Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
23. Menjadi Seorang Teman.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Fardhan***


Davin berusaha menahan gejolak kelelakiannya saat ini. Nitami sengaja membuat dirinya menderita akan rasa penasaran yang tinggi, ciuman panas mereka selesai begitu saja, tanpa kelanjutan sama sekali.


"maaf tuan…saya tidak bisa melakukan itu." jawab Nitami bangkit dari duduknya melihat ke arah Davin dengan tatapan mata memelasnya.


"ingat Nitami, aku berhak atas dirimu." balas Davin ikut bangkit dari duduknya.


"tuan saya mohon…kita tidak seharusnya melakukan itu. Hubungan itu terlalu jauh bagi saya, apalagi saya hanya istri yang di jadikan sebuah tumbal. Tidak seharusnya anda bertindak sejauh ini." ungkap Nitami mencoba membujuk Davin. Dia sangat tahu jika Davin telah terbakar akan api asmara yang menginginkan lebih dari sekedar ciuman.


Davin tidak suka mendengar kata-kata Nitami yang mengatakan jika dirinya adalah istri yang hanya di jadikan sebuah tumbal saja.


"dengar nitami…" ucap Davin memegang erat kedua lengan Nitami. Davin mengguncang tubuh Nitami hingga dengan terpaksa Nitami harus menatap wajah Davin yang terlihat geram.


"kau adalah istri pertamaku, kau bukanlah istri yang di jadikan sebuah tumbal. Aku tidak suka mendengar kata-kata itu." ungkapnya dengan tatapan tidak suka melihat intens wajah Nitami.


"anda tidak suka mendengar semua ini, tapi inilah kenyataan yang tidak bisa di pungkiri lagi " balas Nitami menatap teduh Davin.


Di dalam hatinya, Nitami hanya akan memakai cara memelas dan wajah yang terlihat menyedihkan untuk menangani Davin. Nitami ingin Davin merasakan kesedihan yang selama ini dia alami. Tidak ada lagi kata perlawanan.


"semua ini tidak masuk akal bagiku. Dari dulu aku tidak ingin mempercayai ini semua, karena semua itu musatahil akan terjadi bagiku."


Nitami memandang lekat mata Davin, terlihat kejujuran dari sorot matanya. Nitami senang dengan perlahan bisa mendekatkan diri pada Davin. Semua yang sudah ada di dalam rencananya, harus terlaksana.


"mungkin itu tidak masuk akal bagi anda dan bagi saya juga, namun ini sudah terjadi beberapa tahun. Jadi hanya menunggu beberapa bulan saja untuk mengakhiri semua ini." ungkap Nitami dengan tatapan yang terlihat sedih memandang lekat mata Davin.


"dengarkan aku Nitami." ucap Davin mengeraskan rahangnya.


"semua keputusan ada di tanganku. Ini adalah hidupku, tidak ada yang boleh mengaturnya. Sekalipun itu kau Nitami."


"tetapi sayang tuan…pernikahan ini bukanlah pernikahan yang sebenarnya. Hubungan kita berdua tidak ada ikatan yang kuat, bahkan tidak seorang pun yang tahu akan hubungan yang di sembunyikan ini. Biarlah hubungan ini berjalan sebagaimana mestinya." balas Nitami sembari berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman tangan Davin.


"Anda masih memiliki istri yang anda cintai, jadi jangan merubah semua yang sudah berjalan di jalurnya masing-masing." ucap Nitami sembari memundurkan langkahnya.


Davin masih terlihat mengeraskan rahangnya, dia menatap lekat mata Nitami yang terlihat jelas kesedihan di dalamnya.


"jangan pernah memberikan sebuah harapan yang tidak mungkin terjadi. Hubungan kita yang tidak memiliki ikatan yang kuat, tidak akan bertahan lama tuan. Saya tahu yang anda rasakan saat ini hanyalah hasrat sesaat anda saja. Jadi saya mohon jangan seperti ini." ungkap Nitami dengan mimik wajah memelas, dia berharap Davin bisa mengerti maksudnya.


Davin dilema akan perkataan Nitami, apakah benar hasratnya saat ini hanyalah sesaat saja. Memang tidak bisa dia pungkiri jika dia tidak dapat menghindari pesona kuat yang di miliki oleh Nitami. Apa yang di katakan oleh Nitami? ada benarnya. Hubungan mereka tidak memiliki ikatan yang kuat.


Dia seorang pria dewasa yang pernah merasakan mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Jadi Davin sangat tahu apa yang di maksudkan oleh Nitami? Nitami ingin melakukan hubungan itu jika ada kejelasan dari ikatan hubungan mereka.


Mereka berdua tidak pernah mencoba untuk menjadi dekat karena Davin lah yang membangun benteng tinggi sebagai jarak bagi mereka. Pada awal pernikahan mereka, Nitami sangat welcome padanya, Nitami selalu bersikap ramah dan selalu menghormatinya.


Apapun perbuatan kejam yang Davin lakukan kepada Nitami? Nitami hanya bisa diam dan menerimanya dengan keikhlasan, tanpa perlawanan sama sekali. Sehingga lama kelamaan sikap dingin Davin membuat Nitami semakin menderita dan muak pada hubungan mereka yang tidak jelas.


Davin tidak bisa menyalahkan Nitami dalam hal ini. Tetapi penolakan yang Nitami lakukan melukai harga diri dan hati Davin saat ini. Walaupun dia belum bisa mengenali perasaannya sendiri kepada Nitami. Tetapi Davin merasakan jika hatinya ingin memiliki Nitami, hatinya tidak ingin jauh dari wanita yang menjadi istri pertamanya tersebut.


"kenapa anda hanya diam tuan?" tanya Nitami melihat Davin hanya diam memandangnya lekat dengan pikirannya sendiri.


"apa perkataan saya benar tuan?" tanya Nitami kembali.

__ADS_1


"maafkan aku, jika selama ini telah membuatmu menderita menjalani pernikahan yang terpaksa kau lakukan ini." balas Davin dengan mimik wajah yang terlihat menyesal.


'dia bisa mengatakan kata maaf padaku, sungguh perubahan yang sangat besar.' gumam Nitami di dalam hatinya.


Tidak seperti biasanya Davin akan dengan mudah mengucapkan kata maaf di hadapan orang lain. Kali ini Nitami lah yang dapat mendengar jelas kata sakral tersebut.


"saya senang anda sudah bisa berpikir jernih dan tahu apa yang benar sekarang?"


Davin hanya diam dengan tatapan yang tidak bisa di tebak oleh orang lain.


"tidak bisakah kita memulai dari awal lagi." ungkap Davin yang sontak membuat Nitami tidak percaya pada apa yang ia dengarkan?


"apa anda tidak salah tuan. apa maksud anda berkata seperti itu?"


"kita mulai dari awal lagi. Kita bisa saling mengenal mulai sekarang."


"untuk apa?"


"aku hanya tidak ingin di cap sebagai suami yang tidak bisa menghargai istrinya sendiri. Setidaknya selama beberapa bulan mendatang sebelum semuanya berakhir, kita bisa menjadi seorang teman."


"teman tuan…!!" ucap Nitami dengan mengerutkan keningnya melihat ke arah Davin.


"iya kita bisa menjadi seorang teman. Setidaknya saat semuanya selesai, kita bukanlah seorang musuh, apa kau tidak mau?" tanya Davin.


"tentu saja tuan, kenapa tidak? yang penting pertemanan kita tidak akan menjadi masalah bagi orang lain." ungkap Nitami dengan menampilkan senyuman manis pada bibirnya yang menggoda bagi Davin.


'deg deg…' degup jantung Davin terpesona melihat senyum manis Nitami. 'sial wanita ini terus ingin menguji kesabaran dan menggodaku. Hanya dengan tersenyum seperti itu saja dia terlihat cantik sekali.' gumam Davin di dalam hatinya mulai tergoda akan pesona kuat yang di miliki oleh seorang Nitami Adreena Saila.


Dokter cantik yang baik hati namun selalu terlihat datar dan dingin. Dokter cantik yang mampu membuat beberapa pria tampan dan berkuasa tertarik dan menyukainya. Davin tidak akan pernah tahu dan menyangka, jika untuk dekat dengan Nitami dia akan merasa sesuatu yang tidak pernah ada di dalam bayangannya selama ini.


"jadi mulai sekarang kita adalah teman." ucap Davin mengulurkan telapak tangan untuk berjabat tangan dengan Nitami.


'kena kau. Kehancuranku adalah kehancuranmu juga. Aku akan lihat sampai mana kau kuat akan pertemanan kita ini.' gumam Nitami di dalam hatinya senang Davin telah masuk ke dalam salah satu perangkap yang dia rencanakan.


"tentu tuan, kita adalah teman." balas Nitami sembari menyambut uluran tangan Davin padanya.


Davin merasa senang, dan tersenyum membalas Nitami. Saat ini sudah cukup bagi Davin untuk mereka menjadi seorang teman. Untuk selanjutnya dia akan memastikan hatinya yang selalu berdetak jika berdekatan dengan Nitami. Apakah itu perasaan suka ataukah hanya perasaan mengagumi Nitami yang cantik dengan pesonanya yang kuat?


Mereka kini menjadi seorang teman, di dalam hati mereka berdua sama sama memendam perasaan masing-masing. Nitami yang berniat membalas dendam kepada Davin. Sedangkan Davin yang berniat memastikan hatinya yang selalu berdetak saat bersama dengan Nitami.


Entah siapa dari mereka berdua yang akan memenangkan pertarungan ini? Hanya takdir di masa depan yang tahu dan menentukan nasib dari keduanya. Tanpa mereka sadari percakapan mereka berdua telah di ketahui oleh nyonya Sandra yang sengaja berkunjung ke rumah sederhana Nitami.


"semoga ini awal yang baik bagi kalian berdua, karena inilah yang seharusnya terjadi dari awal." gumam pelan nyonya Sandra tersenyum senang, dan berlalu dari tempatnya berdiri.


...--------------------------------...


…Kamar pribadi Davin dan Fransisca…


Sebuah nada sambungan telepon terdengar jelas pada ponsel Fransisca, dia marah dan tidak suka melihat kejadian tadi siang yang terjadi di depan loby mansion. Fransisca cukup terkejut melihat keahlian bela diri Nitami yang sangat lincah dan kuat.


"hallo Fransisca sayang !!" sapa seseorang dari seberang telepon.

__ADS_1


"hallo…" balas Fransisca dengan memutar matanya malas karena mendengar kata kata sayang dari seberang telepon.


"ada apa sayang?" ucap seorang pria yang menjadi lawan bicara Fransisca saat ini.


"aku sudah mengirimkan sebuah data seseorang padamu. Selidiki latar belakangnya." perintah Fransisca dengan pandangan jauh ke depan, ke luar halaman samping kamarnya. Saat ini Fransisca berdiri pada balkon depan kamarnya.


"tentu akan aku lakukan, apapun yang kau inginkan dan perintahkan."


"terima kasih."


"sayang aku kangen padamu. Kapan kita bisa bertemu lagi?" tanyanya dengan nada mesra.


"baru saja kita berpisah beberapa jam yang lalu, kau sudah ingin bertemu lagi denganku."


"karena aku sangat mencintaimu. Aku sungguh tidak tenang dan sangat cemburu membayangkan dirimu saat ini bersama Davin."


"ingat, Davin adalah suamiku saat ini."


"aku tahu. Kapan kau akan berpisah dengannya dan bersama denganku. Aku tidak suka menjalani hubungan tersembunyi seperti ini." ungkapnya kecewa.


"ingat Fransisca, aku bisa saja menghancurkan pernikahanmu sekarang juga." ancam pria tersebut yang sontak membuat Fransisca membulatkan matanya.


"ayolah sayangku, tunggu sebentar lagi. Sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan." rayu Fransisca agar pria yang ada di seberang telepon bisa mengerti.


"apa yang kau inginkan, aku memiliki harta dan kedudukan yang tidak kalah jika di bandingkan dengan Davin. Apa yang membuatmu bertahan di sisinya?"


"aku memiliki alasan yang belum bisa aku katakan padamu. Aku hanya minta padamu, tunggulah sebentar lagi. Aku akan menjadi milikmu seutuhnya." balas Fransisca dengan nada yang terdengar menggoda pada telinga pria tersebut.


"ooooo…sayangku, kau suka sekali menyiksa bathinku."


"aku tahu itu, aku harap kau bisa bersabar. Sudah dulu aku tidak ingin ada yang mendengakan percakapan kita."


"tunggu dulu." cegah pria tersebut saat Fransisca ingin memutuskan sambungan telepon mereka.


"apa lagi?"


"cium dulu."


"kau gila…!!"


"ayolah sayang, setidaknya ini akan mengobati rasa rinduku padamu."


Dengan terpaksa Fransisca mengikuti apa yang di inginkan oleh pria tersebut, lalu dengan segera menutup sambungan telepon mereka. Fransisca saat ini hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.


Fransisca yang memiliki seorang pria lain di dalam hidupnya selain Davin, karena dia marah dan kecewa pada Davin yang telah menikah lebih dulu bersama Nitami. Awalnya Fransisca ingin membalas Davin, namun ada suatu hal yang menjadi alasannya untuk meneruskan hubungan terlarang itu bersama pria yang ada di telepon tadi.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2