
***Mansion Keluarga Orlando***
Angel sedikit menggerakkan tubuh mungilnya yang ada di dalam pelukan nyonya Navya Orlando. Dia sedikit bingung dan risih akan pelukkan yang secara tiba-tiba ia dapatkan.
"Tante cantik …!!" Rengek Angel yang terlihat sudah ingin menangis karena mendengar tangisan pilu nyonya Navya.
"Iya sayang." Balas Nitami lalu ikut bersimpuh di samping Angel dan melihat intens wajah Angel yang ingin menangis.
Nitami tahu harus berbuat apa saat ini!!
"Nyonya, maaf…Angel sepertinya perlu waktu untuk sekarang." Ucap Nitami memberikan pengertian kepada nyonya Navya.
Nyonya Navya yang masih sangat merindukan sosok putrinya saat melihat wajah cantik Angel, masih ingin memeluk tubuh mungil itu.
"Tante …!!" Ucap sedih Angel yang sudah menangis karena tidak juga terlepas dari pelukan nyonya Navya.
Tangisan Angel menyadarkan nyonya Navya, ia segera melepaskan pelukannya lalu melihat ke arah Angel yang telah menangis. Begitu Angel lepas dari pelukan nyonya Navya, dia segera memeluk erat tubuh Nitami yang ada di sampingnya. Nitami membalas dengan membelai lembut rambut panjang Angel.
"Sudah sayang, jangan menangis. Tante di sini." Ucap lembut Nitami ingin menenangkan Angel.
Namun Angel yang terlihat takut dengan nyonya Navya masih menangis tersedu dan pelukkan eratnya tidak ingin dia lepaskan.
"Angel takut, tante." Balas pelan Angel.
"Jangan takut sayang. Ini Oma Angel." Ungkap Nitami dengan lembut sembari berusaha mengenalkan nyonya Navya yang tiba-tiba datang menangis dan memeluk tubuh Angel.
Angel pasti merasa bingung dan takut akan tindakan nyonya Navya yang secara tiba-tiba tersebut. Nitami tahu Angel tidak akan mudah menerima orang baru begitu saja, yang hadir di hadapannya.
"Angel tidak punya Oma, tante." Balas pelan Angel. Perkataan Angel sukses meremas hati semua orang yang mendengarkannya.
"Tidak sayang, sekarang Angel punya Oma. Ini Oma dari mama Angel." Jelas Nitami.
Angel diam tidak menjawab, hanya isak tangis dan pelukkan yang semakin eratlah yang Angel lakukan sekarang. Nitami tahu ini akan sulit untuk Angel yang tiba-tiba harus menerima kehadiran keluarga baru yang tidak ia kenal.
Nitami menatap ke arah nyonya Navya yang nampak sedih dan kecewa.
"Biarkan Angel tenang dulu. Ini terlalu tiba-tiba baginya. Tolong mengertilah !!" Ungkap Nitami dengan penuh harap pada nyonya Navya.
Nyonya Navya menatap ke arah tubuh Angel yang membelakanginya, lalu melihat ke arah Nitami. Dia juga mengerti jika Angel terlalu kecil untuk bisa menerima kenyataan ini dengan cepat dan mudah. Angel butuh waktu dan pengertian yang dapat dia terima dengan baik.
"Baiklah, maafkan Oma ya sayang." Ucap nyonya Navya sembari membelai lembut kepala belakang Angel, dan mengecupnya sayang.
Nyonya Navya bangkit, begitu juga Nitami yang juga ikut bangkit dengan menggendong Angel seperti koala. Angel semakin mengeratkan pelukannya. Dia masih takut dan tidak ingin melepaskan pelukannya dari Nitami.
"Mari dokter. Lebih baik kita duduk dengan tenang." Ucap nyonya Navya dengan tersenyum getir. Dia ingin sekali menggendong dan memeluk Angel sepuasnya.
Tapi Angel menolak kehadirannya, ada rasa sesak dan sedih di dalam hatinya akan penolakan yang di lakukan oleh Angel padanya.
Mereka kini duduk dengan tenang, namun semua tatapan mata melihat ke arah Nitami yang masih memangku dan memeluk erat Angel. Angel hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang menempel di depan dada Nitami.
Nitami tahu akan tatapan mata semua orang.
"Sayang, Angel." Panggil Nitami dengan nada yang lembut. Angel diam tidak menjawab.
"Sayang, tidak sopan datang ke rumah orang, kalau tidak menyapa yang punya rumah." Ucap Nitami masih selembut mungkin.
__ADS_1
"Angel sudah lupa yang tante katakan dan ajarkan pada Angel. Apa Angel tidak akan menjadi anak yang baik?"
Angel masih diam, namun pelukkannya sedikit melonggar. Nitami tahu, Angel mengerti apa yang ia maksudkan? Hanya saja Angel tidak mudah untuk menjawabnya dengan cepat.
"Sayang, Angel anak tante yang baik, cantik dan manis kan." ucapnya sembari membelai lembut rambut panjang Angel.
Angel hanya mengangguk tanda mengerti.
"Jadi anak yang baik dan cantik, seharusnya seperti apa?" ucapnya sembari melihat intens ke arah wajah Angel yang kini melihat ke arahnya.
Interaksi yang di lakukan oleh Nitami dan Angel menjadi perhatian semua orang yang hadir di ruangan tersebut. Perhatian dan perlakuan lembut Nitami terlihat tulus dan dapat di terima dengan mudah oleh Angel. Mereka masih berharap jika Angel dapat menerima mereka semua, seperti Angel menerima Nitami yang tidak memiliki ikatan darah dengannya.
"Angel tidak ingin menjawab pertanyaan tante?"
Tatapan mereka bertemu, mereka saling menatap dan Angel dapat mengerti maksud dari Nitami. Diapun mulai duduk tegak secara perlahan di atas pangkuan Nitami. Kepalanya masih menuduh takut sekaligus malu, dia tahu jika mereka menjadi pusat perhatian.
"Ayo sayang. Mereka adalah keluarga dari mama Angel." Ucap Nitami sembari memeluk Angel yang ada di pangkuannya.
Angel memandang ke arah Nitami. "Apa benar tante?" Tanya Angel ingin kepastian.
Nitami memandang lekat Angel. Diapun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya sayang. Coba Angel lihat lagi, siapa mereka, apakah ada yang Angel kenal?" Ucap Nitami selembut mungkin agar Angel merasa nyaman.
"Coba lihat. Itu adalah Oma Angel, mamanya dari mama Angel." Tunjuk Nitami ke arah nyonya Navya yang tersenyum haru ke arah Angel.
Angel mencoba mengangkat kepalanya, lalu pandangan matanya melihat ke arah yang di tunjuk oleh Nitami. Angel melihat intens ke arah nyonya Navya yang tersenyum haru ke arahnya.
Tatapan takut Angel kini berubah, dia melihat nyonya Navya dengan sangat intens.
"Yang itu om Nicolas, kakak laki-laki dari mama Angel." Tunjuk Nitami ke arah Nicolas yang terlihat memasang wajah datarnya.
Angel melihat secara bergantian ke arah tiga orang dewasa yang di perkenalkan oleh Nitami kepadanya. Angel mencoba mencerna apa diperkenalkan oleh Nitami dan mencoba mengenali tiga orang di hadapannya?
"Tante cantik!!" Panggil Angel melihat ke arahnya.
"Iya sayang." Balas Nitami melihat juga ke arah Angel.
"Tante, boleh Angel tanya…!!"
"Iya tentu saja sayang. Ada apa?"
Angel melihat kembali ke arah nyonya Navya, tuan besar Nixon Orlando dan Nicolas secara bergantian.
"Apa benar itu mama dan papa dari mamanya Angel?" Tanyanya melihat Nitami dengan serius.
"Benar sayang. Tante sudah mencari tahu semuanya, mereka adalah Opa, Oma dan om Angel dari keluarga mamanya Angel."
"Apa tante tidak bohong?"
"Untuk apa tante bohong sayang?"
"Bukan tante ingin jauh dari Angel, tante tidak sayang dan suka lagi sama Angel." Ucapnya dengan raut sedih.
"Tidak sayang, bukan itu. Tante sangat sayang dan suka sama Angel. Tante tidak akan jauh dari Angel, karena Angel sudah seperti anak tante." Jelasnya dengan tatapan yang tulus dan serius.
__ADS_1
Angel dapat melihat ketulusan tersebut.
"Angel takut tante tinggalin Angel seperti mama dan papa tinggalin Angel." Ucapnya dengan nada sedih.
Nitami menghela nafasnya, tatapan matanya melihat ke arah keluarga Orlando yang setia pada pandangan mereka melihat Nitami dan Angel berinteraksi.
"Tidak sayang, tante sudah berjanji padamu. Tante tidak akan tinggalkan Angel." Ucapnya sembari memeluk erat tubuh mungil Angel yang tertunduk lesu.
"Sampai kapanpun Angel akan tetap menjadi anak tante." Ucapnya mengecup sayang pucuk kepala Angel.
Tatapan matanya melihat ke arah nyonya Navya, tuan Nixon dan Nicolas secara bergantian. Nitami bukan terpaksa untuk mengatakannya, ucapannya tadi adalah ketulusan dari hatinya. Nitami merasa berat dan tidak rela melepaskan atau jauh dari Angel. Angel yang telah memenuhi dan mewarnai setiap hari harinya untuk beberapa bulan ini.
Angel memberikan Nitami kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Bagaimana mungkin Nitami dapat melepaskan dan berpisah dari Angel begitu saja? Ini sungguh sulit juga bagi Nitami yang terlanjur sayang pada Angel.
"Tante janji tidak akan tinggalkan Angel!!" Ucap Angel meminta kepastian.
Nitami diam dan tidak langsung menjawab, dia melihat ke arah keluarga Orlando. Ini sebuah janji yang sangat berat baginya. Keluarga Orlando lah yang lebih berhak atas diri Angel, bukan dirinya yang tidak memiliki ikatan darah sama sekali. Nitami cukup kesulitan saat ini.
Namun nyonya Navya menganggukkan kepalanya tanda setuju, dia merasakan ikatan hubungan Nitami dan Angel sangat kuat. Dia bisa melihat keduanya tulus saling menyayangi dan mencintai, seperti ibu dan anak. Bagaimana mungkin bisa untuk di pisahkan?
Nitami yang melihat anggukkan kepala dan senyum nyonya Navya pun mengerti, jika nyonya Navya tidak keberatan sama sekali.
"iya sayang, tante janji." Ucapnya segera setelah mendapatkan dukungan dari nyonya Navya.
Angel melihat ke arah Nitami, sebuah senyum bahagia terbit di bibirnya yang mungil. Wajah cantik Angel semakin manis, semua lega dan juga bahagia melihat senyum tersebut.
"I love you tante cantik." Ucap Angel dengan senyum bahagia yang masih mengembang.
"I love you too sayangku." Balas Nitami yang juga tersenyum.
Senyum bahagia Angel seakan memberikannya sebuah semangat dan kekuatan, yang ingin mempertahankan senyuman itu agar tetap bahagia dan merekah segar pada wajah cantik Angel. Nitami tidak ingin ada kesedihan pada raut wajah Angel.
'Kamu berhak bahagia sayangku. Senyum ini harus tetap ada di wajah cantikmu, sayangku, my Angel. Apakah aku bisa, apakah aku memiliki hak untuk itu?' Gumam Nitami di dalam hatinya.
Dia benar benar tidak sanggup untuk berpisah dari Angel. Tetapi dia juga sadar, jika dirinya tidak memiliki hak untuk menahan Angel lebih lama lagi bersama dirinya. Nitami dilema dan bingung harus bagaimana?
"Tante cantik." Panggil Angel menyadarkan Nitami dari lamunannya.
"Iya sayang." Balas Nitami melihat ke arah Angel.
"Angel punya sesuatu untuk di lihat."
"Apa itu sayang?"
Angel tersenyum, lalu dia perlahan meraih tas punggung yang selalu dia bawa kemanapun. Angel mengeluarkan sebuah Tab yang terlihat mati, Nitami tahu Tab itu sudah di perbaiki karena layarnya pecah saat kecelakaan itu terjadi. Nitami dan Alesha tidak bisa membuka Tab tersebut, mereka sudah menggunakan segala cara tetapi tetap tidak terbuka.
Tab itu membuat Nitami dan Alesha penasaran, sebuah Tab yang mungkin saja ada sesuatu di dalamnya. Untuk apa Angel mengeluarkan Tab tersebut? Jika Tab itu saja sulit untuk di buka, apakah Angel hanya ingin bermain seperti biasanya dia bermain bersama Kiara? Bermain menggunakan Tab itu sebagai sarana mainan mereka setiap harinya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.