
…Season 2…
***Aula Istana Damaresh***
Setelah memasukkan ponselnya ke dalam tas pesta yang ia bawa. Nitami menatap ke arah Levi dan Sarah secara bergantian.
"Dokter Levi, aku tahu gadis itu juga sangat mencintai anda, jika anda memang mencintainya. Lakukan semua yang terbaik yang di katakan oleh hati anda. Saya yakin dia juga sedang berusaha menjadi lebih layak untuk keluarga anda yang merupakan bagian keluarga bangsawan Inggris." Ungkapnya dengan keyakinan.
Kini dia mengerti maksud dari perkataan Levi. Gadis itulah yang merasa tidak memiliki kepercayaan diri atas status yang ia miliki, dan jauh berbeda dari status serta kasta tinggi yang di miliki oleh Levi Massimo.
"Tolong dukunglah apapun usaha yang sedang ia lakukan sekarang." Ucap Nitami kembali.
Mereka semua mencoba untuk mengerti. Namun saat ingin melanjutkan pembicaraan tersebut, tiba-tiba pemberitahuan atas kedatangan anggota keluarga Damaresh terdengar jelas. Sontak semua tamu undangan yang sedang duduk bangkit dan berdiri tegak menyambut kedatangan anggota keluarga bangsawan tertinggi di wilayah itu.
Putri Joanna Damaresh melangkah beriringan bersama suaminya Duke Wilmer Damaresh. Di belakangnya nampak putra pertama tuan Helios Damaresh bersama istrinya Merry Damaresh. Tepat di belakangnya putri Valeria Damaresh di dampingi oleh dua gadis cantik melangkah memasuki aula tersebut.
"Dia…!!" Gumam pelan Nicolas terdengar oleh Nitami yang ada tepat di sampingnya.
"Benar, dia…!!" Balas Nitami berbisik sembari melihat ke arah keluarga bangsawan Damaresh.
Levi diam terpaku, jauh di depan sana ia melihat seseorang yang sudah sangat lama tidak ia jumpai. Gadis yang tidak pernah ada kabar beberapa bulan ini, hingga membuatnya hampir gila. Kini gadis itu hadir di dalam pesta dan berada di antara keluarga bangsawan Damaresh. Ada apa ini?
Levi melangkah mendekati Nitami dan berdiri tepat di samping wanita itu.
"Ada apa ini sebenarnya?" Tanya bisik Levi. Tentunya Nitami dan Nicolas serta beberapa anggota keluarga yang ada di dekat mereka, dapat mendengar bisikkan Levi dengan jelas.
"Dia sedang berjuang agar dapat menjadi layak untuk anda, dokter Levi." Balas Nitami dengan tenang.
Levi melihat ke arah Nitami, lalu melihat ke arah Nicolas yang memandang ke arahnya.
"Apa maksudnya?" Tanya Levi tidak mengerti.
"Berada pada posisi itu, tidak lah mudah baginya. Penuh perjuangan dan pengorbanan yang ia lakukan untuk menjadi layak agar dapat masuk ke dalam dunia anda ini."
Levi terdiam, pandangan matanya kembali melihat ke arah gadis yang sedang berada di antara keluarga Damaresh.
"Sejak kapan dia berada di sana?"
"Sudah 8 bulan ini." Balas Nitami. Levi tahu, itulah terakhir kalinya dia dapat menghubungi gadis tersebut.
"Apa ada kaitannya denganmu juga?"
Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, lalu menganggukkan kepalanya lemah sebagai jawaban.
Kini tatapan tajam Levi melihat tidak suka ke arah Nitami. Bagaimana bisa Nitami memanfaatkan dan menggunakan gadisnya masuk ke dalam rencana yang Nitami buat.
"Apa kau sudah gila?" Tanya Levi menekan amarahnya.
__ADS_1
Kini ada kekhawatiran di dalam hatinya melihat gadisnya di sana. Di antara keluarga bangsawan yang penuh akan persaingan dan memiliki musuh tersembunyi. Bagaimana bisa gadisnya berani berada di dalam wilayah berbahaya seperti itu?
"Cinta yang membuatnya gila. Dia hanya ingin membuat dirinya layak, anda yang lebih tahu bagaimana dia. Ketulusan cintanya pada anda lah yang membuat dia nekat berada di sana." Balas Nitami pelan dengan sikap tenangnya.
"Saya juga berterima kasih kepadanya. Saya berjanji akan melindunginya." Ucap Nitami melihat ke arah Levi. Kemudian melihat kembali ke arah depan.
Acara pesta akbar malam ini telah di mulai. Semua pandang mata melihat ke arah keluarga Damaresh yang sudah duduk pada tempatnya.
"Mohon ijin yang mulia, putri Joanna Damaresh. Hamba akan memulai acara pesta malam ini." Katanya meminta ijin.
Putri Joanna yang telah duduk pada singgasana yang telah di siapkan. Menganggukkan kepalanya setuju.
"Terima kasih yang mulia." Ucapnya membalas dengan sikap hormatnya.
"Selamat malam para hadirin! Selamat datang di dalam pesta akbar yang di laksanakan satu tahun sekali." Sapa pembawa acara.
"Atas ijin dari yang mulia putri Joanna Damaresh. Kami perwakilan dari beliau akan mengatur jalannya pesta jamuan malam ini." Ungkap sang pembawa acara melihat ke arah para undangan yang telah hadir malam itu.
"Pertama-tama kami ucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas berkat dariNya, kita dapat berkumpul malam ini dalam keadaan sehat dan bahagia. Terima kasih kami ucapkan kepada yang mulia putri Joanna Damaresh, dan Duke Wilmer Damaresh atas kesempatan yang di berikan. Sehingga kita semua dapat berkumpul malam ini." Ungkapnya.
Semua mata masih setia memandang ke arah depan dengan tenang.
Tanpa banyak yang tahu, sepasang mata saling memandang dari jarak yang cukup jauh. Seakan berbicara melalui tatapan mata mereka berdua.
'Apa yang sedang kamu lakukan sayangku?' Gumam Levi melihat tatapan teduh mata gadisnya yang jauh di sana.
"Bahkan dia tidak bisa tersenyum saat melihat aku di sini. " Gumam pelan Levi yang masih dapat terdengar.
Nitami dan Nicolas tahu jika Levi sedih saat melihat gadisnya ada pada aturan tersebut. Aturan yang mengikat para pengikut setia para keluarga bangsawan, dan tidak sembarang orang yang dapat berada di posisi itu.
"Akan aku pastikan, malam ini anda dapat bersama dengannya." Ungkap Nitami tanpa melihat ke arah Levi.
Nitami kemudian melihat ke arah Nicolas yang juga melihat ke arahnya.
"Aku pergi dulu. Kita akan bertemu saat acara dansa nanti." Pamit Nitami karena harus kembali kepada Leon yang sedang menunggunya di depan sana.
Nicolas mengerti, dia hanya tersenyum sebagai tanda ijin darinya. Walaupun ia tidak ingin berpisah dari Nitami, namun dia tidak boleh egois. Nicolas percaya jika wanita yang sudah mampu ia raih, tidak akan terlepas dari genggamannya di mana pun wanita itu akan berada.
"Pergilah, aku di sini akan menunggu mu." Balas Nicolas dengan senyum yang begitu hangat.
"Terima kasih." Sahut Nitami dengan tersenyum manis ke arah Nicolas.
Nitami melangkah mendekati Leon yang sejak tadi menantikan kedatangannya. Mereka harus memberikan salam kepada putri Joanna Damaresh, salam perkenalan yang tidak dapat Nitami lewatkan begitu saja. Awal di mana mereka harus mengenal wajah Nitami yang akan membawa angin lain masuk ke dalam dunia para bangsawan kerajaan.
Dari tempatnya, Nicolas masih menatap punggung Nitami yang kini berdiri berdampingan bersama Leonardo Misel.
Sedangkan yang terjadi pada Leon dan Nitami, mereka akan memberikan salam untuk pertama kalinya kepada putri Joanna Damaresh. Mengingat jika keluarga bangsawan Misel adalah keluarga bangsawan kedua setelah keluarga bangsawan Damaresh.
__ADS_1
Beberapa orang menahan perasaan tidak suka mereka akan kehadiran keluarga bangsawan Misel yang tiba-tiba hadir malam itu, setelah sekian lamanya mereka tidak pernah sekalipun menghadiri undangan pesta tahunan para keluarga bangsawan. Kini keluarga Misel hadir membawa serta seorang wanita yang miliki wajah terlihat mirip dengan seseorang di masa lalu, para sesepuh beberapa keluarga bangsawan mengenal wajah tersebut.
Ada perasaan tidak nyaman bagi beberapa orang yang tahu wajah itu. Namun mereka hanya akan mengamati apa yang ingin di lakukan oleh Leonardo Misel dan Nitami Adreena Saila. Apa yang menjadi rencana mereka?
"Kepada keluarga Misel, tuan Leonardo Misel dan keluarga. Di persilahkan untuk memberikan salam hormatnya kepada putri Joanna Damaresh dan Duke Wilmer Damaresh." Kata pembawa acara mengumumkan.
Dengan tenang Leonardo dan Nitami melangkah beriringan, mendekati singgasana sang putri yang melihat kearah mereka.
Pandangan mata putri Joanna Damaresh dan Duke Wilmer Damaresh, menatap tidak berkedip akan kehadiran Nitami yang datang mendekat bersama Leonardo Misel.
Wanita yang memiliki wajah begitu tidak asing bagi mereka. Wajah cantik Nitami di antara perpaduan dua orang yang sangat di kenali oleh putri Joanna dan Duke Wilmer Damaresh. Seakan mereka melihat kembali seseorang yang sudah lama hilang dan datang kembali.
Wajah Nitami sangat mirip dengan sang mama, yang juga memiliki kemiripan dengan wajah putri Joanna Damaresh sewaktu sang putri di usia muda dulu. Tidak akan dapat dipungkiri jika Nitami adalah keturunan dari putri Helena Damaresh.
Begitu Leonardo dan Nitami berada tepat di hadapan sang putri, dan ingin memberikan salamnya. Begitu juga putri Joanna bangkit dari duduknya dan melangkah perlahan mendekati Nitami, yang membuatnya sangat terkejut dan penasaran akan wajah yang begitu ia rindukan.
"Salam kami yang mulia putri Joanna Damaresh." Sapa Leon dan Nitami memberikan sikap hormatnya kepada sang putri yang kini datang mendekat.
Putri Joanna berdiri tegak di hadapan Nitami dan Leon. Tatapan matanya begitu penuh akan kerinduan saat melihat ke arah Nitami. Semua yang hadir di sana terdiam dan tetap setia menyimak apa yang selanjutnya akan terjadi?
"Tuan Leon, siapa gadis yang anda bawa ini?" Tanya putri Joanna, namun tatapan matanya tidak lepas dari wajah Nitami.
"Dia adik sepupu hamba yang mulia." Balas Leon.
"Adik sepupu anda." Ulang putri Joanna.
Seperti yang ia ketahui, jika Leonardo Misel adalah putra tunggal keturunan selajutnya dari keluarga bangsawan Misel. Sedangkan anggota keluarga lainnya sebagai garis keturunan dari keluarga Misel, sudah lama menghilang karena meninggal dunia. Yaitu adik kandung tuan Verdian Misel yang ia kenal di saat sama-sama menempuh pendidikan saat masa kuliah dulu.
"Iya yang mulia. Adik sepupu dari garis keturunan Oma Debora Misel Saila." Pada akhirnya Leon memperkenalkan dengan lantang siapa sebenarnya Nitami.
Beberapa orang yang mengetahui nama yang di sebutkan oleh Leon terkejut tidak percaya. Bagaimana bisa orang yang sudah lama meninggal memiliki garis keturunan selanjutnya? Itu tidak mungkin terjadi, itulah yang mereka pikirkan saat ini.
Sedangkan putri Joanna Damaresh menutup mulutnya tidak percaya akan kebenaran yang sangat mustahil terjadi. Duke Wilmer Damaresh masih terlihat tenang duduk pada singgasananya, melihat dan menyimak semuanya.
"Tidak mungkin?" Ucap putri Joanna tidak percaya akan kebenaran tersebut.
Tatapan mata sang putri tidak dapat berpaling dari wajah yang benar-benar mirip dengan putrinya Helena dan dirinya di saat muda dulu. Yang membedakan mereka hanyalah warna mata mereka. Jika putri Joanna dan putri Helena memiliki warna mata biru dengan sedikit warna coklat pada tengah matanya. Nitami memiliki warna mata coklat bening dan sedikit coklat pekat pada area tengah atau pupil matanya.
Apakah Nitami benar-benar memiliki hubungan dengan keluarga Damaresh? Akan terbukti setelah semuanya terungkap malam ini. Inilah kejutan untuk putri Joanna Damaresh.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.