
***Rumah Sakit Golden Healthy***
Rio menatap serius dan intens apa yang kini ada di hadapannya? perban yang masih menempel membuktikan adanya sebuah luka. Entah luka apa? Rio pun tidak tahu. Dia hanya bisa menatap ke arah luka tersebut dan wajah Nicolas secara bergantian.
"apakah ini cukup sebagai alasan aku bisa menjadi pasien dokter Nita?" tanya Nicolas menatap datar dan dingin ke arah Rio.
"luka apa itu tuan?" tanya balik Rio.
"mengapa kau tidak memeriksanya? agar kau tahu tindakan apa yang harusnya di ambil oleh dokter di rumah sakit ini?" bukannya menjawab, Nicolas balik bertanya dan memberikan sebuah perintah untuk Rio.
Nicolas bersikap selayaknya seorang yang penuh akan kuasa. Di manapun dirinya berada? pasti bisa memberikan perintah yang dia inginkan. Rio sadar akan ucapan tegas Nicolas, dia dengan segera mengucapkan sesuatu yang membuat Nicolas senang sekaligus membuka jalan baginya untuk bertemu dengan Nitami.
Luka yang ia miliki menjadi luka penghubung untuknya kepada Nitami. Dan Nicolas bisa melakukan apa saja? demi bisa selalu dekat dengan wanita pemilik hatinya tersebut.
"silahkan tuan, anda bisa langsung ke UGD, setelah melakukan pemeriksaan, dari sana anda akan di arahkan langsung ke ruang perawatan. Saya akan pastikan dokter Nita yang menjadi dokter anda." ungkap Rio. Nicolas sangat merasa senang di dalam hatinya.
Dia sudah tidak sabar melihat wanita cantik yang akan menjadi dokternya saat ini. Wanita yang selama ini dia tunggu kehadirannya dan sangat dia cintai sepenuh hatinya. Hingga menolak semua wanita dan nona muda yang ingin di jodohkan kepadanya oleh kedua orang tuanya selama ini.
Tanpa banyak berkata apapun lagi? mereka bertiga melangkah menuju ke UGD rumah sakit Golden Healthy. Langkah Nicolas menjadi pusat perhatian dari semua orang yang ada di dalam UGD. Siapa yang akan bisa menolak pesona kuat tuan muda dari keluarga Orlando itu?
Pria tampan blesteran Indonesia Inggris yang penuh akan kharisma dan aura kuat pada dirinya. Semua mata memandang kagum, baik pasien, dokter dan perawat melihat suatu pemandangan yang menyegarkan pandangan mata mereka. Sungguh Nicolas adalah pria tampan bak Dewa Yunani.
Nicolas di arahkan untuk berbaring di sebuah ranjang UGD, beberapa dokter dan perawat wanita datang mendekat. Mereka ingin melihat secara dekat sosok tampan yang menghipnotis semua orang akan pesona dan auranya yang kuat. Beberapa dokter dan perawat ingin melayani Nicolas.
Rio tahu akan begini jadinya. Diapun harus cepat bertindak agar Nicolas tidak merasa terganggu, diapun menghela nafasnya perlahan, lalu berkata sesuatu yang sangat ampuh untuk membuat semua yang datang mendekat menyingkir dengan cepat.
"ini adalah pasien VVIP milik dokter Nita." ucap Rio yang berhasil membuat beberapa perawat dan dokter wanita langsung menyingkir, dari hadapan Nicolas yang hanya diam dengan mimik wajah datar dan dinginnya.
Nicolas dan Rey sangat terkesan akan nama Nitami yang di sebutkan, nama itu mampu membuat semua yang datang mendekat segera pergi dari hadapan mereka. Ternyata calon nyonya Orlando memiliki kharisma serta auranya yang cukup kuat dan berpengaruh.
Rio yang di temani oleh perawat Lia yang merupakan asisten perawat dari dokter Nita. Mereka melakukan pemeriksaan dari luka pada perut Nicolas. Luka tembak yang masih terlihat baru. Rio dan perawat Lia saling memandang, lalu beralih melihat ke arah luka dan wajah Nicolas secara bergantian.
Mereka segera melakukan segala pemeriksaan yang di perlukan. Nicolas benar benar memerlukan perawatan yang intensif untuk luka tembaknya yang masih basah. Pada luka tembak tersebut terdapat juga sebuah robekan yang cukup lebar dan dalam tanpa jahitan sama sekali. Dapat mereka tebak jika luka lebar pada luka tembak itu di lakukan untuk mengeluarkan sebuah peluru yang bersarang di dalamnya.
"tuan luka ini harus segera di bersihkan dan di jahit. Saya akan segera menjahitnya." ucap Rio memberikan tindakan yang harus dia lakukan.
"aku ingin dokter Nita yang melakukannya." jawab Nicolas dengan nada yang terdengar dingin dan memerintah.
Rio dan perawat Lia saling memandang, mereka saat ini sedang menghadapi pasien VVIP. Tidak mungkin menolak keinginan dari pasien tersebut, jika itu mereka lakukan. Sebuah hukuman yang akan mereka dapatkan dari pimpinan rumah sakit.
"perawat Lia, coba kamu hubungi dokter Nita segera." ucap Rio memberikan perintahnya pada perawat Lia.
Perawat Lia mengerti apa yang harus dia lakukan? Dia segera pergi ke arah meja jaga dan segera meraih gagang telepon untuk menghubungi dokter Nita. Perawat Lia menghubungi ruang operasi guna mengetahui apakah dokter Nita telah menyelesaikan operasinya atau belum?
Sambungan telepon tersebut di hubungkan langsung kepada dokter Nita yang hampir selesai dalam operasinya.
__ADS_1
"ada apa perawat Lia?" tanya Nitami dari seberang telepon.
"maaf dokter Nita, ada pasien VVIP yang baru saja datang dengan luka tembak dan robekan pada perut samping kirinya." jawab perawat Lia memberikan informasi yang dia ketahui.
"bagaimana kondisinya saat ini? dan siapa yang menanganinya?" tanya Nitami ingin tahu detail.
"pelurunya telah di keluarkan dengan cara merobek luka tembakannya. Yang menanganinya saat ini adalah dokter Rio."
"bisa aku bicara padanya?" tanya Nitami.
"baik dokter."
Perawat Lia meletakkan gagang telepon di atas meja, lalu pergi ke arah Rio ingin memanggilnya atas permintaan Nitami.
"dokter Rio, dokter Nita ingin bicara padamu?" ucap perawat Lia di hadapan Nicolas dan Rey yang juga bisa mendengarkannya.
"saya permisi dulu tuan." ucap Rio pamit, lalu segera menuju meja jaga dan meraih gagang telepon yang ada di atas meja.
"hallo dokter Nita." sapa Rio.
"bagaimana keadaan pasien?" tanya Nitami dengan segera.
"pasien mengalami luka tembak pada perut samping kirinya, sepertinya pelurunya di keluarkan sendiri dengan cara merobek luka tembakannya. Ada sedikit infeksi pada luka dalam yang tidak di jahit sama sekali." ucap Rio memberitahukan apa yang dia dapatkan saat pemeriksaan tadi?
"lalu tindakan apa yang sudah kau berikan?" tanyanya.
"mengapa tidak kau langsung menjahit lukanya?"
"pasien ingin di tangani langsung oleh dokter Nita. Maaf, karena dia pasien VVIP kami tidak bisa menolaknya." ucap Rio pasrah.
Nitami terdiam, dia sangat tahu bagaimana aturan rumah sakit Golden Healthy? Khususnya pada pasien VVIP, mereka sebagai dokter yang sudah di tunjuk langsung oleh pasien tidak boleh melawan ataupun menolak. Kecuali penyakit dari pasien tersebut, tidak bisa di tangani atau di sembuhkan oleh dokter yang di tunjuk pasien.
Nitami menghela nafasnya, sebelum akhirnya dia menjawab. Sebenarnya dia lelah sekali malam ini, tetapi apalah dayanya, dia hanya seorang dokter yang di gaji oleh pihak rumah sakit. Dia tidak bisa melanggar aturan dan menolak untuk menyembuhkan pasien.
Sungguh pasien VVIP sangat membuatnya kerepotan dari hari ke hari. Bahkan dia tidak memiliki waktu luang untuk istirahat yang banyak. Ada saja ulah yang di lakukan oleh pasien VVIP padanya.
"baiklah, aku akan selesai sebentar lagi, dan akan segera ke sana. Tolong aku dokter Rio, bisakah kau mempersiapkan segalanya agar pekerjaanku cepat selesai." jawab Nitami. Rio tahu kondisi Nitami saat ini. Nitami pasti lelah dan butuh cepat untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"baik, tentu saja dokter." balas Rio dengan senang hati untuk membantu sahabatnya tersebut.
Baru saja Rio akan meletakkan gagang teleponnya. Panggil Nitami menghentikannya.
"dokter Rio tunggu." ucap cepat Nitami.
"iya dokter, ada apa?" tanya Rio pada Nitami.
__ADS_1
"bisa aku minta tolong, beritahu pada perawat Lia untuk meberitahukan pada dokter Aldi jika malam ini seperti aku tidak akan pulang. Kasihan dokter Aldi kalau harus menungguku, soalnya mobilku sedang masuk ke bengkel. Jadi aku menumpang padanya." ucap Nitami mengingatkan malam ini ada dua pasien VVIP yang harus dia tangani dan jaga.
"baik dokter. Tapi sepertinya perawat Lia akan kesulitan untuk menghubungi dokter Aldi."
"kenapa?"
"dokter Aldi saat ini sedang bersama dengan tuan Davin yang datang beberapa menit yang lalu." ucapnya yang tentu saja sukses membuat Nitami terkejut serta heran.
"bersama dengan tuan Davin?" ulangnya ingin memperjelas.
"iya dokter."
"apa kau tahu mengapa dia datang?" tanya Nitami merasa penasaran.
Pasalnya saat dia meninggalkan pesta, Davin masih ada di dalam pesta bersama Fransisca dan teman-temannya. Kini Davin sudah ada di rumah sakit, ada apa? itulah pertanyaan yang ada di dalam pikirannya.
"tidak dokter, begitu tuan Davin datang. Dia bertemu dokter Aldi di depan pintu ruang operasi, lalu langsung mengajak dokter Aldi ke ruangannya yang ada di lantai atas."
Nitami diam, tidak baik jika dia banyak tanya tentang kedatangan Davin ke rumah sakitnya sendiri. Itu akan mengundang kecurigaan dari dokter Rio yang tidak tahu apapun tentang hubungannya dengan Davin.
Nitami juga tidak ingin terlalu memikirkan itu, saat ini dia harus fokus dulu pada dua pasien yang harus dia tangani. Cepat selesai cepat juga untuknya istirahat, karena dia memang butuh mengistirahatkan tubuhnya yang lelah seharian penuh akan rutinitas.
"baiklah dokter Rio terima kasih, aku sendiri yang akan menghubungi dokter Aldi." balas Nitami pada akhirnya.
Sambungan telepon mereka pun terputus. Mereka kembali kepada rutinitas masing-masing.
Beberapa saat kemudian, setelah Nitami mengirimkan sebuah pesan kepada Aldi jika dirinya tidak pulang malam ini, karena sedang menangani dua pasien VVIP. Dia menuju ke UGD di mana seorang pasien VVIP yang sedang menunggunya.
Nitami segera mendekati di mana Rio dan perawat Lia sedang berdiri dan mempersiapkan segalanya yang di butuhkan Nitami saat penanganan pasien.
Nitami yang sedang fokus berjalan sembari sesekali melihat ponselnya. Tidak fokus pada pasien yang terus melihatnya dari kejauhan. Nicolas senang dan bahagia di dalam hatinya melihat sosok yang sudah dia tunggu dari tadi.
Nitami melangkah mendekat, dan segera menyapa tanpa menyadari siapa yang menjadi pasiennya saat ini. Nitami hanya bersikap seperti biasanya pada setiap pasien yang datang dan akan dia tangani.
"selamat malam…!!" sapa Nitami seketika terhenti saat melihat siapa yang menjadi pasiennya saat ini?
Tatapan mata mereka berdua bertemu, tatapan terkejut sekaligus heran Nitami melihat ke arah Nicolas. Lain halnya Nicolas yang menatap lembut dan hangat Nitami. Mereka saling memandang dengan pikiran mereka masing-masing. Apa yang akan terjadi selanjutnya? tidak ada yang tahu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.