Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
135. Season 2....Akar Awalnya Perang.


__ADS_3

…Season 2…


***Aula Istana Damaresh***


Nitami berpura-pura untuk terkejut akibat kebenaran yang baru saja di katakan oleh Edmee Ballard. Gadis itu mengakui siapa dirinya? Seorang nona muda dari keluarga bangsawan Ballard, sekaligus calon tunangan untuk Nicolas.


Nitami tahu semuanya tentang Edmee Ballard. Satupun tidak ada yang luput dari penyelidikan Alesha Larzo. Teman wanita yang selalu setia dan membantu Nitami, untuk menggali semua informasi beberapa orang penting di dalam lingkup para keluarga bangsawan tersebut.


"Aku tidak percaya ini, apakah itu benar Edmee? Kau adalah calon tunangan Nicolas." Tanya Nitami seolah tidak percaya.


Nicolas menahan ekspresinya yang ingin tertawa melihat keterkejutan Nitami. Tentunya pria itu tahu jika wanita di sampingnya itu sedang bersandiwara. Entah apa yang sedang di rencanakan olehnya, dia hanya akan mengikuti dan mengamati rencana tersebut.


"Jika kau tidak percaya, kau bisa tanyakan kepada Nicolas. Nico, ayo katakan lah sesuatu…!" Ucap Edmee melihat ke arah Nicolas. Ia ingin pria di hadapannya itu mengatakan kebenaran itu.


Nitami melihat ke arah Nicolas, sedangkan Nicolas melihat ke arahnya sejenak. Raut wajah Nitami dengan tatapan mata yang penuh akan harapan padanya, seakan meminta dukungan dan bantuan darinya.


"Iya. itu benar. Edmee adalah teman masa kecilku dan calon tunangan ku. " Balas Nicolas membenarkan ucapan Edmee. Tentunya membuat Edmee begitu bahagia mendengar jawaban Nicolas yang mendukung dirinya.


Senyum bahagia itu terbit pada wajah cantik Edmee. Hatinya puas dapat membalas Nitami.


Sedangkan Nitami kembali terkejut dengan mata yang membulat sempurna, dan mulutnya yang terbuka karena terkejut ia tutup dengan segera.


"Kalian akan segera bertunangan." Ucap Nitami di sela-sela keterkejutannya.


Edmee menganggukkan kepalanya dengan senyum bahagia yang masih terpancar di wajahnya. Sedangkan Nicolas hanya diam dengan datar melihat ke arah Edmee.


'Kau mudah terpancing, Edmee. Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Kau tidak tahu lawan jenis apa seorang Nitami Adreena Saila. Kita nikmati permainan ini.' Batin Nicolas.


'Sekarang kau akan tahu siapa dirimu. Kau tidak berhak berada di sisi Nicolas. Nico hanya milikku, milik Edmee Ballard.' Batin Edmee senang melihat ekspresi Nitami.


'Nona muda yang manja. Kau memakai trik seperti ini tanpa tahu keadaan yang sebenarnya tidak mendukung mu sama sekali. Sungguh sangat kasihan kau Edmee Ballard.' Batin Nitami.


"Lalu aku ini apa bagimu tuan Nicolas? Apa lamaranmu beberapa bulan yang lalu hanyalah kebohongan?" Tanya Nitami tanpa melihat ke arah Nicolas. Tatapan datarnya melihat ke arah Edmee, ekspresi Nitami kali ini terlihat serius.


"Lamaran?" Celetuk Edmee dengan kerutan alisnya menatap heran Nitami.


"Iya Edmee. Nicolas beberapa bulan yang lalu telah melamarku untuk menjadi istrinya, karena ada anak di antara kami berdua." Jawab Nitami dengan tenang dan serius.


Sontak Edmee terkejut hingga matanya membulat sempurna. Tatapan tanya mengarah ke arah Nicolas, gadis itu meminta penjelasan dari Nicolas. Dia berharap semua yang di katakan Nitami adalah kebohongan.


Nicolas tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, dia mengerti jalan pikiran dan rencana Nitami kali ini. Tentunya ia berpihak kepada wanita kesayangannya.

__ADS_1


"Iya. Itu benar Edmee. Aku sudah melamarnya beberapa bulan yang lalu, dan kami sepakat akan segera menikah minggu ini. Ada seorang anak di antara kami yang harus di lindungi." Balas Nicolas sembari menggenggam erat dan lembut tangan Nitami yang ada di atas meja.


Edmee melihat genggaman tangan itu. Bahkan Nicolas tidak pernah bersikap selembut itu padanya selama mereka berteman.


"Kau harus tahu Edmee. Kami saling mencintai. Maaf…kau juga tahu jika perjodohan kita itu, sejak awal aku menolaknya." Sahut Nicolas dengan kejamnya menghancurkan harapan Edmee.


Rahang Edmee mengeras, dan genggaman tangannya kuat pada gaun bawah yang ia pakai. Ia sedang menahan amarahnya kali ini.


"Kalian pasti berbohong. Ini tidak benar. Nico katakan, kalau semua ini tidak benar. " Ucap Edmee menekan setiap kata-katanya. Ia tidak ingin percaya semua ucapan Nicolas.


Tangannya meraih satu tangan Nicolas yang ada di atas meja jamuan. Nicolas dan Nitami melihat ke arah tangan Edmee yang sedang menggenggam tangan Nicolas.


"Ini semua benar Edmee. Aku dan Nicolas akan segera menikah. Semua sudah di atur oleh keluarga kami." Balas Nitami tidak suka melihat tangan Nicolas ada pada genggaman Edmee.


"Tidak, kau bohong Tami. Kau pasti bercanda. Sejak kapan kalian bisa saling mengenal." Balas Edmee tidak ingin percaya perkataan mereka.


"Aku tahu. Kau yang dulu tidak akan mampu kenal dengan sosok Nico yang tidak mudah untuk di dekati. Kau hanya seorang dokter relawan yang selalu berkeliling dunia, dan tidak akan mungkin kau mampu untuk berkenalan dengan seorang Nicolas Orlando." Ucap Edmee ingin merendahkan Nitami.


"Pertemuan kami berdua bukan atas kemauan kami. Pertemuan ku dengan Nicolas adalah sebuah takdir yang tidak bisa kami hindari." Balas Nitami tidak ingin di anggap remeh oleh Edmee yang kini mulai memperlihatkan sifat aslinya.


"Dia benar." Ucap Nicolas menarik kasar tangannya yang di genggam oleh Edmee.


"Pertemuan kami tidak di rencanakan. Pertemuan pertama kami adalah takdir di mana hidupku kembali setelah kecelakaan yang terjadi 3 tahun yang lalu. Pertemuan yang membuat aku tersentuh dan jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama." Kata Nicolas melihat teduh dan hangat ke arah Nitami yang juga menatapnya.


Nitami melihat kebencian di mata Edmee mengarah kepadanya, dan kekecewaan mata Edmee mengarah kepada Nicolas. Bukan salahnya hadir di antara mereka berdua, Nitami merasa tidak salah hadir di antara dua orang yang memang tidak memiliki ikatan atau hubungan apapun di antara mereka berdua.


Sebab ikatan yang ingin ia persatukan bersama Nicolas dan Angel tidaklah salah. Takdir yang telah mempertemukan mereka bertiga, takdir lah yang menginginkan ada ikatan kuat di antara dirinya, Nicolas dan Angel untuk menjadi sebuah keluarga yang utuh dan bahagia. Nitami menginginkan itu semua, cinta kasih dari keluarga yang utuh di dalamnya.


"Takdir Nitami yang menyelamatkan aku dari kematian. Telah menyentuh hatiku dan membuka pintu hatiku yang tertutup rapat, untuk menerima cinta masuk kembali, setelah kehilangan satu cinta yang dulu hilang." Ucap Nicolas dengan binar cinta di matanya memandang ke arah Nitami.


Edmee terdiam. Binar cinta dari mata Nicolas akhirnya kini dapat ia lihat, namun bukan untuknya. Binar cinta itu untuk wanita lain yaitu Nitami Adreena Saila.


Edmee tertawa ringan. Tawa yang ingin menyembunyikan sakit hatinya. Tangannya yang sedang memegang sebuah gelas Wine begitu erat menggenggam tangkai gelasnya. Nitami dapat melihat luka dan sakit hati Edmee kali ini, namun dia tidak ingin mengalah pada gadis yang manja dan jahat menurutnya.


Edmee Ballard adalah gadis yang mempunyai kepribadian ganda, bermuka dua sekaligus pandai memutar balikkan fakta yang ia susun. Nitami tahu semua kebusukan dan kejahatan dari nona muda Ballard tersebut.


"Apa kalian pikir dapat membuat aku percaya pada perkataan dan pengakuan kalian ini." Ucap Edmee pelan sembari menekan setiap kata-katanya.


"Dan kau Nico. Apa kau sadar apa yang kau lakukan ini?" Tanya Edmee seakan mengancam Nicolas.


Nicolas dan Nitami menatap datar Edmee. Mereka berdua tahu jika sebentar lagi, Edmee akan melakukan pertunjukan karena tidak dapat menahan gejolak di hatinya.

__ADS_1


"Sadar Nico. Kau tidak bisa menolak perjodohan yang sudah di tentukan oleh pihak para keluarga bangsawan tertinggi. Apapun yang kau katakan, inginkan ataupun menolaknya? Semua yang sudah di tentukan pasti akan terlaksana. Semua pasti terjadi, tidak ada alasan untuk kau dan aku menolaknya. Ingat itu." Ucap Edmee dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Edmee Ballard masih beranggapan, jika keluarga Orlando dan keluarga Massimo berada di bawah keluarga bangsawan Ballard. Tentunya dua keluarga itu tidak dapat menolak atau melawan keinginan yang sudah di tentukan oleh keluarga bangsawan tertinggi di atas keluarga Nicolas.


"Apa kau yakin?" Bukan Nicolas yang menjawabnya, tetapi Nitami yang menjawabnya dengan percaya diri dan tersenyum tipis.


Nitami ingin tahu perlawanan apa yang akan di lakukan oleh Edmee kepadanya dan Nicolas. Sebuah ancaman yang di lontarkan oleh Edmee tidak sekalipun membuatnya takut. Edmee Ballard tidak cukup kuat berdiri sendiri, dia hanya nona muda manja yang hanya berani memakai nama besar keluarga Ballard.


"Aku sangat yakin. Apa kau ingin bukti?" Tantang Edmee.


Nitami melebarkan senyumnya. Nicolas mengenal senyuman itu.


'Apa yang akan ia lakukan. Senyuman itu…!!' Batin Nicolas. Ia teringat saat kejadian di markas Alesha beberapa bulan yang lalu. Senyuman Nitami ini terbit sebelum akhirnya ia melumpuhkan Levi Massimo dengan racunnya.


"Tentu saja, coba buktikan. Agar aku dapat menempatkan diriku seharusnya berada di mana?" Balas Nitami tidak ingin kalah.


Rahang Edmee mengeras. Ia marah pada tantangan yang di katakan oleh Nitami. Perlawanan Nitami tidak pernah ada di dalam perkiraannya, karena selama ini tidak ada satupun orang yang berani balik menantangnya ataupun berani melawannya.


Nitami masih duduk dengan tenang, sedangkan Nicolas sudah cukup siaga dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa yang ingin di lakukan oleh Edmee Ballard?


Edmee dengan cepat bangkit dari duduknya dan segera menyiramkan minuman di gelas yang ia genggam ke arah wajah Nitami. Namun Nicolas yang dapat membaca pergerakan dari Edmee, pria itu dapat melindungi wajah Nitami dari siraman wine yang di lakukan oleh Edmee. Bukan wajah Nitami yang terkena cairan merah itu, tetapi lengan dan punggung kiri Nicolas yang sigap menghalangi.


Edmee semakin geram dan kesal, karena Nicolas rela basah untuk melindungi Nitami. Ingin rasanya ia murka dan menjambak rambut panjang Nitami. Namun beberapa anak buahnya dan Nicolas datang mendekat saat tahu dan melihat kejadian itu.


Tatapan mata Nitami yang tenang melihat ke arah mata Nicolas yang berada beberapa centi dari wajahnya.


"Apa kau baik baik saja?" Tanya bisik Nicolas.


Nitami menelan salivanya dengan susah payah. Hembusan hangat nafas Nicolas menerpa wajahnya. Ia hanya mengangguk saja sebagai jawaban. Nitami sungguh gugup dan malu berada sedekat ini bersama Nicolas.


Begitu ia tahu wanitanya baik baik saja. Nicolas segera bangkit dan berdiri menghadapi Edmee. Kejadian yang begitu cepat dan beberapa anak buah mereka yang datang mendekat, kini menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan melihat ke arah mereka.


"Pertunjukan akan segera di mulai. Perang yang akan sangat menyenangkan di tahun ini." Gumam pelan Johan Aozora Dickson dari kejauhan melihat semua kejadian tersebut.


Pria blesteran itu tersenyum licik dan jahat melihat semuanya. Ia tahu inilah awal dari perang dan pertikaian yang akan terjadi di dunia para keluarga bangsawan. Setelah sekian lamanya mereka hidup secara damai di balik perang dingin yang saling menyerang di balik layar. Edmee Ballard, Nicolas Orlando, dan Nitami Adreena Saila adalah akar di mulainya perang tersebut.


... ****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2