Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
33. Sambutan Nitami Dan Alvira.


__ADS_3

***Hotel Angel Star***


Suara tepuk tangan yang meriah terdengar di dalam aula hotel Angel Star, tepuk tangan para tamu undangan untuk Nitami dan Alvira yang berdiri anggun di atas panggung. Dua orang dokter yang mendapatkan penghargaan sebagai dokter muda terbaik di kota A.


"mari kita dengarkan sambutan dari dua dokter cantik kita ini." ungkap pembawa acara dengan semangat dan senyum bahagianya menatap Nitami dan Alvira.


"kepada dokter Alvira Larzo, kami persilahkan berkenan untuk memberikan sambutannya." ucap pembawa acara yang satunya lagi.


Alvira maju ke depan dan meraih sebuah microfon yang di berikan oleh pembawa acara tersebut.


"terima kasih." ucap Alvira pada sang pembawa acara.


"selamat malam." sapa Alvira dengan senyum yang menawan.


"terima kasih saya ucapkan kepada perusahaan raksasa Prospero Group, Tuan Agil Fernando. Terima kasih atas penghargaan yang di berikan untuk saya. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima kasih kepada kedua kakak saya yang selalu mendukung setiap perjalanan saya menjadi seorang dokter bedah anak, terima kasih kepada anak anak saya yang semakin sehat dan tumbuh besar." ungkap Alvira dengan senyum.


"tidak banyak yang bisa saya katakan, menjadi seorang dokter bedah anak adalah impian saya sejak kecil. Membantu menjaga kesehatan dan keselamatan bagi semua anak anak adalah keinginan saya dari hati. Anak adalah masa depan kita semua, menjaga dan melindungi anak anak sama halnya menjaga masa depan dunia kita. Semoga kita semua selalu di berikan kesehatan oleh Tuhan, terima kasih dan salam sehat untuk kita semua, selamat malam." ungkap Alvira dengan harunya bercampur bahagia.


Alvira mengembalikan microfonnya kepada sang pembawa acara, dengan di iringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.


"terima kasih kami ucapkan kepada dokter Alvira Larzo, atas sambutan yang di berikan." ucap pembawa acara lainnya.


"selanjutnya… kepada dokter Nitami Adreena Saila, kami persilahkan berkenan untuk memberikan sambutannya." ucap sang pembawa acara.


Nitami melangkah maju, dia meraih microfon yang di berikan oleh pembawa acara kepadanya.


"terima kasih." ucap Nitami ke arah sang pembawa acara.


"selamat malam." sapa Nitami dengan senyum yang menawan.


"terima kasih saya ucapkan untuk perusahaan raksasa Prospero Group, tuan Agil Fernando. Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada saya malam ini. Terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima kasih kepada almarhum mama dan papa yang memberikan saya kesempatan untuk hidup di dunia ini, sehingga saya bisa menjadi seorang dokter yang dapat berguna dan membantu bagi sesama." ungkap Nitami dengan senyum yang terselip suatu kesedihan.


Nitami bahagia sekaligus merasa sedih, kerena mengingat kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal, di saat dirinya meraih kesuksesan tidak ada satupun keluarga yang mendampinginya. Nitami dengan cepat dan perlahan menghembuskan nafasnya.


"terima kasih atas dukungan dari seorang tante yang menjadi sosok ibu pengganti bagi saya." ucap Nitami memandang jauh nyonya Sandra, yang juga melihatnya terharu.


Bagaimanapun nyonya Sandra berperan penting? dalam karier Nitami menjadi seorang dokter. Walaupun Nitami kecewa kepada nyonya Sandra, dia tidak pernah bisa membenci nyonya Sandra yang tulus menyayanginya sejak kecil, sejak mama dan papanya masih hidup. Nitami tahu jika nyonya Sandra terpaksa menjadikannya istri pertama Davin, sekaligus sebagai tumbal keluarga Fardhan.


Nitami tahu jika nyonya Sandra mendapatkan paksaan dari sang suami. Nyonya Sandra tidak memiliki pilihan lain, selain melakukan perintah dari tuan Markus Atalla Fardhan. Untuk menjadikannya istri pertama Davin, istri yang hanya di jadikan sebuah tumbal dari kutukan keluarga Fardhan.


"tidak banyak yang bisa saya katakan, menjadi seorang dokter bedah umum adalah cita-cita saya dan impian dari kedua orang tua saya. menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa seorang pasien adalah keinginan dari hati saya. Perjuangan saya selama ini tidaklah mudah, semua penuh tanggung jawab, kegigihan, rintangan, suka duka, dan kesabaran telah saya lalui. Terima kasih untuk semua pasien saya yang mau berjuang bersama untuk sembuh dan sehat kembali. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan, terima kasih dan salam sehat untuk kita semua, selamat malam." ungkap Nitami mengakhiri sambutannya.


Nitami mengembalikan microfonnya kepada sang pembawa acara, dengan di iringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.

__ADS_1


"terima kasih kami ucapkan kepada dokter Nitami Adreena Saila, atas sambutan yang di berikan." ucap pembawa acara lainnya.


Pembawa acara melanjutkan acara selanjutnya, menciptakan suasana langka bagi mereka yang melihatnya.


"Mohon izin, kepada nona Alesha Larzo pemilik dari rumah sakit Miracle Healthy, berkenan naik ke atas panggung untuk mendampingi dokter Alvira Larzo menerima penghargaan." ungkap sang pembawa acara.


Alesha Larzo dengan senang hati bangkit dari duduknya, dia melangkah mendekati dan naik ke atas panggung. Alesha menjabat tangan dokter Medico Felix dan Nitami secara bergantian sembari tersenyum ke arah mereka.


"selamat dokter Nita, atas penghargaan yang anda terima." ungkap Alesha memberikan ucapan selamat, sembari tersenyum dan menjabat tangan Nitami.


"terima kasih nona Alesha Larzo." balas Nitami sekenanya.


Alesha berdiri tepat di samping Alvira, dia memeluk pundak sang adik. Alesha bangga melihat keberhasilan Alvira saat ini. Alvira membalas dengan ucapan terima kasih dan senyum bahagia yang terlihat bercampur dengan rasa haru.


"Mohon izin, kepada tuan Davin Attala Fardhan pemilik dari rumah sakit Golden Healthy, berkenan naik ke atas panggung untuk mendampingi dokter Nitami Adreena Saila menerima penghargaan." ungkap sang pembawa acara.


Dengan senang hati Davin bangkit dari duduknya, dia melangkah pasti mendekat dan naik ke atas panggung. Hatinya senang bisa mendampingi Nitami, mendampingi istri pertamanya yang tersembunyi. Setidaknya Davin ada di saat hari bahagia Nitami.


Tidak banyak yang Nitami bisa lakukan, dia hanya akan mengikuti alurnya saja. Nitami dapat melihat tatapan bahagia dan hangat dari sorot mata Davin melihat ke arahnya.


'mengapa tatapannya selalu hangat dan teduh seperti itu akhir akhir ini? aku menjadi tidak nyaman, aku harus terus waspada padanya.' gumam Nitami di dalam hatinya melihat sekilas Davin yang tersenyum kepadanya.


'tenang Nitami, ini tempat umum. Dia adalah pemilik dari rumah sakit Golden Healthy. Tidak akan melakukan hal-hal yang merugikanmu.' gumam Nitami lagi di dalam hatinya. Nitami merasa khawatir dan tidak nyaman karena perubahan Davin akhir akhir ini.


Nitami hanya mengikuti alur perjalanan hidupnya saat ini, yang pasti berada di dekat Davin adalah salah satu tujuan Nitami saat ini, agar semua yang dia rencanakan berjalan lancar. Nitami yang tidak memiliki perasaan apapun kepada Davin, masih menganggap bahwa hubungan mereka sama seperti dulu. Selayaknya orang asing.


Tatapan mereka bertemu, Davin begitu teduh dan hangat menatap mata Nitami, saat Davin sudah berada di atas panggung. Davin menjabat tangan dokter Medico Felix, Alvira Larzo dan Alesha Larzo secara berganti saat Davin melewati mereka.


"selamat atas keberhasilanmu." ucap Davin saat sudah berdiri di depan Nitami


Dengan terpaksa Nitami menyambut uluran tangan Davin. "terima kasih tuan Davin." balas Nitami dengan senyum yang di buat seramah mungkin.


Nitami hanya ingin bersikap selayaknya seorang bawahan dengan atasannya. Bagaimana juga, Davin adalah pemilik dari rumah sakit Golden Healthy tempatnya bekerja.


Davin tersenyum bahagia melihat senyum manis Nitami, sungguh hari ini dia sangat merindukan sosok wajah cantik di hadapannya tersebut. Dari pagi hingga dirinya pulang ke mansion tadi sore, dia ingin sekali melihat Nitami dan ingin Nitami melayaninya seperti biasanya. Davin nyaman dan merasa rindu pada Nitami setiap saat dari hari ke hari.


Rasa nyaman Davin pada sosok Nitami membuat dirinya terus merasa penasaran dan selalu rindu untuk melihat sosok Nitami setiap saat. Davin seakan tidak bisa jauh dari Nitami, dia ingin mereka selalu bersama.


"kenapa tidak pulang tadi sore?" tanya bisik Davin saat mereka sudah berdiri berdampingan.


Mereka berdua terlihat sebagai pasangan yang sangat serasi, cantik dan tampan.


Nitami melihat ke arah sampingnya sejenak, walaupun tatapan mereka terjadi beberapa detik saja, namun penuh akan arti. Davin senang dan tersenyum melihat ke arah Nitami, sedangkan Nitami merasa heran akan pertanyaan Davin padanya.

__ADS_1


"maaf tuan saya sibuk." balas Nitami dengan berbisik tanpa melihat ke arah Davin.


Alesha Larzo yang ada tidak jauh di samping Nitami, dapat mendengar bisikan mereka berdua. Alesha tersenyum tipis mendengar dua orang yang saling berbisik-bisik. Tentu mengundang pertanyaan di dalam hati seorang Alesha Larzo, namun dia hanya diam.


"apa malam ini kau juga tidak pulang?" bisik Davin sekali lagi.


Nitami diam, apa yang bisa dia jawab?


"apa kau tidak pulang malam ini?" tanya Davin sekali lagi, karena Nitami hanya diam saja.


Nitami masih diam, dia tidak dapat menjawab apapun? sedangkan Davin tidak puas akan sikap Nitami yang hanya diam saja.


"jawab pertanyaanku, kalau tidak akan aku tunjukkan sesuatu yang akan membuat sebuah berita besar untukmu." ucap Davin sedikit mengancam. Nitami tahu arti ucapan Davin.


"saya tidak tahu tuan, jika tidak ada pasien malam ini saya pulang." jawab Nitami pada akhirnya.


"aku akan datang berkunjung malam ini. Apakah Angel akan pulang malam ini?"


"Angel tidak pulang malam ini, tuan. Terlalu malam untuk menjemputnya." balas Nitami. Hari ini adalah hari sabtu, hari di mana jadwal Angel ikut pulang dan tidur di rumah sederhana Nitami yang ada pada mansion keluarga Fardhan.


"apakah dia tidak akan sedih jika kau tidak menjemputnya?"


Nitami diam sejenak, Nitami tahu jika Davin mulai akrab dan dekat bersama Angel. Angel pun sama, anak kecil itu terlihat nyaman dan sayang kepada Davin. Sikap Davin terlihat hangat dan lembut pada Angel.


Nitami diam dan berpikir, apa yang di katakan oleh Davin? adalah kebenarannya. Angel pasti sedih jika hari ini dia tidak menjemput anak itu. Tetapi ini sudah terlalu malam jika harus menjemputnya.


"apakah mau aku antar untuk pergi menjemput Angel?" ucap Davin memiliki ide di kepalanya.


"tidak tuan…!" ucap Nitami spontan dengan suara yang sedikit keras dan sontak melihat ke arah Davin.


Sehingga beberapa orang yang ada di samping mereka, melihat heran ke arah mereka berdua. Nitami sadar jika suaranya sedikit keras dan mengundang perhatian dari beberapa orang yang ada di sampingnya. Nitami hanya bisa tersenyum kaku ke arah Alesha dan yang lainnya, malu itulah yang Nitami rasakan saat ini karena suaranya yang sedikit keras dan mengundang perhatian dari yang lainnya.


Ucapan Davin membuat Nitami terkejut, Nitami tidak ingin Davin tahu di mana Angel tinggal untuk sementara waktu ini? Davin tidak tahu Angel tinggal dimana? Nitami telah berbohong kepada Davin selama ini. Nitami mengaku jika Angel tinggal di rumahnya yang lama. Namun pada kenyataannya, Angel tinggal di tempat lainnya, dan Davin tidak tahu itu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2