
***Tempat Pemakaman Umum***
Dua pasang mata saling memandang, keduanya melihat dengan tatapan yang berbeda. Satu pasang mata memandangnya dengan teduh dan hangat penuh akan kasih sayang. Sedangkan satu pasang lagi, memandang dengan tatapan terkejut serta heran.
'Mengapa dia ada di dini?' Gumam Nitami di dalam hatinya terkejut melihat pria yang kini sedang merangkulnya dari arah samping.
Kedua tubuh mereka sama sama terdiam dan masih saling memandang. Tidak ada satupun yang ingin mengeluarkan suaranya. Namun beberapa detik berlalu, Nitami lah yang mulai sadar akan keadaan mereka berdua.
"Tuan…anda…" Ucap Nitami pelan, sisa isakan tangisnya masih terdengar.
"Kau tidak sendiri. Masih ada aku yang akan selalu menemanimu dan selalu ada untukmu." Balas Nicolas dengan suara yang terdengar tulus dan lembut.
Nitami terdiam dan hanyut akan perkataan tulus serta lembut Nicolas padanya. Ini untuk pertama kalinya Nitami melihat dan mendengar Nicolas bersikap lembut seperti itu. Di saat hatinya rapuh dan hampa akan kesendirian, Nicolas datang dengan kelembutan dan terlihat penuh akan kasih sayang. Bagaimana bisa Nitami tidak terhayut akan suasana tersebut?
"Jangan pernah menangis karena sedih dan merasa sendiri. Kau wanita kuat yang pernah aku kenal, aku akan selalu di sisimu." Ucapnya kembali karena Nitami hanya diam saja, hanya tatapan sedihnya melihat mata Nicolas yang terlihat tulus dan penuh akan kasih sayang.
Entah mengapa? Mungkin karena terbawa suasana hati, Nitami merasa nyaman ada di dalam dekapan Nicolas dan masih terus menitikkan air matanya. Hatinya terharu akan perkataan tulus Nicolas kepadanya.
Nitami benar-benar tersentuh akan kelembutan Nicolas padanya, diapun menangis karena masih terbawa akan kesedihan dan isak tangisnya pun pecah. Nicolas tidak tega melihat tangis kesedihan Nitami, diapun mengeratkan pelukannya dan membawa tubuh Nitami yang bergetar masuk ke dalam pelukan hangatnya.
Nitami menangis melepaskan semua kesedihan dan kehampaan yang ada di dalam hatinya, Nicolas mencoba membelai lembut punggung Nitami untuk menenangkannya. Ia ikut merasakan kesedihan yang kini di luapkan oleh Nitami.
Nicolas masih setia dan sabar menunggu Nitami melepaskan semua beban yang ada di dalam hatinya. Ia biarkan Nitami menangis untuk saat ini, selanjutnya air mata kesedihan itu tidak akan ada lagi. itulah janji Nicolas di dalam hatinya.
Cukup lama Nitami menangis dan merasakan ketenangan serta kenyamanan di dalam pelukan Nicolas yang hangat. Pelukkan yang tidak pernah ia dapatkan dari pria lain, sekalipun itu dari Davin suaminya sendiri.
Beberapa detik kemudian, Nitami sadar akan kehadiran Nicolas saat ini. Tidak seharusnya dia berada di dalam pelukan Nicolas, pria yang baru saja ia kenal dan mengajukan lamaran pernikahan kepadanya beberapa hari yang lalu.
Nitami menjauh dan melepaskan dirinya dari pelukan Nicolas, dengan di iringi oleh pandangan mata Nicolas yang terlihat teduh dan tenang. Tetapi di dalam hati Nicolas sangat berdebar akan kedekatan mereka berdua.
Nitami berdehem untuk menetralkan dan mencairkan suasana yang ada dan terlihat canggung di antara mereka.
"Maaf tuan kalau saya sudah lancang, dan air mata saya sudah membasahi jas mahal anda." Ucap Nitami melirik sekilas jas mahal Nicolas yang basah akan air matanya.
Nicolas tahu suasana mereka berdua terlihat canggung, namun Nitami berusaha untuk menetralkan dan mencairkannya.
"Tidak apa-apa." Balas Nicolas sebenarnya juga merasa malu akan kedekatan mereka.
Tatapan mata Nicolas kini beralih ke arah bunga mawar putih yang ia kirimkan untuk Nitami. Dia cukup senang bunga yang ia berikan telah di terima dan di persembahkan untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.
__ADS_1
Nitami sadar akan pandangan mata Nicolas mengarah kemana? Dia tidak ingin Nicolas salah paham akan bunga mawar putih kiriman darinya, yang di letakkan di depan pusara kedua orang tuanya.
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud tidak menghargai pemberian anda." Ucap Nitami sembari menghapus jejak air mata pada pipinya.
"Terima kasih atas bunga mawar putih kiriman anda, sangat cantik dan indah. Mama sangat menyukainya, karena itu saya membawa bunga anda ke sini." Ungkap Nitami ingin meyakinkan Nicolas agar tidak tersinggung atas perbuatannya.
Nicolas melihat ke arah Nitami yang ada di sampingnya. Tatapan dan raut wajahnya terlihat biasa saja, tidak ada raut kecewa, marah ataupun dingin. Nitami menelan salivanya karena gugup akan tatapan mata Nicolas yang mampu membuatnya tertegun malu. Nitami dapat merasakan kedua pipinya menghangat, dengan cepat Nitami mengalihkan pandangan matanya ke arah depan untuk menghindari tatapan mata Nicolas.
"Terima kasih sudah mau menerima bunga pemberianku. Aku bahagia kau mau mempersembahkan bunga bunga itu untuk kedua orang tua mu." Balas Nicolas tulus dengan senyum yang menawan dari bibirnya.
Nitami yang ingin melihatnya sekilas, menjadi tertegun karena terhipnotis akan senyum menawan Nicolas yang menambah aura ketampanan Nicolas. Nitami tidak pernah tahu jika senyum Nicolas sungguh menawan dan ketampanan wajahnya semakin sempurna.
Nitami yang merasa malu dan gugup, merasakan kalau kedua pipinya panas dan sudah di pastikan telah berubah warna, menjadi merah merona karena malu. Nicolas juga dapat melihat itu, dia semakin bahagia dan tersenyum akan tingkah laku Nitami yang terlihat malu.
'Akan aku buat kau semakin nyaman dan mulai bisa serta terbiasa menerima kehadiranku di sisimu.' Gumam Nicolas di dalam hatinya bahagia melihat ada sedikit perubahan dari sikap Nitami padanya.
Nitami yang masih gugup dan malu pada Nicolas tidak tahu harus melakukan dan berbicara apa lagi? Dia hanya diam sembari berusaha menenangkan diri dan hatinya yang tiba-tiba saja berdebar.
'Ada apa denganku? Mengapa aku bisa seperti ini? Ingat Nitami dia adalah tuan Nicolas Orlando, pria yang harus kau hindari. Pria yang sudah memiliki calon pasangan hidup, pria yang hanya mendekatimu karena Angel.' Gumam Nitami di dalam hatinya mengingatkan dirinya sendiri, siapa sebenarnya Nicolas?
'Jangan sampai kau mengulangi kesalahan mu untuk kedua kalinya. Kau harus menyelesaikan masalah yang akan kau hadapi ke depannya. Perjalananmu kali ini tidak biasa. Kau harus mengesampingkan urusan hatimu, jangan mudah terbawa suasana hati.' Gumam Nitami lagi di dalam hatinya.
"Mengapa hanya diam saja?" Tanya Nicolas memecah keheningan di antara mereka.
"Tidakkah kau mau mengenalkanku kepada kedua orang tua mu." Ucapnya lagi.
Nitami mengerutkan keningnya melihat Nicolas, lalu beralih melihat ke arah depan, kembali lagi ke arah Nicolas yang ada di sampingnya. Nitami baru sadar jika Nicolas berada pada posisi ikut duduk bersimpuh sama seperti apa yang ia lakukan. Nicolas bersikap sopan di depan pusara kedua orang tuanya.
Nitami merasa tidak sopan jika tidak mengikuti keinginan Nicolas yang tidak buruk atau salah sama sekali. Sikap Nicolas cukup tenang dan sopan, jadi tidak ada alasan untuk menolak permintaan Nicolas yang ingin berkenalan dengan kedua orang tuanya.
"Mama…Papa…Ini tuan Nicolas Orlando. Beliau adalah salah satu pasien Nita, dan yang memberikan bunga mawar putih itu kepada kita." Ucap Nitami berbicara pada pusara kedua orang tuanya.
Nicolas tersenyum dan merasa bahagia, Nitami mau mengenalkan Nicolas kepada kedua orang tuanya. Walaupun hanya di kenalkan sebagai seorang pasien baginya. Itu tidak masalah bagi Nicolas, perlahan dia akan merubah panggilan pasien tersebut menjadi seseorang yang paling dekat dengan Nitami.
"Selamat siang Tante dan Paman. Senang bisa mengenal kalian berdua." Ucap Nicolas terdengar tulus.
'Tante dan Paman, aku harap kalian bisa merestuiku menjadi orang yang akan selalu dekat dan melindungi putri kalian di masa depan. Aku tulus kepadanya, aku sangat mencintainya dan ingin menjadikan putri kalian sebagai pendamping hidupku di masa depan. Tolong berikan restu serta doa kalian kepada kami berdua agar menjadi pasangan yang berbahagia untuk selamanya.' Gumam doa dan harapan Nicolas di dalam hatinya.
Nicolas tulus dan penuh harapan agar semua yang ia utarakan kepada kedua orang tua Nitami menjadi kenyataan, dan mendapatkan jalan restu yang terbaik untuk dirinya dan Nitami.
__ADS_1
"Maaf tuan, mengapa anda bisa ada di sini?" Tanya Nitami menatap intens Nicolas yang tiba-tiba saja hadir di tempat itu.
Nicolas diam, bagaimana caranya dia menjawab? Apakah harus dia jujur? Jika dia memerintahkan pengawal bayangannya untuk mengawasi serta melindungi Nitami setiap saat. Kemanapun Nitami pergi dan lakukan Nicolas bisa mengetahuinya.
Nitami yang melihat Nicolas hanya diam, teringat kembali dengan kejadian beberapa hari ini. Nicolas selalu mengirimkan semua barang, hadiah dan bunga ke manapun dia berada. Seakan Nicolas selalu tahu di manapun Nitami berada? Diapun kini mengerti, jika Nicolas telah mengawasinya selama beberapa hari ini.
"Anda mengawasi dan memata-matai saya, tuan…!!" Ucap Nitami dengan tatapan curiganya.
Nicolas yang sudah ketahuan, tidak langsung memandang Nitami. Pandangan matanya dia alihkan ke arah depan. Nitami kini yakin apa yang menjadi kecurigaannya? adalah benar.
"Anda tidak seharusnya seperti itu, tuan." Ucap Nitami sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingin menjaga dan berusaha melindungi mu. Apakah itu salah?" Tanya Nicolas kini memandang ke arah Nitami.
Tatapan mata mereka kembali bertemu.
"Tentu saja itu salah tuan, anda melanggar privasi saya." Balas Nitami terlihat tidak suka akan cara Nicolas yang mengawasi dan memata-matainya.
"Maaf jika itu membuatmu terganggu dan tidak nyaman. Aku hanya ingin menempatkan mu pada situasi yang selalu aman. Maaf…!!" Ucap Nicolas tulus dengan raut wajah yang terlihat menyesal.
'Dia terus bisa mengucapkan kata maaf, dan mau mengakui kesalahannya. Apakah pria ini benar benar tuan Nicolas Orlando? yang terkenal angkuh dan dingin pada setiap orang yang ia temui.' Gumam Nitami di dalam hatinya tidak percaya akan pendengarannya.
Nitami mengerti maksud baik Nicolas padanya, lagi pula selama beberapa hari ini dia tidak merasakan sama sekali jika ada yang mengikutinya. Dia tidak dapat melihat ada pergerakan dari orang yang sedang memata-matainya. Semua berjalan normal seperti biasanya.
Nitami tidak ingin mempermasalahkan hal itu lagi. Diapun menghela nafasnya, sungguh sulit menghadapi Nicolas yang selalu berubah-ubah.
"Baiklah tuan. Saya harap anda tidak melakukan ini lagi, cukup sempai di sini pengawasan yang anda lakukan. Saya bisa menjaga diri saya sendiri." Ucap Nitami mengalah.
Nicolas sebenarnya tidak setuju akan permintaan Nitami. Namun apa boleh buat, lebih baik setuju dan tetap melakukannya dalam diam seperti biasanya. Nitami tidak akan tahu dan merasakan kehadiran dari pengawal bayangannya yang sudah profesional.
"Baiklah." Setuju Nicolas untuk membuat Nitami tenang dan nyaman.
Nitami tahu Nicolas tidak akan setuju begitu saja. Dunia mafia yang Nicolas geluti, Nitami juga sedikit mengerti. Nitami hanya akan mengikuti alur yang Nicolas buat selama itu tidak merugikannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.