Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
131. Season 2...Perasaan Cinta Levi Dan Nicolas.


__ADS_3

Season 2…


***Aula Istana Damaresh***


Nitami dan Nicolas kini duduk berdampingan. Pandangan mata semua anggota keluarga Massimo dan Orlando yang hadir di sana, masih menatapnya heran.


"Apa kabar nyonya, tuan…?" Sapa Nitami melihat ke arah mama dan papa Nicolas yang masih melihat intens Nitami secara bergantian.


Keduanya terdiam sejenak, tetapi tuan Orlando lebih dulu untuk membalas. Tidak ada alasan baginya untuk mengabaikan calon menantunya tersebut. Sedangkan nyonya Navya Orlando masih menata hatinya yang terkejut akan kehadiran dan kejutan yang baru saja di berikan oleh Nitami.


"Kabar kami baik." Balasnya dengan sikap biasa saja. Nitami tahu tidak mudah baginya untuk membuat semua mengikuti seperti yang ia inginkan.


"Maafkan saya, jika saya membuat kalian semua terkejut." Ucapnya berusaha bersikap biasa dan tenang.


Namun di dalam hatinya sangat gugup. Bagaimana tidak gugup? Ia yang sudah mengakui diri sebagai calon istri Nicolas secara tiba-tiba. Kini sedang berhadapan dengan calon mertuanya langsung.


Mereka semua terdiam. Levi dan yang lainnya memang terkejut, tetapi semuanya terjadi begitu cepat. Hanya menginginkan penjelasan dari Nitami agar semuanya terlihat jelas.


Nicolas menggenggam tangan Nitami, memberikan sebuah dukungan dan kekuatan bagi wanitanya yang kini sedang tegang dan gugup. Nitami melihat ke arah Nicolas yang sedang menggenggam tangannya erat. Nicolas hanya tersenyum untuk memberikan dukungan positif bagi Nitami.


"Begitu lama kau menghilang, tidak dapat di hubungi. Sekarang tiba-tiba saja datang bersama papaku dan mengatakan bahwa kau calon istri Nicolas." Ucap Levi akhirnya memecah keheningan di antara mereka.


Semua mata memandang pria tampan itu. Terlihat jelas Levi sedikit kesal terhadap Nitami. Bukan kesal karena ia bersama Nicolas, dia kesal karena Nitami menghilang dan tidak dapat di hubungi beberapa bulan ini, dan tiba-tiba datang memberikan sebuah kejutan yang ada di luar perkiraan mereka.


"Apa itu masuk akal?" Tanyanya kembali berucap.


Nitami tahu Levi kecewa dan kesal kepadanya yang tidak dapat menepati janji di antara mereka, setelah terakhir kalinya mereka bertemu.


"Maafkan saya dokter Levi. Saya tidak bisa menepati janji yang kita sepakati dulu. Ada alasan kuat untuk itu, dan saya harap anda dapat mengerti." Balas Nitami mencoba memberikan sebuah pengertian untuk Levi.


"Kalian saling mengenal…!" Celetuk Sarah, mama Levi yang sejak tadi hanya diam mengamati. Kini ia juga terkejut jika putranya mengenal wanita yang tadi menjadi pusat perhatian semua orang.


Levi dan yang lainnya melihat ke arah Sarah. Levi menghembuskan nafasnya sebelum menjawab pertanyaan sang mama.


"Kami dulu satu tim untuk merawat putri Valeria beberapa tahun yang lalu." Balas Levi. Sarah mengingat kejadian tersebut dan kini mengerti.


Sarah berpikir jika Levi juga menyukai Nitami. Bagaimana jadinya jika Levi dan Nicolas menyukai wanita yang sama. Itu tidak akan bisa di bayangkan.


Suasana kembali hening. Nitami merasakan aura intimidasi yang meminta sebuah kejelasan lebih lanjut lagi.


"Nyonya. Bagaimana kabar Angel?" Tanya Nitami ke arah nyonya Navya. Nitami sangat merindukan gadis kecilnya. Ia ingin mengalihkan pembicaraan mereka, tidak baik ia menjelaskan sesuatu yang bersifat rahasia di tempat itu.


Salah satu alasan ia memilih bersama Nicolas saat ini adalah untuk dapat berada dekat bersama Angel, gadis kecilnya. Beberapa alasan lainnya adalah dukungan dari Leon dan juga Alex Massimo. Serta perasaan Nicolas yang tulus kepadanya, yang selalu setia menunggu dirinya beberapa tahun ini. Nitami mencoba untuk membuka kembali pintu hatinya yang sudah lama tertutup, dan ingin mencoba menerima kehadiran cinta seseorang kembali untuknya.


Nitami akan belajar untuk menerima perasaan Nicolas yang tulus kepadanya. Nitami ingin mencoba mencintai seseorang kembali di dalam hidupnya, ia ingin bahagia bersama pasangan yang ia pilih kali ini. Hatinya yakin jika Nicolas adalah pria yang baik untuknya, pria yang dapat di jadikan teman hidup, tempatnya kembali pulang dan bersandar di saat hatinya lelah.


"Angel baik, dan sangat merindukanmu." Balas Navya dengan sikapnya yang sedikit melunak.


Navya dapat melihat kebahagiaan di dalam sorot mata sang putra saat menerima Nitami kembali. Ia melihat cahaya cinta dan harapan di dalam mata putranya. Mendukung dan merestui apa yang membuat Nicolas bahagia adalah prioritas utamanya kali ini. Kebahagiaan itu ada pada Nitami. Cinta mereka bukanlah kesalahan.

__ADS_1


"Saya juga sangat merindukan Angel." Ucapnya, dan kembali hening.


"Maafkan saya nyonya, jika beberapa bulan ini tidak datang mengunjungi Angel." Ucap Nitami merasa bersalah.


Nyonya Navya melihat ketulusan dari sorot mata Nitami. Ia pun melihat bagaimana eratnya genggaman tangan Nicolas pada tangan Nitami. Ia tahu jika putranya itu kini sedang memberikan sebuah dukungan dan menenangkan Nitami.


"Datanglah untuk mengunjungi Angel. Angel pasti akan sangat senang melihat dan bertemu denganmu lagi." Ungkap Navya seakan memberikan sebuah ijin sekaligus lampu hijau bagi hubungan Nitami dan Nicolas.


"Terima kasih, nyonya." Balas Nitami tersenyum senang sekaligus lega jika calon ibu mertuanya kini merestui hubungannya bersama Nicolas.


"Jangan panggil nyonya. Tidak akan baik terdengar oleh mereka yang tahu hubungan kalian sekarang." Peringatan dari Navya begitu jelas terdengar, jika dirinya benar-benar memberikan jalan kepada hubungan mereka.


"Panggil mama." Ucapnya dengan tatapan teduh menenangkan.


Nitami terdiam serta haru, dapat di terima baik oleh keluarga calon suaminya di masa depan. Keputusan yang ia buat untuk membuka hati kepada Nicolas, tidaklah salah. Ini jalan baik untuk dirinya melangkah maju dan terus maju ke masa depan yang lebih baik lagi serta bahagia.


Nitami memalingkan pandangannya melihat ke arah Nicolas. Nicolas menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setuju akan perkataan sang mama. Nitami pun tersenyum, kemudian melihat kembali ke arah Navya.


"Terima kasih, mama." Ucapnya. Ada kehangatan di dalam hatinya saat mengucapkan kata mama.


Navya tersenyum, dia berharap jika Nicolas bahagia bersama wanita yang selama ini ia harapkan dan cintai dengan setulus hatinya.


"Baiklah. Selamat untuk mu ya kak Navya. Selamat atas kedatangan menantu barumu." Ucap sarah mencoba mencairkan suasana di antara mereka.


"Kini giliran anakku yang satu ini. Bahkan mendekati seorang gadis atau wanita saja tidak pernah terlihat. Sepertinya aku tidak akan pernah memeiliki seorang menantu perempuan." Ucapnya sedikit kecewa dan sedih melihat ke arah Levi.


Levi terlihat biasa saja saat mendengar gerutuan sang mama. Dia sudah terbiasa akan hal itu, mamanya selalu meminta untuk dirinya segera menikah dan memberikan seorang cucu seperti Angel. Levi hingga bosan mendengarkan celotehan sang mama.


"Apakah dokter Levi belum mengenalkan calonnya kepada anda nyonya?" Tiba-tiba Nitami bersuara karena merasa kasihan melihat raut kecewa dan sedih Sarah.


Lebih tepatnya lagi, dia ingin membantu seseorang untuk melancarkan jalan hidupnya di masa depan. Nitami tahu seseorang yang kini sedang dekat dengan Levi.


"Apa Levi punya calon? Apa kamu tahu siapa?" Tanya cepat Sarah dengan antusias. Ia ingin segera memiliki seorang menantu yang bisa menemaninya di mansion.


Levi membulatkan matanya sempurna, karena tidak percaya jika Nitami tahu seseorang yang sedang dekat dengannya.


"Apa yang kamu katakan benar? Apakah kamu tahu siapa gadis itu? Apa dia cantik?" Tanya Sarah panjang lebar, ia sungguh penasaran dan antusias ingin segera tahu.


"Mama…!" Tegur Levi terlihat tidak suka sikap sang mama yang terlihat sangat bersemangat.


Sarah melototkan matanya untuk memberikan peringatan agar Levi diam dan tenang.


"Apa kamu tahu siapa, Nitami?" Kini giliran Navya yang bertanya, ia ingin membantu adik iparnya tersebut.


Nitami melihat ke arah Navya. Semua anggota keluarga Massimo dan Orlando melihat ke arahnya untuk mendengar dengan jelas siapa yang di maksudkan oleh Nitami.


Levi hanya menggelengkan kepalanya, tanda agar Nitami tidak mengatakan apapun.


"Dia gadis yang sangat cantik, manis, dan cerdas. Gadis yang mampu menaklukkan hati seorang dokter Levi Massimo pada pandangan pertama." Ucapnya mengenang kejadian di mana pertama kalinya Levi bertemu gadis tersebut.

__ADS_1


"Cukup dokter Saila." Celetuk Levi dengan mata yang melotot tajam.


Nicolas melihat heran akan sikap Levi. Ia tidak suka melihat Levi menatap tajam Nitami.


"Apakah aku mengenal gadis itu?" Tanya tiba-tiba Nicolas ingin memprovokasi Levi.


Nitami melihat ke arah Nicolas, lalu berkata. "Iya, kamu tahu siapa dia. Adik dari teman wanita ku." Balas Nitami melihat ke arah Nicolas, lalu kembali melihat ke arah Levi.


Nicolas berpikir sejenak untuk mengingat siapa yang di maksudkan oleh Nitami. Kemudian ia pun menganggukkan kepalanya setelah mengingat siapa gadis itu?


"Benar. Dia gadis yang cantik, manis dan cerdas. Sama seperti dirimu." Ucap Nicolas tersenyum mengetahui siapa yang Nitami maksudkan.


"Nico kamu juga tahu siapa dia?" Tanya Sarah menatap serius Nicolas.


"Coba katakan pada tante, siapa gadis itu? Di mana dia sekarang?" Beruntun pertanyaan yang di lontarkan.


"Mama…Sudah cukup…Tidak ada gadis yang di maksudkan…!" Balas Levi ingin menutupinya.


Nitami dan Nicolas heran akan sikap Levi, mengapa Levi menutupi hubungannya?


"Mengapa seperti itu dokter Levi?" Tanya Nitami sembari merengutkan alisnya.


"Apakah anda tidak serius padanya?" Tanyanya lagi. Levi terdiam.


Nitami juga terdiam untuk mengamati raut wajah Levi dan perubahan mimik wajah yang akan terjadi.


"Jika anda tidak serius kepadanya. Sebaiknya saya katakan itu padanya. Saya tidak bisa melihat dia hanya menjadi mainan anda saja." Ucap Nitami terlihat kecewa dan kesal.


Levi tahu itu sebuah peringatan serta ancaman dari Nitami. Bukannya ia tidak ingin mengakui gadis tersebut dan hubungan mereka. Namun gadisnya lah yang belum siap untuk di perkenalkan sebagai pasangan dari seorang Levi Massimo. Walaupun Levi selalu mencoba untuk meyakinkan gadis itu, jika semuanya akan baik baik saja dan hubungan mereka tidak akan menjadi masalah di antara dua keluarga.


"Bukan seperti itu." Balas Levi lemah.


Ia selalu kalah jika itu berhubungan dengan sang pujaan hati. Levi tidak ingin kehilangan dan menyakiti hati gadis yang sangat ia cintai. Gadis yang tidak ingin membuat Levi berada di dalam masalah atas hubungan mereka.


Nitami dapat menangkap jika ada yang tidak beres pada hubungan Levi dan gadis tersebut.


"Lalu seperti apa yang kau maksudkan?" Tanya Sarah kesal akan sikap tidak jujur sang putra.


"Dokter Levi. Akan aku pastikan semuanya baik baik saja. Aku sangat mengenal dirinya, semua akan berjalan seperti semestinya. Cinta kalian berdua tidak bersalah." Ungkap Nitami meyakinkan Levi bahwa semuanya akan baik baik saja, dan berjalan seperti semestinya.


Nitami meraih ponsel di dalam tas pesta yang ia bawa. Kemudian terdengar sedang menghubungi seseorang di balik ponselnya tersebut. Semua melihat dan ingin tahu apa yang akan Nitami lakukan? Apakah ada hubungannya dengan Levi dan juga gadis yang di cintai oleh pria tersebut?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2