Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
105. Nadin Wijaya Kim.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Fardhan***


Sebuah rumah sederhana berada tidak jauh dari bangunan mansion megah milik keluarga Fardhan. Rumah yang terlihat sepi dan sederhana namun tetap terawat, dengan pagar pembatas besi berwarna putih, dan beberapa tanaman bunga yang ada di halaman depan rumah terlihat asri dan indah.


Rumah bercat putih itu adalah sebuah tempat penyiksaan bagi Nitami selama 4 kali setiap tahunnya. Rumah tempat berlangsungnya persembahan tumbal tetesan darah keluarga Fardhan. Rumah sederhana yang menyimpan banyak kenangan buruk bertahun-tahun lamanya.


Seorang wanita tua berdiri tepat di depan pagar rumah tersebut, tubuhnya yang di bantu oleh sebuah kursi roda terlihat rapuh dan tidak berdaya, namun dia masih mampu untuk berdiri dengan bantuan sebuah tongkat yang setia ia bawa kemanapun ia pergi. Dialah sesepuh satu-satunya dari keluarga Fardhan yang masih hidup, nenek buyut dari Davin Attala Fardhan. Nyonya tua Nadin Atalla Fardhan.


"Apa anda selalu datang sebelum ritual di mulai nyonya tua?" Tanya Nitami tiba-tiba datang dari arah belakang nyonya tua Nadin.


Nyonya tua Nadin seketika melihat ke arah Nitami yang kini berdiri sejajar dengannya, melihat ke arah rumah sederhana yang ada di hadapan mereka, lalu melihat ke arah nyonya tua Nadin yang melihatnya dengan tatapan dingin dan tidak biasa.


"Apa maumu?" Tanya nyonya tua Nadin dengan suara paraunya karena sudah tua.


Nitami tersenyum tipis seakan meremehkan nyonya tua yang ada di sampingnya. Nyonya tua yang masih mampu berdiri, walaupun terkadang kakinya bergetar karena menahan beban dari tubuhnya yang sudah membungkuk.


"Anda sangat tahu apa yang aku mau, nyonya?" Balas Nitami dengan senyum yang melebar hanya beberapa detik saja, lalu kembali memasang wajah dinginnya melihat nyonya tua Nadin.


"Kau hanyalah seorang wanita yang di tumbalkan, dan hari ini adalah hari terakhir mu untuk hidup." Tunjuk geram nyonya Nadin. Tubuhnya sedikit gemetar, namun berusaha ia tahan sekuat tenaga agar tidak terlihat lemah di hadapan Nitami.


Nitami menatap devil nyonya tua yang menurutnya kejam, nyonya yang tidak memiliki hati pada sesama wanita. Nyonya yang menjadi akar dari permasalahan adanya ritual tumbal di keluarga Fardhan.


"Nyonya… anda terlalu tua untuk bisa melakukan hal itu kepada saya." Balas Nitami dengan raut wajah dingin dan serius. Ia tidak peduli sedang berhadapan dengan seorang wanita tua yang terlihat rapuh, namun tidak ada yang tahu bagaimana kejam dan busuknya hati wanita tua tersebut?


Kali ini Nitami merasa harus bersikap tegas dan serius. Dia sudah tahu kebenaran tentang ritual tumbal keluarga Fardhan, dan semua itu hanyalah kebohongan yang di buat oleh nyonya tua keluarga Fardhan untuk kepentingan dirinya sendiri sejak menjadi menantu di keluarga Fardhan.


"Kau terlalu lancang dan berani melawan ku…Apakah kau sudah bosan untuk hidup di dunia ini? Kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi sekarang?" Ucap nyonya tua seakan menantang Nitami.


Nitami tidak gentar dan takut sama sekali, dia malah tersenyum geli mendengar ancaman seorang nyonya tua yang bahkan untuk berdiri saja harus di bantu oleh sebuah tongkat.


"Nyonya Nadin Attala Fardhan, atau lebih tepatnya nyonya Nadin Wijaya Kim." Ucap Nitami menekan kata terakhirnya.


Sontak nyonya Nadin terkejut karena mendengar nama lamanya di sebut kembali oleh orang lain. Nama yang sudah terkubur lama sejak ia masih menjadi seorang gadis belia. Nama lama yang tidak boleh di ketahui oleh orang lain, apalagi keluarga Fardhan.


Nitami tersenyum senang, dapat melihat raut wajah terkejut dari nyonya tua yang selalu berkuasa di keluarga Fardhan sejak ia masuk menjadi menantu kedua di keluarga Fardhan.

__ADS_1


"Ada apa dengan raut wajah anda, nyonya?" Tanya Nitami kini menghadap ke arah nyonya tua Nadin.


"Apakah aku sudah menyebut sebuah nama yang anda kenal? Tidak, tidak…Itu nama anda sewaktu masih menjadi seorang gadis belia. Nadin Wijaya Kim. Keluarga Kim yang menjadi musuh bebuyutan dari keluarga Fardhan sejak beberapa puluh tahun yang lalu." Ungkap Nitami dengan wajah yang tersenyum tipis, lalu berubah menjadi dingin dan serius.


"Anda putri bungsu dari keluarga Kim yang telah di singkirkan oleh keluarga Fardhan terdahulu. Satu-satunya Putri keluarga Kim yang tidak di ketahui oleh siapapun? Bahkan anggota keluarga Fardhan. Putri keluarga Kim yang masuk ke dalam keluarga Fardhan untuk membalas dendam atas kehancuran keluarganya." Ungkap Nitami dengan berdiri menantang sesepuh keluarga Fardhan tersebut.


"Nadin Wijaya Kim, jika nama ini aku sebutkan kepada cucu dan cicit anda, bagaimana tanggapan mereka tentang ini?" Tanya Nitami menantang nyonya Nadin.


Nyonya Nadin terdiam dengan raut wajah yang mulai terlihat aneh, antara marah dan takut.


"Nyonya tua keluarga Fardhan yang sejak awal telah menciptakan rumor tentang adanya iblis istri pertama yang menghantui keluarga Fardhan, wanita yang telah menyebarkan rumor tentang adanya kutukan dari istri atau menantu pertama keluarga Fardhan. Yang lebih mengejutkan lagi, wanita yang telah membunuh menantu pertama keluarga Fardhan untuk menduduki posisinya. Anda yang telah membunuh menantu pertama keluarga Fardhan yang bernama nyonya Melia Mondy Choi." Tuduh Nitami, apa yang menjadi kebenaran dari penyelidikannya selama ini


"Kau berani menuduhku sembarangan…!!" Tunjuk murka nyonya Nadin ke arah Nitami yang terlihat dingin, lalu tersenyum remeh ke arah nyonya Nadin.


"Aku tidak akan bicara sembarangan tanpa bukti, nyonya Nadin. Semua yang aku katakan memiliki sebuah bukti yang akan memperlihatkan semua kejahatan anda selama ini." Ucap Nitami tidak kalah tegas dan sedikit meninggikan suaranya dengan penekanan pada setiap kata-katanya.


"Tidak semudah itu kau bisa melakukan atau mengalahkan aku." Murkanya dengan tubuh yang bergetar dan wajah yang sudah merah padam karena amarahnya.


"Tentu saja sangat mudah, anda bahkan tidak menyadari bagaimana kondisi anda sekarang." Ucap Nitami sembari melirik tongkat penopang tubuh nyonya Nadin.


"Mungkin dua lembar photo ini bisa menjadi sedikit bukti yang aku miliki." Ucap Nitami menunjukkan dua lembar photo lama hitam putih yang memperlihatkan dua buah photo keluarga. Di mana nyonya Nadin saat masih belia bersama dengan seluruh anggota keluarga Kim. Tentu anggota keluarga Fardhan tahu siapa keluarga Kim, lebih tepatnya lagi sosok kepala keluarga Kim.


Nyonya Nadin mencoba untuk menyambar dua lembar photo yang ada di tangan Nitami, namun Nitami lebih sigap dan cepat untuk menarik tangan dan memundurkan langkahnya ke belakang.


"Ups…tunggu dulu, nyonya…tidak baik jika anda merebut yang bukan milik anda." Ungkap Nitami dengan raut wajah yang di buat-buat seakan mengejek nyonya Nadin.


"Dari mana kau mendapatkan photo-photo itu?" Tanyanya.


"Dari mana ya…?" Ucap Nitami tersenyum sembari berpura-pura untuk berpikir.


"Yang jelas, dari seseorang yang dapat di percaya, dan ini hanya salah satu bukti yang aku miliki. Tenang saja, masih banyak bukti yang akan menjerat anda dan menghancurkan rumor persembahan tumbal yang anda ciptakan selama beberapa puluh tahun ini."


"Ini semua bohong…Kau tidak tahu apa yang sedang kau lakukan?"


"Jika semua ini hanya kebohongan, mengapa anda terlihat kesal dan ingin merebut bukti yang anda kenali dengan baik?"

__ADS_1


"Kau…akan hancur dan lenyap bersama dengan bukti-bukti itu. Kau tidak akan bisa melakukan hal yang ada di luar kendali mu…! Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?"


"Silahkan lakukan yang bisa anda lakukan. Dengan senang hati, aku akan meladeninya."


"Tapi satu yang pasti, semua kebenaran dan kejahatan anda akan terbongkar. Aku ingin lihat, bagaimana anda akan menghadapi cucu dan cicit anda yang angkuh sama seperti anda? Jika mengetahui ini semua."


"Sebelum itu terjadi, aku pastikan akan menyingkirkan dan membunuhmu. Sama seperti semua istri pertama keluarga Fardhan yang mati dan menjadi tumbal untuk balas dendamku pada wanita yang telah merebut posisi ku dulu, wanita yang seharusnya tidak boleh menjadi menantu keluarga Fardhan. Wanita yang telah merebut posisi yang seharusnya aku miliki." Ungkapnya dengan mengalir begitu saja.


Tanpa nyonya Nadin sadari, jika dirinya telah mengakui kejahatan yang ia perbuat selama ini. Semua adegan mereka sejak awal telah di rekam secara diam-diam oleh anak buah Alesha yang di minta untuk membantu Nitami di sana.


"Kau akan mati dan menyusul semua menantu pertama yang seharusnya tidak pernah datang ke keluarga terkutuk ini. Keluarga yang telah menghancurkan keluarga ku yang tidak bersalah, keluarga Kim tidak bersalah." Ucapnya histeris karena terbawa emosi dan amarah yang tidak bisa ia tahan lagi.


Nitami hanya tersenyum, senyum kemenangan sekaligus senyum yang merasa kasihan akan nasib nyonya tua yang ada di hadapannya itu, bagaimana bisa seorang yang jahat seperti nyonya tua Nadin dapat hidup selama ini?


Wanita tua yang telah melakukan kejahatan akan balas dendamnya terhadap keluarga Fardhan. Wanita tua yang telah melakukan pembunuhan sejak awal kedatangannya menjadi menantu kedua di keluarga Fardhan pada zamannya. Wanita yang menciptakan rumor adanya seorang iblis wanita yang menghantui keluarga Fardhan, dan meminta sebuah tumbal darah dari menantu pertama keluarga Fardhan.


Wanita tua yang menjadi akar dari nasib buruk yang Nitami alami, wanita tua yang seharusnya bertanggung jawab akan kematian 3 wanita yang telah ia singkirkan dan bunuh dengan meracuni mereka secara perlahan-lahan. Wanita yang sangat licik dan kejam akan rasa sakit hati serta balas dendam akan kehancuran keluarganya, keluarga Kim yang telah lama musnah.


Nitami mengetahui itu semua, sejak awal ia terkena racun. Racun yang membuat tubuh dan otaknya bermasalah tiga tahun yang lalu. Nitami cukup cerdas dan cepat mengetahui jika dirinya telah di racuni secara perlahan, racun yang cukup aman untuk mematikan seluruh saraf manusia secara perlahan jika di konsumsi setiap harinya. Racun yang membuat tubuh manusia lumpuh secara perlahan.


Nyonya tua yang tidak mengetahui jika Nitami adalah seorang dokter ahli bedah umum dan juga dokter yang ahli dalam meracik obat-obatan kimia maupun herbal, dokter yang juga diam-diam mempelajari ilmu untuk meracik beberapa racun bersama salah satu dokter kenalan dari mafia milik Alesha.


Masih banyak rahasia jati diri Nitami yang tidak di ketahui oleh orang lain, selain Alesha sang sahabat yang mengetahui segalanya tentang siapa Nitami yang sebenarnya?


"Kau juga harus bertanggung jawab atas kejahatan yang telah berani memberikan aku racun sejak tiga tahun yang lalu. Nyonya tua Nadin Wijaya Kim." Ucap Nitami dengan tatapan devil dan dinginnya.


Tubuh nyonya tua Nadin bergetar karena tidak mengira jika Nitami mengetahui tentang racun yang ia berikan selama ini. Ia pun baru menyadari jika kondisi tubuh Nitami yang seharusnya lumpuh, tetapi saat ini terlihat baik-baik saja bahkan sangat terlihat sehat dan bugar. Tidak seperti 3 korbannya dulu.


'Bagaimana mungkin bisa seperti ini?' Gumam nyonya tua di dalam hatinya melihat kondisi tubuh Nitami yang terlihat sehat dan baik-baik saja. Tanpa adanya gejala lumpuh karena racun seperti wanita-wanita yang telah ia racuni selama ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2