
…Season 2…
***Kediaman Keluarga Orlando***
Semua yang hadir di sana cukup terkejut mendengar dan mengetahui jika Nitami Adreena Saila adalah si NASA Angel, mafia jenius yang cukup terkenal oleh beberapa orang dan para kalangan penting selama beberapa tahun ini.
Kedua wanita itu masih saling menantang dan menatap tajam lawan mereka. Nitami melindungi Alvira dari ancaman Lily, sedangkan wanita cantik itu terlihat marah dan tersirat dendam di dalam sorot matanya saat ini.
Keduanya tidak ada yang ingin mengalah sama sekali.
"NASA Angel. Anda NASA Angel, dokter Saila." Ucap Erick tidak percaya akan kebenaran itu.
Nitami tidak dapat melihat ke arah Erick yang ada pada posisi di belakangnya. Hanya Lily yang melihat ke arah Erick karena ada pada posisi di depan Erick dan Nitami.
"Dokter Saila. NASA Angel adalah mafia jenius yang memang seorang dokter ahli bedah umum. Setidaknya itu yang aku ketahui sedikit tentangmu. NASA Angel." Ucap Lily membalas perkataan Erick, tetapi tatapan matanya tajam ke arah Nitami yang terus waspada akan tindakan Lily yang masih menodongkan senjata apinya.
Nitami tersenyum lucu, merasa lucu akan pertemuan mereka yang ada di luar perkiraannya. Nitami benar-benar tidak tahu jika Lily Si Legal Princess adalah salah satu anggota keluarga bangsawan Massimo. Putri sulung dari Alex Massimo. Pria paruh baya yang akan selalu setia dan membantunya mulai sekarang.
"Ini sungguh pertemuan yang ada di luar perkiraan ku. Lily… kau masih dendam apadaku atas kejadian beberapa tahun yang lalu?" Tanya Nitami ingin menebak apa yang menjadi alasan Lily begitu ingin bertemu dengannya lagi, sekaligus menjadikan keluarga Larzo adalah rival yang tidak dapat wanita itu lupakan.
Lily terdiam untuk menyimak apa yang ingin di katakan oleh Nitami.
"Kejadian itu hanyalah salah paham. Kau tahu sendiri, mengapa aku melumpuhkan mu dengan menggunakan obat bius itu. Situasi pada saat itu membuat aku tidak ada pilihan lainnya." Balas Nitami mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, pada saat bersama Lily yang tidak sengaja berada di tempat kejadian.
"Jika aku tidak melumpuhkan mu dengan obat bius itu, mungkin sekarang kau tidak berdiri di sini. Kau sudah lama tiada." Ungkap Nitami apa yang menjadi kebenarannya.
Lily diam dan terus menyimak serta mendengarkan apa yang telah terjadi pada saat itu.
"Jika benar ini salah paham. Mengapa kau tega membunuhnya di hadapanku…? Bahkan tanpa rasa kasihan kau membunuh orang kepercayaan mu sendiri dengan sebuah racun, agar kau dapat membuktikan serta mendapatkan nama dan gelar mafia jenius itu. Hanya untuk sebuah nama, kau menjadi pengkhianat untuk temanmu sendiri." Ungkap apa yang ia lihat pada saat itu.
"Bahkan Alesha membantumu dalam insiden itu. Kalian berdua wanita kejam dan tidak memiliki hati nurani, kalian telah membunuhnya. Kalian berdua pembunuh…!" Histeris Lily tidak dapat menahan gejolak di hatinya saat mengingat kajadian itu.
Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan. Lily benar-benar salah paham padanya dan juga Alesha di saat insiden itu terjadi. Lily tidak mengetahui kebenaran tentang kejadian itu selanjutnya.
"Lily sayang…kendalikan dirimu nak…!" Ucap Sarah tahu jika kini putrinya itu mulai terguncang dan tidak dapat mengendalikan perasaannya.
"Diam…Tidak ada yang boleh bergerak sedikitpun…" Isyarat dari Lily saat mamanya ingin mendekatinya.
__ADS_1
Semua orang kini tahu Lily mulai terguncang. Nitami dan Alvira sebagai seorang dokter mengetahui, jika Lily sedang berada pada perasaan yang tidak baik saat ini. Apakah ada trauma yang Lily dapatkan setelah kejadian itu?
"Kau…dan Alesha adalah wanita iblis. Wanita kejam yang pernah aku kenal dalam hidupku. Kalian berdua wanita iblis yang menjadikan seorang teman sebagai tumbal untuk meraih kesenangan kalian sendiri. Sebaiknya kau juga mati sekarang, agar dapat menyusulnya dan mempertanggung jawabkan perbuatan mu kepadanya." Histeris Lily kembali dengan gerakkan yang mulai menggerakkan pelatuk senjata apinya.
Sarah histeris takut dan sudah menangis melihat kondisi putri sulungnya saat ini. Mata dan wajah Lily memerah karena amarah yang ia luapkan. Beberapa orang juga cukup terkejut akan pergerakan Lily yang terbilang nekat dan berani.
Tanpa rasa takut akan todongan dari 4 bodyguard Nitami yang berada di belakangnya. Lily sudah memantapkan hatinya untuk membunuh Nitami dan Alvira hari ini, sebagai balas dendam yang sudah lama ia pendam. Namun ada isyarat mata dari Nitami untuk ke 4 bodyguardnya agar tidak melawan dan menembak Lily.
"Mati kau wanita iblis…!" Histeris Lily ingin segera menembak Nitami agar balas dendamnya selama ini tercapai.
"Asisten Teo masih hidup. " Ucap lantang Alvira dari arah belakang Nitami, ia juga cukup takut akan kenekatan Lily ingin menembak mati Nitami.
Pergerakan Lily terhenti. Perkataan Alvira sontak membuatnya memiliki sebuah harapan yang ingin terjadi dan menjadi sebuah kenyataan. Namun kembali dia mengingat kejadian itu, pria itu. Aristeo Carlos, pria tampan yang telah mencuri hatinya pada pandangan pertama. Telah di tembak mati dengan beberapa kali tembakan yang di lakukan oleh Alesha dan juga Nitami dengan begitu kejamnya.
Lily tidak dapat dan tidak ingin mempercayai perkataan Alvira. Mungkin Alvira mencoba mengalihkan perhatian dan membohonginya.
"Dia tidak mati, Asisten Aristeo Carlos masih hidup. Itu semua salah paham yang tidak kau ketahui, nona Lilyana." Ungkap Alvira mencoba menghentikan tindakan Lilyana.
"Kau pikir aku bodoh…Aku melihatnya jelas dengan mata kepalaku sendiri, jika kedua wanita iblis ini menembaknya hingga mati di hadapanku sebelum aku tidak sadarkan diri." Balas Lily tidak percaya akan perkataan Alvira.
"Aku bisa membuktikannya padamu." Balas Alvira dengan cepat meraih ponselnya, dan segera melakukan panggilan video call kepada nomer kontak Aristeo Carlos.
"Biar aku saja. Kau tunggu di sini." Cegah Nitami mencekal tangan Alvira untuk menghentikan gadis itu mendekati Lily yang kini sedang terguncang.
Nitami meraih ponsel yang Alvira pegang. Panggilan video call itu tersambung dengan sangat jelas. Asisten Teo menerima panggilan video call dari kontak Alvira.
"Hallo nona Alvira…Apakah ada yang bisa saya bantu…?" Sapa sekaligus tanya Teo setelah menerima panggilan video call itu.
Teo cukup heran karena tidak biasanya Alvira melakukan video call dengannya. Gadis itu biasanya hanya akan mengiriminya pesan WA, dan menghubunginya dalam beberapa detik saja untuk mengatakan hal yang penting.
"Ini aku Asisten Teo." Balas Nitami yang memperlihatkan wajahnya kepada Teo.
"Rupanya anda nona Nitami. Apakah kalian sedang bersama hari ini?" Tanya Teo terdengar akrab. Teo tahu jika Nitami dan Alvira sedang bersama. Itu terbukti dari ponsel yang menghubunginya adalah milik Alvira, sedangkan yang berbicara padanya adalah Nitami.
"Iya, hari ini kami bersama." Balas singkat Nitami.
Lilyana dapat mendengar jelas suara itu. Suara milik seorang pria yang sudah lama tidak ia dengarkan. Suara yang masih Lily ingat jelas, suara pria yang mampu menyentuh hatinya yang sekeras batu karang. Pria yang telah mencuri hatinya pada pandangan pertama, pria yang ingin Lily raih untuk menjadi miliknya. Pria yang meregang nyawa di hadapannya beberapa tahun yang lalu, tetapi kini suara itu nyata terdengar oleh telinga Lilyana Massimo.
__ADS_1
"Asisten Teo. Ada yang ingin berjumpa dengan mu saat ini." Balas Nitami melihat ke arah Teo yang masih terlihat tampan di usianya yang sudah matang.
"Siapa nona?" Tanya Teo masih bersikap ramah dan terdengar akrab pada Nitami.
"Tunggu sebentar." Balas Nitami.
Nitami mencoba mendekat beberapa langkah ke arah Lily yang melihatnya dengan tatapan setajam tadi. Dia ingin memperlihatkan wajah Teo kepada Lily sebagai bukti ucapan Alvira.
"Cobalah kenali siapa ini…!" Ucap Nitami melihat ke arah Lily.
Wanita itu tidak sama sekali melonggarkan kewaspadaannya terhadap Nitami. Lilyana masih setia pada raur wajah marah dan tajam tatapan matanya, dengan posisinya seperti di awal.
Nitami memperlihatkan wajah yang ada di dalam ponsel itu. Teo dan Lily kini dapat saling mengenali wajah mereka masing-masing.
"Lily…!" Panggil pelan Teo masih dapat terdengar oleh mereka. Tatapan terkejut Teo terlihat jelas oleh Lily yang juga melihat ke arah layar ponsel tersebut.
"Teo…!" Balas Lily ingin meyakinkan apa yang sekarang ia lihat.
Teo masih hidup. Pria yang sangat ia sukai dan cintai masih hidup. Bagaimana bisa ini terjadi? Sangat jelas dalam ingatannya jika Teo telah tewas karena beberapa tembakan yang ia dapatkan dari Alesha dan juga Nitami. Tapi bagaimana mungkin Teo masih baik baik saja dan begitu akrab dengan orang yang sudah mencoba membunuhnya. Lily tidak dapat mengerti dan mempercayai ini semua.
"Lily…Asisten Teo masih hidup. Kejadian yang kau lihat beberapa tahun yang lalu, hanyalah salah paham. Itu semua sudah kami rencanakan sebelumnya. Hanya saja kedatangan mu pada saat itu, ada di luar perkiraan kami. Sehingga kami terpaksa melumpuhkan mu dengan sebuah obat bius yang membuatmu seakan mati oleh tembakan ku pada saat itu." Ungkap Nitami mencoba menjelaskan sedikit apa yang sebenarnya telah terjadi pada saat itu.
Lily mendengar penjelasan Nitami, tetapi tatapan matanya masih melihat ke arah layar ponsel milik Alvira. Teo dan Lily masih saling memandang, saling mengenali wajah mereka masing-masing. Wajah yang sangat mereka rindukan selama ini.
Setelah selesai Nitami dan Alesha menghabisi musuh mereka yang mengetahui rencana penjebakkan itu. Nitami dan tim dokter yang ia miliki, segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa Teo dan Lily.
Pada saat Lily siuman setelah dua hari tidak sadarkan diri. Tidak ada yang tahu wanita itu pergi ke mana, Lily menghilang dari markas Alesha begitu saja. Mereka juga mencoba mencari keberadaan dan jati diri Lily yang sebenarnya, hasilnya nihil tidak dapat terakses sama sekali. Lily pandai menyembunyikan jati diri dan juga keberadaannya sampai saat ini.
Teo begitu frustasi pada saat itu untuk mencari keberadaan Lilyana. Wanita yang dapat menyentuh hatinya, wanita yang ingin ia dapatkan. Namun terhalang oleh status pekerjaan mereka yang berbeda atau bertentangan dan insiden itu. Teo tidak dapat menemukan keberadaan dan tidak tahu keadaan Lilyana sama sekali. Hingga saat ini mereka kembali saling memandang dan mengenali. Ada perasaan yang sudah lama tersimpan timbul kembali.
Perasaan Aristeo dan Lilyana masih sama seperti dulu, memendam rasa suka di antara mereka berdua. Apa yang akan mereka lakukan sekarang, setelah sekian lamanya berpisah? Akankah perasaan mereka berkembang setelah ini? Hanya mereka berdua yang tahu jawabannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.