Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
49. Antara Keinginan Nitami Dan Davin.


__ADS_3

***Rumah Sakit Golden Healthy***


Raut wajah semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut terlihat jelas tegang, gelisah dan cemas. Ruang rapat yang terasa dingin karena suhu dari AC tidak membuat mereka nyaman. Suasana di sana terlihat memanas karena aura dingin dan tajam dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.


Ruang rapat dari rumah sakit Golden Healthy, kini menjadi sebuah Medan perang untuk menentukan nasib dari beberapa dokter dan perawat yang bekerja pada rumah sakit tersebut.


Beberapa dari mereka dengan susah payah menelan salivanya. Mereka juga tidak pernah tahu bagaimana nasib mereka ke depannya? Saat ini mereka sedang berhadapan langsung dengan pemilik rumah sakit Golden Healthy, tuan muda Davin Attala Fardhan.


Isyarat tangan yang di berikan Davin ke arah Max, sangat di mengerti oleh asisten pribadinya tersebut. Max segera berdiri dan membacakan semua laporan yang sudah ada di dalam Tab yang dia pegang saat ini.


Sebuah laporan yang sudah di baca oleh Nitami dan Aldi tadi pagi, saat mereka bertemu di lantai dua. Nitami dan Aldi yang juga hadir di sana, hanya bisa diam dengan raut wajah datar mereka. Apa yang bisa mereka lakukan? mereka hanya akan melihat dulu. Apa yang akan terjadi?


Sebelumnya mereka sudah di bagikan beberapa lembar kertas, di mana semua laporan dan bahan rapat hari ini. Raut wajah mereka terkejut dan banyak tidak percaya dengan apa yang mereka baca saat ini. Sedangkan Nitami dan Aldi yang sudah tahu akan berkas tersebut tidak menyentuh kertas itu sama sekali.


"sebagai pertimbangan untuk kemajuan rumah sakit Golden Healthy, dengan ini kami akan merubah beberapa peraturan dan kebijaksanaan, serta mengganti beberapa dokter dan perawat yang kinerjanya di anggap kurang pada rumah sakit ini." ucap Max membacakan laporan dan bahan yang akan di bahas pada rapat pagi ini.


Semua tidak percaya dengan apa yang mereka baca dan dengarkan?


"adapun peraturan dan kebijakan yang akan di rubah? adalah sebagai berikut." ucap Max memandang ke arah semua orang yang hadir di dalam ruang rapat tersebut.


"yang pertama, rumah sakit akan menaikkan biaya untuk berobat para pasien. Kedua, rumah sakit Golden Healthy tidak lagi melayani pasien yang menggunakan kartu kesehatan. Ketiga, rumah sakit hanya akan melayani pasien VVIP dan pasien yang berani membayar biaya berobat yang sudah di tentukan oleh pihak rumah sakit Golden Healthy." ucap Max membaca kembali.


Semua tidak ada yang berani bersuara, mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"keempat, akan ada perubahan pada dokter yang melayani pasien VVIP. Beberapa dokter akan di tentukan langsung oleh tuan Davin Attala Fardhan, mengikuti specialis dan kinerjanya selama ini. Peraturan rumah sakit yang mengizinkan pasien VVIP memilih sendiri dokternya, akan di tiadakan." ucap Max tegas, namun pandangan matanya melihat secara bergantian ke arah Nitami dan Aldi yang hanya diam, tanpa melihat ataupun menyentuh berkas yang ada di atas meja, di hadapan mereka.


Tatapan mata tajam dan dingin Davin juga memandang ke arah Nitami, yang hanya diam duduk dengan pandangannya lurus ke arah berkas yang ada di hadapannya.


'kau masih hanya diam saja, apakah tindakan ku ini sudah benar?' gumam Davin di dalam hatinya melihat Nitami hanya diam saja.


Tidak ada yang tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Nitami saat ini? Diamnya dan sikap tenangnya malah membuat Davin semakin penasaran, geram dan curiga padanya.


"silahkan kalian lihat, pada berkas tersebut ada beberapa daftar nama dokter dan perawat yang akan di perberhentikan. Mereka hanya akan bekerja sampai bulan ini saja, jika ada dokter dan perawat yang masih terikat kontrak kerja. Kami akan memutuskan kontraknya secara sepihak, dan membayar sisa kontrak mereka. Keputusan ini berhak di ambil dan di putuskan oleh pemilik rumah sakit Golden Healthy. Tuan Davin Attala Fardhan." ucapnya kembali membuat semua orang terkejut tidak percaya akan keputusan yang secara tiba-tiba tersebut.

__ADS_1


Mereka semua segera membaca daftar nama dokter dan perawat yang akan di perberhentikan. Mereka dengan was was mencari nama mereka masing-masing, mereka takut jika saja nama mereka masuk ke dalam daftar tersebut.


"khusus untuk dokter Nitami Adreena Saila. Dokter Nitami akan berhenti melayani pasien VVIP, karena dokter Nitami mulai hari ini akan menjadi dokter pribadi keluarga Fardhan bersama dokter Aldi. Dokter Nitami hanya akan melayani pasien yang ada di poli saja. Tidak memiliki jadwal malam sama sekali." ungkap Max, yang sontak membuat semua orang memandang ke arah Nitami yang masih diam, dengan pandangannya lurus ke arah berkas yang ada di hadapannya.


Berbagai pikiran kini singgah di dalam kepala mereka masing-masing. Mereka memiliki pendapat dan dugaan mereka tentang Nitami yang menjadi dokter pribadi keluarga Fardhan. Selain dokter Aldi yang memang dokter terbaik sekaligus sahabat baik dari Davin. Tidak ada satu dokter pun di rumah sakit itu yang berhak dan pantas menjadi dokter pribadi keluarga Fardhan. Keluarga dari pemilik rumah sakit Golden Healthy.


Kini mereka mendengar keputusan tersebut, siapa yang tidak terkejut dan memiliki dugaan dan prasangka yang sedikit buruk tentang ini?Mereka menduga, jika rumor yang tersebar beberapa bulan ini tentang dokter Nitami dan Davin menjadi dekat benar adanya. Di tambah lagi tadi pagi mereka melihat kontak fisik antara Davin dan Nitami yang bergandengan tangan.


Menambah kebenaran tentang rumor tersebut, Davin dan Nitami memiliki hubungan yang mulai dekat. Itulah rumor yang sudah tersebar luas di dalam rumah sakit Golden Healthy. Nitami dan Aldi sebenarnya sudah tahu dan mendengar rumor tersebut, namun mereka berdua hanya diam dan tidak ingin mengklarifikasinya.


"untuk dokter dan perawat pengganti, tuan Davin sendiri yang akan memutuskan semuanya. Tuan Davin sendiri yang akan menentukan dan memilih langsung dokter dan perawat penggantinya." ucap Max menambahkan.


"sampai di sini laporan yang telah di buat dan di putuskan. Silahkan kepada kalian untuk mengajukan pertanyaan, jika memiliki sesuatu yang ingin di utarakan." ucap Max memandang satu persatu semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut.


Mereka masih saling memandang, ada juga yang berbisik-bisik. Cukup membuat Davin geram akan hal tersebut. Davinpun memukul meja dengan keras, hingga semua orang terkejut akan hal tersebut.


"katakan dengan jelas dan jangan berbisik-bisik." teriak Davin murka dengan tatapan tajam dan dinginnya, memandang semua orang yang kini ada di hadapannya.


Semua terkejut dan seketika terdiam.


semua tertunduk diam, mereka tidak ingin mencari masalah. Pekerjaan mereka adalah yang terpenting bagi mereka. Mereka tidak ingin keluar dari rumah sakit Golden Healthy, bagaimana juga gaji yang mereka dapatkan untuk bekerja di sana? Termasuk gaji yang terbilang besar jika di bandingkan dengan rumah sakit lainnya.


"apakah ada yang keberatan tentang keputusan ini?" tanya Davin kepada mereka, terutama ke arah Nitami yang masih diam.


Aldi masih diam, namun tatapan matanya melihat dingin ke arah Davin lalu beralih ke arah Nitami yang duduk tepat di sampingnya.


"saya keberatan tuan Davin." tiba-tiba Nitami berucap dengan nada dingin. namun tatapannya masih ke arah berkas yang ada di hadapannya.


Davin segera memandang ke arah Nitami.


'kau terpancing juga.' gumam Davin senang di dalam hatinya, karena Nitami akhirnya merespon.


Semua orang juga memandang ke arah Nitami, yang mengeluarkan suaranya dan mengatakan keberatan.

__ADS_1


"keberatan tentang apa dokter Nitami?" tanya Davin dengan raut wajah datar melihat Nitami.


Nitami kini mengangkat kepalanya dan pandangannya menatap Davin.


"saya tidak setuju dengan keputusan anda yang tidak lagi menerima pasien dengan menggunakan kartu kesehatan. Saya tidak setuju dengan keputusan anda, yang akan memecat beberapa dokter dan perawat yang tidak melakukan kesalahan, karena kinerja dari beberapa dokter dan perawat yang ada di dalam daftar tersebut, anda tidak pernah tahu bagaimana cara mereka bekerja?" ungkap Nitami dengan tenang dan raut wajah datar serta pandangan sedikit dingin ke arah Davin.


Davin tersenyum tipis. "atas dasar apa kau keberatan tentang dua hal itu, dokter Nitami?" tanyanya ingin memperjelas tujuan Nitami.


"atas dasar apa anda menghentikan pengobatan dengan menggunakan kartu kesehatan? dan atas dasar apa anda memecat beberapa dokter dan perawat yang tidak pernah anda lihat bagaimana cara mereka bekerja? anda hanya berpatokan dengan sebuah laporan kinerja yang belum tentu benar. " tanya dan ungkap balik Nitami dengan dinginnya.


Semua orang dapat melihat, sikap Nitami benar-benar tidak suka akan keputusan yang di buat oleh Davin tersebut.


Lagi-lagi Davin tersenyum, Nitami benar-benar berani menentang keputusannya tersebut.


Max dan Aldi tahu, jika Davin membuat keputusan itu hanya untuk menyulitkan Nitami saja. Davin ingin menaklukkan Nitami agar mau mengikuti semua keinginan dan perintahnya. Sedangkan Nitami hanya ingin memperjuangkan dan meluruskan yang seharusnya tidak di lakukan oleh Davin.


Siapa di antara dua pasang suami istri tersebut, yang akan mempertahankan pendapat dan keinginannya? Siapa yang akan takluk dan siapa yang akan menang dan kalah di antara mereka berdua? Semua itu akan terbukti sebentar lagi.


"aku menghentikan pengobatan dengan menggunakan kartu kesehatan, karena keuntungan yang di dapatkan dari biaya kartu kesehatan tersebut sangat kecil dan tidak banyak menguntungkan bagi rumah sakit Golden Healthy. Kau harus tahu jika semua biaya operasional dari rumah sakit ini cukup besar dan mahal. Jika kita meneruskan untuk menggunakan kartu kesehatan itu, hanya akan menambah beban biaya operasional yang semakin meningkat." ungkap Davin menjawab semua yang menjadi pertanyaan Nitami.


Nitami menggenggam erat tangannya, kepalan kuat tersebut dapat di lihat oleh Davin, max dan juga Aldi. Terlihat jelas Nitami menahan amarahnya akan jawaban yang di berikan oleh Davin untuknya.


Nitami tidak menyangka, jika Davin benar-benar menggunakan kesehatan dari seseorang untuk menjadi sebuah ladang bisnis baginya. Davin menganggap sebuah kartu kesehatan tidak banyak memberikan keuntungan bagi rumah sakitnya. Davin tidak memiliki perasaan hati iba dan membantu sesama yang memang tidak mampu, untuk menjalani pengobatan dengan menggunakan kartu kesehatan.


Apa yang akan terjadi dengan para pasien yang selama ini banyak datang ke rumah sakit tersebut dengan menggunakan kartu kesehatan? Jika mulai sekarang peraturan tersebut akan di hapuskan. Nitami tidak bisa menerima itu semua, dirinya harus memperjuangkan nasib semua pasien yang selama ini berobat menggunakan kartu kesehatan mereka. Itulah keinginan Nitami sekarang.


Sedangkan Davin hanya ingin melihat, tindakan apa yang bisa di lakukan oleh Nitami? Davin ingin melihat sampai di mana Nitami bisa melawan dirinya? Davin ingin Nitami berada di dalam genggamannya. Itulah keinginan Davin saat ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2