum tipis dan meremehkan ke arah Nitami.
"Silahkan." Balas singkat Nitami.
Dia tidak peduli apapun yang ingin di lakukan oleh Nicolas terhadap Davin? Itu bukan urusannya. Yang menjadi urusan dan prioritas utamanya adalah masalah Angel. Bukan masalah Davin.
Senyum Nicolas menghilang, dia yang ingin mencoba menggertak Nitami agar terlihat takut ternyata tidak berhasil.
"Apa kau yakin? Apa kau tidak takut jika suamimu di nyatakan bersalah dan harus di penjara?" Tanya Nicolas ingin menggertak kembali.
Nitami diam, lalu ikut tersenyum meremehkan ke arah Nicolas. Dia tahu Nicolas mencoba untuk menggertak dirinya.
"Silahkan lakukan apapun yang anda inginkan? Sekalipun anda ingin tuan Davin bertanggung jawab atas kecelakaan ini, dan ingin mempenjarakan dia. Silahkan, itu bukan urusan saya sama sekali." Balas Nitami dengan tegas dan menekan beberapa kata pada perkataannya.
Nicolas diam akan jawaban Nitami. Terdengar Nitami menghela nafasnya dengan berat, dengan sengaja Nitami melakukannya sedikit keras agar Nicolas mendengarkan jelas helaan nafasnya yang berat.
"Lakukan semua yang menurut anda baik, tuan Nicolas." Ucapnya dengan senyum yang tiba-tiba merekah.
Jujur dari dalam hati Nitami, dia merasa senang jika apa yang di ucapkan oleh Nicolas? akan menjadi kenyataan. Sedikit tidaknya ada seseorang yang akan berada di pihaknya untuk membalas Davin dan keluarganya, keluarga Fardhan yang ingin Nitami balas dan hancurkan.
"Sudah saya katakan, kedatangan saya ke mansion anda ini. Hanya untuk Angel, bukan untuk yang lainnya." Ucapnya.
"Tetapi karena anda menolak kehadiran Angel. Tidak ada gunanya lagi saya ada di sini." Ucap Nitami kembali, sebelum akhirnya dia melangkah ingin melewati Nicolas. Dia merasa, tidak ada gunanya lagi dirinya terlalu lama beranda di sana, lebih baik pulang dan menyelesaikan urusan yang belum Nitami selesaikan.
Namun ketika tubuh Nitami ingin melewati tubuh Nicolas dari arah samping. Lengannya di cekal dengan kuat oleh Nicolas, seketika langkah Nitami terhenti lalu melihat ke arah tangan Nicolas yang mencekal kuat lengannya.
Nitami mengerutkan alisnya menatap ke arah Nicolas. 'Ada apa lagi? Bukannya sudah tidak ada yang ingin dia bicarakan lagi?' Gumam Nitami di dalam hatinya menatap intens mata Nicolas yang masih menatapnya tajam.
Begitu dekat jarak tubuh mereka berdua, sehingga Nitami dapat dengan jelas melihat rahang Nicolas yang tegas saat sedang mengeras menahan gejolak yang ada di dalam hatinya. Entah apa yang ingin di lakukan oleh Nicolas? Nitami hanya bisa waspada pada tindakan Nicolas selanjutnya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.