
***Hotel Angel Star***
Davin tidak suka melihat Nicolas menatap intens Nitami, ada perasaan tidak rela dan cemburu di dalam hatinya. Rahangnya mengeras dan kepalan tangannya kuat karena menahan rasa cemburu dan amarah akan pemandangan yang ia lihat.
Davin tidak dapat melakukan apapun, bukan karena dia takut kepada tuan Markus. Dia hanya tidak ingin membuat masalah dan malu keluarga jika dia bertindak di luar keinginan tuan Markus. Davin hanya menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan Nitami pada semua orang di kota tersebut. Memperkenalkan Nitami sebagai istri pertamanya yang sah.
Fransisca tahu sikap Davin saat ini, dia menatap benci pada Nitami yang menjadi sumber kekesalan Davin malam ini. Fransisca tidak suka melihat Davin mulai perhatian pada Nitami, dia tahu jika Davin mulai memiliki perasaan kepada Nitami. Dia tahu sorot mata Davin saat memandang Nitami, begitu teduh dan hangat. Fransisca tahu jika Davin saat ini tidak suka melihat interaksi Nicolas bersama Nitami.
Fransisca mengepal kuat kedua tangannya, kebenciannya terhadap Nitami bertambah kuat, kemarahan Fransisca untuk menyingkirkan dan menghancurkan Nitami semakin besar. Fransisca memendam perasaan untuk membalas Nitami agar menjauh pergi dari kehidupan mereka, Nitami harus hancur di tangannya. Itulah sumpah dan janji Fransisca.
Nicolas tidak lelah memandang wajah cantik Nitami, semakin dia memandang wajah Nitami semakin dia tidak bisa berpaling ke arah yang lainnya. Di dalam hatinya Nicolas merasa bersyukur jika dirinya datang ke kota kelahiran sang mama, Nicolas sangat senang bisa datang ke kota A tersebut, di mana pada akhirnya dia menemukan apa yang ia cari selama ini?
Sebenarnya Nitami lah wanita yang selama ini dia cari, Nicolas telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Nitami. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya 3 tahun yang lalu. Nicolas pertama kalinya bertemu Nitami pada saat dirinya mengalami kecelakaan di sebuah kota kecil yang ada di Inggris, dan Nitamilah yang telah menolongnya dari kematian.
Mungkin Nitami tidak ingat dengannya ataupun kejadian itu. Nampak Nitami terlihat lupa dan tidak tahu siapa Nicolas yang sebenarnya? Nitami begitu bersikap biasa saat pertama kali pandangan mata mereka bertemu malam ini.
Lain halnya dengan Nicolas yang begitu terkejut dan tidak percaya akan apa yang dia lihat? seorang wanita yang sudah lama dia cari selama ini, kini ada di hadapannya. Wanita pemilik hatinya dari beberapa tahun yang lalu, wanita yang mampu membuat seorang Nicolas Orlando jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga dia rela menanti dan terus mencari untuk menemukan wanita pemilik hatinya tersebut.
Nicolas berjanji pada dirinya sendiri, wanita ini tidak akan lepas lagi dari genggaman dan pandangan matanya. Nitami harus menjadi miliknya, wanitanya, dan pendamping hidupnya serta menjadi nyonya Orlando selanjutnya. Nicolas tidak bisa berpaling ke arah yang lainnya, matanya tidak ingin lepas dari wajah cantik pemilik hatinya tersebut.
Walaupun Nitami tidak mengingat dirinya dan pertemuan pertama mereka, Nicolas akan memulainya dari awal lagi. Semua akan dia lakukan untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya. Apapun rintangannya? akan Nicolas lawan dan lalui dengan sekuat tenaga, dia tidak akan menyerah dengan begitu mudah, perjuangannya untuk mendapatkan sang pujaan hati di mulai sejak malam ini.
Sedangkan Nitami sebenarnya merasa ada yang aneh dari pria yang ada di hadapannya itu, Nitami sebenarnya merasa familiar akan wajah blesteran Nicolas. Dirinya merasa pernah melihat Nicolas sebelumnya, tetapi dia takut untuk sok kenal atau mengucapkan pernah berjumpa. Bagaimana mungkin dia bisa bertemu dengan seorang yang sangat berkuasa di kota A ini? Keluarga Orlando adalah keluarga terkaya nomer 1 di kota A tersebut.
Jadi tidak mungkin dengan mudahnya Nitami mengucapkan mengenal atau merasa pernah bertemu dengan tuan muda Nicolas Orlando, tuan muda yang lama tinggal di negara Inggris, dan baru beberapa bulan kembali lagi ke kota A tersebut. Nitami tidak ingin di cap sok kenal dan sok akrab dengan seorang tuan muda yang menjadi incaran setiap kaum hawa di kota A maupun luar negara.
Keluarga Orlando tinggal lama di Inggris, karena perusahaan yang di miliki oleh keluarga Orlando berkembang pesat dan menjadi besar di negara tempat kelahiran sang papa, yang memang memiliki kewarganegaraan Inggris. Namun keluarga Orlando masih memiliki beberapa anak perusahaan dan pusat bisnis lainnya di kota A serta kota lainnya. Keluarga Orlando masih memegang kendali sebagai keluarga terkaya nomer 1 di kota A dan beberapa kota tetangga.
Nitami merasa risih dan tidak nyaman karena tatapan Nicolas selalu melihat ke arahnya, Nitami tidak bisa menghindari atau memerintahkan Nicolas untuk tidak menatapnya. Itu mustahil Nitami katakan, siapa yang akan berani berbicara sembarangan? kepada tuan muda yang selalu terlihat dingin, angkuh dengan tatapan tajamnya yang menusuk siapa saja yang melihatnya.
Nitami hanya bisa melihat ke arah depan, di mana dokter Medico Felix sedang melakukan pengarahan dan penjelasan? tentang alat kesehatan yang akan segera di luncurkan. Menghindari dan berpura pura tidak tahu yang Nitami bisa lakukan saat ini.
"apakah kau tahu, bagaimana kau bisa mendapatkan tempat duduk pada meja ini?" tanya Nicolas secara tiba-tiba, dia tidak suka melihat Nitami menghindari tatapan matanya.
Nicolas tahu, jika Nitami berusaha menghindari tatapan matanya dengan berpura pura fokus pada arahan dan penjelasan yang di lakukan oleh dokter Medico Felix yang ada di depan mereka.
__ADS_1
Nitami terpaksa melihat ke arah Nicolas, karena terlihat tidak akan sopan, jika ada yang bertanya kita mengabaikannya.
"maaf tuan saya tidak tahu, saya hanya mendapatkan kartu undangan yang di kirimkan langsung ke rumah sakit atas nama saya." jawab Nitami dengan kebenaran yang ada.
"kau tidak mengenal tuan Agil Fernando pemilik perusahaan tersebut, kau juga tidak sedang menjalin hubungan kerjasama dengan salah satu perusahaan yang di miliki oleh tuan Agil Fernando. Tetapi kau dengan mudah mendapatkan kartu undangan VVIP, dan ada cap khusus dari perusahaan tuan Agil Fernando." ungkap Nicolas sembari berpikir, tetapi tatapannya masih tidak lepas dari wajah cantik Nitami.
Nitami diam, dia juga tidak mengerti. Bagaimana bisa dia mendapatkan kartu undangan VVIP tersebut? Yang dia tahu, ada yang mengirimkan kartu undangan itu kepadanya dan atas namanya langsung. Nitami hanya menerimanya saja.
"apakah kau memang dokter perwakilan dari rumah sakit Golden Healthy? ataukah ada sesuatu yang special yang kau miliki, sehingga seorang dokter sepertimu mendapatkan kartu undangan VVIP dari perusahaan tuan Agil Fernando." ucap Nicolas dengan pikiran yang ia miliki saat ini.
"maaf tuan, saya kurang tahu akan hal itu. Saya hanya mendapatkan kartu undangan itu atas nama saya, jadi saya hanya bisa menerimanya saja." balas Nitami.
"apakah kau mengenal orang dalam, atau salah satu anak buah kepercayaan tuan Agil Fernando?"
"tidak tuan, saya tidak mengenal siapapun? nama tuan Agil Fernando saja, baru kali ini saya mendengar nama itu."
Nicolas menatap tidak percaya ke arah Nitami. Begitu juga kedua orang tua Nicolas dan juga asisten Rey yang ada di dekat mereka.
"ini cukup aneh dan membuat penasaran. Tidak mudah bagi seorang pengusaha ternama untuk mendapatkan kartu undangan VVIP khusus tersebut, hanya beberapa yang bisa mendapatkannya."
"apa anda mencurigai saya tuan?" tanya Nitami hati hati, dia merasa tatapan curiga Nicolas pasti memiliki sebuah alasan.
"curiga untuk apa" tanya Nicolas dengan wajah menatap intens Nitami yang terlihat mulai tidak nyaman akan tatapannya.
"maaf tuan, tatapan curiga anda seolah mengatakan, anda terlihat curiga kepada saya, kalau saya sudah melakukan sesuatu?"
"itukan ucapanmu, dan itu pikiranmu saja." balasnya dengan tersenyum tipis, dia senang Nitami dapat terpancing agar mau melihat dan berbicara padanya.
Tidak dengan Nitami, dia tidak suka melihat senyum tipis Nicolas sembari melihat ke arahnya. Nitami mulai merasa jika Nicolas bersikap seperti Davin, tidak ingin kalah dalam beragumen. Nitami hanya bisa menghela nafasnya perlahan.
"terserah apapun pikiran anda tuan." balas Nitami, lalu pandangannya melihat kembali ke arah depan. Lebih baik fokus pada penjelasan dari dokter Medico Felix dari pada harus meladeni Nicolas.
Nicolas terlihat kecewa dengan mengerutkan keningnya melihat ke arah Nitami yang berpaling darinya. Tuan dan nyonya Orlando serta asisten Rey, tahu jika Nicolas sedang berusaha mengalihkan perhatian Nitami padanya. Nyonya Nania yang memang duduk di samping Nicolas pun berbisik pelan.
"kau sedang mengambil perhatian nona Nitami, Nico?" bisik pertanyaan nyonya Nania pada sang putra.
__ADS_1
Nicolas melihat ke arah sang mama.
"mama tahu itu yang sedang kau lakukan, sayangku." ucap nyonya Nania kembali dengan senyum bahagia menghiasi bibirnya. Nyonya Nania bahagia melihat Nicolas mulai bisa membuka dirinya, dan itu terlihat jelas jika Nicolas tertarik pada sosok Nitami.
"mama akan membantumu, jika kau mau." bisik nyonya Nania, dia berharap Nicolas mau membuka hatinya pada seseorang, siapapun wanita itu?
Nicolas tidak menjawab, dia hanya tersenyum melihat usaha dan niat sang mama yang ingin membantunya. Nicolas tahu jika mamanya peka akan perubahan yang ia lakukan terhadap Nitami. Nicolas tahu jika mamanya menyetujui sikap terbukanya kepada Nitami. Senyum Nicolas adalah jawaban yang membuat nyonya Nania senang dan puas.
Dengan wajah yang terlihat bahagia, nyonya Nania sangat bersemangat untuk membantu sang putra mendekati wanita yang telah membuat putranya berubah dalam waktu yang singkat. Nyonya Nania menyetujui jika Nicolas ingin menjalin kedekatan kepada Nitami. Seorang dokter yang cantik, cerdas, baik hati dan terlihat sopan. Itulah penilaian nyonya Nania terhadap Nitami.
"nona Nitami." panggil lembut nyonya Nania pada Nitami.
Nitami mengalihkan perhatiannya kepada nyonya Nania yang telah memanggil namanya.
"iya nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Nitami dengan ramah karena nyonya Nania juga ramah kepadanya.
"tentu saja ada, apakah saran untuk kita menjadi seorang teman masih bisa." tanya balik nyonya Nania, mulai memasang umpannya.
Nitami menatap nyonya Nania sejenak. Lalu berkata. "tentu saja nyonya, saya merasa terhormat bisa mendapatkan seorang teman seperti anda." balas Nitami dengan senyum ramahnya.
Senyum yang membuat Nicolas terpesona dan tidak bergeming melihat ke arah yang lainnya.
"bisakah saya tahu nomer kontak nona Nitami." ucapnya, Nitami melihat heran pada nyonya Nania.
"maksudnya, supaya saya mudah untuk menghubungimu nona Nitami." ucapnya cepat, dia tidak ingin Nitami curiga pada maksudnya.
Nitami masih diam, dia berpikir apakah bisa dan sopan dia memberikan nomer kontaknya kepada nyonya Nania? nyonya besar keluarga terpandang di kota A tersebut. Nyonya besar keluarga Orlando, keluarga terkaya nomer 1 di kota mereka.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.