Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.

Berbagi Cinta. AKU ISTRIMU BUKAN TUMBAL.
125. Gold World Card.


__ADS_3

***Markas Alesha Larzo***


Semua mata memandang ke arah Alesha, tentu yang membuat wanita itu menjadi heran. Levi Massimo tidak ada hubungan dengannya, sebab ini untuk pertama kalinya dia melihat pria tampan blesteran tersebut.


"Bukan aku yang mengundangnya, aku tidak kenal pria ini." Jawab Alesha dengan sikap santainya melihat ke arah Levi yang tersenyum ke arahnya.


Levi tahu maksud dari Alesha, memang bukan dia yang mengundangnya untuk datang ke tempat itu. Kedatangannya ke sana bukan tanpa alasan, karena dia sudah sangat menantikan hal ini untuk terjadi yang akan dapat menguntungkan dirinya.


"Jika bukan anda yang mengundangnya, lalu siapa?" Tanya Nicolas tidak mengerti serta mewakili yang lainnya.


Semua terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, namun tidak dengan Levi yang masih tersenyum tipis melihat situasi tersebut.


Sebuah suara mengalihkan perhatian mereka serta menjawab rasa penasaran mereka. Seorang wanita cantik dengan pakaian jubah untuk operasi berdiri tegak di ambang pintu kaca ruang operasi. Semua mata melihat ke arah pemilik suara tersebut.


"Aku yang mengundangnya untuk datang." Ucap Nitami dengan wajah datar melihat ke arah semua orang secara bergantian.


Dia terpaksa keluar dari ruang operasi karena tidak sabar menantikan kedatangan Levi yang ia minta untuk datang ke sana, agar bisa membantunya dalam tindakan operasi pada nyonya Sandra.


Nyonya Sandra terkena tembakan dan mengenai dinding jantungnya. Nitami tidak menguasai tindakan operasi pada bagian jantung, sedangkan dia tidak memiliki kenalan seorang dokter spesialis jantung yang bisa di bawa masuk ke dalam markas Alesha. Semua dokter yang ia kenal adalah dokter resmi yang tidak akan mau berhubungan atau mengobati seseorang dengan cara yang tidak resmi, apalagi harus berada di salah satu markas seorang mafia.


Pikirannya tertuju pada Levi yang pernah bekerja sama dengannya beberapa tahun lalu dalam misi rahasia. Nitami tidak memiliki pilihan lain, selain menghubungi Levi dan meminta bantuan dari pria blesteran tersebut. Tentunya tidak gratis, ada harga mahal yang harus Nitami bayar untuk bantuan dari Levi.


Demi keselamatan ibu penggantinya, Nitami rela melakukan apa pun. Ia tidak ingin menyesal karena tidak berusaha sekuat dan semampu yang ia bisa lakukan. Inilah salah satu yang bisa Nitami lakukan pada sosok ibu penggantinya.


"Hai sayangku…dokter cantik…!!" Sapa ramah Levi dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


Levi sengaja bersikap seperti itu, karena di sana ada sepupunya Nicolas. Ia tahu jika pria jangkung itu sangat menyukai sang dokter cantik. Levi suka melihat wajah kesal dari sepupunya saat dirinya berusaha menggoda sang pujaan hati pria tersebut, dan Levi berhasil.


"Untuk apa pria ini kamu panggil?" Kini Davin yang bertanya, dia tidak suka melihat Levi tebar pesona di hadapan Nitami, apalagi sapaan pria itu yang mengucapkan kata sayang. Davin cemburu dan menatap tajam ke arah Levi.


Begitu pula Nicolas yang juga tidak suka mendengar ucapan kata sayang yang di lontarkan oleh Levi. Namun Nicolas dapat menahan sikapnya dan mimik wajahnya pada posisi selalu datar serta dingin.


Nitami dan yang lainnya melihat ke arah Davin yang bertanya, terlihat jelas Davin tidak suka pada situasi di tempat tersebut.


"Dia seorang dokter spesialis bedah jantung, aku membutuhkannya untuk membantu tante Sandra. Pada dinding jantung tante Sandra terkena tembakan, dan aku bukan dokter spesialis bedah jantung." Balas dan penjelasan Nitami sangat jelas akan kedatangan Levi.


"Mengapa harus pria ini, aku memiliki banyak dokter spesialis jantung di rumah sakitku. Aku bisa memanggil salah satu dari mereka."Balas Davin masih tidak setuju jika Levi yang menangani kasus mamanya.


"Lagi pula, untuk apa kamu membawa mama ke sini? Aku memiliki beberapa rumah sakit besar yang cukup ternama, mengapa harus ke tempat ini?" Tanya Davin meminta penjelasan yang tidak di jelaskan oleh Nitami, alasan Nitami membawa mereka masuk ke dalam markas Alesha.

__ADS_1


Nitami melihat intens ke arah Davin, ia tahu Davin pasti terkejut akan hal ini. Pasalnya selama ini Davin tidak tahu hubungan antara Nitami dan Alesha sedekat itu. Wajar saja Davin ingin penjelasan, karena dia yakin jika Davin juga tahu siapa Alesha Larzo yang sebenarnya.


Nitami menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, sebelum akhirnya dia menjelaskan sedikit untuk alasannya membawa mereka masuk ke dalam markas Alesha. Dia harus cepet menangani tindakan operasi pada nyonya Sandra.


"Fransiska menggunakan jasa sebuah organisasi mafia dari Italia dan dia juga bekerja sama dengan organisasi mafia yang berasal dari Inggris. Kita sedang melawan dua organisasi mafia yang terkenal kejam dan kuat, membawa tante dan kalian semua ke markas ini adalah tindakan yang benar. Markas Alesha adalah tempat yang aman untuk kita berlindung sementara waktu. Setidaknya sampai tante Sandra dapat di selamatkan." Sedikit penjelasan dari Nitami untuk alasannya nekat membokar hubungannya dengan Alesha kepada Davin.


Davin cukup cerdas dan dapat mengerti dengan cepat apa yang di jelaskan oleh Nitami.


"Ada hubungan apa di antara dirimu dan juga nona Alesha Larzo?" Tanya Davin kembali.


Nitami dan Alesha saling memandang, tidak ada yang perlu di tutup-tutupi lagi.


"Alesha dan aku berteman sudah sejak lama." Balas Nitami.


'Jadi mereka berteman sejak lama, dan Nitami tidak menggunakan kekuatan dan kekuasaan yang di miliki oleh Alesha untuk melawanku. Nitami begitu saja diam mendapatkan semua penderitaan dari keluarga Fardhan.' Gumam Davin di dalam benaknya.


"Maaf, aku harus cepat melakukan tindakan operasi pada pasien. Penjelasan selanjutnya akan di jelaskan oleh Sai. Satu informasi yang aku dapatkan sudah aku berikan padanya." Ucap Nitami. Lalu pandangan matanya melihat sekilas ke arah Nicolas yang juga melihat ke arahnya.


'Untuk apa pria ini datang ke sini? Apa ini ulah Alesha lagi?' Gumam Nitami di dalam hatinya melirik ke arah Alesha yang mengerti akan lirikkan matanya sembari mengedikkan kedua pundaknya.


Nitami kembali melihat ke arah Levi yang selalu tersenyum bahagia melihat ke arahnya.


"Ayo dokter…pasien harus segera di operasi…!!" Ajak Nitami kepada Levi.


"Dokter Levi…!!" Panggil Nitami karena Levi hanya diam saja.


Semua mata kini memandang ke arah dua orang di hadapan mereka.


"Tunggu dulu dokter Saila…!! Apa tidak ada perjanjian yang harus kita tanda tangani…?" Bukannya segera memberikan pertolongan kepada pasien, Levi malah membicarakan masalah perjanjian.


Tentu saja mereka bertanya, dokter macam apa Levi? Tidak bisa mengutamakan pasien di atas segalanya.


Sedangkan Nitami tahu apa maksud dari Levi. Nitami tersenyum tipis sembari membuang nafasnya yang sedikit kesal kepada Levi, itulah Levi. Tidak akan mau kalah atau pun rugi di dalam hidupnya. Nitami tahu begitu yang akan terjadi jika berhubungan dengan seorang Levi Massimo.


Perlahan Nitami melangkah mendekati Levi dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku bajunya. Nitami tahu harus bagaimana menangani pria ini, dia akan membuat Levi tidak akan bisa berkutik. Mengusiknya sedikit tidaklah masalah baginya.


"Dokter Levi Massimo." Ucap Nitami kini telah berdiri di hadapan Levi dengan senyum yang mencurigakan. Alesha dan semua anak buahnya yang mengenal Nitami, tahu arti senyuman tersebut.


Sedangkan Levi berdiri tegak dengan satu tangan masuk ke dalam saku celananya, senyum pada bibirnya masih terus mengembang. Levi bukannya tidak profesional menjadi seorang dokter, dia hanya ingin sedikit menguji keseriusan Nitami akan ucapannya dan perjanjian yang akan mereka lakukan. Jika pun Nitami mengingkarinya Levi tidak masalah, dia akan tetap membantu Nitami dengan tulus karena ingin menebus segala kesalahannya di masa lalu kepada wanita yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


"Apa perjanjian yang saya ucapan belum cukup jelas?" Tanya Nitami dengan senyum menantang Levi.


"Ayolah sayangku…hidup ini penuh akan trik, semua perjanjian harus ada hitam di atas putih agar tidak ada yang melanggarnya." Balas Levi dengan santainya.


Semua mata masih melihat dan menyimak keduanya. Hanya mereka berdua yang tahu maksud dari perjanjian yang akan mereka lakukan.


Nitami berusaha mengatur nafasnya, menarik dan menghembuskan dengan perlahan. Senyum licik Nitami masih mengembang. Sungguh membuat semua anak buah Alesha ngeri melihatnya. Mereka tahu sebentar lagi akan ada sebuah pertunjukan yang akan di persembahkan oleh Nitami, dokter cantik yang terlihat lemah lembut dan baik hati, tetapi cukup kejam pada setiap mangsanya.


"Apa kau pikir aku seorang yang licik, tidak bertanggung jawab dan suka melanggar janji." Tanya Nitami ingin tahu bagaimana pendapat Levi tentangnya.


"Bukan seperti itu, dokter Saila. Aku hanya perlu sebuah jaminan yang nyata darimu." Balas Levi sembari menundukkan sedikit tubuhnya dan mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Nitami yang diam tidak bergeming sedikitpun.


Nicolas dan Davin tidak suka melihat interaksi yang di lakukan oleh Levi terhadap Nitami. Rahang kedua pria itu mengeras menahan perasaan hati mereka.


"Bukan hanya kamu yang membutuhkan jaminan nyata, dokter Levi. Tapi juga aku…!" Sahut Nitami, kini senyumnya telah menghilang, di gantikan dengan tatapan tajam serta dingin melihat ke arah Levi.


Tentu perubahan mimik wajah itu, membuat Levi tahu jika kini dirinya harus waspada terhadap Nitami. Ada perasaan tidak nyaman yang ia rasakan.


"Apa maksudmu, dokter Saila…?" Tanya Levi mengerutkan keningnya melihat ke arah Nitami.


Nitami melangkah mendekati Levi lebih dekat lagi, Nitami menyentuh dada bidang Levi dengan jari jemari tangan kirinya bermain di area itu. Sikap intem Nitami kepada Levi membuat semuanya terkejut terlebih lagi Nicolas dan Davin, tetapi tidak dengan Alesha yang tersenyum dan tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.


'Permainan akan segera di mulai. Jadi pria ini adalah dokter Levi Massimo. Salah satu dokter para bangsawan Inggris, sekaligus putra dari keluarga bangsawan Massimo.' Gumam Alesha dalam benaknya tersenyum senang melihat tingkah laku Nitami yang tidak seperti biasanya.


Nitami mengalungkan sebuah tanda pengenal yang sangat Levi kenal. Sebuah tanda pengenal seorang dokter yang Nitami gunakan saat misi rahasianya di Inggris, sebuah tanda pengenal yang akan menjadi kunci akses keluar masuk ke dalam kawasan yang tidak mudah orang lain masuki atau lalui.


Levi tahu jika Nitami menunjukkan tanda pengenal tersebut dan menyerahkannya kepada Levi yang masih menjadi ketua dari tim dokter bangsawan Inggris, itu artinya Nitami setuju untuk bergabung dengan timnya.


Tanda pengenal itu adalah salah satu kartu pengenal dokter terpilih diseluruh dunia dan akan di akui di mana pun dokter itu berada. Ada dua jenis kartu, satu tanda pengenal untuk akses Nitami keluar masuk di mana pun dia di butuhkan. Satu tanda pengenal sebagai jaminan untuk akses memblokir Nitami menjadi seorang dokter di seluruh penjuru dunia, jika Nitami melanggar peraturan dari tim mereka. Peraturan yang sudah di patuhi sejak dulu oleh beberapa dokter jenius, hebat dan terampil di seluruh dunia.


Kartu yang biasa di sebut dengan Kartu Dunia Emas atau Gold World Card.


Tidak mudah untuk masuk ke dalam tim dokter bangsawan dunia seperti yang Levi jalani, yang akan menangani langsung beberapa bangsawan yang ada di beberapa negara. Banyak keuntungan dan pengakuan yang akan mereka dapatkan, tentunya juga dengan beban pekerjaan dan tanggung jawab yang juga besar jika bergabung dengan tim dokter bangsawan dunia.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2