
***Mansion Keluarga Fardhan***
Nitami menatap dingin nyonya tua keluarga Fardhan yang ada di sampingnya, wanita tua itu kini memberikan Nitami sebuah penawaran. Nitami merasa seakan dirinya terus di remehkan dan di rendahkan dengan sebuah bayaran yang di ajukan oleh nyonya Nadin.
"Kau bisa membayar ku berapa pun yang aku inginkan?" Tanya Nitami dengan nada yang terdengar dingin.
"Iya, berapa pun yang kau minta. Aku bisa membayarmu sekarang juga." Balas sang nyonya tua di sela-sela nafasnya yang sudah sesak. Genggaman tangannya pada kain baju Nitami semakin kuat.
Nitami menyeringai, jika nyonya tua bisa melakukan sebuah penawaran. Ia pun bisa melakukan hal yang sama.
"Aku menginginkan semua kekayaan yang di miliki oleh keluarga Fardhan. Apakah bisa kau berikan keinginan ku ini, nyonya?" Ungkap Nitami membalas penawaran nyonya Nadin.
Mata nyonya Nadin membulat sempurna karena tidak percaya pada pendengarnya, lebih tepatnya lagi tidak percaya akan penawaran yang di ajukan oleh Nitami kepadanya.
"Kenapa nyonya…?" Tanya Nitami tersenyum remeh ke arah nyonya tua.
"Apa kau tidak sanggup untuk membayar ku?" Ucapnya lagi.
"Apakah penawaran ku ini sangat berat bagimu?"
"Apa kau gila…!!" Balas nyonya Nadin terdengar susah payah karena nafasnya yang sesak.
"Kau wanita gila yang pernah aku kenal." Balasnya lagi sembari melepaskan genggamannya pada kain baju Nitami.
Nitami melangkah dan berdiri di hadapan nyonya Nadin, tubuhnya sedikit ia bungkukkan untuk mensejajarkan tubuhnya dengan nyonya tua yang sedang duduk di atas kursi roda elektriknya.
"Asal kau tahu saja, nyonya. Bayaran ku di dunia mafia sangatlah mahal. Karena aku adalah NASA Angel yang anda bayar mahal hanya untuk membeli sebotol kecil racun yang aku ciptakan." Balas Nitami bangga akan dirinya.
"Tentu anda masih ingat, berapa lembar uang yang harus anda keluarkan hanya untuk membeli satu botol kecil racun ciptaan ku. Dan entah sudah berapa nyawa yang anda hilangkan dengan racun itu?" Ungkapnya.
Semua keangkuhan dan kebanggaan yang Nitami miliki saat ini akan ia perlihatkan kepada sang nyonya tua. Nyonya tua yang tidak pantas mendapatkan sebuah kata maaf, pengampun dan juga kesempatan kedua. Terlalu banyak dosa dan kejahatan yang di miliki oleh nyonya Nadin.
Wanita tua pendosa berdarah dingin. Sebuah sebutan yang cocok untuk sang nyonya.
"Nikmati setiap detik-detik yang saat ini anda miliki, nyonya."
"Nikmati semua buah dari kejahatan yang kau tanam sendiri, nyonya Nadin. Jangan terlalu banyak mengeluh." Ucapnya dengan berbisik di samping telinga nyonya Nadin.
Senyum Nitami merekah di hadapan wajah nyonya Nadin yang sudah pucat karena menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Tapi aku bisa berbaik hati padamu hari ini, nyonya." Ungkapnya sembari mengeluarkan sebuah suntikkan yang berisi penawar racun yang telah ia suntikkan ke dalam tubuh nyonya tua beberapa saat lalu.
"Apa yang ingin kau lakukan lagi?" Tanyanya terbata-bata akan rasa takut dan sesak.
Ia takut jika yang ada di tangan Nitami adalah racun lainnya lagi. Yang sekarang saja masih sangat sakit ia rasakan, tidak bisa ia menahan jika rasa sakitnya akan di tambahkan lagi oleh Nitami. Dia bisa mati sekarang juga.
"Tenang nyonya…Ini hanya sedikit penawar racun yang dapat menghilangkan rasa sakit di tubuh anda." Balas Nitami tersenyum devil ke arah nyonya tua, yang bahkan untuk bergerak saja sangat susah.
Tanpa banyak basa-basi lagi, Nitami menyuntikkan penawar racun yang ia pegang ke dalam tubuh nyonya tua.
"Hanya saja, penawar racun ini bertahan sekitar 30 menit saja. Selanjutnya anda akan kembali merasakan rasa sakit yang sama dengan yang tadi anda rasakan. Bahkan lebih sakit dari sebelumnya, karena di dalam penawar itu ada sedikit penambahan dosis racun yang tadi aku berikan padamu, nyonya."
"Jadi nikmati semua rasa sakitnya mulai dari sekarang." Bisik Nitami. Bisikan yang bahkan dapat di dengar oleh Sai dan beberapa anak buahnya yang sudah datang ke tempat itu.
Mereka datang untuk membereskan tubuh Tom yang tergeletak tidak sadarkan diri, serta membersihkan beberapa bercak darah agar tidak ada bukti sedikitpun dari pertikaian mereka.
"Racun dan penawar ini sama seperti obat yang akan membuat anda ketagihan dan ketergantungan untuk terus memakainya. Anda akan merasakan bagaimana nikmatnya sebuah neraka yang sebenarnya, karena surga yang anda harapkan tidak akan pernah datang dalam hidup anda." Ungkap Nitami dengan senyum puasnya akan perbuatan yang ia lakukan sekarang.
"Aku pastikan padamu, nyonya. Walaupun kau menolak untuk membayarku, kau akan tetap membeli penawar racun ini dariku. Jika tidak, rasa sakit itu akan terus menyiksa mu terus menerus hingga kematian menjemput anda, nyonya." Ungkapnya sembari memperlihatkan sebotol kecil penawar racun racikannya.
Nyonya Nadin sebenarnya sangat marah pada Nitami yang mampu mempermainkan dirinya. Amarah yang tidak bisa di lampiaskan begitu saja, hidupnya kini sudah ada di tangan Nitami.
'Brengsek, wanita brengsek. Akan aku balas kau dengan cepat.' Gumam nyonya Nadin di dalam hatinya marah pada Nitami.
"Satu yang harus anda ingat, nyonya. Jangan pernah melawan ku, apalagi mengatakan semua kejadian hari ini pada seseorang. Jika tidak, anda sendiri yang akan malu. Kenapa seperti itu…?" Ucapnya terhenti dan kini memasang wajah seriusnya.
"Karena racun dan penawar ini, tidak akan bisa terdeteksi oleh tes lab apapun? Anda tidak akan memiliki bukti jika anda sudah terkena racun. Yang pasti anda akan di nyatakan gila, karena tidak dapat membuktikan ucapan anda sendiri tentang racun ini." Ucapnya menjelaskan sekaligus memeberikan sebuah ancaman sebagai peringatan keras untuk nyonya Nadin.
"Jadi anda tidak akan memiliki bukti untuk menjerat dan menuduh saya sebagai pelakunya. Apa anda mengerti, nyonya? Saya tahu anda cukup cerdas dan memiliki banyak pengalaman, jadi ini sangat mudah untuk anda mengerti."
Semua perkataan yang di lontarkan oleh Nitami, terdengar sangat jahat. Wajah dingin dengan aura membunuhnya terlihat jelas. Semua anak buah Alesha yang tahu siapa Nitami sebenarnya? Tidak akan berani melawannya. Untuk sekedar melihat apa yang Nitami lakukan saja, mereka takut apa lagi untuk melawannya?
Diam dan mengikuti semua perintah serta permainan Nitami, akan menjadikan mereka aman. Nitami yang memiliki kedudukan setara dengan Alesha tentu tidak mudah untuk di dekati, namun satu yang pasti. Jika di saat Nitami sedang berada pada mode seorang dokter yang sebenarnya, Nitami adalah sosok yang hangat, perhatian dan baik kepada setiap orang atau anak buah anggota mafia shadow world lainnya.
Bahkan Nitami tidak segan segan membantu setiap orang yang memerlukan bantuan darinya. Nitami hanya sekali waktu berada di dalam organisasi mafia mereka. Nitami akan datang jika di perlukan bantuan dan ilmu medisnya saja, untuk mengobati beberapa anggota yang terluka parah dan memerlukan penanganan bedah serta obat-obat ajaib ciptaannya.
Semua anak buah yang ada di sana dan mendengarkan percakapan di antara Nitami dan nyonya Nadin, hanya diam dan melaksanakan apa yang di perintahkan olehnya? Tanpa sedikitpun melakukan kesalahan dan bersuara.
Nitami tidak ingin berlama-lama berada di tempat itu. Ia pun melihat ke arah pintu depan rumah putih. Semua ingatan buruknya berada di dalam rumah putih itu berputar kembali di dalam kepalanya, ingatan dan kenangan buruk yang sangat sulit untuk Nitami lupakan.
__ADS_1
"Sai pastikan wanita tua ini, berada di tempat yang semestinya. Awasi dia jika berani berbuat sesuatu yang akan merugikan kita. " Ucap perintah Nitami pada Sai sebagai pemimpin dari anggota yang di tugaskan menjadi mata mata di keluarga Fardhan.
"Baik nona." Balas Sai menerima perintah. Ia tahu apa yang harus di lakukan?
"Pastikan pria itu, berada di markas. Dia cukup berguna bagi kita ke depannya." Ucap Nitami sembari melihat ke arah Tom yang sudah di masukkan ke dalam kantong plastik sampah berwarna hitam.
"Baik nona." Balas Sai sembari menggenggam gagang kursi roda elektrik nyonya Nadin.
Tom telah di bawa pergi oleh tiga anak buahnya, sedangkan Sai masih di sana menunggu perintah selanjutnya dari Nitami.
Nitami melihat sejenak ke arah nyonya Nadin, lalu pergi dari tempat itu untuk segera mengobati luka yang ada di leher dan lengannya.
Begitu Nitami pergi, Sai pun mendorong kursi roda nyonya Nadin untuk masuk ke mansion. Sai melakukan semua perintah yang di katakan oleh Nitami, sedangkan nyonya Nadin tahu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Untuk bergerak saja ia sangat kesusahan, bagaimana bisa ia melawan?
Begitu Sai dan nyonya Nadin ada di dalam kamarnya, Sai meraih ponsel nyonya tua untuk menanamkan sebuah chip sebagai pengawasan dari mereka akan segala tindakan yang di lakukan oleh nyonya Nadin ke depannya. Mereka telah menyadap ponsel sang nyonya, agar tidak bertindak semaunya.
Semua tindakan yang di lakukan oleh Sai menjadi perhatian oleh nyonya Nadin. Namun dia hanya bisa melihat dan diam saja. Sudah tidak ada jalan lain lagi. Dengan kondisi dari nyonya Nadin saat ini, tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk melawan. Sang nyonya yang dulu berkuasa hanya bisa diam duduk manis di atas kursi roda dan menyaksikan awal kehancurannya sendiri.
'Brengsek, wanita brengsek, wanita sialan. Seharusnya aku bunuh dia dari dulu. Akan aku balas secepatnya semua yang hari ini kau lakukan padaku. Tom…bajingan itu bahkan tidak bisa melakukan apapun, pria tua yang tidak berguna.' Umpat nyonya Nadin di dalam hati menahan semua amarahnya.
Sai mendekati dan berdiri di hadapan nyonya tua, lalu berkata dengan serius dan tatapan yang terlihat dingin.
"Sebaiknya anda jangan berbuat yang akan merugikan anda sendiri, nyonya tua." Ungkap Sai berdiri tepat di hadapannya.
"Hari ini anda bisa selamat, karena masih ada kebaikan dari nona kami." Ungkapnya lagi dengan raut yang sangat dingin.
"Anda tidak mengenal siapa NASA Angel yang sebenarnya? Bahkan dia bisa lebih kejam dari ketua shadow world. Anda termasuk orang yang masih beruntung, tidak terlalu merasakan penderitaan yang biasanya di rasakan oleh semua musuh-musuh kami. Jadi nikmati semuanya dengan tenang, agar anda dapat hidup lebih lama lagi." Ungkap Sai dengan dingin, lalu tersenyum devil ke arah nyonya tua.
Sai segera meninggalkan nyonya Nadin di dalam kamarnya seorang diri, dan dia memerintahkan dua anak buahnya untuk menggantikan dua penjaga sebelumnya yang sudah mereka singkirkan.
Masih ada pekerjaan yang harus dia bereskan malam ini, karena malam ini juga akan banyak pekerjaan serta kejadian manarik yang akan terjadi di mansion keluarga Fardhan. Saatnya anggota Shadow world beraksi. Mereka akan menunjukkan kepada keluarga Fardhan siapa Nitami Adreena Saila yang mereka remehkan dan rendahkan selama ini?
Semua perlakuan dari keluarga Fardhan kepada Nitami selama 5 tahun ini, akan mereka bayar mahal malam ini juga.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.